Nelayan Senggarang Demo, Minta Pengadilan Eksekusi Aset PT TPD

420
Foto Net : Nelayan Senggarang demo meminta Pengadilan melakukan eksekusi keputusan MA

Metrobatam.com, Tanjungpinang – Aksi massa kembali terjadi di Tanjung Pinang, setelah kemarin aksi dilakukan oleh masyarakat Pulau Dompak meminta Gubernur membatalkan sertifikat Hak Guna Bangunan (HGB) milik PT. TPD, siang ini, Selasa (24/5), giliran nelayan di Kelurahan Senggarang menuntut Pengadilan Negeri Tanjungpinang mengeksekusi aset milik PT Cahaya Bintan Abadi.

Sekitar 50 orang nelayan dari dua kampung, yakni, Kampung Melayu dan Kampung Bauyan daerah Senggarang menggelar demo di Pengadilan Negeri (PN) Tanjungpinang. “Kami melakukan aksi ini karena sampai sekarang PT CBA tidak melaksanakan kewajibannya kepada nelayan,” kata Azwardi, koordinator aksi.

Dia mengatakan Mahkamah Agung sudah memutuskan PN Tanjungpinang untuk mengeksekusi aset milik PT CBA senilai Rp10 miliar, sebagaimana tuntutan nelayan yang tergabung dalam Persatuan Nelayan Pesisir Senggarang. “Demi hukum dan keadilan, putusan MA harus dilaksanakan,” katanya.

Azwardi mengatakan gugatan yang dilakukan nelayan terkait pencemaran di perairan Senggarang yang dilakukan PT CBA tahun 2009. Kolam pencucian bauksit milik perusahaan itu jebol sehingga limbah mencemari perairan Senggarang.

“Kami sudah berusaha mengajak pihak perusahaan duduk bersama, bertanggung jawab terhadap permasalahan yang merugikan nelayan, tetapi tidak berhasil. Makanya kami minta keadilan hukum,” katanya.

Tahun 2010 PN Tanjungpinang mengabulkan gugatan nelayan. Kemudian perusahaan itu mengajukan banding di Pengadilan Tinggi Riau, dan hasilnya nelayan menang.

“Ujung-ujungnya sampai ke Mahkamah Agung (MA). Lagi-lagi tetap nelayan yang menang,” katanya.

Meski sudah diputuskan MA, perusahaan milik Haryadi alias Acok itu tidak membayarkan kompensasi kepada nelayan. Padahal jika tidak dilaksanakan, perusahaan itu dikenakan denda sebesar Rp10 juta/hari. “Perkara ini sudah cukup lama, tetapi tidak direalisasikan,” katanya.

Beberapa saat berlangsung aksi, pihak PN Tanjungpinang menemui para nelayan untuk berdialog. Hasilnya, nelayan diminta mengajukan surat untuk pelaksanaan eksekusi ke pengadilan.

Setelah itu PN berjanji akan membahas secara administratif untuk diputuskan, apakah aset PT CBA akan dilelang melalui sidang tertutup.

Mendengar solusi dari pengadilan, puluhan nelayan perlahan-lahan membubarkan diri dan menunggu perkembangan selanjutnya mendatang. (mb/antara)

Metrobatam.com tidak bertanggung jawab atas isi komentar yang ditulis. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

BERITA TERKINI

Bakamla Selamatkan Rombongan Kemendes yang Terombang-Ambing 8 Jam di Perairan Tarakan, Ini Kronologinya

Metrobatam, Jakarta - Badan Keamanan Laut Republik Indonesia (Bakamla RI) berhasil menyelamatkan sebagian rombongan Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi (Kemendes PDTT) yang...

Ini Istana Bos First Travel yang Terlilit Utang Rp 80 M dan Tipu Calon...

Metrobatam, Jakarta - Polisi telah menetapkan bos First Travel, Andika Surachman dan istrinya, Anniesa Devitasari Hasibuan, sebagai tersangka kasus penipuan perjalanan umrah. Meski diketahui...

Seperti Ini Bahagianya Warga di Perbatasan yang Akhirnya Bisa Nikmati Listrik

Metrobatam, Atambua - Sudah dua tahun ini listrik hadir di Desa Naekake, salah satu desa di wilayah perbatasan Republik Indonesia-Timur Leste di Provinsi Nusa...

Kecewa Kontrak Kerja Tidak Diperpanjang, Mantan Pegawai Bakar Kampus Universitas Malikussaleh

Metrobatam, Aceh Utara – Pelaku pembakaran Gedung Rektor Universitas Malikussaleh (Unimal), di Gampong (Desa) Kecamatan Muara Baru, Kabupaten Aceh Utara, berinisial S mengaku kecewa...

Bekuk 5 Bandar Narkoba di Aceh Utara, BNN Sita 40 Kg Sabu

Metrobatam, Lhokseumawe - Badan Narkotika Nasional (BNN) membekuk 5 bandar narkoba di Aceh. Sebanyak 40 kilogram sabu disita dalam penangkapan tersebut. Awalnya, penangkapan dilakukan terhadap...

FPI Doakan Musuh Rizieq Shihab Dihancurkan, Anis Doakan Rizieq Panjang Umur

Metrobatam, Jakarta - Massa Front Pembela Islam (FPI) mendoakan semua musuh dan orang yang memfitnah Rizieq Shihab dalam perayaan hari ulang tahun ke-19 FPI. Berdasarkan...

Korban First Travel Minta Pemerintah Bantu Kembalikan Uang Jemaah

Metrobatam, Jakarta - Jemaah korban dugaan penipuan perjalanan umrah First Travel meminta pemerintah turun tangan membantu pengembalian dana jemaah yang sudah disetorkan. Hingga saat...

Zaskia Gotik Meriahkan HUT Kemerdekaan RI ke-72 di Bintan

Metrobatam.com, Bintan - Malam Ramah Tamah dan Hiburan Rakyat Kabupaten Bintan 2017 sempena HUT Kemerdekaan RI ke 72 berlangsung sangat meriah. Hal itu terlihat,...

DPRD Kepri Sahkan Ranperda Keuangan dan Administrasi DPRD

Metrobatam.com, Tanjungpinang - Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kepulauan Riau akhirnya mengesahkan Rancangan Peraturan Daerah (Ranperda) tentang Hak-Hak Keuangan dan Administratif Pimpinan dan Anggota...

Dibandingkan Batam, Turis Singapura Pilih Liburan ke Johor Baru Malaysia

Metrobatam.com, Batam - Masyarakat Singapura ternyata masih memilih Johor Baru, Malaysia sebagai destinasi akhir pekan mereka. Hal ini terlihat dari banyaknya wisatawan Singapura yang...

Curhat Jemaah First Travel di DPR: Uang Habis hingga Ibu Meninggal

Metrobatam, Jakarta - Korban jemaah umrah First Travel mengadu ke Komisi VIII DPR. Korban mengadu dengan kerugian yang bervariasi bahkan ada keluarganya yang meninggal...

Ketua MUI: Indonesia Bukan Darul Islam

Metrobatam, Jakarta - Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) KH Ma'aruf Amin menyata0kan bahwa Indonesia adalah negara kesepakatan dari berbagai golongan masyarakat, hingga akhirnya merdeka...