Millennial Bilang Lebih Baik Menikah Muda daripada Zina, Ini Kata Psikolog

1552

Metrobatam, Jakarta – Dua anak SMP Amanda Safitri dan Muhammad Fitrah alias Gaston menjadi viral setelah memposting foto pernikahan mereka di Facebook dan menarik perhatian netizen. Pasangan anak SMP yang berasal dari Sumatera Selatan ini melangsungkan pernikahan di umur masih sangat muda yakni 15 tahun.

Keputusan Amanda Safitri untuk menikah dengan pria yang seusianya ini mendapat beragam reaksi dari netizen. Ada yang memandang negatif pernikahan Amanda dan Gaston yang masih di bawah umur ini. Namun tak sedikit pula yang mendukung mereka karena menikah muda. Menurut para netizen memutuskan menikah adalah hal yang tepat daripada harus berzina.

Anggapan dan kampanye lebih baik menikah muda daripada zina memang semakin ramai disuarakan. Sebagian berpendapat menikah muda mungkin sesuatu yang positif dan menjadi pilihan tepat agar terhindar dari dosa. Namun bagaimanakah pandangan psikolog tentang menikah muda lebih baik daripada zina?

Psikolog Ayoe Sutomo mengungkapkan jika melihat dari sisi agama memang benar menikah muda lebih baik daripada zina. Namun sebetulnya makna sebuah pernikahan bukan menghindari zina saja atau pemuasan kebutuhan seksual. Makna pernikahan menurut Ayoe lebih luhur dari itu. Dibutuhkan kesiapan dan kematangan secara emosi dan finansial untuk membangun sebuah rumah tangga.

“Banyak yang menggembar-gemborkan menikah saja daripada zina tapi coba kita telaah lebih dalam lagi. Kalau berbicara mengenai Islam ada firman yang bilang, kalau belum sanggup atau belum siap untuk menikah ya berpuasalah, tundukkanlah pandanganmu. Jadi kalau orang bilang gitu menurut saya itu agak sedikit mencari-cari alasan supaya buru-buru nikah. tapi kalau dipikirkan baik-baik selamatkanlah pernikahanmu sebelum pernikahanmu dimulai,” tutur Ayoe ketika dihubungi Wolipop, Selasa (20/6)

Untuk membangun sebuah rumah tangga dan pernikahan memang dibutuhkan kematangan emosi dan mengetahui tujuan utama untuk menikah. Menurut psikolog yang juga pembawa acara di salah satu televisi swasta ini pernikahan bukan hanya menghindari zina tetapi juga bertanggungjawab atas kehidupan pasangan setelahnya dan membawanya hidup menjadi lebih baik.

“Kalau cuma untuk menghindari zina, setelah selesai berhubungan dan mendapatkan kepuasan secara fisik, zina terhindar, lalu bagaimana dengan komitmennya, bagaimana dengan pertanggungjawabannya, apakah cuma sebatas itu? Bukan hanya menghindari zina saja tapi Anda bertanggungjawab untuk memberikan nafkah kepada perempuan yang Anda nikahi, siapkah Anda? Anda bertanggungjawab untuk membimbing, siapkah Anda? Matangkah Anda? Jika secara emosi saja masih belum siap untuk mengimami diri sendiri bagaimana membawa orang lain,” jelas Ayoe.

Secara psikologis usia 15 tahun umumnya belum bisa mencapai kematangan secara emosi yang bisa dikatakan belum siap untuk menikah. Sementara itu menikah di usia remaja juga berpotensi mengganggu kesehatan tubuh dan sistem reproduksi wanita. Sehingga kurang tepat jika banyak yang beranggapan lebih baik menikah daripada zina.

Menurut psikolog Liza Marielly Djaprie lebih baik mengaktifkan pendidikan seksual untuk anak dan remaja agar terhindar dari pernikahan di usia belia. Ia juga mengungkapkan dari sisi agama memang lebih baik menikah daripada zina, namun pernikahan yang berlangsung di usia 15 tahun juga berisiko pada perceraian.

“Kita berbicara sama-sama dosa biasanya ya pertama kenapa nggak ajari saja pendidikan seksual pada saat remaja jadi mereka belajar tidak melakukan seks di luar nikah daripada misalnya itu hitungannya untuk menghindari dosa terus kawin cepat tapi nanti kalau nggak workout kalau cerai dosa juga,” ungkap Liza.

Ibu empat anak ini juga menyatakan sangat penting mengaktifkan kembali pendidikan seksual untuk anak dan remaja di sekolah. Tidak hanya mengajarkan tentang hal-hal seksual atau apa yang tidak boleh dilakukan saat remaja, pendidikan seksual juga dapat mencegah terjadinya pelecehan seksual terhadap anak.

