Misteri Magis Gasiang Tangkurak dan Sijundai

2107
Foto: NET

Metrobatam.com (MB) – Gasiang tangkurak. Jenis gasiang yang biasa difungsikan sebagai media untuk menyakiti dan menganiaya orang lain secara magis. Gasiang tingkurak bentuknya mirip dengan gasiang seng yang pipih, tetapi bahannya dari tengkorak manusia. Gasiang seperti ini hanya bisa dimainkan oleh dukun, orang yang memiliki kemampuan magis. Sambil memutar gasiang, dukun membacakan mantra-mantra. Pada saat yang sama, orang yang menjadi sasaran akan merasakan sakit, gelisah dan melakukan tindakan layaknya orang sakit jiwa.

Misalnya, berteriak-teriak, menarik-narik rambut, dan yang paling popular- memanjat dinding. Pekerjaan ini biasanya dilakukan pada malam hari. Bila dukun bisa mempengaruhi korbannya, maka korban akan berjalan menemui dukun atau orang lain yang meminta dukun melakukan hal demikan. Di antara isi mantra dukun itu berbunyi, jika korban sedang tidur suruh ia bangun, kalau sudah bangun suruh duduk, jika duduk suruh berjalan, berjalan untuk menemui si anu…. Penyakit magis yang disebabkan oleh gasing tangkurak ini lazim disebut Sijundai.

Ilmu magis yang memanfaatkan gasiang tingkurak untuk menimbulkan penyakit sijundai merupakan ilmu jahat yang dijalankan melalui persekutuan dengan syetan. Ilmu ini beredar luas dan dikenal oleh masyarakat di pedesaan Minangkabau pada umumnya. Hal ini misalnya terlihat pada popularitas lagu Gasiang Tangkurak ciptaan Syahrul Tarun Yusuf dinyanyikan oleh Elly Kasim, seorang penyanyi Minang legendaris.

Gasiang tangkurak biasanya digunakan membalas dendam. Seseorang datang kepada sang dukun untuk menyakiti seseorang dengan sejumlah bayaran. Ukuran harga yang lazim digunakan adalah emas. Sebagai syarat pengobatan, biasanya dukun meminta emas dalam jumlah tertentu sebagai tanda, bukan upah. Tanda ini akan dikembalikan jika sang dukun gagal dalam menjalankan tugasnya. Tetapi kalau ia berhasil, maka uang tanda ini diambil, dan pemesan harus menambahnya dengan uang jasa.

Selain untuk menyakiti, ada dukun tertentu yang menggunakan gasiang tingkurak untuk mengobati penyakit yang disebabkan oleh hal-hal magis. Yang lainnya, gasiang sering juga dipakai sebagai media untuk mensugesti orang lain menjadi tertarik pada diri kita. Ilmu terakhir ini biasa disebut Pitunang.

Sesuai dengan namanya, bahan utama gasiang tingkurak adalah tengkorak manusia yang sudah meninggal. Gasiang ini hanya bisa dibuat oleh orang yang memiliki ilmu batin tertentu. Pada berbagai daerah terdapat beberapa perbedaan menyangkut bahan tengkorak yang lazim dan paling baik digunakan sebagai bahan pembuat gasing tangkurak. Pada beberapa daerah, tengkorak yang biasa digunakan adalah tengkorak dari seseorang yang mati berdarah.

Daerah yang lain lebih menyukai tengkorak dari orang yang memiliki ilmu batin yang tinggi khususnya untuk pengobatan, sedangkan daerah yang lain lagi percaya bahwa tengkorak dari wanita yang meninggal pada saat melahirkan merupakan bahan paling baik. Bahkan pada daerah tertentu, seorang informan menyebutkan bahwa tengkorak yang paling baik adalah tengkorak anak-anak yang telah disiapkan sejak kecil. Anak itu dibawa ke tempat yang sunyi, kemudian dipancung. Tengkorak yang masih berdarah itulah yang dijadikan bahan untuk gasiang tengkorak.

Bagian tengkorak yang digunakan adalah pada bagian jidat. Pada hari mayat dikuburkan, dukun pembuat mendatangi kuburan, menggali kubur dan mayatnya dilarikan. Tengkorak yang diambil adalah pada bagian jidat, karena dipercaya pada bagian inilah terletak kekuatan magis manusia yang meninggal. Ukuran tengkorak yang diambil tidak terlalu besar, kira-kira 2 X 4 cm. Saat mengambil tengkorak mayat, dukun membaca mantra khusus sambil menyebut nama si mayat.

Setelah diambil, jidat itu dilubangi dua buah di bagian tengahnya. Saat terbaik untuk membuat lobang adalah pada saat ada orang yang meninggal di kampung tempat pembuat gasiang berdomisili. Saat demikian dipercaya akan memperkuat daya magis gasiang. Kemudian pada kedua lubang itu dimasukkan benang pincono, atau benang tujuh ragam. Gasiang dan benang itu kemudian diperlakukan secara khusus sambil memantra-mantrainya. Gasiang itulah kemudian yang digunakan untuk menyakiti orang.

