Menimbang-nimbang Cawagub Kepri

1420

Metrobatam.com – Tanpa terasa, Gubernur Provinsi Kepulauan Riau (Kepri) Muhammad Sani, sudah hampir sebulan meninggalkan kita semua. Sani yang terpilih menjadi gubernur Kepri untuk kedua kalinya pada Pilkada serentak 9 Desember 2015, meninggal di Rumah Sakit (RS) Abdi Waluyo, Jakarta pada 8 April 2016.

Memang, beberapa hari sebelum Sani meninggal, banyak pihak yang bertanya-tanya tentang ketidakhadirannya Sani dalam beberapa acara resmi. Namun tanda tanya dari sejumlah pihak itu kemudian di jawab oleh pihak Pemprov,  bahwa mengihalangnya Sani pada saat itu karena sedang menjalani medical Check Up di Singapura.

Tidak berapa lama, kemudian muncul berita di media yang mengabarkan, Sani dalam keadaan sehat dan siap untuk mengikuti pertemuan dengan Presiden Joko Widodo di Istana Negara, Jakarta. Teta teki seputar kesehatan Sani pun terjawab sudah. Tetapi ternyata, kepergiannya ke Jakarta menjadi yang terahir kalinya dalam menjalankan tugasnya sebagai gubernur.

Sani yang di periode pertama kepemimpinannya sebagai gubernur Kepri berpasangan dengan Soerya Respationo, dikenal sebagai sosok yang santun. Dengan penampilannya yang tenang dan teduh, Sani  Bisa masuk ke semua lapisan, dengan tidak membeda-bedakan latar belakang suku atau agama. Tidak mengherankan bila sepeninggalnya Sani banyak orang yang merasa kehilangan. Dia adalah seorang pemimpin yang layak untuk disebut sebagai “ayah” bagi warga Kepri.

Namun, berhalangan tetapnya Gubernur Kepri Muhammad Sani, ini tidak secara serta merta bisa langsung mendudukan Nurdin Basirun sebagai gubernur definitif. Ada beberapa tahapan yang harus dilalui. Memang, Kemendagri telah mengangkat Nurdin sebagai pelaksana tugas (Plt) gubernur Kepri. Hanya untuk bisa sampai menjadi gubernur definitif, Nurdin masih harus menunggu turunnya Kepres tentang pemberhentian Sani karena berhalangan  tetap yaitu meninggal dunia.

Tidak hanya sampai di situ, langkah berikutnya DPRD Kepri akan menggelar sidang paripurna untuk mengusulkan Plt gubernur menjadi gubernur definitif kepada presiden untuk ditetapkan melalui Kepres. Maka melihat dari rangkaian tersebut, perjalanan Nurdin untuk menjadi Gubernur Kepri secara definitif masih cukup panjang.

Di sisi lain, bursa untuk calon yang berharap bisa menduduki kursi yang bakal ditinggalkan Nurdin, kini mulai ramai dibicarakan orang. Bahkan, beberapa tokoh dikabarkan mulai kasak  kusuk untuk mencari dukungan, baik ke partai yang sebelumnya mengusung pasangan Sani-Nurdin mau pun ke partai non pendukung. Bahkan diantaranya ada yang sudah sampai ke DPP partai di Jakarta.

Merapatnya sejumlah tokoh ke partai, ini tidak terlepas dari peraturan yang mengharuskan bahwa calon harus diajukan oleh partai atau gabungan partai pengusung. Setelah itu, calon yang diajukan tersebut juga harus dipilih oleh anggota legislatif. Hal ini lah yang kemudian mendorong sejumlah tokoh merapat ke partai, khususnya ke partai yang memiliki kursi gemuk di DPRD Kepri yaitu PDI Perjuangan.

Beberapa nama yang sudah mencuat ke permukaan yaitu: mantan Walikota Batam Ahmad Dahlan, Bupati Bintan yang juga Ketua DPD Partai Demokrat Kepri Apri Sujadi, Wakil Ketua DPRD Kepri Huznizar Hood, Ketua DPD Gerindra Kepri yang juga Wakil Ketua DPRD Kota Batam Imam Setiawan, dan mantan Bupati Kepri Huzrin Hood .

Tidak hanya itu, masih ada sejumlah nama lainnya yang saat ini sudah mulai merapat ke beberapa partai untuk meminta dukungan guna meraih kursi Kepri 2. Bahkan, yang sangat menarik yaitu masuknya dua orang terdekat almarhum, yaitu adik kandung HM. Sani,  Isdianto yang saat ini menjabat sebagai Kepala Dispenda Kepri. Dan anak kandung almarhum HM. Sani, Rini Afrianti yang beberapa waktu lalu diangkat sebagai staf khusus gubernur.

