Menkum HAM Pastikan Novanto dan Nazaruddin Tempati Sel Palsu!

Metrobatam, Jakarta – Sel yang ditempati Setya Novanto dan M Nazaruddin saat disidak sehari setelah OTT Kalapas Sukamiskin mencurigakan. Menkum HAM Yasonna Laoly memastikan sel keduanya palsu.

Kondisi sel Novanto dan Nazaruddin disorot Najwa Shihab dan tim Mata Najwa dalam sidak Ditjen PAS, Sabtu (21/7) malam. Tayangan sidak itu ditayangkan di Trans7, Rabu (25/7) malam ini.

Kondisi sel keduanya sederhana, berbeda dari sel beberapa narapidana lain yang lebih mewah. Di sel Novanto, tidak ada alat elektronik ataupun barang mewah di dalamnya. Terlihat ada beberapa tambalan semen pada dinding. Terlihat juga instalasi pipa air yang menonjol keluar.

Ada pula parfum wanita merek Victoria’s Secret di sel Novanto. Selain itu, stiker identitas nama Setya Novanto di papan informasi napi berbeda dengan napi lainnya.

Nazaruddin di sel palsu / Nazaruddin di sel palsu / Foto: Dok. Mata Najwa-Trans7-Narasi

Sementara itu, sel Nazaruddin berbeda dengan saat disidak 5 tahun lalu. Najwa Shihab yang curiga lalu meminta konfirmasi kepada Menkum HAM Yasonna Laoly. “Itu bukan sel Nazaruddin dan sel Setya Novanto,” kata Yasonna.

Kebobrokan Lapas Sukamiskin

Bobrok Lapas Sukamiskin terbongkar melalui operasi tangkap tangan (OTT) KPK. Dari jual beli fasilitas hingga sel palsu, bisa ditemukan di Sukamiskin.

Soal fasilitas tambahan di Lapas Sukamiskin, Bandung, KPK menyebut narapidana harus membayar kisaran Rp 200-500 juta. Menurut KPK, biaya itu bukan untuk per bulan.

“Rp 200-500 juta. Bukan per bulan. Untuk mendapat ruangan, di sana kan ada juga narapidana umum, seharusnya fasilitas sama. Fasilitas narapidana umum dan korupsi sama saja. Tapi ada perbedaan,” ujar Wakil Ketua KPK Laode M Syarif, Sabtu (21/7).

“Tapi ada perbedaan. Kita ingat dulu Ain. Ini bukan yang pertama. Sekarang, itu antara rentangnya Rp 200-500 juta,” imbuh Syarif.

Selain itu, Wakil ketua KPK Saut Situmorang mengatakan ada tambahan dana jika seorang narapidana ingin menambah fasilitas di sel. Pengumpulan disebut KPK dilakukan oleh seorang narapidana.

“Kalau mau nambah misal, mau tambah ini, tambah lagi. Penghubung ke Kalapas ada seseorang kayak free rider itu, statusnya terpidana biasa,” ujar Saut.

Usai OTT, pihak Direktorat Jenderal Pemasyarakatan melakukan inspeksi mendadak ke Lapas Sukamiskin. Tim Mata Najwa dengan presenter Najwa Shihab ikut dalam sidak. Seperti yang disiarkan di acara Mata Najwa yang tayang di Trans7, ditemukan adanya sel palsu untuk beberapa narapidana koruptor!

Najwa Shihab bersama Dirjen PAS Sri Puguh Budi Utami mengunjungi beberapa sel, seperti eks Presiden PKS Luthfi Hasan Ishaaq (kasus impor daging sapi) hingga eks Ketua Umum Partai Golkar Setya Novanto (kasus e-KTP). Ternyata, sel yang ditempati Novanto saat sidak itu palsu. Tak hanya Novanto, sel Nazaruddin pun diketahui palsu.

Kondisi sel keduanya sederhana, berbeda dari sel beberapa narapidana lain yang lebih mewah. Di sel Novanto, tidak ada alat elektronik ataupun barang mewah di dalamnya. Terlihat ada beberapa tambalan semen pada dinding. Terlihat juga instalasi pipa air yang menonjol keluar.

Ada pula parfum wanita merek Victoria’s Secret di sel Novanto. Selain itu, stiker identitas nama Setya Novanto di papan informasi napi berbeda dengan napi lainnya.

