Momentum Sumpah Pemuda, Gerakan Anti-SARA Harus Digalakkan

    422

    Metrobatam. Jakarta – Aliansi Mahasiswa Republik lndonesia (AMRl) dan Studi Demokrasi Rakyat (SDR) meminta kepada semua pihak untuk tidak kembali menghembuskan isu Suku Agama, Ras dan Antar Golongan (SARA) dalam Pilkada serentak 2017 mendatang.

    Direktur Studi Demokrasi Rakyat (SDR), Hari Purwanto, menjelaskan, momentum hari sumpah pemuda yang jatuh pada 28 Oktober, harus dijadikan tonggak awal gerakan anti SARA.

    “Meskipun peringatan 88 tahun Sumpah Pemuda berbarengan dengan proses pelaksanaan pilkada serentak, kita segala lapisan anak bangsa harus menjaga secara kuat dan utuh keberadaan NKRI,” kata Hari Purwanto di Jakarta.

    Dikatakan, memperingati Sumpah Pemuda ke-88, semua pihak harus menggali kembali esensi sejarah masa lalu. Utamanya, dalam bait-bait kalimat yang terkandung dalam janji Sumpah Pemuda. Diakui, situasi kekinian yang memanas karena dipicu oleh statement Gubernur DKI Jakarta, juga harus secara bijak menyikapinya. Sebagai bangsa yang besar, masyarakat harus bisa saling menghargai melalui momentum Sumpah Pemuda.

    “Karena para pendahulu kita telah menancapkan tonggak awal keberagaman dan Anti SARA melalui Sumpah Pemuda 28 Oktober 1928 yang hampir mendekati satu abad,” ujarnya.

    Dijelaskan, saat ini sangat dibutuhkan kedewasaan berpikir dan cara pandang kebangsaan yang lebih dalam untuk melihat setiap perbedaan. Pihak luar akan berbahagia bila bangsa Indonesia berhasil di adu domba, sehingga sesama anak bangsa harus saling mensupport bukan saling menjatuhkan.

    Menurutnya, semua kesepakatan para pendiri bangsa sudah sangat jelas dituangkan dalam Pancasila. Sebagai bangsa timur yang menjunjung tinggi adat istiadat, kepemimpinan yang santun menjadi sorotan oleh rakyat saat ini. “Jangan lagi isu SARA masuk dalam langgam kompetisi penjaringan pemimpin kedepan karena tonggak anti sara sudah diawali sejak 88 tahun yang lalui melalui Sumpah Pemuda 28 Oktober 1928,” ungkapnya.

    Koordinator Aliansi Mahasiswa Republik Indonesia, Ahmad Tajuddin, mengaku, pihaknya merasa prihatin dan cemas atas hajatan Pilkada DKI Jakarta yang rentan ditunggangi oleh kepentingan politik yang bisa memecah-belah persatuan dan kesatuan.

    “Sebagai generasi muda yang berkepentingan menjaga kelanggengan NKRI kami berpandangan bahwa Pancasila adalah meeting-point dari beragam pandangan para founding parents,” kata Tajudin.

    Ditegaskan, Aliansi Mahasiswa akan senantiasa menjaga kelestarian Pancasila dari segala bentuk ancaman, termasuk ancaman dari kelompok-kelompok yang mengedepankan isu-isu SARA. “Bagi kami Pancasila adalah anugerah yang mempersatukan negara-bangsa lndonesia. Dengan adanya Pancasila, penduduknya yang beragam dapat dapat dipersatukan,” ucapnya.

    Ketua BEM Perguruan Tinggi Ilmu Alquran (PTIQ), Syamsurijal, menuturkan, mahasiswa tidak ingin Republik lndonesia dengan ideologi Pancasilanya dirusak oleh kepentingan-kepentingan politik.

