Melalui Kerajinan Anyaman, Veteran Ini Bertahan Hidup

228

Kebebasan berekspresi yang hari ini kita rasakan tidak lepas dari jasa para pahlawan. Namun, perjuangan masih dilakukan sebagian para pejuang, meski Indonesia sudah merdeka. Bukan melawan penjajah, tetapi melawan kebutuhan hidup.

Salah satunya, Sukijan (82), warga Dusun Kajar II, Karangtengah, Wonosari, Gunungkidul, Yogyakarta ini. Tahun 1945, dirinya tergabung dalam tentara sukarelawan di Kepulauan Riau, melawan tentara Inggris selama tiga tahun. Tidak hanya itu, tahun 1965 ia juga bergabung dengan Kesatuan Sukarelawan Banpir Diponegoro I.

“Aku ijeh kelingan numpak kapal lima dino, nem bengi arep tekan Riau (Saya masih ingat naik kapal perang selama lima hari enam malam menuju Riau),” katanya, saat ditemui dirumahnya, Kamis (10/11).

Namun, dulu ia berjuang untuk Negara, meski harus mempertaruhkan nyawa dan meninggalkan keluarga. Saat ini, ia masih terus harus berjuang untuk bertahan hidup. Saat ini, ia bersama istri, Romlah (66), tinggal di rumah seluas 6 meter kali 9 meter yang terbuat dari anyaman bambu yang sudah nampak sudah usang akibat termakan usia.

Di sekitar bangunan rumah, nampak tumpukan tomblok (kerajinan anyaman bambu) yang belum laku dijual. Kerajinan inilah yang ia gunakan untuk menyambung hidup sejak tidak mengikuti perang. Namun, pendapatannya dari menjual tomblok tidak menentu.

“Saya setiap hari membuat tomblok, lalu dijual ke pasar atau orang-orang membutuhkan. Uangnya untuk membeli kebutuhan sehari-hari dan membayar uang sekolah cucu,” bebernya.

Diakui Sukijan, setiap bulan dirinya mendapatkan uang pensiun sebesar Rp2 juta. Namun sebagian harus ia gunakan untuk membayar utang. Itulah alas an mengapa ia masih harus terus bekerja. Ia menegaskan, enggan berpangku tangan menunggu bantuan.

“Sebetulnya saya sudah dapat dana pension, tapi sudah saya ambil dulu untuk memenuhi kebutuhan hidup dan tinggal Rp1 juta setiap bulannya,” tuturnya.

Sementara ia membuat anyaman bambu, istrinya, Romlah, harus bekerja di ladang sebagai buruh tani untuk memenuhi kebutuhan hidupnya. “Lumayanlah menambah uang untuk beli makan,” imbuh Romlah.

Sukijan mengaku, tidak berharap banyak dari pemerintah. Ia hanya ingin para legiun veteran seperti dirinya lebih diperhatikan. Apalagi masih banyak rekan seperjuangan yang masih membutuhkan bantuan dari pemerintah.

“Masih banyak rekan saya yang kondisinya lebih parah. Untuk itu saya mohon pemerintah memperhatikan,” tutur Sukijan.

Pengatur hak kesejahteraan urusan cadangan Veteran Kementerian Pertahanan di Gunungkidul,, Paula Sri Pancawarna mengatakan, saat ini ada sekira 351 veteran bersama janda dan keluarganya yang ada di Gunungkidul. Dari jumlah tersebut masih ada sekira 20-an yang masih hidup kurang mampu.

Diakuinya, sampai saat ini masih ada veteran yang belum terdata, sehingga tidak mendapatkan bantuan. Untuk itu, pihanya meminta peran aktif masyarakat melaporkan jika ada yang mengetahui keberadaan veteran.

