Mendikbud: Anak Pelaku Kekerasan Harus Dibina

Metrobatam.com, Palembang – Menteri Pendidikan dan Kebudayaan RI Anies Baswedan tak sepakat jika seorang siswa yang menjadi pelaku tindak kekerasan harus dikeluarkan dari sekolahnya. Menurutnya, anak yang menjadi pelaku kekerasan adalah korban.

“Pendidik di sekolah bertanggung jawab terhadap mereka (siswa terlibat tindak kekerasan), itu diatur dalam Permendikbud No. 82 tahun 2015, anak tersebut tidak boleh diberhentikan atau dikeluarkan dari sekolah. Justru harus dibina terus,” ujar Anies Baswedan kepada wartawan di Palembang Sports Conventions Center, Sumatera Selatan, Senin, (16/5).

Anies menggambarkan, seorang siswa yang melakukan tindak kekerasan di sekolah itu juga merupakan korban. Sekolah, kata Anies, justru keliru jika mengeluarkan siswa yang bermasalah tersebut.

“Justru korban itu ada dua, target kekerasan dan pelaku kekerasan, dua- duanya korban. Dua-duanya perlu dibina, jadi kalau dikeluarkan dari sekolah justru kita melepaskan mereka, kita harusnya mendidik,” tutur dia.

Anies menyebut seorang siswa berbeda dengan karyawan yang bisa diputus kontrak begitu saja jika melakukan kesalahan. Dijelaskan Anies, siswa tersebut harusnya mendapatkan perhatian lebih dari sekolah.

“Anak anak yang belajar di sekolah ini anak kita. Anda mungkin kalau punya anak, anaknya nakal lalu Anda katakan kepada anak Anda “kamu bukan anak saya lagi!” Saya rasa enggak mungkin, dia anak kita tetapi harus dibina lebih,” papar Anies.

Anies berujar, sekolah bisa terkena sanksi dari pemerintah jika mengeluarkan siswa yang terlibat kekerasaan dari sekolahnya tanpa bertanggung jawab memberikan si anak pilihan untuk bersekolah di tempat lain. Yang terpenting baginya, sang anak harus tetap bisa bersekolah,

“Mereka melanggar (kalau mengeluarkan anak dari sekolah), bisa kena sanksi. Catatannya, sekolah berhak melakukan tindakan tindakan, tapi menjadi tidak sekolah itu yang enggak boleh. Kalau diputuskan dari pihak sekolah untuk dipertimbangkan masuk ke sekolah lain tidak masalah. Tapi kalau sampai anak ini tidak bersekolah, itu salah. Justru mereka butuh perhatian lebih,” kata Anies.

Terkait dengan siswa korban kekerasan di sekolah, secara khusus mantan rektor Universitas Paramadina ini meminta pihak sekolah untuk memberikan konseling kepada sang anak.

“Jadi bagi yang mengalami trauma itu maka sekolah bersama orang tua mencari orang orang yang bisa menjadi konsultan untuk melakukan terapi dari konsultan atau guru BK, ahli ilmu jiwa yang bisa membantu recovery. Orang tua dan guru jangan menganggap ini biasa,” tutup Anies.(mb/detik)

Metrobatam.com tidak bertanggung jawab atas isi komentar yang ditulis. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

BERITA TERKINI

Prabowo Bertemu Puan, PKS Tak Cemas Ditinggal Gerindra

Metrobatam, Jakarta - Sekjen Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Mustafa Kamal mengaku tak khawatir apabila Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto beralih dari koalisi setelah...

Heboh Sapi Berkepala 2 di Riau, Ini Penjelasan Ilmiahnya

Metrobatam, Jakarta - Bayi sapi di Desa Alang Kepayang, Rengat Barat, Riau membuat heboh warga setempat. Penampakan sapi tak seperti pada umumnya. Sapi ini...

Hanya Beberapa Saat sebelum Serah Terima, Anies Pecat 2 Wali Kota Melalui Telepon

Metrobatam, Jakarta – Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan memecat Wali Kota Jakarta Timur Bambang Musyawardana dan Wali Kota Jakarta Selatan Tri Kurniadi hanya melalui...

Penyelundupan 7 Kg Sabu Jaringan Internasional Digagalkan, Salah Satu Pelaku Oknum Polisi

Metrobatam, Jambi - Jajaran Ditresnarkoba Polda Jambi beserta Resnarkoba Polres Tanjungjabung Barat, Jambi serta di-back up dari Mabes Polri berhasil mengamankan 7 kantong plastik...

Penumpang Bercanda Bawa Bom, Penerbangan Batik Air dari El Tari Kupang-Soetta Tertunda

Metrobatam, Kupang – Seorang penumpang pesawat Batik Air bercanda membawa bom, mengakibatkan penerbangan dari Bandar Udara Internasional El Tari ke Soekarno-Hatta, tertunda selama satu...

Pramono Sebut Jokowi Izinkan Johan Budi Daftar Caleg PDIP

Metrobatam, Jakarta - Sekretaris Kabinet Pramono Anung mengonfirmasi rencana Juru Bicara Presiden Johan Budi ikut mendaftar jadi calon legislatif untuk Pemilu 2019. Hal ini disampaikan...

Politisasi Identitas Agama Diprediksi Makin Keras hingga 2019

Metrobatam, Jakarta - Dosen UIN Syarif Hidayatullah Jakarta, Ali Munhanif, menyebut munculnya politisasi keagamaan disebabkan pola koalisi yang terbentuk di antara partai politik. Ia...

Diduga Ada Pelanggaran, Komisi ASN Selidiki Perombakan Pejabat Pemprov DKI

Metrobatam, Jakarta - Komisi Aparatur Sipil Negara (ASN) menyelidiki potensi pelanggaran yang dilakukan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan saat melakukan perombakan pejabat di lingkungan...

Divestasi 51% Saham Freeport Dituding Pencitraan, Jokowi Buka Suara

Metrobatam, Jakarta - Presiden Joko Widodo (Jokowi) buka suara menanggapi kritikan keras beberapa pihak yang menilai perjanjian divestasi 51% saham PT Freeport Indonesia (PTFI)....

Nilai Proyek PLTU Riau 1 yang Tersandung Kasus Suap Capai Rp 12 T

Metrobatam, Jakarta - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mencium adanya praktik suap dalam proyek PLTU Riau-1. Proyek itupun untuk sementara dihentikan. Direktur Utama PLN, Sofyan Basir...

Fakta Baru Kasus Abu Tours soal Tiket Makassar-Arab Saudi

Metrobatam, Makassar - Polda Sulsel telah menyita sejumlah aset milik bos Abu Tours Hamzah Mamba di sejumlah daerah di Indonesia. Namun Saudi Arabian Airlines...

Laporan Keuangan Anies ‘Janggal’, DPRD DKI Tolak Tandatangan

Metrobatam, Jakarta - DPRD DKI Jakarta memutuskan untuk tidak menindaklanjuti laporan pertanggungjawaban APBD 2017 yang diajukan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan beberapa waktu lalu. Ketua...
BAGIKAN