Menhan Duga Ada Pihak yang Memanas-manasi Situasi di Papua

1309

Metrobatam, Jakarta – Menteri Pertahanan (Menhan) Ryamizard Ryacudu mengatakan, ada pihak yang sengaja memanas-manasi sehingga mengakibatkan munculnya konflik di Papua yang mengakibatkan pemutusan akses di dua desa oleh Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB).

Namun, Ryamizard enggan menyebutkan siapa pihak tersebut. “Pasti ada kan yang ngompor-ngomporin, kita ini banyak kan bangsa ini, ada yang senang, ada yang tidak senang,” kata Ryamizard di Gedung Kemhan, Selasa (13/11).

“Yang pasti sudah ada lah, tapi kan enggak boleh disampain sini dong,” imbuhnya.

Meski begitu, sampai saat ini dirinya masih belum menerima informasi detail perihal konflik di Papua.

Ryamizard menuturkan dirinya belum menanyakan secara detail perihal situasi terkini di Papua lantaran ingin agar aparat keamanan di sana fokus menyelesaikan konflik tersebut. “Kalau sudah selesai, saya tanyakan yang pasti ya, kalau ngomong enggak pasti, lain-lain, enggak bagus juga,” ujar Ryamizard.

Di sisi lain, mantan Kepala Staf Angkatan Darat itu meminta semua pihak mendukung tugas TNI-Polri yang tengah berupaya untuk menyelesaikan konflik di Papua.

Ryamizard mengimbau jangan sampai ada tuduhan pelanggaran HAM kepada TNI-Polri dalam berbagai langkah yang dilakukan.

“Dukunglah, jangan ditakut-takutin melanggara HAM lah, apa, padahal itu untuk mengamankan negara, enggak ada ke sana polisi dan tentara kalau tidak ada tugas pokok,” tuturnya.

Ryamizard juga menyampaikan agar TNI-Polri mengedapankan langkah persuasif dalam menyelesaikan konflik di Papua, sehingga tidak perlu sampai menggunakan senjata.

Nantinya, jika konflik tak kunjung selesai, Ryamizard mengungkapkan akan langsung turun tangan untuk menyelesaikan konflik tersebut. “Mudah-mudahan enggak perlu pakai senjata lah, bila perlu saya ke situ lah,” kata Ryamizard.

Kelompok bersenjata di Distrik Tembagapura, Papua, memutus akses dua kampung di Distrik Tembagapura, Kabupaten Mimika, Papua. Dua desa tersebut adalah Banti dan Kimbely.

Diperkirakan pemutusan akses yang dilakukan KKB lantaran tidak mendapatkan jatah emas yang didulang warga setempat.

Kapolda Papua Inspektur Jenderal Boy Rafli Amar mengeluarkan maklumat nomor B/MKMLT/01/XI/2017 tertanggal 12 November 2017 untuk meminta KKB yang menyandera ribuan warga di Kampung Banti dan Kimberly di Tembagapura menyerahkan diri.

Dalam maklumat itu, Boy meminta seluruh masyarakat sipil yang menguasai, membawa, memiliki, mempergunakan senjata api secara ilegal agar secepatnya meletakkan senjata dan menyerahkan diri kepada aparat penegak hukum.

Sejauh ini, polisi juga telah menetapkan 21 anggota KKB masuk dalam daftar pencarian orang Kepolisian Daerah Papua. Mereka diduga terlibat dalam sejunlah aksi teror di Tembagapura, Mimika. (mb/cnn indonesia)

Metrobatam.com tidak bertanggung jawab atas isi komentar yang ditulis. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

BERITA TERKINI

Punya Andil Muluskan Suap APBD, KPK Tetapkan Wali Kota Mojokerto Jadi Tersangka

Metrobatam, Jakarta - Wali Kota Mojokerto Masud Yunus diduga punya andil menyetujui Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Mojokerto Wiwiet Febryanto memberikan sejumlah...

Kebut Penyidikan, Istri hingga Anak Setya Novanto di Radar KPK

Metrobatam, Jakarta - Satu per satu orang terdekat Setya Novanto dipanggil penyidik KPK. Mulai dari kolega hingga istri dan anak Novanto dimintai keterangan. KPK tengah...

Kasus Gratifikasi Bupati Kukar, KPK Sita 1 Unit Apartemen Senilai Rp3,6 Miliar

Metrobatam, Jakarta - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menyita satu unit Apartemen mewah senilai Rp3,6 miliar dalam kasus suap dan gratifikasi Bupati Kutai Kartanegara (Kukar),...

Ratusan Bentor Hingga Raja Mandailing Ramaikan Acara Adat Pernikahan Bobby-Kahiyang

Metrobatam, Medan - Ratusan becak motor atau biasa disebut bentor akan mewarnai acara adat pernikahan Bobby - Kahiyang yang akan berlangsung hari ini. Keberadaan...

Polisi Larutkan Sabu 1,3 Kilogram Asal Malaysia ke Dalam Air

Metrobatam, Nunukan - Kepolisian Resor Nunukan, Kalimantan Utara memusnahkan narkotika jenis sabu seberat 1,3 kilo gram selundupan dari Malaysia. Kapolres Nunukan AKBP Jepri Yuniardi menyatakan,...

Agung: Ketua DPR Pengganti Novanto Jangan yang Punya Problem

Metrobatam, Jakarta - Ketua Dewan Pakar Golkar Agung Laksono bicara soal isu pergantian Ketua DPR pasca ditahannya Setya Novanto. Agung punya 1 kriteria utama,...

Dampingi Khofifah, Emil Dardak Resmi Dipecat PDIP

Metrobatam, Jakarta - Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) resmi memecat Bupati Trenggalek Emil Elistianto Dardak sebagai kader karena maju mendampingi Menteri Khofifah Indar Parawansa...

Perwira Polisi di Riau Kedapatan Bawa Bong Sabu

Metrobatam, Pekanbaru - Perwira di Polda Riau diamankan dalam kasus narkoba. Hasil tes urine, ternyata perwira itu negatif. Tetapi, dalam tasnya ada Bong alias...

Kelompok Abu Sayyaf Terdeteksi di Perbatasan RI-Malaysia

Metrobatam, Jakarta - Kelompok militan Abu Sayyaf yang dibombardir pemerintah Filipina bulan lalu terdeteksi sedang berada di wilayah perbatasan Republik Indonesia dan Malaysia. "Keberadaannya itu...

Napi Kendalikan Penyelundupan 600 Ribu Ekstasi dari Belanda

Metrobatam, Jakarta - Direktorat Tindak Pidana Narkotika Bareskrim Polri menggagalkan penyelundupan 600 ribu butir ekstasi dari Belanda ke Jakarta. Penyelundupan ekstasi diduga dikendalikan dua...

Erick Thohir Jamin Penyelenggaraan Asian Games 2018 Membanggakan

Metrobatam, Jakarta - Panitia Penyelenggara Asian Games (INASGOC) mencari formula matang untuk menggeber Asian Games 2018. Erick Thohir menjamin perhelatan bakal membanggakan. Selain menyiapkan dari...

Dalang Genosida Bosnia Divonis Seumur Hidup

Metrobatam, Jakarta - Pengadilan kejahatan perang PBB menjatuhkan vonis hukuman seumur hidup bagi Ratko Mladic akibat dinilai terbukti melakukan genosida terhadap 8.000 pria dan...
BAGIKAN