Ngeri! 22 Gerbong Kereta di India Tiba-tiba Mundur Sejauh 12 Km

New Delhi – Insiden mengerikan terjadi di India saat 22 gerbong kereta tiba-tiba terlepas dari lokomotif dan bergerak mundur. Rangkaian gerbong yang membawa sekitar 1.000 penumpang itu melaju sejauh 12 kilometer tanpa mesin.

Beruntung, insiden yang jauh lebih menakutkan berhasil dihindarkan setelah rangkaian gerbong itu dihentikan oleh bebatuan yang sengaja diletakkan di tengah rel oleh para petugas.

Seperti dilansir AFP, Senin (9/4), insiden ini terjadi di Odisha pada Sabtu (7/4) malam waktu setempat. Juru bicara Kementerian Perkeretaapian India, JP Mishra, menyebut tidak ada satupun dari 1.000 penumpang yang mengalami luka-luka dalam insiden ini.

Penyebab insiden ini diyakini karena rem pada gerbong yang seharusnya diaktifkan saat gerbong dipisahkan atau dipasang pada lokomotif, telah digunakan secara tidak tepat atau diabaikan. Rangkaian 22 gerbong itu terlepas dari lokomotif saat kereta tengah melaju dari Gujarat ke Odisha.

Ditambahkan Mishra, sedikitnya tujuh petugas kementerian perkeretaapian setempat yang dianggap tidak mematuhi prosedur dengan benar, telah dinonaktifkan. Penyelidikan atas insiden ini masih berlangsung.

“Sesuatu yang menakutkan bisa saja terjadi dan berhasil dihindari oleh staf yang waspada. Keselamatan tidak bisa menjadi kompromi,” ucap Mishra kepada AFP. “Semua orang di (kementerian) perkeretaapian terperanjat dan terkejut,” imbuhnya.

Rekaman video amatir yang diposting ke media sosial menunjukkan rangkaian gerbong tanpa lokomotif tetap melaju melewati stasiun lokal. Orang-orang yang ada di peron berteriak ke arah penumpang kereta untuk meminta mereka menarik rem darurat di dalam gerbong.

Insiden yang melibatkan kereta semacam ini tergolong umum terjadi di India, termasuk sejak era kolonial. Diketahui bahwa lebih dari 22 juta penumpang menggunakan 9 ribu rangkaian kereta di India setiap harinya.

Sebelumnya pada 13 November 2107, 13 gerbong kereta ekspres anjlok di India bagian utara dan menewaskan 3 orang serta melukai 9 orang lainnya. Setahun sebelum itu, sedikitnya 146 orang tewas dalam insiden kereta anjlok di India. Laporan pemerintah India tahun 2012 menyebut nyaris 15 ribu orang tewas setiap tahunnya dalam berbagai kecelakaan kereta api dan menyebut insiden hilangnya nyawa seperti ini sebagai ‘pembantaian’. (mb/detik)

Metrobatam.com tidak bertanggung jawab atas isi komentar yang ditulis. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

BERITA TERKINI

Bangun Tol di Lampung dan Sumsel, Bank Mandiri Kucurkan Rp 2,041 T

Metrobatam, Jakarta - Bank Mandiri terus memperkuat dukungan pada percepatan pembangunan proyek infrastruktur untuk meningkatkan konektivitas dan memangkas biaya pergerakan barang dan jasa. Salah satu...

Kontroversi Prabowo Teriak Pemerintah Ugal-ugalan

Metrobatam, Jakarta - Capres nomor urut 02 Prabowo Subianto kembali mengeluarkan pernyataan kontroversial dengan menyebut pemerintahan Kabinet Kerja ugal-ugalan dalam mengelola negara. Kabinet Kerja...

Polisi Tegaskan Peluru Nyasar di DPR Bukan Dilepaskan Sniper

Metrobatam, Jakarta - Kepala Divisi Hubungan Masyarakat (Kadiv Humas) Polri Inspektur Jenderal Setyo Wasisto menegaskan peluru yang menyasar ke ruang kerja dua anggota DPR...

Demokrat Bela Andi Arief soal Cuitan ke Prabowo

Metrobatam, Jakarta - Partai Demokrat membela kadernya yang juga Wakil Sekretaris Jenderal Andi Arief terkait kicauannya di Twitter beberapa waktu lalu. Dalam kicaunya Andi...

Surabaya Punya Sesar Aktif, Risma Siapkan Antisipasi Gempa

Metrobatam, Jakarta - Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini buka suara menanggapi adanya dua sesar aktif di yang berada di Kota Surabaya. Risma mengaku dirinya...

Anies Bongkar 4 Poin Perda Tibum untuk Legalkan Becak di Jakarta

Metrobatam, Jakarta - Salah satu janji Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan adalah kembali membolehkan becak beroperasi di kawasan tertentu. Buat memuluskan niatnya, dia mengajukan...

Prabowo Sebut Negara Ugal-ugalan, Djarot: Maklum Belum Ada Pengalaman

Metrobatam, Jakarta - Capres nomor urut 02 Prabowo Subianto mengatakan mimpi Indonesia jaya luntur akibat negara dikelola secara ugal-ugalan. Anggota Tim Kampanye Daerah Joko...

Tahun 2019, Kepala Daerah yang Tidak Menaikkan UMP Bakal Dipecat

Metrobatam, Jakarta - Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) menetapkan kenaikan Upah Minimum Provinsi (UMP) 2019 sebesar 8,03%. Peningkatan nilai UMP tersebut berdasarkan formula penambahan dari pertumbuhan...

Timses Jokowi Pilih Kampanye Kreatif Ketimbang Negatif

Metrobatam, Jakarta - Direktur Informasi dan Komunikasi Tim Kampanye Nasional (TKN) Jokowi-Ma'ruf Amin, Dwi Badarmanto menyatakan tim sukses (Timses) Joko Widodo-Ma'ruf Amin enggan mengikuti...

Karena Miskin, Satu Keluarga di Pelalawan Riau Tinggal di Hutan

Metrobatam, Pekanbaru - Satu keluarga dikabarkan tinggal di sebuah hutan di Desa Muda Setia, Kecamatan Bandar Seikijang, Kabupaten Pelalawan, Riau. Mereka terpaksa tinggal di...

Prabowo Tuding Pemerintahan Jokowi Ugal-ugalan Kelola Negara

Metrobatam, Jakarta - Calon presiden nomor urut 02 Prabowo Subianto menyatakan bahwa mimpi mengembalikan kejayaan Indonesia di masa silam menjadi luntur karena negara dikelola...

JK: Kampanye Negatif Kadang Tak Bisa Dihindari

Metrobatam, Jakarta - Presiden PKS Sohibul Iman mempersilakan kader-kadernya melakukan kampanye negatif. Menurut Wakil Presiden Jusuf Kalla (JK), kampanye negatif memang kadang-kadang tak bisa...
SHARE