NU dan Muhammadiyah Duduk Bareng Bahas Pembubaran HTI

    1969

    Metrobatam, Jakarta – Ketua Umum PBNU Said Aqil Siradj dan Sekretaris Umum PP Muhammadiyah, Abdul Mu’ti menggelar diskusi terkait pembubaran Hizbut Tahrir Indonesia (HTI). Keduanya sepakat pembubaran ini boleh dilakukan karena mengancam Pancasila.

    Said Aqil mengatakan sejak dulu para pendiri NU dan Muhammadiyah sepakat menjadikan pancasila dan UUD 1945 sebagai ideologi negara Indonesia. Dia juga menegaskan Indonesia adalah negara nasional bukan khilafah, serta mengedepankan konsep perdamaian.

    “Negara ini negara nation kebangsaan. Kalau kyai-kyai NU tahun 30-an menyebutnya Darussalam atau negara damai, bukan negara agama, bukan negara suku,” kata Said.

    Hal itu disampaikannya dalam acara “Halaqah Kebangsaan NU dan Muhammadiyah’ di Perpustakaan PBNU, Jl. Kramat Raya 164 Gedung PBNU Lt. 2, Jumat (19/5).

    Oleh karena itu ketika ada gerakan seperti menentang Pancasila atau menggeser dasar negara harus disikapi dengan tegas yaitu membubarkannya. Oleh karena itu dia meminta agar masyarakat tidak terpengaruh dengan ideologi lain selain Pancasila.

    “Setiap gerakan yang mengarah bertentangan dengan prinsip itu harus disikapi dengan sikap yang tegas, jangan dibiarkan. Ya kalau masih kecil, ya kalau besar, jutaan anggotanya apa tidak merongrong itu? Minimal mengurangi rasa nasionalisme kita, mengurangi kecintaan kita pada Pancasila, komitmen kita pada Pancasila UUD 45. Minimal itu kan paling tidak di saat-saat sekarang kita butuh persatuan dan kesatuan yang lebih kuat lagi,” ujarnya.

    Sementara itu, Abdul Muti mengatakan saat ini tantangannya bagaimana warga meyakini Pancasila sebagai dasar negara merupakan ideologi yang paling tepat.

    “Indonesia ini majemuk bagaimana menyakini konsepnya Pancasia dan UUD ini 1945. Prinsip penting maka pembinaan generasi muda di level pelajar. Mahasiswa harus lebih sistematis kita lakukan untuk menjangkau mereka yang selama ini kurang dapat perhatian,” ujar Abdul.

    Lemhanas Tutup Akses Media

    Lembaga Ketahanan Nasional (Lemhanas) menutup akses media untuk meliput sesi diskusi mengenai masalah ekstremisme dan pengungsi dalam satu forum diskusi pada hari ini.

    Dalam acara Jakarta Geopolitical Forum 2017 pada hari ini, diskusi sesi-4 dimulai pada pukul 08.30-10.10 WIB dengan tema Extremism, Radicalism, and Terrorism. Para panelis yang akan membicarakan hal itu adalah Kristen Schulze (Inggris); Lina Khatib (Inggris); Mohamed Aboel Fadl (Mesir); hingga Kapolri Jenderal Tito Karnavian (Indonesia).

    Sedangkan untuk sesi diskusi ke-6 pengungsi dengan judul Migrants and Refugees, Lemhanas juga melarang media untuk melakukan peliputan dan perekaman. Panelis yang akan hadir dalam diskusi yang dimulai pada 14:05-15:20 WIB itu adalah Nursin Atesoglu Guney (Turki) dan Alistair Boulton (PBB).

    Sesi ke-4 dan ke-6 tertutup bagi perekaman dan peliputan untuk memfasilitasi dan menghormati hak para narasumber,” demikian keterangan resmi Panitia Geopolitical Forum 2017 yang diterima CNNIndonesia, Sabtu (20/5).

    Kemarin, sesi 1-3 diisi dengan lebih banyak pada persoalan kondisi geopolitik secara umum, keamanan global dan perdamaian dunia. Sejumlah pembicara yang hadir saat itu adalah Gubernur Lemhanas Agus Widjojo dan mantan Duta Besar Indonesia untuk AS Dorodjatun Kuntjoro-Jakti.

