Mendikbud: Anak Pelaku Kekerasan Harus Dibina

948

Metrobatam.com, Palembang – Menteri Pendidikan dan Kebudayaan RI Anies Baswedan tak sepakat jika seorang siswa yang menjadi pelaku tindak kekerasan harus dikeluarkan dari sekolahnya. Menurutnya, anak yang menjadi pelaku kekerasan adalah korban.

“Pendidik di sekolah bertanggung jawab terhadap mereka (siswa terlibat tindak kekerasan), itu diatur dalam Permendikbud No. 82 tahun 2015, anak tersebut tidak boleh diberhentikan atau dikeluarkan dari sekolah. Justru harus dibina terus,” ujar Anies Baswedan kepada wartawan di Palembang Sports Conventions Center, Sumatera Selatan, Senin, (16/5).

Anies menggambarkan, seorang siswa yang melakukan tindak kekerasan di sekolah itu juga merupakan korban. Sekolah, kata Anies, justru keliru jika mengeluarkan siswa yang bermasalah tersebut.

“Justru korban itu ada dua, target kekerasan dan pelaku kekerasan, dua- duanya korban. Dua-duanya perlu dibina, jadi kalau dikeluarkan dari sekolah justru kita melepaskan mereka, kita harusnya mendidik,” tutur dia.

Anies menyebut seorang siswa berbeda dengan karyawan yang bisa diputus kontrak begitu saja jika melakukan kesalahan. Dijelaskan Anies, siswa tersebut harusnya mendapatkan perhatian lebih dari sekolah.

“Anak anak yang belajar di sekolah ini anak kita. Anda mungkin kalau punya anak, anaknya nakal lalu Anda katakan kepada anak Anda “kamu bukan anak saya lagi!” Saya rasa enggak mungkin, dia anak kita tetapi harus dibina lebih,” papar Anies.

Anies berujar, sekolah bisa terkena sanksi dari pemerintah jika mengeluarkan siswa yang terlibat kekerasaan dari sekolahnya tanpa bertanggung jawab memberikan si anak pilihan untuk bersekolah di tempat lain. Yang terpenting baginya, sang anak harus tetap bisa bersekolah,

“Mereka melanggar (kalau mengeluarkan anak dari sekolah), bisa kena sanksi. Catatannya, sekolah berhak melakukan tindakan tindakan, tapi menjadi tidak sekolah itu yang enggak boleh. Kalau diputuskan dari pihak sekolah untuk dipertimbangkan masuk ke sekolah lain tidak masalah. Tapi kalau sampai anak ini tidak bersekolah, itu salah. Justru mereka butuh perhatian lebih,” kata Anies.

Terkait dengan siswa korban kekerasan di sekolah, secara khusus mantan rektor Universitas Paramadina ini meminta pihak sekolah untuk memberikan konseling kepada sang anak.

“Jadi bagi yang mengalami trauma itu maka sekolah bersama orang tua mencari orang orang yang bisa menjadi konsultan untuk melakukan terapi dari konsultan atau guru BK, ahli ilmu jiwa yang bisa membantu recovery. Orang tua dan guru jangan menganggap ini biasa,” tutup Anies.(mb/detik)

Metrobatam.com tidak bertanggung jawab atas isi komentar yang ditulis. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

BERITA TERKINI

Sah! Airlangga Ketum Golkar, Ini Harapan Dedi Mulyadi soal Pilgub Jabar

Jakarta - Airlangga Hartarto terpilih menjadi Ketua Umum Golkar secara aklamasi. Ketua DPD Jawa Barat Dedi Mulyadi punya harapan kepada Airlangga, khususnya soal rekomendasi...

Khilafah Bukan dari Alquran, Ada yang Terima Tantangan Mahfud MD?

Metrobatam, Yogyakarta - Mantan Ketua Mahkamah Konstitusi (MK), Mahfud MD menyatakan khilafah bukan dari Alquran dan Alhadis, tapi ciptaan ulama. Mahfud MD pun menantang...

Alumni 212 Dinilai Ingin Merebut Kekuasaan Demi Negara Islam

Metrobatam, Jakarta - Direktur Lembaga Pemilih Indonesia Boni Hargens menilai massa yang tergabung dalam Alumni 212 merupakan kelompok politis berkuatan radikal. Mereka dianggap ingin...

Kapolri Sebut Densus 88 Tangkap 4 Terduga Teroris di Kalbar

Metrobatam, Jakarta - Kapolri Jenderal Tito Karnavian menyebut bahwa Tim Densus 88 telah melakukan penangkapan terhadap empat orang terduga teroris di Kalimantan Barat (Kalbar)...

Buang-Buang Peluang, Liverpool Terima Hasil Imbang

Liverpool - Liverpool harus puas berimbang dengan West Bromwich Albion. Manajer Liverpool Juergen Klopp menyebut timnya tak efisien di partai yang berjalan berat. Liverpool bermain...

Menkes Tegaskan KLB Difteri Bukan Hoax

Metrobatam, Jakarta, Menteri Kesehatan Prof Nila Moeloek, SpM(K) menepis kabar yang menyebut kejadian luar biasa (KLB) difteri yang terjadi di sejumlah provinsi di Indonesia...

Lukaku Bawa MU Taklukkan Bournemouth 1-0

Manchester - Manchester United memetik kemenangan saat menjamu Bournemouth di lanjutan Liga Inggris. Romelu Lukaku menjadi penentu kemenangan dengan skor 1-0 itu. Saat bertanding di...

Nasib Praperadilan Setya Novanto, KPK: Seharusnya Sudah Gugur

Metrobatam, Jakarta - Sidang praperadilan yang diajukan Setya Novanto masih berjalan di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan. KPK menilai seharusnya praperadilan Novanto itu gugur sesuai...

Satu Pekerja Jalan Trans Papua Ditembak Mati KKB, Satu TNI Dibuang ke Jurang

Metrobatam, Jayapura - Sebanyak 16 orang Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) diduga menembak mati Yovicko Sondak (34) operator Exavator pekerjaan jalan Trans Papua Wamena -Mumugu...

Terobos Razia Polisi, Innova Terciduk Angkut 10 Kilogram Sabu

Metrobatam, Pekanbaru - Kepolisian Sektor Siak Kecil, Kabupaten Bengkalis, Riau berhasil menyita sekitar 10 kilogram narkotika jenis sabu-sabu dari dua orang pelaku yang mengendarai...

Sadis! Suami Mutilasi Istrinya Sendiri, Dibakar Lalu Dibuang ke Beberapa Tempat

Metrobatam, Karawang - N alias Nindya alias SA dibunuh oleh suami sendiri, MK. Setelah dihabisi, Nindya dimutilasi, dibakar, dan potongan tubuhnya lalu disebar di...

Terbukti Sebarkan Kebencian, Alfian Tanjung Divonis 2 Tahun Bui

Metrobatam, Surabaya - Terdakwa perkara ujaran kebencian Alfian Tanjung, akhirnya divonis bersalah oleh Pengadilan Negeri Surabaya (PN) dengan hukuman penjara 2 tahun. Alfian terbukti...
BAGIKAN