Mungkinkah Kaus #2019GantiPresiden Sesakti Baju Kotak-kotak?

2187

Metrobatam, Jakarta – Presiden Joko Widodo merespons gerakan #2019GantiPresiden, yang salah satunya diekspresikan dengan pembuatan kaus. Mungkinkah kaus ini bisa sesakti baju kotak-kotak, yang menghantarkan Jokowi ke kursi RI-1?

Gerakan #2019GantiPresiden berawal dari wacana yang dipopulerkan Ketua DPP PKS Mardani Ali Sera. Gerakan ini diekspresikan dengan pencetakan tulisan ke berbagai media aksesoris, mulai dari kaus, gelang, hingga pin.

Rupanya gerakan ini direspons Jokowi. Saat menghadiri Konvensi Nasional relawan Galang Kemajuan 2018 di Ballroom Puri Begawan, Bogor, Jawa Barat, Sabtu (7/4), Jokowi menyindir gerakan tersebut.

“Sekarang isunya ganti lagi, isu kaus. #GantiPresiden2019 pakai kaus. Masak kaus bisa ganti presiden? Yang bisa ganti presiden itu rakyat,” kata Jokowi.

Jokowi mengatakan yang berhak mengganti presiden adalah rakyat. Tentu semua itu juga atas kehendak Allah SWT.

“Kalau rakyat berkehendak bisa, kalau rakyat nggak mau bisa. Yang kedua, ada kehendak dari Allah SWT. Masak pakai kaus itu bisa ganti presiden? Nggak bisa,” tutur Jokowi berapi-api.

Pernyataan Jokowi ini menuai sejumlah tanggapan. Partai-partai pendukungnya tentu saja memberi pembelaan, namun partai oposisi justru melontarkan kritik. Seperti Waketum Fadli Zon yang meminta Jokowi tak terlalu bawa perasaan menghadapi isu #2019GantiPresiden.

“Ini kan saya kira kita sudah di era demokrasi, tidak boleh pakai perasaan yang terlalu melankolislah. Kalau orang mau ganti presiden, ya sudah waktunya, ada kesempatan untuk mengganti presiden,” ujar Fadli di kompleks parlemen, Senayan, Jakarta, Senin (9/4).

Sementara itu, PDIP menanggapi soal ‘serangan balik’ Jokowi tersebut. Ketua DPP PDIP Komarudin Watubun menganggap tak ada yang istimewa bila Jokowi mulai buka suara soal banyaknya ‘serangan’ isu yang ditujukan ke dirinya.

“Saya kira itu hal-hal biasa saja, dilihat luar biasa karena Pak Jokowi sebagai orang Solo yang budayanya selalu dengan sopan santun, dengan kesabaran. Tapi kalau sudah menjawab seperti begitu sudah hilang juga batas kesabaran selama ini,” sebut Komarudin saat dihubungi, Sabtu (8/4) malam.

Isunya ditanggapi serius Jokowi, Mardani Ali Sera pun merasa senang. Dia menilai gerakan yang diinisiasinya sudah mulai ‘mengena’. “Keren Pak Jokowi sudah kasih komen. Tanda gerakan ini jadi ‘sesuatu’,” ucap Mardani.

Mardani lalu membandingkan gerakan #2019GantiPresiden dengan salam dua jari saat Pilpres 2014. Mardani menebak gerakan ini akan sesukses salam dua jari, yang identik dengan baju kotak-kotak Jokowi.

“Dulu saat pilpres juga dimulai dengan kaus dan salam dua jari. Kalau masyarakat merasa ada yang kurang dari pemerintah. Gerakan #2019GantiPresiden akan jadi bola salju,” sebut Mardani.

Hal senada juga disampaikan oleh Ketum Ketua Umum Partai Bulan Bintang (PBB) Yusril Ihza Mahendra. Dia balik menyindir Jokowi yang memakai baju kotak-kotak saat masa kampanyenya.

“Kalau dikatakan masak baju kaus bisa ganti presiden. Orang juga bisa bilang, masak baju kotak-kotak bisa bikin orang jadi presiden,” beber Yusril di kantor DPP PBB, (9/4).

Baju kotak-kotak memang menjadi ciri khas Jokowi. Kotak-kotak sudah menjadi trennya sejak ikut Pigub DKI pada 2012 bersama Basuki T Purnama (Ahok). Lalu, di Pilpres 2014, Jokowi masih menggunakan tema kotak-kotak sebagai alat kampanye.

Yusril menyebut baju kotak-kotak bisa mengantarkan Jokowi menjadi presiden. Dengan begitu, bukan tidak mungkin kaus #2019GantiPresiden bisa melakukan hal serupa.

