Nahkoda dan 9 ABK Vier Harmoni terkait Sindikat Penjualan Solar Ilegal

380
MT Vier Harmoni

Metrobatam.com, Tanjungpinang – Pembajakan tanker Vier Harmoni berhubungan dengan sindikat penjualan solar ilegal, kata Komandan Lantamal IV/Tanjungpinang Laksamana Pertama TNI S Irawan.

“Kapal bermuatan 900 kiloliter tersebut dibajak oleh anak buah kapal sejak 17 Agustus 2016,” kata Irawan dalam konferensi pers di Markas Lantamal IV/Tanjungpinang, Kamis.

Dari hasil penyelidikan sementara yang dilakukan oleh Tim West Fleet Quick Response (WFQR) dari Armabar, diduga kuat seorang nakhoda dan sembilan anak buah kapal tanker Vier Harmoni tersebut masuk dalam sindikat perdagangan solar ilegal.

Bahkan mereka “bermain” di jaringan internasional. Namun, otak pelaku dan juga calon pembeli solar ilegal itu masih diburu petugas.

Kapal tersebut juga diketahui pernah menjual solar ilegal sekitar setahun yang lalu.

“Seluruh pelaku WNI,” ujar Irawan.

Sementara informasi awal yang diterima TNI AL bahwa pembajakan kapal itu terkait permasalahan internal perusahaan, yang terjadi lantaran tidak digaji selama tiga bulan, diduga hanya modus untuk mengelabui petugas.

“Kami rasa itu (informasi) hanya modus mereka karena menurut informasi mereka sudah pernah melakukan penjualan solar ilegal di perairan OPL di wilayah Malaysia,” tegasnya.

Irawan mengemukakan tanker Vier Harmoni diamankan petugas KRI Gilimanuk di Pulau Dato, Kalbar, Rabu (24/8).

“Seorang nakhoda dan sembilan ABK sampai saat ini masih dimintai keterangan sebagai saksi terkait kejadian ini. Kapal Vier Harmoni saat ini masih dalam perjalanan menuju Tanjunguban, Bintan,” ucapnya.

Irawan mengatakan pencarian tanker Vier Harmoni telah dilakukan sejak 17 Agustus hingga 24 Agustus setelah TNI AL menerima laporan dari pihak The Malaysian Maritim Enforcement Agency (MMEA) pada 16 Agustus.

“Setelah mendapat informasi itu, kami bersama Polda Kepri, Bea Cukai, dan instansi lainnya serta dibantu oleh APMM (Agenci Penguatkuasaan Maritim Malaysia) langsung melakukan pencarian, yang dalam informasi itu, kapal Vier Harmoni dilarikan oleh ABK karena konflik internal perusahaan yang dalam hal ini PT Vierlines,” katanya.

Pencarian Vier Harmoni tersebut dilakukan dengan mengerahkan kekuatan laut, darat, dan udara. Patroli dan pencarian dengan menggunakan berbagai unsur patroli seperti Pesawat CASSA P-861, U-617, Helikopter NV-409, KRI Tenggiri, KRI Teluk Kalimanuk 531, KAL Mapor, KAL Welang, dan PATKAMAL SATkAMAl Lantamal XII berserta Lanal Batam.

“Kronologis kejadian berawal pada saat kapal ini hilang dari Kuantan Malaysia. Kapal itu diketahui berbendera Indonesia yang pemiliknya adalah PT Vierlines, kemudian disewa oleh Ozoil SDN BHD selama dua tahun sejak 15 Januari 2016,” ujarnya.

 

Mb/Antara

Metrobatam.com tidak bertanggung jawab atas isi komentar yang ditulis. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

BERITA TERKINI

BMKG : Gempa Jabar akibat tumbukan Lempeng Indo Australia-Eurasia

Metrobatam.com, Jakarta - Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika mengatakan gempa bumi dengan magnitudo 7,3 pada Jumat (15/12) pukul 23.47 WIB disebabkan aktivitas zona subduksi...

