Mensos Heran Pembagian Sembako Jokowi Baru Dipermasalahkan

1942

Metrobatam, Jakarta – Menteri Sosial Idrus Marham menilai bantuaan Presiden Joko Widodo kepada masyarakat berupa sembako bukan sesuatu yang buruk. Presiden, menurut dia, sudah seharusnya dan sewajarnya membantu rakyatnya.

“Sudah dari awal ada bantuan ini. Masa mau Pemilu dihentikan kepentingan rakyat? Aneh juga kalau bantu rakyat ada yang ngomel,” kata Idrus di Kompleks Istana Kepresidenan, Senin (9/4).

Idrus menyampaikan hal itu merespons viralnya potongan kupon pembagian sembako bantuan presiden ketika kunjungan kerja ke Sukabumi akhir pekan lalu. Pembagian bantuan presiden ini kemudian disebut-sebut sebagai bentuk kampanye Jokowi jelang Pilpres 2019.

Idrus menyatakan bantuan sudah diberikan Jokowi kepada rakyat sejak awal menjabat, mulai dari peluncuran Kartu Indonesia Sehat, Kartu Indonesia Pintar, Program Keluarga Harapan, serta beras sejahtera (Rastra).

Sembako juga menjadi bagian yang tak bisa dipisahkan dari itu. Pembagian bantuan presiden bukan hal baru yang dilakukan saat tahun politik.

“Kalau kerja untuk rakyat ada yang ngomel, menyoroti, itu aneh. Sudah ada program semua. Masa dihentikan karena Pemilu? Seharusnya ditingkatkan,” ucap mantan Sekretaris Jenderal Partai Golkar ini.

Oleh sebab itu, ia berharap semua pihak tak lagi mempermasalahkan pembagian sembako termasuk pelibatan Polri hanya karena memasuki tahun politik.

Terpisah, Kepala Staf Presiden Moeldoko menyatakan pembagian sembako dari Presiden Jokowi bukan kampanye terutama jelang Pemilihan Presiden (Pilpres) 2019. “Kan tidak (kampanye). Enggak ada upaya itu,” kata Moeldoko di Kompleks Istana Kepresidenan, Senin (9/4).

Moeldoko melanjutkan bantuan sembako lewat secarik kupon dilakukan supaya pembagian berlangsung rapi dan teratur.

“Untuk menjaga ketertiban. Jadi ada polisi, Danramil, Babinsa karena ini ada masa besar, jangan-jangan ada yang pingsan. Ini kan bisa terjadi,” tuturnya.

Sementara itu Partai Amanat Nasional (PAN) meminta KPU menilai tindakan bagi-bagi sembako oleh Presiden Joko Widodo (Jokowi). Apakah tindakan yang dilakukan oleh Jokowi itu merupakan pelanggaran pemilu atau bukan.

Wakil Ketua Umum DPP PAN, Viva Yoga Mauladi mengatakan ada tiga hal yang perlu diperhatikan dalam pembagian sembako tersebut. Hal pertama adalah tentang pembagian sembako itu.

“Membagi sembako termasuk amal jariyah, memberikan sodaqoh kepada masyarakat miskin. Siapapun manusia, apapun jabatannya, jika memiliki rezeki lebih, wajib mengeluarkan hartanya untuk beramal,” ucap Viva kepada detikcom melalui pesan singkat, Senin (9/4).

Viva pun tidak mempermasalahkan pelibatan aparat kepolisian dan Tentara Nasional Indonesia (TNI) dalam pembagian sembako. Hal itu lebih bagus daripada menggunakan relawan atau partai politik pendukung Jokowi.

“Jika melibatkan partai politik atau relawan pendukung Presiden Jokowi, justru hal itu tidak diperbolehkan karena presiden sedang menjalankan tugas pemerintahan,” ucap Viva. (mb/cnn indonesia)

Metrobatam.com tidak bertanggung jawab atas isi komentar yang ditulis. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

BERITA TERKINI

Ini Daftar Tim 11 Ulama Alumni 212 yang Bertemu Jokowi di Bogor

Metrobatam, Jakarta - Tim 11 Ulama Alumni 212 menjelaskan hasil pertemuan dengan Presiden Joko Widodo di Istana Bogor, Minggu (22/4). Anggota Penasihat Persaudaraan Alumni...

