Mencoba Kengerian Lubang Jepang di Bukittinggi

    466

    lubang jepang

    Metrobatam.com, Bukit Tinggi –  Hawa sejuk segera menyambut, saat kaki mulai melangkah memasuki Taman Panorama yang terdapat di wilayah Guguk Panjang, Kota Bukittinggi, Sumatera Barat, Minggu (8/2/2016). Pemandangan cantik Ngarai Sianok yang tersaji di depan mata, membuat kami berdecak kagum.

    Sejauh mata memandang telihat lembah dengan guratan-guratan terjal batu cadas menjulang mengepung lembah.
    Di balik keindahan Ngarai Sianok yang memukau, terdapat Lubang Jepang atau Gua Jepang yang menjadi saksi bisu kekejaman tentara Jepang pada para pekerja paksa atau Romusha.

    Tepat di mulut Gua, langsung terlihat sebuah tangga mengular ke bawah. Sorot lampu di kanan kiri tangga membimbing saya kala menuruni 132 anak tangga hingga tiba di dasar gua yang memiliki kedalaman mencapai kurang lebih 40 meter dari atas permukaan Taman Panorama.

    Awalnya saya sempat ragu melangkahkan kaki, mengingat Sumatera Barat adalah daerah rawan gempa. Saya takut jika saya masuk gua, lalu tiba-tiba terjadi gempa, maka saya dan lainnya bisa terkubur hidup-hidup. Namun pikiran itu segera sirna, saat seorang pemandu wisata mengatakan bahwa Lubang Jepang ini sangat kuat karena lapisan dinding gua adalah batu cadas yang meskipun rapuh, namun karena tetesan dan rembesan air justru membuatnya semakin kuat. Bahkan saat gempa besar Padang tahun 2009 lalu, goncangan gempa tak mampu meruntuhkannya. Membuatnya bergerak pun tidak.

    Saat tiba di dasar gua, guide yang memandu rombongan menghentikan langkah saya, agar menunggu anggota rombongan yang masih berada di atas. Tanpa saya tanya, pemandu mengatakan, “Jangan sampai masuk gua 20 orang, keluar gua jadi 19 atau bahkan 21 orang Kak.” Saya pun penasaran dan lanjut bertanya.

    Di dalam gua ini, lanjutnya terdapat banyak lubang. Ada 21 lubang/ruangan yang saling terhubung. Ada ruang amunisi, ruang tidur, ruang pengintaian, ruang pelarian, ruang penyiksaan, ruang sidang, ruang rapat, penjara dan dapur. Semuanya terhubung satu dengan yang lain, bak labirin. Jika tidak dikawal bisa tersesat, atau yang paling dihindari adalah anggotanya bertambah. Maksudnya ada (makhluk halus) yang ikut. Mendengar ceritanya saya langsung bergidik dan diam.(Ls)

    sumber liputan6.com

    Metrobatam.com tidak bertanggung jawab atas isi komentar yang ditulis. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

    BERITA TERKINI

    Tidak Bayar Upah Pekerja, Bupati Bintan akan Tindak Tegas Kontraktor

    Metrobatam.com, Bintan - Bupati Bintan H Apri Sujadi, S.Sos mengatakan bahwa dirinya akan menindak tegas setiap kontraktor yang mengerjakan pembangunan proyek pemerintah namun tidak...

    Selain Bintang Porno, Trump Disebut Kencani Model Playboy

    Metrobatam, Jakarta - Majalah The New Yorker pada Jumat (16/2) menulis berita yang mengungkap bahwa Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump juga pernah memiliki...

    Waketum MUI Zainut Tauhid: Tak Masalah Habib Rizieq Disambut di Bandara, Asal Tertib

    Metrobatam, Jakarta - Wakil Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia (MUI), Zainut Tauhid menilai rencana penyambutan Rizieq Shihab saat tiba di Indonesia bukan masalah. Hal...

    Diiming-iming Uang Rp5 Ribu, Kakek Mesum Cabuli Bocah 12 Tahun

    Metrobatam, Muratara - Perbuatan Bejat M. Yasid seorang kakek berusia 73 tahun terhadap seorang bocah berusia 12 tahun berinisial AS sungguh sangat memprihatinkan. Dengan diiming-iming...

    Tafsir Warga Tionghoa: Tahun Anjing Tanah Bakal Banyak Gempa

    Metrobatam, Jakarta - Tahun baru Imlek jatuh tepat pada Jumat (16/2). Sesuai kalender Tionghoa, tahun ini adalah shio anjing dengan elemen tanah. Menurut penuturan warga...

    Kemhan RI Sudah Meneken Kontrak Pembelian 11 Sukhoi SU-35

    Metrobatam, Jakarta - Indonesia telah menandatangani kontrak pembelian 11 unit pesawat tempur Sukhoi SU-35 dengan Rusia. Penandatanganan itu dilakukan pada Rabu (14/2) lalu di...

    135 Hektar Lahan Sagu Terbakar, Polda Riau: Diduga Sengaja Dilakukan Perusahaan

    Metrobatam, Pekanbaru-Kebakaran kembali terjadi di lahan yang diduga milik PT NSP (Nasional Sagu Prima) di Kabupaten Kepulauan Meranti, Provinsi Riau. Kebakaran di konsesi perusahaan...

    KPK Didesak Awasi Penerbitan IUP terkait Pilkada

    Metrobatam, Jakarta - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) didesak untuk mengawasi dugaan maraknya penerbitan Izin Usaha Pertambangan (IUP) daerah terkait Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada). Apalagi, di...

    Jokowi Kritik Balik ‘Pengkritik Infrastruktur’

    Metrobatam, Jakarta- Presiden Joko Widodo menegaskan pentingnya infrastruktur bagi seluruh masyarakat Indonesia, termasuk di kawasan Papua. Infrastruktur, menurut dia, penting sebagai upaya menyejahterakan masyarakat. Jokowi...

    Kebakaran di Siak Riau, 40 Unit Bangunan Ludes Dilalap Api

    Metrobatam, Pekanbaru - Kebakaran hebat melanda di Kabupaten Siak Riau. Sebanyak 40 unit bangunan ruko dan rumah warga hangus dan rata dengan tanah dilalap...

    Marak OTT, Bamsoet Minta Fokus pada Pengawasan Uang Negara

    Metrobatam, Jakarta - Ketua DPR Bambang Soesatyo meminta kepada pemerintah fokus pencegahan dan pengawasan dalam pemberantasan tindak pidana korupsi. Hal itu sehubungan dengan maraknya...

    Alami Kekeringan, Warga Aceh Utara Salat Minta Hujan 7 Malam Berturut-turut

    Metrobatam, Lhokseumawe - Warga Kecamatan Pirak Timu, Kabupaten Aceh Utara, Provinsi Aceh melakukan kegiatan yasinan, zikir dan doa bersama selama tujuh malam berturut-turut di...
    BAGIKAN