Sementara itu, sel Nazaruddin berbeda dengan saat disidak 5 tahun lalu. Najwa Shihab yang curiga lalu meminta konfirmasi kepada Menkum HAM Yasonna Laoly.

“Itu bukan sel Nazaruddin dan sel Setya Novanto,” kata Yasonna. (mb/detik)

Metrobatam.com tidak bertanggung jawab atas isi komentar yang ditulis. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

BERITA TERKINI

Kapolda Kepri Buka Acara Pemilihan Putri Citra Indonesia ke XXXIV Tahun 2018

Metrobatam.com, Batam - Kapolda kepulauan Riau (Kepri) Irjen Pol Andap Budhi Revianto S.I.K resmi membuka acara Pemilihan Putri Citra Indonesia ke XXXIV tahun 2018 ...

Dragon Boat Race Tanjungpinang 2018, Diikuti 45 Tim dari 4 Negara

Metrobatam.com, Tanjungpinang - Sebanyak 45 tim yang berasal dari 4 negara mengikuti event Internasional Dragon Boat Race (DBR) 2018 yang kembali digelar oleh Pemerintah...

Melawan, 2 Terduga Teroris di Tanjungbalai Ditembak Polisi

Metrobatam, Jakarta - Detasemen Khusus 88 Antiteror Polri menembak dua pria terduga teroris di Jalan Jumpul, Lingkungan VI, Kelurahan Kapias Pulau Buaya, Kecamatan Teluk...

Dor! TNI AL Bekuk Penyelundup 20 Ribu Hp di Perairan Batam

Metrobatam, Batam - 20 Ribu unit handphone hasil selundupan diamankan KRI Lepu-861. Handphone selundupan ini berasal dari salah satu distributor di Jurong, Singapura. Sempat...

Menteri Susi Semprot Sandiaga, Sandiaga Menjawab

Metrobatam, Jakarta - Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti tampaknya sedang cukup geram dengan tingkah calon wakil presiden nomor urut 02 Sandiaga Uno. Susi...

Jokowi Beri Beasiswa ke 5.144 Mahasiswa Korban Gempa Lombok

Metrobatam, Lombok Tengah - Presiden Joko Widodo (Jokowi) menyerahkan beasiswa kepada mahasiswa yang terdampak gempa bumi di Nusa Tenggara Barat (NTB). Ada 5.144 mahasiswa...

Wagub Jabar Dukung Seruan Khotbah Jumat Tolak LGBT di Cianjur

Metrobatam, Bandung - Wakil Gubernur Jawa Barat Uu Ruzhanul Ulum mengaku pihaknya tak akan mempersoalkan imbauan Pemerintah Kabupaten Cianjur agar seluruh pengurus masjid menyajikan...

Caleg yang Kampanye Berseragam Polri di Sumsel Ternyata Kader Berkarya

Metrobatam, Palembang - Calon anggota DPR RI yang diduga berkampanye berseragam kedinasan Polri di Sumatera Selatan diketahui merupakan kader Partai Berkarya. Hal tersebut pun dibenarkan...

Sedekah Laut, Tradisi Luhur yang Disalahpahami

Metrobatam, Jakarta - Sedekah laut dianggap tradisi yang melanggar agama. Padahal, banyak yang tidak paham dengan maksud sesungguhnya dari acara sedekah laut. "Masyarakat pesisir terutama...

Survei: Guru Muslim Punya Opini Intoleran dan Radikal Tinggi

Metrobatam, Jakarta - Hasil survei terbaru dari Pusat Pengkajian Islam dan Masyarakat (PPIM), UIN Jakarta, menemukan bahwa mayoritas guru beragama Islam di Indonesia memiliki...

Bawaslu Enggan Kelola Dana Saksi untuk Pemilu

Metrobatam, Jakarta - Anggota Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Afifuddin mengatakan bahwa pihaknya keberatan jika harus mengelola dana saksi pemilu. Pasalnya, peraturan hanya mengamanatkan Bawaslu...

Gara-gara Iklan Videotron, Jokowi-Amin ‘Dikejar’ Syahroni

Metrobatam, Jakarta - Sidang dugaan pelanggaran kampanye videotron Joko Widodo-Ma'ruf Amin kembali ditunda lantaran timses pasangan nomor urut 01 itu tidak membawa surat kuasa....
SHARE