Tepis Amien Rais, Buya Syafii: Tak Benar Agama untuk Pemilu

Metrobatam, Magelang - Amien Rais mengatakan pentingnya sebuah pengajian disisipi unsur politik. Namun pendapat itu dimentahkan oleh Buya Syafii Maarif. Menurutnya, kegiatan keagamaan tidak...

Semburan Api Ledakan Sumur Minyak di Aceh hingga 100 Meter

Metrobatam, Banda Aceh – Sumur minyak tradisional di Desa Pasir Puteh, Kecamatan Ranto Pereulak, Kabupaten Aceh Timur meledak dan menyemburkan api setinggi 100 meter....

Bertemu Alumni 212, Jokowi Dinilai sebagai Pemimpin Berjiwa Besar

Metrobatam, Jakarta – Presiden Joko Widodo (Jokowi) pada Minggu 22 April 2018 bertemu perwakilan ulama yang tergabung dalam Persaudaraan Alumni (PA) 212 di salah...

Paspampres Wanita Kawal Jokowi di Perayaan Ekspor Xpander

Metrobatam, Jakarta - Tidak sendirian, saat menyambangi acara seremoni perdana ekspor Mitsubishi Xpander Presiden Joko Widodo terlihat dikelilingi anggota Pasukan Pengamanan Presiden (Paspampres) perempuan....

Mahasiswa Gantung Diri Sambil Video Call Mantan Kekasih

Metrobatam, Ketapang - Seorang mahasiswa Universitas Tanjungpura (Untan) Pontianak berinisial Al, ditemukan tak bernyawa di losmen milik saudaranya di Desa Nanga Tayap, Kecamatan Nanga...

Jauh Kalahkan Gerindra di Litbang Kompas, PDIP Akui Terbantu Jokowi

Metrobatam, Jakarta - PDIP unggul jauh dari Gerindra di survei Litbang Kompas dengan mendapat elektabilitas 33,3 persen. PDIP menyebut angka itu tak terlepas dari...

Tambang Minyak Ilegal di Aceh Meledak, 18 Orang Tewas

Metrobatam, Jakarta - Jumlah korban meninggal dunia akibat ledakan tambang minyak ilegal di Dusun Kamar Dingin, Gampong (Desa) Pasir Puteh, Kecamatan Rantau Peureulak, Kabupaten...

Eks Ketua Pengadilan Tinggi Manado Akui Terima Suap 110 Ribu Dolar dari Politikus Golkar

Metrobatam, Jakarta - Mantan Ketua Pengadilan Tinggi (PT) Manado‎, Sulawesi Utara, Sudiwardono mengakui menerima uang senilai 110 dolar Singapura dari politikus Golkar non-aktif, Aditya...

Liga Champions: Real Madrid Tekuk Bayern Munich 2-1

Munich - Real Madrid membawa pulang kemenangan dari lawatan ke markas Bayern Munich di leg I semifinal Liga Champions. El Real memetik kemenangan 2-1...

Perpres Tenaga Kerja Asing, Moeldoko: Generasi Muda Jangan Jadi Penakut!

Metrobatam, Makassar - Kepala Kantor Staf Kepresidenan (KSP) Moeldoko mengingatkan agar generasi muda jangan jadi penakut bersaing dengan tenaga kerja asing (TKA). Hal ini...

Dendam Kesumat Harimau Bonita hingga Serang Manusia

Metrobatam, Pekanbaru - Harimau Bonita saat ini telah dimasukkan ke dalam Pusat Rehabilitas Harimau Sumatera setelah menerkam manusia di Inhil, Riau. Lalu, apa yang...
BAGIKAN