Melayani Kebutuhan listrik Masyarakat Batam, Ini Sejarah Perusahaan bright PLN Batam

2947
Perkantoran Bright PLN Batam

Metrobatam.com, Batam – Kiprah pengelolaan ketenagalistrikan untuk melayani kebutuhan listrik masyarakat Batam, awalnya dilakukan oleh Pertamina, tepatnya pada tahun 1971. Kala itu, Pertamina dipercaya sebagai instansi pertama yang mengelola daerah industri Pulau Batam. Bermodalkan PLTD yang memiliki daya pasang cukup rendah, 2 x 188 KvA, sehingga waktu itu listrik hanya bisa dirasakan oleh Pertamina dan perumahan karyawannya saja.

Seiring dengan perkembangan Batam yang mulai meningkat, akhirnya tahun 1976 pemerintah Indonesia membentuk Otorita Pengembangan Daerah Industri Pulau Batam (OPDIPB) untuk mengelola kota yang berbentuk Kalajengking ini dimana Kepala OPDIPB diserahkan ke tangan Menteri Penertiban Aparatur Pembangunan JB Sumarlin. Sejak itu, semua proyek yang dikelola Pertamina diambil alih oleh OPDIPB, termasuk pengelolaan ketenagalistrikan. Bisnis ketenagalistrikan saat itu dikelola Unit Pelaksana Teknis Otorita Batam (UPT OB). Kapasitas pembangkit pun masih rendah, hanya sebesar 17,5 MW.

Setelah tugas JB Sumarlin usai, tepat tahun 1978 Ketua Otorita Batam dipegang oleh Prof Dr Ing Bj. Habibie. Dalam pimpinan Habibie, Batam sudah mulai diarahkan sebagai kota industri. Listrik sebagai kebutuhan vital dalam industri dan kalangan usaha, tentu membutuhkan pasokan listrik dan mulai saat itu dilakukan pembangunan PLTD di Sekupang dan Batuampar. Total daya terpasang pada periode 1976-1992 sebesar 45,5 MW dan disalurkan ke daerah Sekupang dan Batuampar.

Perkembangan Batam kala itu pun tak dapat terbendung lagi. Investor-investor asing sudah mulai melirik potensi yang ada di Batam. Tak pelak lagi kalau Otorita Batam saat itu cukup kewalahan mengelolanya, sehingga satu persatu dilepas, termasuk bisnis ketenagalistrikan. Akhirnya, pada 1 Januari 1993 berdasarkan kesepakatan pemerintah dan OB, pengelolaan ketenagalistrikan diserahkan ke PT PLN (Persero) Wilayah Khusus Batam.

Berdasarkan keputusan Menteri Negara Penanaman Modal dan Pembinaan BUMN, selaku Pemegang saham PT PLN (Persero) dalam surat No S-23/M-PM-PBMUN/2000 tanggal 23 Agustus 2000, pada tanggal 3 Oktober 2000, status PT PLN (Persero) Wilayah Khusus Batam berubah menjadi PT Pelayanan Listrik Nasional Batam (PT PLN Batam) dengan status sebagai anak perusahaan PT PLN (Persero), sebagai unit mandiri yang mengelola kelistrikan dari hulu sampai hilir. Dan pada Juni 2008 PT PLN Batam melakukan rebranding menjadi b’right PLN Batam.

Tahun 2015 bright PLN Batam membantu PT PLN (Persero) Wilayah Riau & Kepualuan Riau dengan interkoneksi Batam-Bintan. Interkoneksi kelistrikan adalah bagian program merangkai pulau.Tahap awal daya Listrik dialirkan sebesar 20 MW dari Batam ke Bintan melalui gardu induk tanjung uban sebagai titik terima energi dari saluran kelistrikan Batam. Proyek interkoneksi jaringan 150 KV berjarak ± 17,9 KM dari Batam ke Bintan ini digesa untuk menjawab keraguan PMA yang akan berinvestasi serta untuk menopang pertumbuhan perekonomian provinsi Kepulauan Riau menuju double digit. Tahap berikutnya, evakuasi daya ditargetkan sampai 75 MW mengalir ke Pulau Bintan.

Sampai dengan akhir 2016, b’right PLN Batam memiliki kapasitas terpasang kurang lebih 563 MW dan daya mampu kurang lebih 461 MW dengan beban puncak Batam-Bintan 370 MW. Di sisi produksi, sejak tahun 2004 b’right PLN Batam menerapkan fuel mix strategy, dan sampai dengan tahun 2011 komposisi pemakaian energi primer tercatat sebesar 59.92% menggunakan bahan bakar gas, 34.82 menggunakan bahan bakar batu bara dan 5.26% berbahan bakar minyak.

bright PLN Batam telah menjadi perusahaan yang berkembang tidak hanya menyalurkan energi untuk pulau Batam namun hingga ke beberapa daerah di Indonesia. bright PLN Batam diberi penugasan oleh PT PLN (Persero) selaku holding untuk membantu program 35.000 MW yang dicanangkan oleh pemerintah saat ini demi menuntaskan masalah kelistrikan dan menaikkan rasio elektrifikasi di beberapa daerah di Indonesia. Bentuk partisipasi bright PLN Batam adalah menyediakan pembangkit listrik di beberapa daerah di wilayah usaha PT PLN (Persero) menggunakan Mobile Power Plant (MPP) berbahan bakar gas dengan total kapasitas 500 MW. Untuk proyek MPP 500 MW bright PLN Batam membentuk unit bisnis agar fokus terhadap proyek tersebut yaitu Batam Energy Services (BES).