Bupati Bintan Serahkan Bantuan Kapal dan Asuransi Nelayan

Metrobatam.com, Batam - Bupati Bintan H Apri Sujadi, S.Sos didampingi Wakil Bupati Bintan Drs Dalmasri Syam, Sekda Kabupaten Bintan Drs Adi Prihantara menyerahkan bantuan...

Dukun Pengganda Uang Kubur 2 Korbannya, 1 Dikubur Dalam Keadaan Masih Hidup

Metrobatam, Batang - Seorang pria di Batang, Jawa Tengah yang mengaku bisa menggandakan uang mengubur dua korbannya. Salah seorang korban terungkap dikubur dalam keadaan...

Dubes Saudi Harapkan Moratorium Pengiriman TKI Dicabut

Metrobatam, Jakarta - Duta Besar Arab Saudi untuk Indonesia Osama bin Mohammed Abdullah Al-Shuaibi mengharapkan moratorium pengiriman tenaga kerja Indonesia (TKI) yang berlaku sejak...

Biadab, Pembunuh Sadis Ini Masih Perkosa Korbannya yang Sudah Mati

Metrobatam, Serang - Empat pelaku pembunuhan sadis di Serang ditangkap polisi. Jejak mereka terungkap usai jenazah korban, S, ditemukan warga di Sungai Cibongor, Cikeusal...

Soal Kumpul Kebo Tak Bisa Dipidana, Ketua MK: Despiritualisasi Hukum

Metrobatam, Jakarta - Ketua Mahkamah Konstitusi (MK) Arief Hidayat menyatakan KUHP harus disesuaikan dengan semangat kebangsaan Indonesia. KUHP yang diimpor dari Belanda dinilai sangat...

Dedi Mulyadi: Golkar Terbuka Evaluasi Dukungan Pilkada Jabar

Metrobatam, Jakarta - Golkar tidak menutup kemungkinan menarik dukungannya terhadap Ridwan Kamil pada Pemilihan Kepala Daerah Jawa Barat (Pilkada Jabar) 2018. Hal itu disampaikan...

Bawa Ribuan Butir Ekstasi dan Sabu, Oknum TNI Ditangkap Polisi

Metrobatam, Jambi - Tim Opsnal Subdit II Ditresnarkoba Polda Jambi berhasil mengamankan tiga orang laki-laki yang diduga membawa ribuan butir pil ekstasi dan sabu-sabu. Informasi...

Konflik Belum Usai, PKS Ajukan Kasasi Pemecatan Fahri Hamzah

Metrobatam, Jakarta - Partai Keadilan Sejahtera (PKS) tetap tenang menyikapi keputusan Pengadilan Tinggi Jakarta yang menolak banding mereka terkait pemecatan terhadap Fahri Hamzah. Partai...

Partai Tommy Soeharto Tak Lolos Administrasi

Metrobatam, Jakarta - Komisi Pemilihan Umum tidak meloloskan Partai Berkarya dan Partai Garuda dalam tahapan penelitian administrasi perbaikan partai politik calon peserta pemilu tahun...

Danlantamal IV Jalin Sinergitas dengan Kapolda Kepri

Metrobatam.com, Tanjungpinang - Komandan Pangkalan Utama Angkatan Laut (Danlantamal) IV Tanjungpinang Laksamana Pertama TNI R. Eko Suyatno, S.E., M.M., menjalin sinergitas dengan Kepala Kepolisian...

Bea Cukai-Kepolisian Tetapkan Tersangka 50 Ribu Botol Miras Ilegal Via Batam dari Singapura

Metrobatam.com, Jakarta - Penyidik Direktorat Jenderal Bea-Cukai menetapkan tersangka dalam kasus penyelundupan 50 ribu botol minuman keras ilegal dari Singapura. Tersangka berinisial BT (43)...
BAGIKAN