“Daripada nanti ke depannya lebih nggak karu-karuan lagi, berantem terus pukul-pukulan karena belum mampu meregulasi masalah dengan baik jadi kalau buat saya balik lagi ke pendidikan seksual. Masalahnya adalah segala hal yang berbau seksualitas ditutup-tutupi. Sementara itu seks adalah alamiahnya manusia dan makin ditutup-tutupi anak-anak remaja makin penasaran, makin coba-coba. Mungkin mereka hanya penasaran aja tapi nggak gitu juga harusnya jangan main-main dengan pernikahan,” jelas Liza. (mb/detik)

Metrobatam.com tidak bertanggung jawab atas isi komentar yang ditulis. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

BERITA TERKINI

‘Golkar Gali Kuburan Sendiri Jika Pilih Titiek Soeharto’

Metrobatam, Jakarta - Saat Partai Golkar ingin memperbaiki citra akibat terjeratnya Setya Novanto, sang ketua umum, menjadi tersangka kasus korupsi e-KTP, Siti Hediyati Hariyadi...

60 Kader Golkar Galang Tanda Tangan Tolak Azis Jadi Ketua DPR

Metrobatam, Jakarta - Sejumlah anggota Fraksi Golkar menggalang dukungan menolak penunjukan Azis Syamsuddin sebagai Ketua Dewan Perwakilan Rakyat menggantikan Setya Novanto. Hal itu dilakukan...

Jadi Tuan Rumah Piala Dunia Basket 2023, Timnas Butuh Pemain Naturalisasi

Metrobatam, Jakarta - Pelatih Timnas Indonesia, Fictor Gideon Roring, gembira dengan kepastian Indonesia menjadi tuan rumah Piala Dunia Basket 2023. Dia melemparkan wacana untuk...

Dipasang Garis Polisi, Istri Terduga Teroris dan Anaknya Mengurung Diri di Dalam Rumah

Metrobatam, Banyuasin - Tempat tinggal terduga teroris, AH di perumahan Griya Elok Permai, Kecamatan Kenten, Banyuasin, dipasang police line atau garis polisi dan dijaga...

Masyarakat Kota Batam Sambut Hangat Kedatangan KRI Bima Suci

Metrobatam.com, Batam - Kedatangan Kapal Republik Indonesia (KRI) Bima Suci menarik perhatian masyarakat Batam. Kegiatan open ship yang berlangsung Kamis-Sabtu (7-9/12) dipadati warga. Bahkan...

Tahun 2018 Batam akan Gelar 60 Event Pariwisata

Metrobatam.com, Batam - Event merupakan salah satu pilar yang tak kalah penting dalam pengembangan pariwisata. Hal ini disampaikan Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kota...

Masjid Asy Syuhadaa Tering Raya Batam Gelar Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW

Metrobatam.com, Batam - Sebagai ummatnya sudah seharusnya kita senantiasa mencontoh dan mengikuti baginda Rasulullah SAW. Terlebih sebagai insan pilihan, pada Rasulluah memang ada contoh...

Terduga Teroris yang Ditangkap Densus 88 di Sumsel Bertambah Jadi 5 Orang

Metrobatam, Palembang – Selain menangkap dua terduga teroris di Kabupaten Ogan Ilir Sumatera Selatan, yaitu Abdul Qodir alias Yaziz dan M Suriadi, Detasemen Khusus...

Istri Mantan Sekretaris MA Jadi Staf Ahli MenPAN-RB, KPK Tak Dilibatkan

Metrobatam, Jakarta - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mengaku tak diminta tanggapannya soal pengangkatan Tin Zuraida sebagai Staf Ahli MenPAN-RB. Padahal, KPK biasanya dilibatkan untuk...

Ditemukan Jutaan Pil Zenith di Sampit, Mabes Polri Turun Tangan

Metrobatam, Sampit - Markas Besar (Mabes) Polri turun tangan membantu pengembangan penyelidikan temuan 3,7 juta butir carnophen atau zenith di Pelabuhan Sampit Kabupaten Kotawaringin...

IKLA Batam Gelar Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW di Rumah Gadang

Metrobatam.com, Batam - Warga Luak Agam Kota Batam diajak untuk terus meneladani Nabi Muhammad SAW dalam bersikap di kehidupan sehari-hari. Itu karena sikap Rasulullah...

Beroperasi Juni 2018, 5 Stasiun LRT Palembang Siap Digunakan

Metrobatam, Palembang - Progres pembangunan Light Rain Transit (LRT) Palembang telah memcapai 76 persen dan siap beroperasi pada Juni 2018 mendatang. Namun, hanya akan...
BAGIKAN