Mendikbud: Anak Pelaku Kekerasan Harus Dibina

947

Metrobatam.com, Palembang – Menteri Pendidikan dan Kebudayaan RI Anies Baswedan tak sepakat jika seorang siswa yang menjadi pelaku tindak kekerasan harus dikeluarkan dari sekolahnya. Menurutnya, anak yang menjadi pelaku kekerasan adalah korban.

“Pendidik di sekolah bertanggung jawab terhadap mereka (siswa terlibat tindak kekerasan), itu diatur dalam Permendikbud No. 82 tahun 2015, anak tersebut tidak boleh diberhentikan atau dikeluarkan dari sekolah. Justru harus dibina terus,” ujar Anies Baswedan kepada wartawan di Palembang Sports Conventions Center, Sumatera Selatan, Senin, (16/5).

Anies menggambarkan, seorang siswa yang melakukan tindak kekerasan di sekolah itu juga merupakan korban. Sekolah, kata Anies, justru keliru jika mengeluarkan siswa yang bermasalah tersebut.

“Justru korban itu ada dua, target kekerasan dan pelaku kekerasan, dua- duanya korban. Dua-duanya perlu dibina, jadi kalau dikeluarkan dari sekolah justru kita melepaskan mereka, kita harusnya mendidik,” tutur dia.

Anies menyebut seorang siswa berbeda dengan karyawan yang bisa diputus kontrak begitu saja jika melakukan kesalahan. Dijelaskan Anies, siswa tersebut harusnya mendapatkan perhatian lebih dari sekolah.

“Anak anak yang belajar di sekolah ini anak kita. Anda mungkin kalau punya anak, anaknya nakal lalu Anda katakan kepada anak Anda “kamu bukan anak saya lagi!” Saya rasa enggak mungkin, dia anak kita tetapi harus dibina lebih,” papar Anies.

Anies berujar, sekolah bisa terkena sanksi dari pemerintah jika mengeluarkan siswa yang terlibat kekerasaan dari sekolahnya tanpa bertanggung jawab memberikan si anak pilihan untuk bersekolah di tempat lain. Yang terpenting baginya, sang anak harus tetap bisa bersekolah,

“Mereka melanggar (kalau mengeluarkan anak dari sekolah), bisa kena sanksi. Catatannya, sekolah berhak melakukan tindakan tindakan, tapi menjadi tidak sekolah itu yang enggak boleh. Kalau diputuskan dari pihak sekolah untuk dipertimbangkan masuk ke sekolah lain tidak masalah. Tapi kalau sampai anak ini tidak bersekolah, itu salah. Justru mereka butuh perhatian lebih,” kata Anies.

Terkait dengan siswa korban kekerasan di sekolah, secara khusus mantan rektor Universitas Paramadina ini meminta pihak sekolah untuk memberikan konseling kepada sang anak.

“Jadi bagi yang mengalami trauma itu maka sekolah bersama orang tua mencari orang orang yang bisa menjadi konsultan untuk melakukan terapi dari konsultan atau guru BK, ahli ilmu jiwa yang bisa membantu recovery. Orang tua dan guru jangan menganggap ini biasa,” tutup Anies.(mb/detik)

Metrobatam.com tidak bertanggung jawab atas isi komentar yang ditulis. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

BERITA TERKINI

Novanto Belum Pasti Menghadiri Persidangan Andi Narogong

Jakarta: Setya Novanto belum memastikan bakal hadir di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi Jakarta, hari ini. Novanto sedianya dijadwalkan bersaksi di persidangan Andi Agustinus alias Andi...

Jokowi: Saya Lihat Fenomena Gampang Sekali Mengkafirkan Orang

Metrobatam, Jakarta - Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengimbau masyarakat agar berhati-hati dalam menyikapi kemudahan yang diperoleh melalui perubahan global dengan adanya media sosial, e-commerce,...

VIRAL! 2 Cewek Berhijab Selfie Pakai Celana Pendek, Netizen: Harus Disanksi Tegas

Metrobatam.com - DUA wanita berhijab videonya mendadak viral di dunia maya dan menjadi bahan cibiran netizen. Pasalnya, gadis berhijab itu melakukan selfie (swafoto) dengan...

Habitatnya Terusik, Orangutan Turun ke Permukiman Warga Bikin Heboh

Metrobatam, Tenggarong – Warga Desa Sebulu Modern, Kecamatan Sebulu, Kutai Kartanegara (Kukar), Kalimantan Timur dihebohkan dengan kemunculan seekor orangutan (Pongo pygmaeus) yang masuk ke...

Tipu Belasan CPNS Kemenkumham, Perempuan Ini Raup Rp200 Juta lalu Diciduk Polisi

Metrobatam, Jakarta – Seorang pegawai negeri sipil (PNS) di Pemerintahan Aceh diduga melakukan penipuan terhadap 11 orang calon PNS dalam tes masuk Kemenkumham RI...

Buwas: Anak SD Dibidik Jadi Sasaran Pengedar Narkoba

Metrobatam, Medan - Jaringan narkoba internasional terus berupaya mengembangkan jaring mereka di Indonesia. Termasuk meregenerasi para konsumen mereka dari usia yang sangat dini. Bahkan...

Keganasan Bermedsos Penghina Kapolri Berubah Rengekan di Ruang Sidang

Metrobatam, Bandar Lampung – Kegarangan M Ali Amin Said (35), terdakwa kasus penghinaan terhadap Kapolri Tito Karnavian seperti amblas ditelan bumi. Pemilik akun Facebook,...

Kakak Angkat Ahok: Bismillah, Dengan Ini Saya Nyatakan Maju Pilgub Sulsel Lewat Independen!

Metrobatam, Makassar - Kakak angkat mantan Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok, Andi Analta Baso Amier menyatakan diri akan maju menjadi bakal...

Mengejutkan! Ketua DPRD Kolaka Utara Ternyata Dibunuh Istrinya Sendiri

Metrobatam, Kolaka Utara - Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Kolaka Utara, Sulawesi Tenggara, Musakkir Sarira tewas dibunuh istrinya sendiri, Andi Erni Astuti. Politikus...

KPU Keluarkan SK Penetapan Peserta Pemilu 2019 Tahun Depan

Metrobatam, Jakarta - Komisi Pemilihan Umum (KPU) baru akan mengeluarkan Surat Keputusan (SK) penetapan partai politik peserta pemilu 2019 pada 17 Februari 2018. SK...

Duterte ke Indonesia dan Malaysia: Ledakkan Perompak di Laut

Manila - Presiden Filipina, Rodrigo Duterte, menyatakan dirinya akan meminta pemimpin Indonesia dan Malaysia untuk 'meledakkan' perompak di perairan regional. Duterte juga menegaskan akan...

BNN Musnahkan 520 Kg Ganja, 191 Kg Sabu dan 43 Ribu Butir Ekstasi

Metrobatam, Medan - Badan Narkotika Nasional (BNN) memusnahkan 191 kilogram sabu-sabu, 344 butir sabu-sabu tablet, 43.450 butir ekstasi, dan 520 kilogram ganja di Lapangan...
BAGIKAN