Menteri Siti: Ada Indikasi PT APSL Gerakkan Masyarakat

268

Metrobatam, Jakarta – Kelompok Tani Nelayan Andalan membantah melakukan penyanderaan terhadap 7 staf Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK) di Rokan Hulu, Riau. Menteri LHK Siti Nurbaya menyebut memang ada indikasi masyarakat digerakan oleh PT Andika Pratama Sawit Lestari (APSL).

“Indikasi itu ada. Indikasi di lapangan ada. Karena dari mereka kerja diikuti. Waktu disandera kan minta dihapusnya foto. Dan plang minta dicabut. Ya udah kita teliti aja,” ungkap Siti.

Hal tersebut disampaikan usai Siti Rapat Dengar Pendapat (RDP) bersama Komisi VI di Gedung DPR, Kompleks Senayan, Jakarta, Senin (5/9).

Peristiwa berawal saat Tim Kebakaran Hutan dan Lahan (KLHK) Kementerian LHK mendatangi lahan yang terbakar menyusul adanya masyarakat yang mengungsi akibat kabut asap. Tim awalnya mendatangi ke lokasi yang dikuasai PT APSL.

Dari temuan di lapangan, terdapat kawasan terbakar yang berada di lahan hutan produksi atau milik negara. Setelah ditelusuri, kebun sawit yang terbakar itu dikelola oleh tiga kelompok tani yang difasilitasi oleh PT APSL sebagai ‘Bapak Angkat’.

“Semua indikasi yang terbakar diperiksa aja. Kan prosedur harus dilalui. Kan gambarnya luas jelas banget itu wilayah milik PT APLS yang terbakar,” kata Siti.

Pihak polisi menyebut ratusan orang yang menghalangi 7 staf Kementerian LHK merupakan korban. Mereka disebut ingin menyampaikan aspirasi kepada pihak pemerintah.

“Kalau masyarakat ngebakar kan (mereka tetap) kena juga. Tahun lalu kita sampai nggak bisa napas. Masa kita mau kaya gitu terus. Saya waktu dikabari asap pekat ke Singapura jadi nggak tenang,” Siti menjelaskan.

Soal apakah Kelompok Tani korban atau bukan, Siti menyebut penyelidikan harus dilakukan. Termasuk soal izin PT APLS dan pihak-pihak yang terkait dengan peristiwa itu.

“Prosedur harus ditelisik. Izinnya si perusahaan gimana, peran aparat gimana. Ada permainan apa tidak dalam pengurusan izinnya antara perusahaan dengan aparat di masyarakat,” tuturnya.

Tujuh staf yang disandera ratusan orang turun ke lokasi atas perintah langsung Menteri LHK. Siti mengaku sempat kaget mendengar kabar dari media mengenai adanya masyarakat yang mengungsi akibat dampak kebakaran hutan dan lahan.

“Sekarang kebayang nggak di Dumai gelap. Masyarakat mengungsi. Makanya Minggu tanggal 28 kemarin saya suruh cek Dirjen ke lapangan,” terang Siti.

Sebelumnya, Ketua Kelompok Tani Nelayan Andalan, Jefriman membantah melakukan penyanderaan. Mereka juga membantah membakar lahan.

“Kami dari kelompok tani tidak pernah menyandera staf ibu menteri (Menteri KLHK Siti Nurbaya). Kami juga tidak melakukan kontak fisik ataupun menyentuh barang-barang yang dibawa staf KLHK,” aku Jefriman, Senin (5/9).

Jefriman juga mengatakan bahwa lahan yang terbakar di Desa Bonai, Kabupaten Rohul, bukanlah lahan PT APSL. Mereka menyebut kawasan yang terbakar adalah perkebunan sawit milik kelompok tani di lahan milik negara.

