Melalui Kerajinan Anyaman, Veteran Ini Bertahan Hidup

231

Kebebasan berekspresi yang hari ini kita rasakan tidak lepas dari jasa para pahlawan. Namun, perjuangan masih dilakukan sebagian para pejuang, meski Indonesia sudah merdeka. Bukan melawan penjajah, tetapi melawan kebutuhan hidup.

Salah satunya, Sukijan (82), warga Dusun Kajar II, Karangtengah, Wonosari, Gunungkidul, Yogyakarta ini. Tahun 1945, dirinya tergabung dalam tentara sukarelawan di Kepulauan Riau, melawan tentara Inggris selama tiga tahun. Tidak hanya itu, tahun 1965 ia juga bergabung dengan Kesatuan Sukarelawan Banpir Diponegoro I.

“Aku ijeh kelingan numpak kapal lima dino, nem bengi arep tekan Riau (Saya masih ingat naik kapal perang selama lima hari enam malam menuju Riau),” katanya, saat ditemui dirumahnya, Kamis (10/11).

Namun, dulu ia berjuang untuk Negara, meski harus mempertaruhkan nyawa dan meninggalkan keluarga. Saat ini, ia masih terus harus berjuang untuk bertahan hidup. Saat ini, ia bersama istri, Romlah (66), tinggal di rumah seluas 6 meter kali 9 meter yang terbuat dari anyaman bambu yang sudah nampak sudah usang akibat termakan usia.

Di sekitar bangunan rumah, nampak tumpukan tomblok (kerajinan anyaman bambu) yang belum laku dijual. Kerajinan inilah yang ia gunakan untuk menyambung hidup sejak tidak mengikuti perang. Namun, pendapatannya dari menjual tomblok tidak menentu.

“Saya setiap hari membuat tomblok, lalu dijual ke pasar atau orang-orang membutuhkan. Uangnya untuk membeli kebutuhan sehari-hari dan membayar uang sekolah cucu,” bebernya.

Diakui Sukijan, setiap bulan dirinya mendapatkan uang pensiun sebesar Rp2 juta. Namun sebagian harus ia gunakan untuk membayar utang. Itulah alas an mengapa ia masih harus terus bekerja. Ia menegaskan, enggan berpangku tangan menunggu bantuan.

“Sebetulnya saya sudah dapat dana pension, tapi sudah saya ambil dulu untuk memenuhi kebutuhan hidup dan tinggal Rp1 juta setiap bulannya,” tuturnya.

Sementara ia membuat anyaman bambu, istrinya, Romlah, harus bekerja di ladang sebagai buruh tani untuk memenuhi kebutuhan hidupnya. “Lumayanlah menambah uang untuk beli makan,” imbuh Romlah.

Sukijan mengaku, tidak berharap banyak dari pemerintah. Ia hanya ingin para legiun veteran seperti dirinya lebih diperhatikan. Apalagi masih banyak rekan seperjuangan yang masih membutuhkan bantuan dari pemerintah.

“Masih banyak rekan saya yang kondisinya lebih parah. Untuk itu saya mohon pemerintah memperhatikan,” tutur Sukijan.

Pengatur hak kesejahteraan urusan cadangan Veteran Kementerian Pertahanan di Gunungkidul,, Paula Sri Pancawarna mengatakan, saat ini ada sekira 351 veteran bersama janda dan keluarganya yang ada di Gunungkidul. Dari jumlah tersebut masih ada sekira 20-an yang masih hidup kurang mampu.

Diakuinya, sampai saat ini masih ada veteran yang belum terdata, sehingga tidak mendapatkan bantuan. Untuk itu, pihanya meminta peran aktif masyarakat melaporkan jika ada yang mengetahui keberadaan veteran.

“Veteran mendapatkan bantuan sebanyak Rp1,4 juta dan dana kehormatan Rp750 ribu setiap bulan,” kata dia.(okezone)

Metrobatam.com tidak bertanggung jawab atas isi komentar yang ditulis. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

BERITA TERKINI

Tim Gabungan Polri- Bea Cukai Kembali Tangkap Kapal Diduga Angkut 3 Ton Sabu di...