“Veteran mendapatkan bantuan sebanyak Rp1,4 juta dan dana kehormatan Rp750 ribu setiap bulan,” kata dia.(okezone)

Metrobatam.com tidak bertanggung jawab atas isi komentar yang ditulis. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

BERITA TERKINI

‘Golkar Gali Kuburan Sendiri Jika Pilih Titiek Soeharto’

Metrobatam, Jakarta - Saat Partai Golkar ingin memperbaiki citra akibat terjeratnya Setya Novanto, sang ketua umum, menjadi tersangka kasus korupsi e-KTP, Siti Hediyati Hariyadi...

60 Kader Golkar Galang Tanda Tangan Tolak Azis Jadi Ketua DPR

Metrobatam, Jakarta - Sejumlah anggota Fraksi Golkar menggalang dukungan menolak penunjukan Azis Syamsuddin sebagai Ketua Dewan Perwakilan Rakyat menggantikan Setya Novanto. Hal itu dilakukan...

Jadi Tuan Rumah Piala Dunia Basket 2023, Timnas Butuh Pemain Naturalisasi

Metrobatam, Jakarta - Pelatih Timnas Indonesia, Fictor Gideon Roring, gembira dengan kepastian Indonesia menjadi tuan rumah Piala Dunia Basket 2023. Dia melemparkan wacana untuk...

Dipasang Garis Polisi, Istri Terduga Teroris dan Anaknya Mengurung Diri di Dalam Rumah

Metrobatam, Banyuasin - Tempat tinggal terduga teroris, AH di perumahan Griya Elok Permai, Kecamatan Kenten, Banyuasin, dipasang police line atau garis polisi dan dijaga...

Masyarakat Kota Batam Sambut Hangat Kedatangan KRI Bima Suci

Metrobatam.com, Batam - Kedatangan Kapal Republik Indonesia (KRI) Bima Suci menarik perhatian masyarakat Batam. Kegiatan open ship yang berlangsung Kamis-Sabtu (7-9/12) dipadati warga. Bahkan...

Tahun 2018 Batam akan Gelar 60 Event Pariwisata

Metrobatam.com, Batam - Event merupakan salah satu pilar yang tak kalah penting dalam pengembangan pariwisata. Hal ini disampaikan Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kota...

Masjid Asy Syuhadaa Tering Raya Batam Gelar Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW

Metrobatam.com, Batam - Sebagai ummatnya sudah seharusnya kita senantiasa mencontoh dan mengikuti baginda Rasulullah SAW. Terlebih sebagai insan pilihan, pada Rasulluah memang ada contoh...

Terduga Teroris yang Ditangkap Densus 88 di Sumsel Bertambah Jadi 5 Orang

Metrobatam, Palembang – Selain menangkap dua terduga teroris di Kabupaten Ogan Ilir Sumatera Selatan, yaitu Abdul Qodir alias Yaziz dan M Suriadi, Detasemen Khusus...

Istri Mantan Sekretaris MA Jadi Staf Ahli MenPAN-RB, KPK Tak Dilibatkan

Metrobatam, Jakarta - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mengaku tak diminta tanggapannya soal pengangkatan Tin Zuraida sebagai Staf Ahli MenPAN-RB. Padahal, KPK biasanya dilibatkan untuk...

Ditemukan Jutaan Pil Zenith di Sampit, Mabes Polri Turun Tangan

Metrobatam, Sampit - Markas Besar (Mabes) Polri turun tangan membantu pengembangan penyelidikan temuan 3,7 juta butir carnophen atau zenith di Pelabuhan Sampit Kabupaten Kotawaringin...

IKLA Batam Gelar Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW di Rumah Gadang

Metrobatam.com, Batam - Warga Luak Agam Kota Batam diajak untuk terus meneladani Nabi Muhammad SAW dalam bersikap di kehidupan sehari-hari. Itu karena sikap Rasulullah...

Beroperasi Juni 2018, 5 Stasiun LRT Palembang Siap Digunakan

Metrobatam, Palembang - Progres pembangunan Light Rain Transit (LRT) Palembang telah memcapai 76 persen dan siap beroperasi pada Juni 2018 mendatang. Namun, hanya akan...
BAGIKAN