Metrobatam, Bandung – Duta Besar Inggris untuk Indonesia Moazzam Malik berharap agar politisi di Indonesia tak ‘menjual’ isu SARA. Pasalnya Indonesia menjadi salah satu negara yang bisa dijadikan contoh dalam kehidupan keberagaman agama di dunia.

Hal itu disampaikan Moazzam saat menghadiri pembukaan kegiatan semi loka penguatan kompetensi sosio kultural bagi aparatur sipil negara (ASN) yang berlangsung di Balai Diklat Keagamaan di Jalan Soekarno Hatta, Kota Bandung, Rabu (28/11).

   

“Nasihat saya ke politisi atau tokoh besar harus berani, jangan main-main dengan isu SARA. Ini berbahaya untuk masa depan Indonesia,” ucap Moazzam.

Moazzam mengatakan Indonesia merupakan negara dengan penduduk dari beragam agama. Dia menilai Indonesia selama ini telah mampu menjaga toleransi antar umat beragama. Dia membagi pengalamannya sebelum bertugas di Indonesia. Dibandingkan dengan negara dengan penduduk yang memiliki agama Islam, Indonesia lebih berhasil menjaga keberagaman.

“Saya kira dibandingkan semuanya, Indonesia lebih berhasil menjaga toleransi, pluralisme, kebersamaan antara kelompok-kelompok agama,” katanya.

Dia mengharapkan agar Indonesia yang memiliki mayoritas penduduk muslim bisa tetap menjaga sikap toleransi dan kebersamaan yang dibangun. Sebab, sambung dia, Indonesia bisa menjadi contoh bagi negara lain untuk keharmonisan antar umat beragama.

“Ini enggak hanya penting untuk masa depan Indonesia, ini sangat penting bagi umat muslim seluruh dunia. Kalau lihat di negara muslim seluruh dunia ada banyak tantangan konflik dan radikalisme, jadi sangat berbahaya dan umat muslim dunia perlu contoh yang bisa memberi inspirasi dan Indonesia sebagai negara besar dengan jumlah penduduk Islam paling besar, negara demokrat dan ekonomi maju adalah satu-satunya yang bisa menjadi inspirasi seluruh umat muslim dunia,” katanya.

Akan tetapi meskipun berhasil, sambung Moazzam, ada beberapa tantangan yang dihadapi bangsa Indonesia. Beberapa kejadian mulai dari saling hujat hingga demo dinilai berisiko mengganggu keharmonisan.

“Kalau saya lihat kejadian-kejadian di Indonesia selama 4 tahun saya di sini ada beberapa kejadian berbahaya dan jelek, ada isu blasphamy dan demo-demo yang saya kira berisiko untuk toleransi keagamaan Indonesia. Saya kira harus kerja keras menjaga nama baik Indonesia,” tuturnya.

Kegiatan semi loka sendiri digagas oleh Kementerian Agama bekerja sama dengan Indonesia Consortium for Religious Studies (ICRS) serta kedutaan besar Inggris untuk Indonesia. Pembukaan juga dihadiri langsung oleh Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin. (mb/detik)

Metrobatam.com tidak bertanggung jawab atas isi komentar yang ditulis. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

BERITA TERKINI

Disebut Prabowo BUMN Bangkrut, Ini Curhatan Dirut Garuda

Metrobatam, Jakarta - Calon Presiden Prabowo Subianto belum lama ini melontarkan penyataan yang cukup menghebohkan. Dia bilang Badan Usaha Milik Negara (BUMN) satu persatu...

Lelang Jabatan Pemprov Jabar, 114 Orang Berebut 15 Posisi

Metrobatam, Jakarta - Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Provinsi Jawa Barat meloloskan 114 pendaftar untuk melanjutkan proses seleksi terbuka pengisian 15 jabatan pimpinan tinggi pratama...

BPN Prabowo Ingin Selesai Damai, Kill the DJ Ngaku Belum Ditemui

Metrobatam, Yogyakarta - Ketua Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo-Sandi di DIY menginginkan agar perkara lagu 'Jogja Istimewa' diselesaikan dengan musyawarah. Namun Marzuki Mohamad atau...

Yusril Ungkap Alasan Masuk Tim Pakar Debat Capres Jokowi

Metrobatam, Jakarta - Ketua Umum Partai Bulan Bintang (PBB) Yusril Ihza Mahendra mengonfirmasi klaim Tim Kampanye Nasional (TKN) Jokowi-Ma'ruf yang menyebut namanya masuk dalam...

Awak Maskapai Malindo Air Terlibat Penyelundupan Narkoba ke Australia

Melbourne - Polisi di Melbourne berhasil membongkar sindikat narkoba internasional yang menggunakan awak maskapai Malindo Air dari Malaysia untuk menyeludupkan narkoba ke Australia selama...

Polisi Ungkap Gudang Narkoba di Apartemen Park View Jakarta

Metrobatam, Jakarta - Anggota Unit Narkoba Polsek Kembangan Polres Metro Jakarta Barat mengungkap gudang penyimpanan narkoba di Apartemen Park View, Kembangan Jakarta Barat. Kepala Polsek...

Ikatan Dai Aceh Sambangi KPU, Koordinasi soal Tes Baca Alquran

Metrobatam, Jakarta - Ikatan Dai Aceh menyambangi Komisi Pemilihan Umum (KPU) pagi ini. Mereka ingin berkoordinasi soal tes baca Alquran bagi capres-cawapres 2019. "Buat ngomongin...

Pesta Sabu , Aris Idol Ditangkap Polisi

Metrobatam, Jakarta - Satuan Reserse Narkoba Polres Tanjung Priok menangkap Januarisman Runtuwenen (JR) alias Aris 'Indonesia Idol' atas kasus penyalahgunaan narkotika jenis sabu. Kabid...

Deputi KSP Tegaskan Jokowi Tak Biarkan Kasus HAM Terlantar

Metrobatam, Jakarta - Deputi V Kantor Staf Presiden (KSP) Jaleswari Pramodhawardhani menegaskan Presiden RI Joko Widodo (Jokowi) tak pernah membiarkan kasus pelanggaran HAM masa...

6 Fakta Kill The DJ yang Murka Lagunya Dipakai Kampanye Tim Prabowo

Metrobatam, Jakarta - Kill The DJ alias Marzuki Mohamad, murka lagu 'Jogja Istimewa' dipakai kampanye tim Prabowo. Siapa Kill The DJ? Berikut fakta-fakta pria kelahiran...

Bawaslu Tegur KPU Soal Jokowi dan Prabowo Curi Start Kampanye

Metrobatam, Jakarta - Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) menegur Komisi Pemilihan Umum (KPU) terkait dugaan pelanggaran kampanye yang dilakukan capres Joko Widodo dan Prabowo...

Ditawar Jadi PSK, Cita Citata Marah Banget

Metrobatam, Jakarta - Cita Citata rupanya pernah ditawar untuk jadi pekerja seks komersial (PSK). Marah besar, ia pun menolaknya mentah-mentah. "Banyak banyak banget, contohlah beberapa...