Merasa Dituduh sebagai Dalang Demo 4 November, Anggota DPR: SBY Lebay

781
KETERANGAN PERS SBY

Metrobatam, Jakarta – Ketua Umum Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) diminta tak perlu merasa dituduh sebagai pihak yang menggerakkan aksi demonstrasi pada Jumat 4 November nanti. Pernyataan SBY yang seolah dituduh sebagai dalang aksi demonstrasi itu pun dianggap berlebihan.

“Kenapa meski SBY merasa tersinggung, saya pikir terlalu berlebihan (lebay),” kata‎ Anggota Komisi III DPR Wenny Warouw‎ saat dihubungi wartawan, Kamis (3/10).

Menurut Wenny, harus ada bukti bahwa SBY telah dituduh sebagai dalang aksi demonstrasi 4 November itu. Dirinya pun menilai,‎ SBY tidak perlu melontarkan pernyataan seolah telah dituduh sebagai dalang aksi demonstrasi itu.

“Itu agak berlebihan, coba saja tanya orang intel mereka pasti protes dengan hal seperti itu,” tutur politikus Partai Gerindra ini.

Maka itu, pernyataan SBY di Kediamannya, Puri Cikeas, Bogor, Jawa Barat kemarin pun dikritiknya.

“Kalau beliau (SBY) merasa dituduh harus ada fakta dan bukti, jangan hanya berdasarkan media sosial, media elektronik, terus merasa ikut bertanggung jawab, terlalu berlebihan,” papar mantan Direktur Ekonomi Khusus Badan Reserse dan Kriminal Polri ini.

Dirinya pun‎ menilai, intelijen selama ini sudah bekerja terkait aksi demonstrasi 4 November nanti.

“Enggak usah dengar dari siapa-siapa, mereka sudah punya tugas pimpinan sendiri, apalagi saya pernah tugas di intel ini saya paham benar, jauh sebelumnya mereka diminta pimpinan sudah memberikan bahan keterangan ide-ide yang harus diambil, enggak perlu disuruh orang,” pungkasnya.

‘Lebaran Kuda’
Di tempat terpisah Anggota Komisi X DPR Dadang Rusdiana berpendapat, ucapan SBY tentang ‘lebaran kuda’ tak lepas dari kekhawatirannya tentang kasus dugaan penistaan agama Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) tak akan diproses oleh penegak hukum.

Dadang lantas meminta SBY tak perlu khawatir. Pasalnya, Presiden Joko Widodo (Jokowi) sudah meminta aparat penegak hukum untuk terus memproses hukum gubernur DKI nonaktif itu.

“Kan hal ini sudah disampaikan oleh Presiden Jokowi, bahwa presiden memerintahkan Polri untuk melanjutkan proses hukum dugaan penistaan agama. Enggak ada masalah. Jadi tanpa saran dari Pak SBY pun, Jokowi sudah perintahkan,” ujarnya.

Jokowi juga, kata Dadang, sudah meminta para pengunjuk rasa untuk sabar dan tak memaksakan kehendaknya karena proses penegakan hukum tak boleh didasari tekanan dan intervensi. “Proses hukum tidak boleh dalam tekanan siapa pun, apakah tekanan unjuk rasa atau intervensi dari siapa pun,” kata Dadang.

Diketahui, ‘lebaran kuda’ jadi trending topic di media sosial setelah dilontarkan oleh SBY dalam konferensi persnya. Dalam pernyataannya, SBY mengatakan bahwa unjuk rasa akan terus terjadi jika tuntutan mereka tak pernah didengar.

“Barangkali diprotes karena tuntutan enggak didengar, diabaikan (maka) sampai lebaran kuda pun masih ada unjuk rasa,” kata SBY dalam konferensi pers di kediamannya di Cikeas, Kabupaten Bogor, Rabu 2 November 2016.(mb/okezone)

Metrobatam.com tidak bertanggung jawab atas isi komentar yang ditulis. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

BERITA TERKINI

Tim Gabungan Polri- Bea Cukai Kembali Tangkap Kapal Diduga Angkut 3 Ton Sabu di...

