Nahkoda dan 9 ABK Vier Harmoni terkait Sindikat Penjualan Solar Ilegal

378
MT Vier Harmoni

Metrobatam.com, Tanjungpinang – Pembajakan tanker Vier Harmoni berhubungan dengan sindikat penjualan solar ilegal, kata Komandan Lantamal IV/Tanjungpinang Laksamana Pertama TNI S Irawan.

“Kapal bermuatan 900 kiloliter tersebut dibajak oleh anak buah kapal sejak 17 Agustus 2016,” kata Irawan dalam konferensi pers di Markas Lantamal IV/Tanjungpinang, Kamis.

Dari hasil penyelidikan sementara yang dilakukan oleh Tim West Fleet Quick Response (WFQR) dari Armabar, diduga kuat seorang nakhoda dan sembilan anak buah kapal tanker Vier Harmoni tersebut masuk dalam sindikat perdagangan solar ilegal.

Bahkan mereka “bermain” di jaringan internasional. Namun, otak pelaku dan juga calon pembeli solar ilegal itu masih diburu petugas.

Kapal tersebut juga diketahui pernah menjual solar ilegal sekitar setahun yang lalu.

“Seluruh pelaku WNI,” ujar Irawan.

Sementara informasi awal yang diterima TNI AL bahwa pembajakan kapal itu terkait permasalahan internal perusahaan, yang terjadi lantaran tidak digaji selama tiga bulan, diduga hanya modus untuk mengelabui petugas.

“Kami rasa itu (informasi) hanya modus mereka karena menurut informasi mereka sudah pernah melakukan penjualan solar ilegal di perairan OPL di wilayah Malaysia,” tegasnya.

Irawan mengemukakan tanker Vier Harmoni diamankan petugas KRI Gilimanuk di Pulau Dato, Kalbar, Rabu (24/8).

“Seorang nakhoda dan sembilan ABK sampai saat ini masih dimintai keterangan sebagai saksi terkait kejadian ini. Kapal Vier Harmoni saat ini masih dalam perjalanan menuju Tanjunguban, Bintan,” ucapnya.

Irawan mengatakan pencarian tanker Vier Harmoni telah dilakukan sejak 17 Agustus hingga 24 Agustus setelah TNI AL menerima laporan dari pihak The Malaysian Maritim Enforcement Agency (MMEA) pada 16 Agustus.

“Setelah mendapat informasi itu, kami bersama Polda Kepri, Bea Cukai, dan instansi lainnya serta dibantu oleh APMM (Agenci Penguatkuasaan Maritim Malaysia) langsung melakukan pencarian, yang dalam informasi itu, kapal Vier Harmoni dilarikan oleh ABK karena konflik internal perusahaan yang dalam hal ini PT Vierlines,” katanya.

Pencarian Vier Harmoni tersebut dilakukan dengan mengerahkan kekuatan laut, darat, dan udara. Patroli dan pencarian dengan menggunakan berbagai unsur patroli seperti Pesawat CASSA P-861, U-617, Helikopter NV-409, KRI Tenggiri, KRI Teluk Kalimanuk 531, KAL Mapor, KAL Welang, dan PATKAMAL SATkAMAl Lantamal XII berserta Lanal Batam.

“Kronologis kejadian berawal pada saat kapal ini hilang dari Kuantan Malaysia. Kapal itu diketahui berbendera Indonesia yang pemiliknya adalah PT Vierlines, kemudian disewa oleh Ozoil SDN BHD selama dua tahun sejak 15 Januari 2016,” ujarnya.

 

Mb/Antara

Metrobatam.com tidak bertanggung jawab atas isi komentar yang ditulis. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

BERITA TERKINI

Novanto Belum Pasti Menghadiri Persidangan Andi Narogong

Jakarta: Setya Novanto belum memastikan bakal hadir di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi Jakarta, hari ini. Novanto sedianya dijadwalkan bersaksi di persidangan Andi Agustinus alias Andi...

Jokowi: Saya Lihat Fenomena Gampang Sekali Mengkafirkan Orang

Metrobatam, Jakarta - Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengimbau masyarakat agar berhati-hati dalam menyikapi kemudahan yang diperoleh melalui perubahan global dengan adanya media sosial, e-commerce,...

VIRAL! 2 Cewek Berhijab Selfie Pakai Celana Pendek, Netizen: Harus Disanksi Tegas

Metrobatam.com - DUA wanita berhijab videonya mendadak viral di dunia maya dan menjadi bahan cibiran netizen. Pasalnya, gadis berhijab itu melakukan selfie (swafoto) dengan...

Habitatnya Terusik, Orangutan Turun ke Permukiman Warga Bikin Heboh

Metrobatam, Tenggarong – Warga Desa Sebulu Modern, Kecamatan Sebulu, Kutai Kartanegara (Kukar), Kalimantan Timur dihebohkan dengan kemunculan seekor orangutan (Pongo pygmaeus) yang masuk ke...

Tipu Belasan CPNS Kemenkumham, Perempuan Ini Raup Rp200 Juta lalu Diciduk Polisi

Metrobatam, Jakarta – Seorang pegawai negeri sipil (PNS) di Pemerintahan Aceh diduga melakukan penipuan terhadap 11 orang calon PNS dalam tes masuk Kemenkumham RI...

Buwas: Anak SD Dibidik Jadi Sasaran Pengedar Narkoba

Metrobatam, Medan - Jaringan narkoba internasional terus berupaya mengembangkan jaring mereka di Indonesia. Termasuk meregenerasi para konsumen mereka dari usia yang sangat dini. Bahkan...

Keganasan Bermedsos Penghina Kapolri Berubah Rengekan di Ruang Sidang

Metrobatam, Bandar Lampung – Kegarangan M Ali Amin Said (35), terdakwa kasus penghinaan terhadap Kapolri Tito Karnavian seperti amblas ditelan bumi. Pemilik akun Facebook,...

Kakak Angkat Ahok: Bismillah, Dengan Ini Saya Nyatakan Maju Pilgub Sulsel Lewat Independen!

Metrobatam, Makassar - Kakak angkat mantan Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok, Andi Analta Baso Amier menyatakan diri akan maju menjadi bakal...

Mengejutkan! Ketua DPRD Kolaka Utara Ternyata Dibunuh Istrinya Sendiri

Metrobatam, Kolaka Utara - Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Kolaka Utara, Sulawesi Tenggara, Musakkir Sarira tewas dibunuh istrinya sendiri, Andi Erni Astuti. Politikus...

KPU Keluarkan SK Penetapan Peserta Pemilu 2019 Tahun Depan

Metrobatam, Jakarta - Komisi Pemilihan Umum (KPU) baru akan mengeluarkan Surat Keputusan (SK) penetapan partai politik peserta pemilu 2019 pada 17 Februari 2018. SK...

Duterte ke Indonesia dan Malaysia: Ledakkan Perompak di Laut

Manila - Presiden Filipina, Rodrigo Duterte, menyatakan dirinya akan meminta pemimpin Indonesia dan Malaysia untuk 'meledakkan' perompak di perairan regional. Duterte juga menegaskan akan...

BNN Musnahkan 520 Kg Ganja, 191 Kg Sabu dan 43 Ribu Butir Ekstasi

Metrobatam, Medan - Badan Narkotika Nasional (BNN) memusnahkan 191 kilogram sabu-sabu, 344 butir sabu-sabu tablet, 43.450 butir ekstasi, dan 520 kilogram ganja di Lapangan...
BAGIKAN