    “Kita hidup atas UUD dan Pancasila. Mengedepankan isu-isu SARA yang memberangus keberagaman bagi kami adalah membunuh lndonesia. Untuk itu kami siap di garda depan untuk melawannya,” katanya.(okezone)

    Metrobatam.com tidak bertanggung jawab atas isi komentar yang ditulis. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

    BERITA TERKINI

    Tak Bantu Rizieq Pulang, Anies Disebut Kacang Lupa Kulit

    Metrobatam, Jakarta - Ketua Progres 98 sekaligus pendiri Presidium Alumni (PA) 212 Faizal Assegaf menyindir Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan dan Wakil Gubernur Sandiaga...

    ‘Mayoritas Akun Penyebar Ujaran Kebencian Partisan Parpol’

    Metrobatam, Jakarta - Aktivis Jaringan Gusdurian, Savic Ali, mengatakan bahwa sebagain besar unggahan yang bersifat ujaran kebencian dan kabar bohong atau hoaks berasal dari...

    Guru Penyebar Hoax Soal Megawati Minta Adzan Ditiadakan Ditangkap

    Metrobatam, Jakarta - Tim Subdit I Tindak Pidana Siber Bareskrim Polri menangkap penyebar berita hoax, Sandi Ferdian (34). Pelaku yang seorang guru itu menyebarkan...

    KPK Tegaskan Tak Ada Penangguhan Penahanan untuk Kampanye

    Metrobatam, Jakarta - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menegaskan tidak ada penangguhan penahanan bagi para calon kepala daerah yang tengah ditahan oleh KPK demi memberi...

    Akmal Kembali Bertelur di Toilet, Polisi Gelar Penyelidikan

    Metrobatam, Gowa - Akmal, remaja 15 tahun asal Desa Mangempang, Kecamatan Bungaya, Kabupaten Gowa, Sulawesi Selatan, ternyata mengeluarkan sebutir telur lagi pada Selasa (20/2). Ruslim,...

    Bank Muamalat Lagi Kritis? Begini Kondisi Keuangannya

    Metrobatam, Jakarta - PT Bank Muamalat Indonesia Tbk saat ini sedang menghadapi masa-masa sulit. Sejumlah rasio keuangan bank syariah pertama di Indonesia ini tak...

    Orang Kaya di Indonesia Jarang Internetan Dibanding si Miskin

    Metrobatam, Jakarta - Dalam survei terbaru yang digagas Asosiasi Penyelenggara Internet Indonesia (APJII) mengungkap hanya 7,39 persen orang kaya atau kelompok ekonomi atas dari...

    Pengamat: Habib Rizieq Tak Bernyali Seperti Buya Hamka

    Metrobatam, Jakarta - Langkah Habib Rizieq Shihab kabur ke Arab Saudi untuk menghindari pemeriksaan polisi sejak April 2017 merupakan sikap tak terpuji dan melawan...

    Bareskrim Tangkap 18 Orang Penyebar Hoax dan Ujaran Kebencian

    Metrobatam, Jakarta - Direktorat Tindak Pidana Siber Badan Reserse Kriminal (Dittipidsiber Bareskrim) menangkap sebanyak 18 orang terkait kasus dugaan ujaran kebencian dan penyebaran berita...

    Liga Champions: Sevilla-MU Berakhir Imbang Tanpa Gol

    Sevilla - Tidak ada pemenang dalam pertandingan Sevilla melawan Manchester United. Kedua tim bermain imbang tanpa gol alias 0-0. Melakoni laga leg I babak 16...

    Sempat Tertinggal, Madrid Kalahkan Leganes 3-1

    Leganes - Real Madrid naik ke peringkat ketiga di klasemen sementara La Liga. Los Blancos menang 3-1 atas Leganes meski sempat ketinggalan lebih dulu. Pertandingan...

    Ketua MK Arief Hidayat Kembali Dilaporkan ke Dewan Etik

    Metrobatam, Jakarta - Ketua Mahkamah Konstitusi (MK) Arief Hidayat kembali dilaporkan ke dewan etik. Kali ini Arief dilaporkan Majelis Anti Korupsi (MAK) terkait dugaan...
    BAGIKAN