Menkominfo: Facebook Itu Salah Satu Medsos yang Nakal

1120

Metrobatam, Jakarta – Menteri Komunikasi dan Informatika (Menkominfo) menyebutkan bahwa perusahaan teknologi raksasa yang beroperasi di Indonesia, dinilai tidak terlalu patuh dengan pemerintah untuk menangani suatu persoalan, satu di antaranya adalah Facebook.

Mulanya, Rudiantara memaparkan ada sembilan platform online di Tanah Air mengenai penilaian bagaimana mereka mengatasi konten-konten negatif yang ada layanannya, usai dipinta oleh pemerintah.

“Saya sampaikan ke teman-teman, media sosial itu nggak kooperatif-kooperatif amat. Ada sembilan platform, media sosial maupun messenger, ada tiga yang kurang kooperatif,” kata Menkominfo.

Dilanjutkannya, pernyataannya itu berlandaskan stastistik, sehingga label ‘nakal’ kepada platform online ini tidak sembarangan, melainkan ada datanya yang telah dihimpun oleh Kominfo selama ini.

Ketika itu, Rudiantara enggan untuk menyebutkannya, namun saat didesak, ia pun mengatakan bahwa Facebook satu di antara tiga yang ‘nakal’ tersebut.

“Iya, Facebook. Dua lagi? Tahu lah siapa yang besar,” ucapnya. Dua perusahaan teknologi yang dimaksud merujuk pada Google dan Youtube serta Telegram. Data tersebut pernah diungkap sebelumnya oleh Kominfo sebelumnya, pada bulan Maret 2018.

Dalam catatan Kominfo yang dipaparkan, terdapat tabel performa dari berbagai layanan Over The Top (OTT) yang terkait pelaporan konten negatif dan seberapa besar penanganannya. Catatan tersebut terhitung sejak tahun 2016 dan 2017.

Platform yang tercantum, mulai dari Facebook dan Instagram, Twitter, Google dan YouTube, Telegram, Line, BBM, Bigo, Live Me, dan MeTube. Sebagai informasi penggabungan Facebook dan Instagram, serta Google dan YouTube ini karena berada dalam satu perusahaan.

“Tahun 2016 dari permintaan Kominfo kepada Facebook dan Instagram ada 501 akun untuk di-suspend dan di-takedown itu dipenuhi 249. Artinya, setengahnya atau 50%. Di 2017, membaik dari 806 yang outstanding 277. Secara keseluruhan, dari 1300 akun bermasalah, yang outstanding atau yang belum di-takedown sampai saat ini 40%,” tutur Rudiantara kala itu.

Guna memudahkan membaca tabel OTT Performance ini, R = Requested, F = Fulfilled, OS = Outstanding. Semakin rendah persentase yang diberikan, itu menandakan bahwa platform layanan internet tersebut menangani konten negatif di dalamnya.

Dalam hal ini, Twitter menjadi platform yang paling patuh dibandingkan lainnya yang mengikuti aturan yang berlaku di Indonesia, meski jumlah pelaporan di media sosial berlogo burung itu paling banyak diantara platform lainnya. (mb/detik)

Metrobatam.com tidak bertanggung jawab atas isi komentar yang ditulis. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

BERITA TERKINI

Imam Besar Masjid Raya New York Asal Sulsel Bangun Pesantren Pertama di AS

Metrobatam, Jakarta - Imam Besar Masjid Raya New York, Amerika Serikat Muhammad Shamsi Ali berencana membangun pesantren Nusantara Madani. Pesantren itu akan dibangun di...

Rizal Ramli Buka ‘Akal-akalan’ Boediono di Indover – Century

Metrobatam, Jakarta - Pengamat ekonomi Rizal Ramli membeberkan dugaan kejahatan yang dilakukan oleh mantan Gubernur Bank Indonesia Boediono terkait dengan rencana penyelamatan Bank Indonesia...

Ancaman Hukuman Mati Menanti Penyelundup 1,6 Ton Sabu

Metrobatam, Jakarta - Gerombolan penyelundup 1,6 ton sabu di Batam, Kepulauan Riau, terancam hukuman maksimal. Jaksa Agung M Prasetyo memastikan langsung agar mereka mendapatkan...

Dirut Pertamina Elia Dicopot karena Minyak Tumpah dan Kelangkaan Premium

Metrobatam, Jakarta - Elia Massa Manik dicopot dari Direktur Utama PT Pertamina (Persero). Keputusan ini diambil dalam Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB)...

Menaker: Aturan Baru Tenaga Kerja Asing Jangan Buat Adu Domba

Metrobatam, Jakarta - Menteri Tenaga Kerja Hanif Dhakiri meminta semua pihak tidak mengadu domba pemerintah dengan masyarakat soal aturan baru tenaga kerja asing. Ia...

Muhammadiyah Tetapkan 1 Ramadan pada 17 Mei

Metrobatam, Jakarta - Pengurus Pusat Muhammadiyah menetapkan awal Ramadan tahun ini jatuh pada 17 Mei mendatang. Sedangkan 1 Syawal 1439 Hijriah atau Hari Raya...

Pimpinan KPK: TPPU untuk Novanto Harus Jalan

Metrobatam, Jakarta - KPK bicara soal penerapan jeratan tindak pidana pencucian uang (TPPU) untuk Setya Novanto. Namun, kepastian soal itu masih memerlukan kajian mendalam...

Kemlu Sebut Ada 2 Ribu WNI yang Berada di Suriah

Metrobatam, Jakarta - Kementerian Luar Negeri (Kemlu) sebut masih ada sekitar 2 ribu warga negara Indonesia (WNI) yang berada di Suriah. Mayoritas WNI di...

Ini Kata Mendag soal Dampak Positif dan Negatif Libur Lebaran Ditambah

Metrobatam, Jakarta - Cuti bersama Lebaran ditambah 3 hari. Menanggapi hal ini, Menteri Perdagangan (Mendag) Enggartiasto Lukita menjelaskan tambahan libur itu ada dampak positif...

Kapolri: Polisi Jadi Bandar Narkoba Tembak Mati!

Metrobatam, Pekanbaru - Anggota Polri yang tersandung masalah hukum diperintahkan untuk tetap diusut tuntas. Bagi yang terlibat narkoba hingga menjadi bandar narkoba diminta untuk...

Polisi Minta Anak Buah Big Bos Miras Maut Serahkan Diri

Metrobatam, Bandung - Polisi meminta empat anak buah Samsudin Simbolon, bos miras oplosan maut, yang masih buron menyerahkan diri. "Kita minta supaya menyerahkan diri. Karena...

Helikopter Jatuh di Morowali, 1 Orang Tewas

Metrobatam, Jakarta - Sebuah helikopter jatuh di kawasan PT Indonesia Morowali Industrial Park (IMIP), Morowali, Sulawesi Tengah. Satu orang tewas dalam insiden itu, tetapi...
BAGIKAN