Meski Sudah Ditahan KPK, Imas Tak Mau Mundur dari Bupati Subang

Metrobatam, Jakarta – Bupati Subang, Imas Aryumningsih belum memutuskan mundur dari jabatannya sebagai bupati, setelah ditahan KPK. Ia memilih untuk melihat kepastian hukum terlebih dahulu.

“Belum ada kepastian hukum mau gimana,” katanya di Kantor KPK, Jakarta Selatan, Kuningan Persada, Kamis (15/2).

Tak hanya itu, Imas juga belum memutuskan apakah akan mundur dari jabatannya sebagai Ketua DPD II Golkar di Subang.

Imas, yang kembali maju dalam Pilkada Bupati berpasangan dengan Kol TNI (Purn) Sutarno, tetap mengedepankan asas praduga tak bersalah. Terlebih, ia mengakut tidak menerima uang diduga suap seperti yang disangkakan KPK terhadapnya.

“Saya akan sadar hukum akan jalanini itu, saya akan koperatif, dan paling utama saya kaget heran dan saya tidak merasa terima uang apalagi suap,” katanya.

Dalam kasus ini, KPK telah resmi menetapkan empat orang tersangka terkait kasus dugaan pemulusan perizinan pembangunan pabrik di wilayah Subang.‎ Empat tersangka tersebut yakni, Bupati Subang, ‎Imas Aryumningsih; Asep Santika selaku Kepala Bidang Perizinan DPMPTSP Subang; Miftahudin selaku pihak swasta; dan Data seorang karyawan swasta.

Diduga, Imas, Data dan Asep Santika menerima uang suap ‎dari dua perusahaan, PT ASP dan PT PBM senilai Rp1,4 Miliar. Pemberian suap diduga dilakukan untuk mendapatkan izin prinsip untuk membuat pabrik atau tempat usaha di Subang.

Uang terebut diberikan oleh seorang pihak swasta yakni, Miftahudin dalam beberapa tahapan. Diduga, komitmen fee di awal antara pemberi dengan perantara adalah Rp4,5 miliar. Sedangkan pemberian fee antara Bupati ke perantara sejumlah Rp1,5 miliar.

Miliki Kekayaan Rp50,9 Miliar

‎Imas diamankan oleh tim satgas KPK bersama dengan sejumlah orang lainnya yang terdiri dari unsur pihak swasta, kurir, ajudan, serta pejabat di Subang. Diduga, mereka sedang melakukan transkasi suap terkait pemberian izin proyek di daerah Subang.

Berdasarkan catatan laporan harta kekayaan‎ pejabat negara (LHKPN) yang dihimpun dari laman acch.kpk.go.id, Bupati Imas memiliki total harta sebesar Rp50,9 miliar. Total kekayaan Imas beruapa benda bergerak dan tidak bergerak.

Imas sendiri memiliki harta tidak bergerak berupa tanah dan bangunan yang totalnya mencapai Rp47.953.240.000. Politikus Golkar itu memiliki 41 bidang tanah‎ dan bangunan yang tersebar di Kabupaten Subang dan dua berada di Kabupaten Bandung.

Tidak hanya tanah dan bangunan, Imas juga memiliki alat transportai berupa mobil merk Ford Everest dan Mitsubishi Pajero Sport. Total nilai dua mobilnya tersebut yakni Rp740 juta.

Mantan Wakil Bupati Ojang Suhandi ini juga memiliki logam mulia senilai Rp5‎98 juta serta giro atau setara kas sebesar Rp1,6 miliar. Bupati Imas tidak memiliki utang ataupun piutang.

