Mau Silaturahmi, Dwi Agustin Melahirkan di Kereta Api

387

Metrobatam, Banyuwangi – Pasangan suami istri Eko Purwanto (36) dan Dwi Agustin Andarini (34) terlihat bahagia atas kelahiran anak ketiganya. Tidak seperti kelahiran bayi pada umumnya, anak perempuan tersebut lahir di perjalanan kereta api Probowangi jurusan Banyuwangi-Surabaya, Senin (25/7).

Saat ditemui Kompas.com di rumahnya, Dusun Krajan, Desa Rogojampi, Kecamatan Rogojampi, Kabupaten Banyuwangi, Dwi Agustin menuturkan bahwa ia tidak menyangka bakal melahirkan putrinya di dalam kereta api.

Waktu itu, dia bersama ibu dan kedua anak perempuannya berencana ke Rambipuji untuk bersilaturahim ke kerabatnya. Suami dan ayahnya mengendarai sepeda motor.

“Sama sekali tidak ada tanda-tanda akan melahirkan. Sakit saja tidak. Kalau ada tanda-tanda, saya tidak akan berangkat, apalagi prediksi dokter baru lahir Agustus nanti,” kata Dwi.

Perempuan yang bekerja di PKU Muhamadiyah Rogojampi tersebut naik dari Stasiun Rogojampi sekitar pukul 14.00 WIB.

Ketika kereta baru berjalan satu jam, Dwi baru merasakan akan melahirkan dan melapor kepada petugas.

Dalam kondisi darurat, tempat duduk di gerbong kereta “disulap” menjadi tempat bersalin.

Dwi melahirkan secara normal dibantu oleh seorang bidan yang kebetulan juga menjadi penumpang di kereta tersebut.

“Saat itu, petugas mengumumkan siapa penumpang yang profesinya bidan, ternyata ada. Sayangnya, saya lupa tanya siapa namanya. Dia turun di Sidoarjo,” kata Dwi.

Dibantu Penunpang
Untuk peralatan bersalin, Dwi dibantu oleh para penumpang. Ada yang memberikannya kain sarung untuk membungkus bayi yang baru dilahirkan. Pemotongan tali pusar atau ari-ari juga dilakukan di atas kereta api.

“Setelah lahir, bayi saya langsung dibungkus kain, enggak pakai baju. Di Stasiun Kalisat, kami turun dan saya dibawa pakai ambulans ke puskesmas Kalisat, Jember,” kata dia.

Eko Purwanto, suami Dwi, mengaku kaget begitu mendapat kabar istrinya melahirkan di kereta api. Namun, ia bersyukur karena ibu dan bayinya sehat dengan persalinan normal.

Bayi perempuan dengan berat badan 2,7 kg dan tinggi 47 cm itu diberi nama Sasmitha Ihsani Probowati. Setelah dirawat pascabersalin, Dwi dan bayinya diperbolehkan pulang dan Selasa (26/7) sudah sampai di Banyuwangi.

“Nama Probowati pemberian dari petugas kereta api dan orang orang yang naik kereta. Soalnya keretanya kan kereta Probowangi. Saya enggak masalah, yang penting sehat semua,” kata Dwi. (mb/kompas)

Metrobatam.com tidak bertanggung jawab atas isi komentar yang ditulis. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

BERITA TERKINI

Sindikat Saracen Punya Ribuan Akun untuk Sebar Kebencian dan Isu SARA

Metrobatam, Jakarta - Polri mengungkap sindikat Saracen, pelaku yang kerap menyebarkan ujaran kebencian bermuatan SARA di media sosial. Mereka diketahui berbagi peran dalam melancarkan...


wp booster error:
td_api_base::mark_used_on_page : a component with the ID: thumbnail is not set.

Kemenhub: Ruangan Seorang Dirjen Disegel KPK

Metrobatam, Jakarta - Kementerian Perhubungan (Kemenhub) membenarkan ruangan yang disegel KPK adalah ruangan seorang Direktur Jenderal (Dirjen). KPK diketahui melakukan penyegelan itu terkait operasi...

Whatsapp Punya Fitur Baru, Nantikan Akhir Minggu Ini

Metrobatam, Jakarta - Whatsapp menerapkan fitur status dengan latar warna-warni ala Facebook. Dengan fitur baru ini, pengguna Whatsapp bisa memvariasikan status yang mereka poskan...

Kompolnas Minta Polisi Usut Tuntas Sindikat Penyebar Isu SARA

Metrobatam, Jakarta - Polri mengungkap sindikat Saracen, pelaku yang kerap menyebarkan ujaran kebencian bermuatan SARA di media sosial. Kompolotan ini memiliki ribuan akun. Komisi...

Bisakah RI Jadi Negara Besar? Ini Kata Sri Mulyani

Metrobatam, Yogyakarta - Menjadi negara besar dengan masyarakat adil dan makmur memang banyak tantangannya. Namun, Indonesia memiliki modal tersebut. Hal tersebut diungkapkan Menteri Keuangan, Sri...

Mendag Tegur India Soal Upaya Jegal Produk Kelapa Sawit RI

Metrobatam, Jakarta - Menteri Perdagangan Enggartiasto Lukita mengaku, telah menyampaikan perhatian Pemerintah Indonesia terkait kenaikan tarif bea masuk komoditas minyak kelapa sawit (crude palm...

MA Sebut Banyak Pihak Eksternal Campur Tangan Seleksi Hakim

Metrobatam, Jakarta - Ketua Kamar Pembinaan Mahkamah Agung (MA) Takdir Rahmadi mengatakan proses seleksi calon hakim pengadilan tingkat pertama tak sepenuhnya dilakukan pihaknya. Sejak awal...

Penyebar Kebencian dan Isu SARA, Sindikat Saracen Dibayar Puluhan Juta

Metrobatam, Jakarta - Polisi menangkap sindikat Saracen, yang kerap menyebarkan isu SARA di media sosial. Sindikat Saracen kerap mengirimkan proposal kepada beberapa pihak terkait...

Mendikbud: Madrasah Berkurang karena Islamic Full Day School

Metrobatam, Jakarta - Menteri Pendidikan dan Kebudayaan, Muhadjir Effendy, mengatakan bahwa keberadaan Islamic Full Day School berpotensi mengurangi jumlah madrasah diniyah. "Ini yang menurut saya...

OTT Pejabat Kemenhub, KPK Amankan Dolar Amerika, Singapura hingga Rupiah

Metrobatam, Jakarta - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mengamankan sejumlah uang berbentuk mata uang asing dalam Operasi Tangkap Tangan (OTT) terhadap pejabat Kementerian Perhubungan (Kemenhub). "Ada...

Duh! Panitera yang Ditangkap KPK Punya Hubungan Keluarga dengan Hakim Agung

Metrobatam, Jakarta – Panitera pengganti Pengadilan Negeri Jakarta Selatan yang terkena operasi tangkap tangan (OTT) oleh KPK, Tarmizi, dikabarkan mempunyai hubungan keluarga dengan salah...

Khofifah Klaim Kantongi ‘Tiket’ Parpol untuk Pilgub Jatim

Metrobatam, Jakarta - Nama Khofifah Indar Parawansa mencuat sebagai salah satu calon kontestan yang bakal maju dalam arena Pemilihan Gubernur Jawa Timur 2018. Menteri...