Metrobatam.com, Batam - Kapolri Jenderal Tito Karnavian mengungkapkan tim gabungan Polri dan Bea-Cukai kembali menangkap kapal laut di perairan Kepulauan Riau (Kepri). Kapal itu...

Kapolri dan Menkeu Ekspos Tangkapan Sabu 1,6 Ton di Batam

Metrobatam.com, Batam - Kapolri Jenderal Tito Karnavian dan Menteri Keuangan Sri Mulyani mengecek lokasi dan barang bukti 1,6 ton sabu di Pelabuhan Sekupang, Batam,...

Terciduk, Pengemis Ini Bawa Uang Rp 43 Juta

Metrobatam, Tasikmalaya - Aparat Satpol PP Kota Tasikmalaya kaget saat menciduk Epon (49). Pengemis tersebut yang kedapatan membawa gepokan uang dan sejumlah perhiasan emas...

Longsor Brebes, Tim SAR Temukan Potongan Jasad Korban

Metrobatam, Jakarta - Tim pencarian dan penyelamatan (SAR) gabungan Polri, TNI dan Basarnas menemukan tiga potongan tubuh yang diduga merupakan korban longsor Bukit Lio,...

Terdakwa Bom Thamrin Aman Abdurrahman Tolak Baca Eksepsi

Metrobatam, Jakarta - Oman Rochman alias Aman Abdurrahman, terdakwa kasus teror bom Thamrin tahun 2016 menolak membacakan nota keberatan atau eksepsi di depan majelis...

Wiranto dan Tito Sepakat Batalkan Jenderal Jadi Pj Gubernur

Metrobatam, Jakarta - Menteri Koordinator bidang Politik, Hukum, dan Keamanan Wiranto membatalkan usulan jenderal polisi sebagai Penjabat (Pj) Gubernur setelah berkoordinasi dengan Kapolri Jenderal...

Duet Susi-Sri Mulyani Selamatkan Bayi Lobster Rp 14,4 M

Metrobatam, Tangerang - Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati dan Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti memberikan keterangan terkait penggagalan penyelundupan benih lobster yang rencananya...

PPP Duga Ada Orang Kuat di Balik Penyerangan Tokoh Agama, Partai Rame-rame Membantah

Metrobatam, Jakarta - Ketua Umum Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Muhammad Romahurmuziy menduga ada orang kuat yang mendesain penyerangan terhadap ulama dan tokoh agama yang...

Ajak 122 Advokat, PSI Bakal Gugat UU MD3 ke MK

Metrobatam, Jakarta - Ketua Umum Partai Solidaritas Indonesia (PSI) Grace Natalie mengklaim telah mendapat dukungan dari 122 advokat untuk mengajukan judicial review atau uji...

KSP Sebut Konsultan Politik Berperan Ciptakan Kampanye SARA

Metrobatam, Jakarta - Deputi bidang Komunikasi Politik dan Diseminasi Informasi Kantor Staf Presiden (KSP) Eko Sulistyo menyebut konsultan politik memiliki peran penting dalam menciptakan...

Pemerintah Tegaskan Tarif Listrik Tidak Naik Hingga 2019, PLN Ingin Turun

Metrobatam, Jakarta - Pemerintah berkomitmen tidak menaikkan tarif listrik hingga 2019 mendatang. Hal ini disampaikan langsung oleh Menteri ESDM Ignasius Jonan dalam acara Renewabe...

KPK Beri Pengawalan untuk Jamin Keamanan Novel Baswedan

Metrobatam, Jakarta - Komisi Pemberantasan Korupsi telah mempersiapkan pengawalan terhadap Novel Baswedan sekembalinya ke Indonesia usai menjalani perawatan di Singapura selama 10 bulan terakhir....
BAGIKAN