“Kami ini masyarakat miskin. Karenanya kami memiliki lahan lantas menggandeng PT APSL sebagai perusahaan ‘Bapak Angkat’ untuk membangunkan perkebunan kelapa sawit kepada kami,” tandasnya.
(mb/detik)

Metrobatam.com tidak bertanggung jawab atas isi komentar yang ditulis. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

BERITA TERKINI

Patkor Kastima Langkah Nyata Indonesia-Malaysia Jaga Selat Malaka

Metrobatam.com, Lumut, Malaysia – Direktorat Jenderal Bea Cukai bersama Jabatan Kastam Diraja Malaysia (JKDM) secara kontinyu bersinergi dalam melakukan pengawasan di kawasan Selat Malaka....

Terima Laporan dan Desakan Masyarakat, Kabareskrim Lakukan Pembenahan Ini

Metrobatam.com, Jakarta - Menerima laporan dan desakan masyarakat agar lebih meningkatkan lagi kerja serta kinerja jajarannya, Kepala Badan Reserse dan Kriminal (Bareskrim) Mabes Polri,...

Polisi Tangkap Pengunggah Video Penelanjangan Sejoli di Tangerang

Metrobatam, Tangerang - Satreskrim Polresta Tangerang menangkap pelaku pengunggah video penelanjangan pasangan kekasih di Cikupa, Tangerang. Tersangka GA (18) dibekuk di Jatiuwung, Tangerang. "Setelah melalui...

Bebas di Luar Penjara, Diduga Napi Narkoba Pesta Bareng Oknum Sipir Lapas

Metrobatam, Merangin - Beredarnya video pesta di lapas kelas II B bangko yang di lakukan oleh oknum lapas bangko dan para napi narkoba beredar...

Kecepatan Fortuner Setya Novanto Saat Tabrak Tiang 21 Km/Jam

Metrobatam, Jakarta - Direktorat Lalu Lintas Polda Metro Jaya telah menganalisis kecelakaan yang melibatkan Ketua DPR Setya Novanto. Menurut Dirlantas Polda Metro Jaya Kombes Halim...

Tersebar di 7 Kabupaten, Ini yang Dibutuhkan Pengungsi Gunung Agung

Metrobatam, Karangasem - Pasca letusan Gunung Agung di Kabupaten Karangasem, Bali, yang terjadi pada Selasa, 21 November 2017, pukul 17:05 WIta. Letusan itu masuk...

Agung Laksono Khawatir Andai Munaslub Golkar Tak Digelar

Metrobatam, Jakarta - Ketua Dewan Pakar Partai Golkar Agung Laksono kecewa dengan hasil keputusan rapat pleno Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Partai Golkar yang tidak...

Liga Champions: Imbang Tanpa Gol dengan Juventus, Barcelona Lolos

Turin - Barcelona cuma mendapatkan hasil imbang 0-0 ketika bertandang ke kandang Juventus. Namun, hasil tersebut sudah cukup untuk mengantarkan Blaugrana ke babak 16...

Maju Pilgub Jatim, Khofifah Segera Kirim Surat ke Jokowi

Metrobatam, Jakarta - Menteri Sosial Khofifah Indar Parawansa menyatakan segera membuat surat tertulis kepada Presiden Joko Widodo terkait pencalonannya sebagai bakal calon gubernur di...

Liga Champions: Kalahkan Roma, Atletico Buka Peluang Lolos

Madrid - Atletico Madrid menghidupkan asa untuk lolos ke babak 16 besar Liga Champions. Atletico menang 2-0 atas AS Roma berkat gol Antoine Griezmann...

Periksa Plt Sekjen DPR, KPK Dalami Surat Novanto soal Izin Presiden

Metrobatam, Jakarta - KPK memeriksa Pelaksana Tugas (Plt) Sekjen DPR Damayanti lebih dari 12 jam. Dia diperiksa soal tanda tangan yang dibubuhkan dalam absennya...

Pesawat di Australia Tabrak Elang dan… Seekor Kelinci

Melbourne - Malang betul nasib pesawat Virgin Australia ini. Pesawat tersebut gagal terbang gara-gara menabrak elang yang sedang terbang dan seekor kelinci. Kok bisa? Kejadian...
BAGIKAN