Menhan Pantau Kepulangan 500 WNI dari Suriah

Metrobatam, Jakarta – Polri mengonfirmasi ada 500 WNI yang pulang dari Suriah untuk belajar strategi teror. Menteri Pertahanan Ryamizard Ryacudu memantau kabar tersebut.

“Harus dipantau. Polisi, tentara, saya yang di Kemhan mantau juga,” ujar Ryamizard di kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta Pusat, Selasa (15/5).

Ryamizard menambahkan, bila perlu, masyarakat juga mengawasi WNI yang baru pulang dari Suriah. “Bila perlu hansip, segala macam, orang-orang dilibatkan semua. Kan negara kita,” katanya.

“Mengawasi macam-macam. Yang penting ginilah, bangsa ini harus aman, rakyat harus senang, kalau didiamkan saja sama tentara dan lain-lain kan nanti nggak tenang,” ujar Ryamizard.

Sebelumnya, Kapolri Jenderal Tito Karnavian menyebutkan ada 500 WNI yang baru pulang dari Suriah. Salah satunya Dita Oepriarto sekeluarga, yang melakukan aksi bom bunuh diri di 3 gereja di Surabaya, Jawa Timur.

“Yang kembali dari Suriah 500, termasuk di antaranya keluarga ini,” kata Tito dalam jumpa pers mendampingi Presiden Jokowi di RS Bhayangkara Surabaya, Minggu (13/5).

Ryamizard menambahkan, peran organisasi pertahanan sipil atau hansip perlu dilibatkan dalam memantau pergerakan kelompok teroris di Indonesia. Hansip, kata dia, dapat memantau pergerakan yang mencurigakan dalam menjaga keamanan di wilayahnya bila terdapat dugaan teror.

“Bila perlu hansip, segala macam, orang-orang dilibatkan semua. Kan negara kita,” kata Ryamizard di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Selasa (15/5/2018).

Ryamizard melanjutkan, pemerintah tengah mewaspadai adanya informasi terkait kepulangan 500 WNI dari Suriah. Sehingga, aparat kepolisian, TNI, dan intelijen akan terus melakukan pengawasan serta pemantauan terhadap 500 WNI tersebut.

“Mengawasi macam-macam. Yang penting ginilah, bangsa ini harus aman, rakyat harus senang. Kalau didiamkan saja sama tentara dan lain-lain kan nanti enggak tenang,” terangnya.

Lebih jauh, Ryamizard memastikan, jajaran Polri, TNI, dan intelijen telah memiliki personel yang cukup dalam memantau pergerakan kepulangan dari 500 WNI tersebut.

“Polisi, tentara, saya yang di Kemhan mantau juga,” tandas dia.

Seperti diketahui sebelumnya, Kapolri Jenderal Tito Karnavian mencatat terdapat 1.100 orang WNI yang diduga menjadi anggota ISIS telah berangkat ke Suriah dan hampir setengahnya akan kembali ke Tanah Air. Saat ini sekitar 103 orang telah meninggalkan Suriah dan 500 lainnya dideportasi.

“Itu jadi tantangan kita karena mindset mereka ideologinya ISIS,” kata Tito di Surabaya, Jawa Timur pada Minggu 13 Mei 2018. (mb/detik/okezone)

Metrobatam.com tidak bertanggung jawab atas isi komentar yang ditulis. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

BERITA TERKINI

Melawan, 2 Terduga Teroris di Tanjungbalai Ditembak Polisi

Metrobatam, Jakarta - Detasemen Khusus 88 Antiteror Polri menembak dua pria terduga teroris di Jalan Jumpul, Lingkungan VI, Kelurahan Kapias Pulau Buaya, Kecamatan Teluk...

Dor! TNI AL Bekuk Penyelundup 20 Ribu Hp di Perairan Batam

Metrobatam, Batam - 20 Ribu unit handphone hasil selundupan diamankan KRI Lepu-861. Handphone selundupan ini berasal dari salah satu distributor di Jurong, Singapura. Sempat...

Menteri Susi Semprot Sandiaga, Sandiaga Menjawab

Metrobatam, Jakarta - Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti tampaknya sedang cukup geram dengan tingkah calon wakil presiden nomor urut 02 Sandiaga Uno. Susi...

Jokowi Beri Beasiswa ke 5.144 Mahasiswa Korban Gempa Lombok

Metrobatam, Lombok Tengah - Presiden Joko Widodo (Jokowi) menyerahkan beasiswa kepada mahasiswa yang terdampak gempa bumi di Nusa Tenggara Barat (NTB). Ada 5.144 mahasiswa...

Wagub Jabar Dukung Seruan Khotbah Jumat Tolak LGBT di Cianjur

Metrobatam, Bandung - Wakil Gubernur Jawa Barat Uu Ruzhanul Ulum mengaku pihaknya tak akan mempersoalkan imbauan Pemerintah Kabupaten Cianjur agar seluruh pengurus masjid menyajikan...

Caleg yang Kampanye Berseragam Polri di Sumsel Ternyata Kader Berkarya

Metrobatam, Palembang - Calon anggota DPR RI yang diduga berkampanye berseragam kedinasan Polri di Sumatera Selatan diketahui merupakan kader Partai Berkarya. Hal tersebut pun dibenarkan...

Sedekah Laut, Tradisi Luhur yang Disalahpahami

Metrobatam, Jakarta - Sedekah laut dianggap tradisi yang melanggar agama. Padahal, banyak yang tidak paham dengan maksud sesungguhnya dari acara sedekah laut. "Masyarakat pesisir terutama...

Survei: Guru Muslim Punya Opini Intoleran dan Radikal Tinggi

Metrobatam, Jakarta - Hasil survei terbaru dari Pusat Pengkajian Islam dan Masyarakat (PPIM), UIN Jakarta, menemukan bahwa mayoritas guru beragama Islam di Indonesia memiliki...

Bawaslu Enggan Kelola Dana Saksi untuk Pemilu

Metrobatam, Jakarta - Anggota Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Afifuddin mengatakan bahwa pihaknya keberatan jika harus mengelola dana saksi pemilu. Pasalnya, peraturan hanya mengamanatkan Bawaslu...

Gara-gara Iklan Videotron, Jokowi-Amin ‘Dikejar’ Syahroni

Metrobatam, Jakarta - Sidang dugaan pelanggaran kampanye videotron Joko Widodo-Ma'ruf Amin kembali ditunda lantaran timses pasangan nomor urut 01 itu tidak membawa surat kuasa....

Sri Mulyani Dilaporkan soal Pose 1 Jari, Kemenkeu: Itu Bukan Kampanye

Metrobatam, Jakarta - Menteri Keuangan Sri Mulyani dilaporkan ke Bawaslu karena pose satu jari saat penutupan IMF-World Bank di Bali beberapa waktu lalu. Kementerian...

Pemerintah Tegaskan Dana Saksi dari APBN Hanya Pelatihan

Metrobatam, Jakarta - Pemerintah melalui Kementerian Keuangan menyatakan tidak menganggarkan atau mengalokasikan dana untuk saksi dari partai politik pada pelaksanaan pemilu 2019 dalam Anggaran...
SHARE