Mencoba Kengerian Lubang Jepang di Bukittinggi

    432

    lubang jepang

    Metrobatam.com, Bukit Tinggi –  Hawa sejuk segera menyambut, saat kaki mulai melangkah memasuki Taman Panorama yang terdapat di wilayah Guguk Panjang, Kota Bukittinggi, Sumatera Barat, Minggu (8/2/2016). Pemandangan cantik Ngarai Sianok yang tersaji di depan mata, membuat kami berdecak kagum.

    Sejauh mata memandang telihat lembah dengan guratan-guratan terjal batu cadas menjulang mengepung lembah.
    Di balik keindahan Ngarai Sianok yang memukau, terdapat Lubang Jepang atau Gua Jepang yang menjadi saksi bisu kekejaman tentara Jepang pada para pekerja paksa atau Romusha.

    Tepat di mulut Gua, langsung terlihat sebuah tangga mengular ke bawah. Sorot lampu di kanan kiri tangga membimbing saya kala menuruni 132 anak tangga hingga tiba di dasar gua yang memiliki kedalaman mencapai kurang lebih 40 meter dari atas permukaan Taman Panorama.

    Awalnya saya sempat ragu melangkahkan kaki, mengingat Sumatera Barat adalah daerah rawan gempa. Saya takut jika saya masuk gua, lalu tiba-tiba terjadi gempa, maka saya dan lainnya bisa terkubur hidup-hidup. Namun pikiran itu segera sirna, saat seorang pemandu wisata mengatakan bahwa Lubang Jepang ini sangat kuat karena lapisan dinding gua adalah batu cadas yang meskipun rapuh, namun karena tetesan dan rembesan air justru membuatnya semakin kuat. Bahkan saat gempa besar Padang tahun 2009 lalu, goncangan gempa tak mampu meruntuhkannya. Membuatnya bergerak pun tidak.

    Saat tiba di dasar gua, guide yang memandu rombongan menghentikan langkah saya, agar menunggu anggota rombongan yang masih berada di atas. Tanpa saya tanya, pemandu mengatakan, “Jangan sampai masuk gua 20 orang, keluar gua jadi 19 atau bahkan 21 orang Kak.” Saya pun penasaran dan lanjut bertanya.

    Di dalam gua ini, lanjutnya terdapat banyak lubang. Ada 21 lubang/ruangan yang saling terhubung. Ada ruang amunisi, ruang tidur, ruang pengintaian, ruang pelarian, ruang penyiksaan, ruang sidang, ruang rapat, penjara dan dapur. Semuanya terhubung satu dengan yang lain, bak labirin. Jika tidak dikawal bisa tersesat, atau yang paling dihindari adalah anggotanya bertambah. Maksudnya ada (makhluk halus) yang ikut. Mendengar ceritanya saya langsung bergidik dan diam.(Ls)

    sumber liputan6.com

    BERITA TERKINI

    Guru Gugat UU Perlindungan Anak, Ahli: Kenapa Harus Takut?

    Metrobatam, Jakarta - Ahli hukum pidana Agustinus Pohan menilai guru tidak perlu takut dikriminalisasi oleh UU Perlindungan Anak. Mereka seharusnya mereka dapat lebih menyikapi...

    Mantap! TNI AD Juara Umum Lomba Tembak Antarnegara di Australia

    Metrobatam, Tangerang – TNI AD berhasil menjadi juara umum dalam turnamen Australian Army of Skill Arms at Meeting (AASAM), yakni lomba tembak bergengsi antar-angkatan...

    Serang Kapal Petugas Bea Cukai, Penyelundup Pakaian Bekas Malaysia Berhasil Ditangkap

    Metrobatam, Medan - Kapal BC20002 milik Satuan Tugas (Satgas) Patroli Laut Operasi Jaring Sriwijaya Direktorat Bea dan Cukai, menangkap satu unit kapal barang di...

    Diduga Matikan Listrik saat Berbuka, Warga Rusak Kantor PLN

    Metrobatam, Pekanbaru - Ratusan warga Ujung Batu Kabupaten Rokan Hulu, Riau mengamuk dan mendatangi Kantor PLN, Minggu (28/5). Aksi ini sebagai tindak kekecewaan warga...

    Rudal Balistik Korea Utara Meluncur dan Mendarat di Laut Jepang

    Metrobatam, Jakarta - Korea Utara menguji coba peluncuran rudal balistik pada Minggu (28/5) waktu setempat. Ini adalah uji coba teranyar. Rudal jatuh di teritori...

    Polres Bogor Ancam Pidana Ormas yang Sweeping Selama Ramadan

    Metrobatam, Bogor – Kepolisian Resor Bogor melarang keras organisasi masyarakat (ormas) melakukan segala bentuk aksi sweeping selama Ramadan di wilayah Kabupaten Bogor, Jawa Barat. Kapolres...

    Kewenangan TNI Masuk RUU Terorisme, Wiranto: Kita Harus Total

    Metrobatam, Jakarta - Panja Revisi UU nomor 15 tahun 2003 tentang Terorisme DPR RI sepakat memasukkan kewenangan Tentara Nasional Indonesia (TNI). Kewenangan TNI akan...

    Rusia Bikin Pesawat Saingan Airbus dan Boeing, Ini Penampakannya

    Moskow - Mengikuti jejak China yang membuat pesawat C919 saingan Airbus dan Boeing, Rusia juga melakukan hal yang sama. Pada hari Minggu kemarin, Rusia...

    Isak Tangis Warnai Kecelakaan Maut, Tiga Korban Tewas Satu Keluarga

    Metrobatam, Medan - Tiga jasad korban tewas dalam kecelakaan maut truk trailer pengangkut alat berat di medan, Sumatera Utara, disemayamkan di ruang instalasi jenazah,...

    Polisi Tangkap Admin muslim_cyber1, FPI: Bukan Anggota FPI

    Metrobatam, Jakarta - Polisi menangkap HP (23), salah satu admin akun Instagram muslim_cyber1. Meski kebanyakan postingannya membela Imam Besar FPI Habib Rizieq, HP bukanlah...

    Aceh Diguncang Gempa 5 SR, Tidak Berpotensi Tsunami

    Metrobatam, Jakarta - Pagi ini, masyarakat Aceh dikagetkan dengan gempa bumi. Gempa tersebut dirasa cukup keras dengan kekuatan 5 Skala Richter. "Gempa bumi 5 SR...

    Pengembang Rumah Rakyat Tanggung ‘Biaya Siluman’ Rp6,5 Miliar

    Metrobatam, Jakarta - Indonesia Property Watch (IPW) menduga terdapat sejumlah oknum nakal dari kalangan pemerintah daerah (pemda) yang membebankan biaya tidak resmi atau 'biaya...