Sebagaimana catatan kekayaan Imas tersebut dilaporkan terakhir 26 September 2016. Saat itu, Imas masih menjabat Pelaksana Tugas (Plt) Bupati Subang menggantikan Ojang Sohandi yang tertangkap tangan oleh KPK. (mb/okezone)

Metrobatam.com tidak bertanggung jawab atas isi komentar yang ditulis. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

BERITA TERKINI

Pimpinan DPR Harap Pawai Anak TK ‘Bersenjata’ Tak Terulang

Metrobatam, Jakarta - Wakil Ketua DPR RI Taufik Kurniawan meminta kasus seperti video viral yang menunjukkan anak-anak TK bercadar dan membawa replika senjata tidak...

Liga Spanyol: Madrid Awali Musim dengan Bungkam Getafe

Madrid - Real Madrid meraih tiga poin perdananya di Liga Spanyol 2018/2019. Menghadapi Getafe di pekan pertama, Los Blancos menang 2-0. Bertanding di Stadion Santiago...

Putri Gus Dur Minta Jangan Golput, Pilih Pakai Akal

Metrobatam, Jakarta - Putri Presiden keempat RI Abdurrahman Wahid alias Gus Dur, Yenny Wahid, berharap kalangan pecinta Gus Dur alias Gusdurian tak jadi golongan...

Hasil Liga Inggris: MU Dipermalukan Brighton 2-3

Brighton - Manchester United dipermalukan oleh Brighton & Hove Albion di lanjutan Liga Inggris 2018/2019. The Red Devils ditaklukkan dengan skor akhir 2-3. Saat melawat...

Mendikbud Minta Polemik Pawai TK Bercadar Dihentikan

Metrobatam, Jakarta - Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Muhadjir Effendy meminta polemik pelajar bercadar saat menggelar pawai peringataan HUT Kemerdekaan RI ke-73 di Probolinggi, Jawa...

2 Anggota TNI Tewas Ditembak KKB di Papua

Metrobatam, Jayapura - 2 Anggota TNI tewas dibunuh anggota kelompok kriminal bersenjata (KKB) di Tingginambut, Puncak Jaya, Papua. Kedua anggota TNI tersebut ditemukan tewas...

Menpora Akan Wujudkan Janji Bonus Rp 1,5 M untuk Defia dan Peraih Emas

Metrobatam, Jakarta - Menteri Pemuda dan Olahraga, Imam Nahrawi, mengapresiasi Defia Rosmaniar setelah sukses mendapatkan medali emas Asian Games 2018. Bonus sebesar Rp 1,5...

Heboh Rombongan Anak TK Kenakan Cadar Hitam dan Replika Senjata saat Karnaval Kemerdekaan

Metrobatam, Probolinggo - Karnaval TK perayaan kemerdekaan Ke-73 Republik Indonesia di Kota Probolinggo pada Sabtu pagi (18/8), ternyata mendapat perhatian dari para masyarakat Probolinggo...

BMKG Pastikan Gempa Lombok Timur Kali Ini Aktivitas Baru

Metrobatam, Jakarta - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memutakhirkan data terkait kekuatan gempa yang mengguncang Lombok Timur, Nusa Tenggara Barat (NTB). Dalam data...

Masyarakat Diminta Tetap Tenang, BNPB: Tidak Ada Peningkatan Status Gunung Anak Krakatau

Metrobatam, Jakarta - Kepala Pusat Data, Informasi dan Hubungan Masyarakat Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Sutopo Purwo Nugroho mengatakan, tidak ada peningkatan status Gunung...

Sepanjang Hari, Anak Gunung Krakatau Meletus 576 Kali

Metrobatam.com, Lampung - Anak Gunung Krakatau di Selat Sunda, Lampung, tercatat mengeluarkan letusan hingga 576 kali di sepanjang hari, Sabtu (18/8). "Tinggi letusan bervariasi 100 meter...

Atlet Taekwondo Defia Rosmaniar Beri Emas Pertama Indonesia di Asian Games 2018

Metrobatam.com, Jakarta - Cabang olahraga taekwondo menyumbang emas pertama bagi Indonesia pada Asian Games 2018 melalui Defia Rosmaniar yang tampil di nomor poomsae individu putri di...
BAGIKAN