“(Kaus #2019GantiPresiden dan kemeja kotak-kotak) sama-sama terbukti. Tapi saya pikir itu aspirasi masyarakat yang nggak bisa dihalangi siapa pun, ya,” ujar Yusril.

Untuk saat ini, kaus dan aksesoris #2019GantiPresiden belum bisa dikatakan melanggar aturan Pemilu. Selain belum memasuki kampanye Pilpres 209, saat ini belum ada peraturan KPU (PKPU) mengenai hal tersebut.

“Bahwa hal tersebut belum diatur dan ini juga belum ada paslon (capres-cawapres) dan belum masuk penetapan calon. Maka saya kira belum ada aturan larangan,” ungkap Ketua Bawaslu Abhan.

Bisakah kaus #2019GantiPresiden menggulingkan Jokowi dengan mengantar presiden baru di 2019? (mb/detik)

Metrobatam.com tidak bertanggung jawab atas isi komentar yang ditulis. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

BERITA TERKINI

Polisi Tetapkan Tekong dan 4 ABK Pembawa TKI Ilegal Jadi Tersangka

Metrobatam.com, Batam - Telah berlangsung Konferensi Pers kasus izin pelayaran dengan 5 tersangka di Mako Dirpolair Polda Kepri, Sekupang, Batam, Jumat (20/4/2018). 5 orang yang terdiri...

Imam Besar Masjid Raya New York Asal Sulsel Bangun Pesantren Pertama di AS

Metrobatam, Jakarta - Imam Besar Masjid Raya New York, Amerika Serikat Muhammad Shamsi Ali berencana membangun pesantren Nusantara Madani. Pesantren itu akan dibangun di...

Rizal Ramli Buka ‘Akal-akalan’ Boediono di Indover – Century

Metrobatam, Jakarta - Pengamat ekonomi Rizal Ramli membeberkan dugaan kejahatan yang dilakukan oleh mantan Gubernur Bank Indonesia Boediono terkait dengan rencana penyelamatan Bank Indonesia...

Ancaman Hukuman Mati Menanti Penyelundup 1,6 Ton Sabu

Metrobatam, Jakarta - Gerombolan penyelundup 1,6 ton sabu di Batam, Kepulauan Riau, terancam hukuman maksimal. Jaksa Agung M Prasetyo memastikan langsung agar mereka mendapatkan...

Dirut Pertamina Elia Dicopot karena Minyak Tumpah dan Kelangkaan Premium

Metrobatam, Jakarta - Elia Massa Manik dicopot dari Direktur Utama PT Pertamina (Persero). Keputusan ini diambil dalam Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB)...

Menaker: Aturan Baru Tenaga Kerja Asing Jangan Buat Adu Domba

Metrobatam, Jakarta - Menteri Tenaga Kerja Hanif Dhakiri meminta semua pihak tidak mengadu domba pemerintah dengan masyarakat soal aturan baru tenaga kerja asing. Ia...

Muhammadiyah Tetapkan 1 Ramadan pada 17 Mei

Metrobatam, Jakarta - Pengurus Pusat Muhammadiyah menetapkan awal Ramadan tahun ini jatuh pada 17 Mei mendatang. Sedangkan 1 Syawal 1439 Hijriah atau Hari Raya...

Pimpinan KPK: TPPU untuk Novanto Harus Jalan

Metrobatam, Jakarta - KPK bicara soal penerapan jeratan tindak pidana pencucian uang (TPPU) untuk Setya Novanto. Namun, kepastian soal itu masih memerlukan kajian mendalam...

Kemlu Sebut Ada 2 Ribu WNI yang Berada di Suriah

Metrobatam, Jakarta - Kementerian Luar Negeri (Kemlu) sebut masih ada sekitar 2 ribu warga negara Indonesia (WNI) yang berada di Suriah. Mayoritas WNI di...

Ini Kata Mendag soal Dampak Positif dan Negatif Libur Lebaran Ditambah

Metrobatam, Jakarta - Cuti bersama Lebaran ditambah 3 hari. Menanggapi hal ini, Menteri Perdagangan (Mendag) Enggartiasto Lukita menjelaskan tambahan libur itu ada dampak positif...

Kapolri: Polisi Jadi Bandar Narkoba Tembak Mati!

Metrobatam, Pekanbaru - Anggota Polri yang tersandung masalah hukum diperintahkan untuk tetap diusut tuntas. Bagi yang terlibat narkoba hingga menjadi bandar narkoba diminta untuk...

Polisi Minta Anak Buah Big Bos Miras Maut Serahkan Diri

Metrobatam, Bandung - Polisi meminta empat anak buah Samsudin Simbolon, bos miras oplosan maut, yang masih buron menyerahkan diri. "Kita minta supaya menyerahkan diri. Karena...
BAGIKAN