Menhan Duga Ada Pihak yang Memanas-manasi Situasi di Papua

1329

Metrobatam, Jakarta – Menteri Pertahanan (Menhan) Ryamizard Ryacudu mengatakan, ada pihak yang sengaja memanas-manasi sehingga mengakibatkan munculnya konflik di Papua yang mengakibatkan pemutusan akses di dua desa oleh Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB).

Namun, Ryamizard enggan menyebutkan siapa pihak tersebut. “Pasti ada kan yang ngompor-ngomporin, kita ini banyak kan bangsa ini, ada yang senang, ada yang tidak senang,” kata Ryamizard di Gedung Kemhan, Selasa (13/11).

“Yang pasti sudah ada lah, tapi kan enggak boleh disampain sini dong,” imbuhnya.

Meski begitu, sampai saat ini dirinya masih belum menerima informasi detail perihal konflik di Papua.

Ryamizard menuturkan dirinya belum menanyakan secara detail perihal situasi terkini di Papua lantaran ingin agar aparat keamanan di sana fokus menyelesaikan konflik tersebut. “Kalau sudah selesai, saya tanyakan yang pasti ya, kalau ngomong enggak pasti, lain-lain, enggak bagus juga,” ujar Ryamizard.

Di sisi lain, mantan Kepala Staf Angkatan Darat itu meminta semua pihak mendukung tugas TNI-Polri yang tengah berupaya untuk menyelesaikan konflik di Papua.

Ryamizard mengimbau jangan sampai ada tuduhan pelanggaran HAM kepada TNI-Polri dalam berbagai langkah yang dilakukan.

“Dukunglah, jangan ditakut-takutin melanggara HAM lah, apa, padahal itu untuk mengamankan negara, enggak ada ke sana polisi dan tentara kalau tidak ada tugas pokok,” tuturnya.

Ryamizard juga menyampaikan agar TNI-Polri mengedapankan langkah persuasif dalam menyelesaikan konflik di Papua, sehingga tidak perlu sampai menggunakan senjata.

Nantinya, jika konflik tak kunjung selesai, Ryamizard mengungkapkan akan langsung turun tangan untuk menyelesaikan konflik tersebut. “Mudah-mudahan enggak perlu pakai senjata lah, bila perlu saya ke situ lah,” kata Ryamizard.

Kelompok bersenjata di Distrik Tembagapura, Papua, memutus akses dua kampung di Distrik Tembagapura, Kabupaten Mimika, Papua. Dua desa tersebut adalah Banti dan Kimbely.

Diperkirakan pemutusan akses yang dilakukan KKB lantaran tidak mendapatkan jatah emas yang didulang warga setempat.

Kapolda Papua Inspektur Jenderal Boy Rafli Amar mengeluarkan maklumat nomor B/MKMLT/01/XI/2017 tertanggal 12 November 2017 untuk meminta KKB yang menyandera ribuan warga di Kampung Banti dan Kimberly di Tembagapura menyerahkan diri.

Dalam maklumat itu, Boy meminta seluruh masyarakat sipil yang menguasai, membawa, memiliki, mempergunakan senjata api secara ilegal agar secepatnya meletakkan senjata dan menyerahkan diri kepada aparat penegak hukum.

Sejauh ini, polisi juga telah menetapkan 21 anggota KKB masuk dalam daftar pencarian orang Kepolisian Daerah Papua. Mereka diduga terlibat dalam sejunlah aksi teror di Tembagapura, Mimika. (mb/cnn indonesia)

Metrobatam.com tidak bertanggung jawab atas isi komentar yang ditulis. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

BERITA TERKINI

Pelopor Pertama di Kepri, Perangkat Desa di Bintan Terproteksi BPJS

Metrobatam.com, Bintan - Kabupaten Bintan menjadi pelopor pertama di Provinsi Kepri. Seluruh perangkat Desa hingga Jajaran RT/RW diproteksi oleh BPJS. Hal tersebut, ditandai dengan...

Tasyakuran dan Refleksi 2 Tahun Apri-Dalmasri, Menyongsong Bintan Gemilang Tahun 2025

Metrobatam.com, Bintan - Kepemimpinan Bupati terpilih H. Apri Sujadi, S.Sos dan Wakil Bupati Drs. H. Dalmasri Syam, MM genap berusia dua tahun dalam mengemban...

Danlantamal IV Pimpin Upacara HUT KE-72 Pomal

Metrobatam.com, Tanjungpinang - Komandan Pangkalan Utama Angkatan Laut (Danlantamal) IV Tanjungpinang Laksamana Pertama TNI R. Eko Suyatno, S.E., M.M., memimpin jalannya upacara peringatan Hari...

Waspada! Beredar Lagi Surat Palsu Pengangkatan CPNS

Metrobatam, Jakarta - Badan Kepegawaian Negara (BKN) kembali menerima konfirmasi surat perihal pengangkatan calon pegawai negeri sipil (CPNS). Surat tersebut menjelaskan adanya pengangkatan calon...

Pengguna Internet di Indonesia Capai 143 Juta Orang

Metrobatam, Jakarta - Asosiasi Penyelenggara Jasa Internet Indonesia (APJII) hari ini (19/2) mengumumkan data survei penetrasi dan perilaku pengguna internet Indonesia sepanjang 2017. Data...

Nelayan di Belawan Mengamuk Bakar 8 Unit Kapal Pukat

Metrobatam, Medan - Nelayan mengamuk dan membakar 8 unit kapal pukat teri bermesin GT 5 di perairan Belawan, Kota Medan pada Senin (19/2). Mengamuknya para...

Demokrasi Defisit, Radikalisme Jadi Alternatif

Metrobatam, Jakarta - Kepala Pusat Penelitian Politik di Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) Adriana Elisabeth menyatakan bahwa Indonesia mengalami kemunduran dalam berdemokrasi, dalam diskusi...

Dokter Nyatakan Penyerang Kiai Lamongan Idap Gangguan Psikis

Metrobatam, Surabaya - Anggota Komisi III DPR RI bidang Hukum, HAM dan Keamanan, Adies Kadir didampingi Kapolda Jatim Irjen Pol Machfud Arifin dan beberapa...

Bupati Bintan Hadiri Panen Raya Padi di Kawasan Pertanian Poyotomo

Metrobatam.com, Bintan - Bupati Bintan H Apri Sujadi, S.Sos kembali panen raya padi di lahan kawasan pertanian Poyotomo, Desa Sri Bintan , Kec Teluk...

Terduga Teroris Diklaim Lempar Bom Molotov ke Polsek Bontoala

Metrobatam, Jakarta - Salah satu terduga teroris yang diamankan Tim Detasemen Khusus 88/Antiteror Polri di Indramayu, beberapa waktu lalu, mengaku sebagai pelaku pelemparan bom...

Sindikat Pencuri 2.640 Botol Infus Dibekuk Polisi di Aceh

Metrobatam, Banda Aceh - Kepolisian Resor (Polres) Lhokseumawe berhasil mengungkapkan jaringan sindikat pencurian sebanyak 2.640 botol cairan infus di Rumah Sakti Kasih Ibu, Kota...

BNN Tes Urine Prajurit TNI AD dan Polisi Militer

Metrobatam, Jakarta - Seluruh prajurit dan PNS Pusat Polisi Militer Angkatan Darat (Puspomad) dinyatakan bersih dari narkoba melalui pemeriksaan urine. Hal ini dilakukan dalam...
BAGIKAN