Masuknya dua nama orang terdekat almarhum, ini menjadi satu fenomena yang cukup menarik untuk percaturan politik di Kepri. Tentu, dengan masuknya dua nama terakhir ini, jangan  sampai proses regenerasi kepemimpinan di Kepri menjadi terbonsai. Ini semua tentunya tergantung dari elit-elit lokal yang ada di Kepri. (Ezpen)

Metrobatam.com tidak bertanggung jawab atas isi komentar yang ditulis. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

BERITA TERKINI

Digugat Anak Kandungnya Rp.1,6 Miliar, Nenek Cicih: Saya Maafkan Mereka

Metrobatam, Bandung - Kebesaran hati ditunjukkan Cicih (78). Meski digugat empat orang anaknya, nenek Cicih masih tulus memaafkan mereka. "Saya sudah memaafkan mereka. Kasih sayang...

Ditanya Kondisi NT, Ini Jawaban Orangtua Penyerang Kiai di Lamongan

Metrobatam, Lamongan - Kiai Hakam Mubarok, korban penyerangan Pengasuh Ponpes Karangasem Lamongan, sempat bertemu orangtua NT. Dalam pertemuan itu Kiai Hakam sempat menanyakan kondisi...

Polisi Ringkus 5 Pelaku Begal Sadis Terhadap Wartawan di Batam

Metrobatam.com, Batam - Setelah sempat buron, 5 dari 7 pelaku begal sadis terhadap Handes Silaban wartawan Media Lentera Indonesia di Batam akhirnya berhasil dibekuk...

Komisi III DPRD Kepri Bersama Dinas Perkim Tinjau Lokasi untuk Pembangunan Infrastruktur di Mako...

Metrobatam.com, Batam - Dinas Perumahan Rakyat dan Pemukiman ( Perkim ) Kepri bersama Komisi III Bidang Pembangunan Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kepri, Selasa...

Anggota DPRD Kepri dan Anggota DPRD Batam Hadiri Musrenbang Tingkat Kelurahan

Metrobatam.com, Batam - Musyawarah rencana pembangunan (Musrenbang) tingkat kelurahan Rempang Cate, Kecamatan Galang, Kota Batam, Kepulauan Riau dilaksanakan di Kantor lurah Rempang Cate, Rabu,...

Bank BTN Siap Membantu Sertifikat Perum Air Mas

Metrobatam.com, Batam - Warga perumahan Air Mas Mandar Paradise, Batuaji, Batam, Kepulauan Riau  Lakukan aksi demo di Bank BTN untuk minta keterangan sertifikat rumah mereka,...

Sebarkan Isu akan Ada Pembantaian Ulama oleh PKI, Guru SMA di Banten Ditangkap Polisi

Metrobatam, Banten - Polisi menangkap guru SMA bernama Yayi Haidar Aqua, pemilik akun Facebook Ragil Prayoga Hartajo. Yayi diduga menyebarkan hoax soal adanya pasukan...

Ratusan Advokat Bela Firman Wijaya Lawan SBY

Metrobatam, Jakarta - Sekitar 400 orang advokat secara sukarela membentuk 'Tim Advokasi Untuk Kehormatan Profesi' membela pengacara Setya Novanto, Firman Wijaya untuk menghadapi proses...

KPK Sebut Upaya Nazaruddin Seharusnya Didukung

Metrobatam, Jakarta - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menyebut upaya mantan Bendahara Umum Partai Demokrat Muhammad Nazaruddin mengungkap nama-nama yang diduga terlibat kasus korupsi seharusnya...

Sambil Santap Nasi Jambal, Mega-Jokowi Bertemu di Batu Tulis Semalam

Metrobatam, Bogor - Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri melakukan pertemuan tertutup dengan Presiden Joko Widodo di Istana Batu Tulis Bogor, semalam. Pertemuan hampir dua...

Wiranto Tegaskan Aparatur Negara Harus Netral dalam Pilkada

Metrobatam, Jakarta, - Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum dan Keamanan (Menkopolhukam) Wiranto mengingatkan bahwa aparatur negara, baik sipil maupun TNI dan Polri, serta penyelenggara...

Seorang Polisi Meninggal saat Apel Kedatangan Rizieq Shihab

Metrobatam, Jakarta - Anggota Sub Direktorat Pengamanan Objek Vital Polda Metro Jaya, Brigadir Kepala Dwi Sumarno meninggal dunia saat melakukan apel pengamanan rencana kedatangan...
BAGIKAN