 

Berikut daerah penyebaran MPP 500 MW milik bright PLN Batam:

NO Lokasi Kapasitas (MW)
1 Paya Pasir,Medan 75
2 Gunung Sitoli,Pulau Nias Sumut 25
3 Air Anyer,Pulau Bangka,Bangka Belitung 50
4 Suge Pulau Belitung,Bangka Belitung 25
5 Balai Pungut,Duri 75
6 Tarahan,Lampung 100
7 Pontianak, Kalbar 100
8 Lombok, NTB 50

 

Sumber : info.plnbatam.com

Metrobatam.com tidak bertanggung jawab atas isi komentar yang ditulis. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

BERITA TERKINI

Bupati Bintan Segera Terapkan 3 Inovasi di Bidang Kesehatan

Metrobatam.com, Bintan - Guna memaksimalkan Pelayanan Kesehatan kepada seluruh masyarakat di Kabupaten Bintan, maka Bupati Bintan H Apri Sujadi, S.Sos mencetuskan 3 inovasi terbaru...

Riset Intelijen Media: Isu PKI Banjiri Medsos, Jokowi dan Panglima TNI Paling Banyak Disebut

Metrobatam, Jakarta - Percakapan tentang isu Partai Komunis Indonesia (PKI) ramai diperbincangkan "netizen" di media sosial, bahkan kembali meningkat tajam sepanjang September 2017 dan...

Waduh! Kekeringan di Karawang Meluas, 33.325 Warga Kesulitan Air Bersih

Metrobatam, Karawang - Kekeringan di Kabupaten Karawang, Jawa Barat terus meluas hingga di 33 desa. Akibatnya sebanyak 30. 325 jiwa terkena dampak kekeringan. Warga...

Edan! Dikira Taksi Online, Mobil Merah Ini Digulingkan Massa

Metrobatam, Batam - Keberadaan taksi online ternyata masih belum bisa diterima oleh kelompok tertentu. Baru-baru ini sebuah kejadian miris terjadi Kota Batam, Kepulauan Riau...

Usut Korupsi E-KTP, KPK Periksa 7 Saksi dari Perekayasa BJIK hingga Sopir Terdakwa

Metrobatam, Jakarta - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) memanggil tujuh orang saksi dalam kasus megakorupsi pengadaan e-KTP. Mereka akan diperiksa sebagai saksi untuk tersangka Setya...

Isi e-Money Kena Biaya, OJK: Bank kan Cari Untung Tapi Harus Terukur

Metrobatam, Jakarta - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menyebutkan, pembatasan fee isi ulang e-money agar para perbankan tidak mengambil untung secara sembarangan melainkan harus terukur. Hal...

Ini Isi Surat Penetapan Ridwan Kamil Jadi Cagub Jabar oleh Golkar

Metrobatam, Jakarta - Partai Golkar mengesahkan dan menetapkan Ridwan Kamil berpasangan dengan Daniel Muttaqien maju ke Pilgub Jabar 2018. Keputusan tersebut sudah direstui oleh...

Enam Bulan Jelang Pensiun, Panglima TNI Gatot Nurmantyo Minta Saran Senior

Metrobatam, Jakarta - Enam bulan jelang pensiun, Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo meminta saran kepada para senior dan sesepuh di institusinya. Ia meyakini bahwa...

Novanto Tetapkan Emil Jadi Cagub Jabar, NasDem Menyambut Baik

Metrobatam, Jakarta - Ketum Golkar Setya Novanto membuat langkah mengejutkan dengan menunjuk Ridwan Kamil sebagai cagub Jawa Barat (Jabar) 2018. NasDem menyambut baik, meski...

Polisi Sita 2 Ribu Pil PCC di Medan, 2 Pengedar Ditangkap

Metrobatam, Medan - Polisi menyita 2 ribu lebih pil PCC di Medan, Sumatera Utara (Sumut). Dari pengungkapan itu, polisi menangkap dua pengedar pil. "Kedua tersangka...

Polisi Akan Panggil Sejumlah Nama yang Terlibat Kasus Saracen

Metrobatam, Jakarta - Kepolisian bersama Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK) terus melakukan penelusuran soal aliran dana ke Sindikat Saracen. Dari hasil penyidikan...

Pria India Ini Pemilik 145 Gelar Pendidikan dalam 30 Tahun

Metrobatam, Jakarta - Dibandingkan dengan VN Parthiban, mendapatkan satu gelar pendidikan S1 selama 4 tahun bukanlah hal yang sulit. Parthiban adalah seorang profesor yang mengajar...
BAGIKAN