Ada lagi jenis gasiang lain, yang fungsinya hampir sama dengan gasiang tingkurak. Gasiang ini terbuat dari limau puruik ( Citrus hystrix ) dari jenis yang jantan dan agak besar. Pada limau itu dibacai mantra-mantra. Limau purut ditaruh di atas batu besar, kemudian dihimpit dengan batu besar yang lain. Batu itu sebaiknya berada di tempat terbuka yang disinari cahaya matahari sejak pagi hingga petang. Sebelum dihimpit dengan batu, dibacakan mantra. Limau dibiarkan hingga kering benar, setelah itu baru dibuat lobang ditengahnya. Ke dalam lobang itu digunakan banang pincono, atau benang tujuh warna.

Gasiang jenis ini biasanya dipakai untuk masalah muda-muda dan pengobatan. Pemakaian gasiang ini menggunakan perhitungan waktu tertentu yang didasarkan pada pembagian waktu takwim. Untuk kepentingan muda-mudi, waktu yang lazim dipakai adalah waktu Zahrah, sedangkan untuk pengobatan dilakukan pada waktu Syamsu. Untuk tujuan baik, tidak ada pantangan saat menggunakan gasiang. Tetapi untuk hal yang jahat, maka pengguna harus menghindari seluruh hal yang berkaitan dengan jalan Tuhan harus dihindari.

andy

Sumber: sutanmudo.web.id

Metrobatam.com tidak bertanggung jawab atas isi komentar yang ditulis. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

BERITA TERKINI

Menko Perekonomian dan Menpan-RB Optimis Target 7% Perekonomian Batam Tercapai

Metrobatam.com, Batam - Pemerintah Pusat menaruh perhatian besar terhadap pengembangan kawasan Batam. Batam sebagai lokasi yang sangat strategis dan potensial, diyakini mampu tumbuh kembali...

Ing Iskandarsyah Himbau Masyarakat Agar Jeli Berbelanja Produk Makanan

Metrobatam.com, Tanjungpinang - Anggota Komisi II DPRD Kepri, Ing Iskandarsyah menghimbau kepada masyarakat agar jeli dalam berbelanja produk maupun makanan. Karena menurut Wakil Ketua DPW...

Polresta Barelang Siapkan Ratusan Personil untuk Amankan Perayaan Hari Natal dan Tahun Baru

Metrobatam.com, Batam - Pada tanggal 09 November 2017 ditempat ruangan Kapolresta Barelang pada pukul 10:00 WIB, Kapolresta Barelang memberikan keterangan Pers kepada awak Media...

Panglima TNI Jamin Keamanan Pemilu 2018-2019 bersama Polri, Gatot Minta Maaf

Metrobatam, Jakarta - Panglima TNI yang baru dilantik Marsekal Hadi Tjahjanto memastikan pihaknya bersama Polri akan mengamankan jalannya Pemilu yang bakal digelar pada 2018...

Politikus PDIP Nilai Tepat Fredrich dan Otto Mundur

Metrobatam, Jakarta - Anggota Fraksi PDIP Junimart Girsang menilai, pengunduran diri Fredrich Yunadi dan Otto Hasibuan sebagai pengacara Ketua Umum Golkar Setya Novanto sudah...

Ketua DPC Demokrat Sawahlunto Tertangkap Sedang Nyabu

Metrobatam, Padang - Ketua DPC Partai Demokrat Kota Sawahlunto, Asrijal (44) bersama dengan temannya Adismar (50) terciduk sedang mengkonsumsi narkoba jenis sabu di Pacuan...

Hanya Diupah Rp2 Juta, Dua Eksekutor Habisi Nyawa 3 Orang

Metrobatam, Tebo - Harga nyawa manusia di Kabupaten Tebo terbilang murah. Pasalnya, WL cukup hanya menjanjikan upah Rp1 juta per orang kepada AL dan...

Protes Keputusan Trump, Warga Muslim AS Salat di Depan Gedung Putih

Washington DC - Ratusan warga Muslim menggelar Salat Jumat berjamaah di depan Gedung Putih, Washington DC, Amerika Serikat (AS). Para warga muslim ini memprotes...

17 Dokter RSUD Sulbar Kompak Minta Mundur, Apa Penyebabnya?

Metrobatam, Makassar - Sebanyak 17 dokter spesialis Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Provinsi Sulawesi Barat (Sulbar) menyatakan pengunduran diri sebagai Aparatur Sipil Negara (ASN)....

Dewan Pakar Golkar Rekomendasikan Munaslub Pekan Depan

Metrobatam, Jakarta - Dewan Pakar Partai Golkar merekomendasikan kepada pengurus DPP Partai Golkar untuk menyelenggarakan musyawarah nasional luar biasa (munaslub) pada tanggal 15-17 Desember. Ketua...

Jokowi Minta FKPPI Jadi yang Terdepan Berantas Hoax

Metrobatam, Jakarta - Presiden Joko Widodo (Jokowi) menjadi inspektur upacara apel kebangsaan Forum Komunikasi Putra Putri Purnawirawan dan Putra Putri TNI-Polri (FKPPI). Jokowi meminta...

Biaya Pileg dan Pilpres 2019 Capai Rp16 Triliun

Metrobatam, Jakarta - Ketua Komisi Pemilihan Umum, Arief Budiman memperkirakan anggaran untuk pelaksanaan pemilu legislatif dan pemilihan presiden 2019 yang akan datang mencapai Rp16,8...
BAGIKAN