Mau Silaturahmi, Dwi Agustin Melahirkan di Kereta Api

398

Metrobatam, Banyuwangi – Pasangan suami istri Eko Purwanto (36) dan Dwi Agustin Andarini (34) terlihat bahagia atas kelahiran anak ketiganya. Tidak seperti kelahiran bayi pada umumnya, anak perempuan tersebut lahir di perjalanan kereta api Probowangi jurusan Banyuwangi-Surabaya, Senin (25/7).

Saat ditemui Kompas.com di rumahnya, Dusun Krajan, Desa Rogojampi, Kecamatan Rogojampi, Kabupaten Banyuwangi, Dwi Agustin menuturkan bahwa ia tidak menyangka bakal melahirkan putrinya di dalam kereta api.

Waktu itu, dia bersama ibu dan kedua anak perempuannya berencana ke Rambipuji untuk bersilaturahim ke kerabatnya. Suami dan ayahnya mengendarai sepeda motor.

“Sama sekali tidak ada tanda-tanda akan melahirkan. Sakit saja tidak. Kalau ada tanda-tanda, saya tidak akan berangkat, apalagi prediksi dokter baru lahir Agustus nanti,” kata Dwi.

Perempuan yang bekerja di PKU Muhamadiyah Rogojampi tersebut naik dari Stasiun Rogojampi sekitar pukul 14.00 WIB.

Ketika kereta baru berjalan satu jam, Dwi baru merasakan akan melahirkan dan melapor kepada petugas.

Dalam kondisi darurat, tempat duduk di gerbong kereta “disulap” menjadi tempat bersalin.

Dwi melahirkan secara normal dibantu oleh seorang bidan yang kebetulan juga menjadi penumpang di kereta tersebut.

“Saat itu, petugas mengumumkan siapa penumpang yang profesinya bidan, ternyata ada. Sayangnya, saya lupa tanya siapa namanya. Dia turun di Sidoarjo,” kata Dwi.

Dibantu Penunpang
Untuk peralatan bersalin, Dwi dibantu oleh para penumpang. Ada yang memberikannya kain sarung untuk membungkus bayi yang baru dilahirkan. Pemotongan tali pusar atau ari-ari juga dilakukan di atas kereta api.

“Setelah lahir, bayi saya langsung dibungkus kain, enggak pakai baju. Di Stasiun Kalisat, kami turun dan saya dibawa pakai ambulans ke puskesmas Kalisat, Jember,” kata dia.

Eko Purwanto, suami Dwi, mengaku kaget begitu mendapat kabar istrinya melahirkan di kereta api. Namun, ia bersyukur karena ibu dan bayinya sehat dengan persalinan normal.

Bayi perempuan dengan berat badan 2,7 kg dan tinggi 47 cm itu diberi nama Sasmitha Ihsani Probowati. Setelah dirawat pascabersalin, Dwi dan bayinya diperbolehkan pulang dan Selasa (26/7) sudah sampai di Banyuwangi.

“Nama Probowati pemberian dari petugas kereta api dan orang orang yang naik kereta. Soalnya keretanya kan kereta Probowangi. Saya enggak masalah, yang penting sehat semua,” kata Dwi. (mb/kompas)

Metrobatam.com tidak bertanggung jawab atas isi komentar yang ditulis. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

BERITA TERKINI

BNN Tes Urine Prajurit TNI AD dan Polisi Militer

Metrobatam, Jakarta - Seluruh prajurit dan PNS Pusat Polisi Militer Angkatan Darat (Puspomad) dinyatakan bersih dari narkoba melalui pemeriksaan urine. Hal ini dilakukan dalam...

Golkar Bakal Cabut Dukungan Bagi Kader yang Terlibat Korupsi

Metrobatam, Jakarta - Dewan Pimpinan Pusat Golkar menggelar rapat konsultasi dengan seluruh pengurus Golkar, termasuk mereka yang menjabat sebagai kepala dan wakil kepala daerah....

Sebut KPU Ketakutan PBB Jadi Partai Radikal, Yusril akan Pidanakan Komisioner

Metrobatam, Jakarta - Ketua Umum Partai Bulan Bintang (PBB) Yusril Izha Mahendra menduga Komisi Pemilihan Umum (KPU) takut untuk meloloskan partainya ke Pemilu 2019...

KPK Tahan Bupati Kebumen

Metrobatam, Jakarta - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) langsung menahan Bupati Kebumen Muhammad Yahya Fuad usai diperiksa selaku tersangka suap. Yahya diduga menerima jatah dari...

Abu Vulkanik Sinabung Meluas ke Aceh, Warga Diimbau Waspada

Metrobatam, Lhokseumawe - Semburan abu vulkanik berasal dari letusan Gunung Sinabung, Sumut, terus meluas ke sejumlah daerah di Aceh. Abu vulkanik meluas ke Aceh...

ManCity Tersingkir, Guardiola Ribut dengan Manajer Wigan

Metrobatam, Jakarta - Laga Manchester City menghadapi Wigan Athletic menyisakan kegetiran bagi sang manajer, Pep Guardiola. The Citizens tersingkir di babak keempat Piala FA...

Di Gowa Seorang Remaja ‘Bertelur’, Ini Penjelasannya

Metrobatam, Jakarta, Viralnya Akmal, remaja lelaki asal Gowa, Sulawesi Selatan yang kembali 'bertelur' meninggalkan banyak tanda tanya pada netizen. Bagaimana mungkin manusia yang merupakan...

Tiang Girder Tol Becakayu Ambruk, Polisi Selidiki Penyebabnya

Metrobatam, Jakarta - Polisi masih menyelidiki penyebab ambruknya tiang girder proyek Tol Becakayu di Kebon Nanas, Jaktim. Kejadian itu membuat 7 pekerja mengalami luka...

Marak Peredaran Narkoba, BNN Harus Segera Dibentuk di Perbatasan Sambas-Malaysia

Metrobatam, Sambas – Seringnya pengungkapan upaya penyelundupan narkoba dari Malaysia ke Kalimantan Barat membuat semua pihak geram. Seperti baru-baru ini terungkap di perbatasan Dusun...

Produksi Ekstasi dari Bedak Gatal, Pasutri di Medan Diciduk Polisi

Metrobatam, Medan - Pasangan suami-istri, HP dan DN, bersama 7 rekannya dibekuk polisi lantaran memproduksi narkotika jenis ekstasi. Mereka membuat ekstasi tersebut menggunakan bahan...

Tipu dan Peras Korban, Penyidik KPK Gadungan Buat Sprindik Palsu

Metrobatam, Jakarta - Subdit Jatanras Ditrkimum Polda Metro Jaya menangkap komplotan penipu yang mengaku sebagai penyidik KPK. Untuk meyakinkan korban bernama Endria Putra (42),...

Kasus Ujaran Kebencian, Jonru Dituntut 2 Tahun Penjara

Metrobatam, Jakarta - Jon Riah Ukur alias Jonru Ginting dituntut hukuman pidana 2 tahun penjara dan denda Rp 50 juta. Jaksa menilai Jonru telah...
BAGIKAN