Metrobatam.com, Batam - Kapolri Jenderal Tito Karnavian mengungkapkan tim gabungan Polri dan Bea-Cukai kembali menangkap kapal laut di perairan Kepulauan Riau (Kepri). Kapal itu...

Kapolri dan Menkeu Ekspos Tangkapan Sabu 1,6 Ton di Batam

Metrobatam.com, Batam - Kapolri Jenderal Tito Karnavian dan Menteri Keuangan Sri Mulyani mengecek lokasi dan barang bukti 1,6 ton sabu di Pelabuhan Sekupang, Batam,...

Terciduk, Pengemis Ini Bawa Uang Rp 43 Juta

Metrobatam, Tasikmalaya - Aparat Satpol PP Kota Tasikmalaya kaget saat menciduk Epon (49). Pengemis tersebut yang kedapatan membawa gepokan uang dan sejumlah perhiasan emas...

Longsor Brebes, Tim SAR Temukan Potongan Jasad Korban

Metrobatam, Jakarta - Tim pencarian dan penyelamatan (SAR) gabungan Polri, TNI dan Basarnas menemukan tiga potongan tubuh yang diduga merupakan korban longsor Bukit Lio,...

Terdakwa Bom Thamrin Aman Abdurrahman Tolak Baca Eksepsi

Metrobatam, Jakarta - Oman Rochman alias Aman Abdurrahman, terdakwa kasus teror bom Thamrin tahun 2016 menolak membacakan nota keberatan atau eksepsi di depan majelis...

Wiranto dan Tito Sepakat Batalkan Jenderal Jadi Pj Gubernur

Metrobatam, Jakarta - Menteri Koordinator bidang Politik, Hukum, dan Keamanan Wiranto membatalkan usulan jenderal polisi sebagai Penjabat (Pj) Gubernur setelah berkoordinasi dengan Kapolri Jenderal...

Duet Susi-Sri Mulyani Selamatkan Bayi Lobster Rp 14,4 M

Metrobatam, Tangerang - Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati dan Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti memberikan keterangan terkait penggagalan penyelundupan benih lobster yang rencananya...

PPP Duga Ada Orang Kuat di Balik Penyerangan Tokoh Agama, Partai Rame-rame Membantah

Metrobatam, Jakarta - Ketua Umum Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Muhammad Romahurmuziy menduga ada orang kuat yang mendesain penyerangan terhadap ulama dan tokoh agama yang...

Ajak 122 Advokat, PSI Bakal Gugat UU MD3 ke MK

Metrobatam, Jakarta - Ketua Umum Partai Solidaritas Indonesia (PSI) Grace Natalie mengklaim telah mendapat dukungan dari 122 advokat untuk mengajukan judicial review atau uji...

KSP Sebut Konsultan Politik Berperan Ciptakan Kampanye SARA

Metrobatam, Jakarta - Deputi bidang Komunikasi Politik dan Diseminasi Informasi Kantor Staf Presiden (KSP) Eko Sulistyo menyebut konsultan politik memiliki peran penting dalam menciptakan...

Pemerintah Tegaskan Tarif Listrik Tidak Naik Hingga 2019, PLN Ingin Turun

Metrobatam, Jakarta - Pemerintah berkomitmen tidak menaikkan tarif listrik hingga 2019 mendatang. Hal ini disampaikan langsung oleh Menteri ESDM Ignasius Jonan dalam acara Renewabe...

KPK Beri Pengawalan untuk Jamin Keamanan Novel Baswedan

Metrobatam, Jakarta - Komisi Pemberantasan Korupsi telah mempersiapkan pengawalan terhadap Novel Baswedan sekembalinya ke Indonesia usai menjalani perawatan di Singapura selama 10 bulan terakhir....
BAGIKAN