Nelayan Tak Berani Melaut, Ikan Mulai “Hilang” dari Pasaran

1921
Sejumlah membantu pencarian korban KM Marina Baru 2 B di Perairan Pakue, Teluk Bone, Kolaka Utara, Sulawesi Tenggara, Kamis (24/12). Hari ke enam pencarian korban KM Marina Baru 2B, Tim SAR dibantu nelayan berhasil mengevakuasi 40 orang dengan Total evakuasi 103 orang, 28 korban selamat dan 75 korban meninggal dunia. ANTARA FOTO/Sahrul Manda Tikupadang/nz/15

Metrobatam, Pematangsiantar – Berbagai jenis ikan laut di pasar tradisional di Kabupaten Simalungun dan Kota Pematangsiantar, Sumatera Utara, mulai langka sejak beberapa hari ini.

Menurut sejumlah pedagang ikan di Pasar Perdagangan, Kecamatan Bandar Kabupaten Simalungun dan Pasar Horas, Kota Pematangsiantar, kelangkaan ikan ini karena berkurangya pasokan dari agen yang biasanya memasok kepada pedagang ikan. Ikan laut yang langka itu di antaranya jenis tongkol, mayung, dencis, pari dan lainnya.

Salah seorang pedagang ikan di Pasar Perdagangan, Syukri (42), mengatakan, sejak 4 hari belakangan ini para agen dari Belawan, Tanjung Balai bahkan Sibolga, tidak memasok atau menjual ikan basah laut, karena nelayan takut melaut akibat cuaca buruk.

“Menurut para agen saat dihubungi kenapa tidak memasok ikan, mereka mengatakan, tidak ada ikan, karena nelayan takut melaut akibat badai, makanya ikan basah laut langka sejak 4 hari ini,” sebut Syukri.

Hal sama disampaikan Nelly Sinaga (45), pedagang ikan di Pasar Horas yang biasanya menjual ikan basah laut 50 kilogram hingga 60 kilogram sehari, sejak 4 hari ini sama sekali tidak menjual ikan karena tidak ada pasokan.

“Para pelanggan terutama warung nasi sudah mengeluh karena tidak ada ikan laut beberapa hari ini,” ujar Nelly.

Akibat langkanya ikan laut, harga ikan air tawar seperti ikan Nila dan ikan Lele mengalami kenaikan antara Rp3.000 hingga Rp5.000 per kilogram. Ikan Nila dari sebelumnya Rp28.000 per kilogram naik menjadi Rp31.000 hingga Rp33.000. Sedangkan ikan Lele dari Rp18.000 naik menjadi Rp21.000 hingga Rp23.000.

Para pengusaha warung nasi dan rumah makan mengeluhkan kelangkaan ikan basah laut, karena berdampak pada berkurangnya omzet penjualan dan keuntungan. “Banyak pembeli yang tidak suka ikan air tawar sehingga omzet penjualan berkurang,” sebut Irma salah seorang pemilik warung nasi di Jalan Diponegoro, Pematangsiantar. (mb/okezone)

Metrobatam.com tidak bertanggung jawab atas isi komentar yang ditulis. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

BERITA TERKINI

Pelopor Pertama di Kepri, Perangkat Desa di Bintan Terproteksi BPJS

Metrobatam.com, Bintan - Kabupaten Bintan menjadi pelopor pertama di Provinsi Kepri. Seluruh perangkat Desa hingga Jajaran RT/RW diproteksi oleh BPJS. Hal tersebut, ditandai dengan...

Tasyakuran dan Refleksi 2 Tahun Apri-Dalmasri, Menyongsong Bintan Gemilang Tahun 2025

Metrobatam.com, Bintan - Kepemimpinan Bupati terpilih H. Apri Sujadi, S.Sos dan Wakil Bupati Drs. H. Dalmasri Syam, MM genap berusia dua tahun dalam mengemban...

Danlantamal IV Pimpin Upacara HUT KE-72 Pomal

Metrobatam.com, Tanjungpinang - Komandan Pangkalan Utama Angkatan Laut (Danlantamal) IV Tanjungpinang Laksamana Pertama TNI R. Eko Suyatno, S.E., M.M., memimpin jalannya upacara peringatan Hari...

Waspada! Beredar Lagi Surat Palsu Pengangkatan CPNS

Metrobatam, Jakarta - Badan Kepegawaian Negara (BKN) kembali menerima konfirmasi surat perihal pengangkatan calon pegawai negeri sipil (CPNS). Surat tersebut menjelaskan adanya pengangkatan calon...

Pengguna Internet di Indonesia Capai 143 Juta Orang

Metrobatam, Jakarta - Asosiasi Penyelenggara Jasa Internet Indonesia (APJII) hari ini (19/2) mengumumkan data survei penetrasi dan perilaku pengguna internet Indonesia sepanjang 2017. Data...

Nelayan di Belawan Mengamuk Bakar 8 Unit Kapal Pukat

Metrobatam, Medan - Nelayan mengamuk dan membakar 8 unit kapal pukat teri bermesin GT 5 di perairan Belawan, Kota Medan pada Senin (19/2). Mengamuknya para...

Demokrasi Defisit, Radikalisme Jadi Alternatif

Metrobatam, Jakarta - Kepala Pusat Penelitian Politik di Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) Adriana Elisabeth menyatakan bahwa Indonesia mengalami kemunduran dalam berdemokrasi, dalam diskusi...

Dokter Nyatakan Penyerang Kiai Lamongan Idap Gangguan Psikis

Metrobatam, Surabaya - Anggota Komisi III DPR RI bidang Hukum, HAM dan Keamanan, Adies Kadir didampingi Kapolda Jatim Irjen Pol Machfud Arifin dan beberapa...

Bupati Bintan Hadiri Panen Raya Padi di Kawasan Pertanian Poyotomo

Metrobatam.com, Bintan - Bupati Bintan H Apri Sujadi, S.Sos kembali panen raya padi di lahan kawasan pertanian Poyotomo, Desa Sri Bintan , Kec Teluk...

Terduga Teroris Diklaim Lempar Bom Molotov ke Polsek Bontoala

Metrobatam, Jakarta - Salah satu terduga teroris yang diamankan Tim Detasemen Khusus 88/Antiteror Polri di Indramayu, beberapa waktu lalu, mengaku sebagai pelaku pelemparan bom...

Sindikat Pencuri 2.640 Botol Infus Dibekuk Polisi di Aceh

Metrobatam, Banda Aceh - Kepolisian Resor (Polres) Lhokseumawe berhasil mengungkapkan jaringan sindikat pencurian sebanyak 2.640 botol cairan infus di Rumah Sakti Kasih Ibu, Kota...

BNN Tes Urine Prajurit TNI AD dan Polisi Militer

Metrobatam, Jakarta - Seluruh prajurit dan PNS Pusat Polisi Militer Angkatan Darat (Puspomad) dinyatakan bersih dari narkoba melalui pemeriksaan urine. Hal ini dilakukan dalam...
BAGIKAN