    Sedangkan sesi yang terbuka pada hari ini adalah diskusi ke-5 mengenai perubahan iklim dengan judul Environment and Climate Change Resilience. Panelis yang akan hadir adalah Leonard Edwards (Kanada); Arif Havas Oegroneno (Indonesia); Nicolas Regaud (Prancis); dan Sarwono Kusumaatmadja (Indonesia). Acara hari ini akan ditutup oleh Menkopolhukam Wiranto pada pukul 16:20 WIB. (mb/detik/cnn indonesia)

    BERITA TERKINI

    Pangarmabar Beri Paket Sembako pada Masyarakat Kampung Nelayan di Tanjung Uban

    Metrobatam.com, Tanjungpinang - Panglima Komando Armada RI Kawasan Barat (Pangarmabar) Laksamana Muda TNI Aan Kurnia, S.Sos, menutup Latihan Siaga Tempur Laut Koarmabar tahun 2017 di...

    PT Zisra Dwi Jaya (Member of Bidar Timur Group) Rekrut Sekitar 1000 Pekerja dari...

    Metrobatam.com, Batam - Pada tanggal (22/05/17) di Hotel Harmoni One Batam Centre, Business dan Development Director PT Zisra Dwi Jaya (Member of Bidar Timur...

    BPJS Kesehatan Kembali Raih WTP

    Metrobatam.com, Tanjungpinang - Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan dalam pelaksanaan program Jaminan Kesehatan Nasional-Kartu Indonesia Sehat (JKN-KIS), secara berturut-turut selama 3 tahun ini kembali...

    83 Prajurit Marinir Yonmarhanlan IV Tanjungpinang Renang Laut Menempuh Jarak 2 Mil Laut

    Metrobatam.com, Tanjungpinang -Sebanyak 83 Orang prajurit Yonharmarlan Batalyon Marinir Pertahanan Pangkalan IV Tanjungpinang melaksanakan latihan renang laut mengambil lokasi jembatan Pulau Dompak dan finish...

    Seperti Ini Surat Lengkap Ahok dari Tahanan Mako Brimob

    Metrobatam, Jakarta - Veronica Tan, istri Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) membacakan surat Ahok yang ditulis tangan dalam konferensi pers, Selasa (23/5). Surat ini dibacakan...

    Inggris: Bom Bunuh Diri di Konser Ariana Grande Renggut 22 Nyawa

    Manchester - Korban jiwa akibat ledakan usai konser penyanyi terkenal AS, Ariana Grande di Manchester, Inggris telah bertambah. Kepolisian Inggris menyatakan sebanyak 22 orang...

    PBNU Buat Pusat Komando Tangkal Konten Radikal dan Hoax

    Metrobatam, Jakarta - Ketua PBNU Said Aqil Siroj menyatakan keprihatinannya terhadap konten radikal dan berita bohong yang saat ini dengan mudah tersebar di media...

    Ratu Swedia Harapkan Batik Indonesia Semakin Berkembang

    Metrobatam, Jakarta - Ratu Swedia Silvia memiliki ketertarikan pada hal-hal yang bersifat tradisional di Indonesia. Salah satu ketertarikannya adalah batik yang dinilai sebagai ciri...

    KPK Curigai Integritas Kepala Daerah yang Tak Takut Istri

    Metrobatam, Jakarta - Wakil Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi Saut Situmorang menyebut salah satu tolak ukur integritas kepala daerah adalah rasa takut pada ibu atau...

    Luhut: Tidak Ada Ideologi Lain Selain Pancasila

    Metrobatam, Jakarta - Pemerintah berencana membubarkan Hizbut Tahrir Indonesia (HTI) karena dianggap tidak sesuai dengan ideologi Pancasila. Menteri Koordinator Kemaritiman Luhut Binsar Panjaitan menegaskan...

    Di Depan Umum, 5 Algojo Cambuk Pasangan Gay

    Metrobatam, Banda Aceh - Pasangan sejenis (gay) yang ditangkap warga di Banda Aceh menjalani hukuman cambuk hari ini. Mereka masing-masing dicambuk 82 kali setelah...

    Di DPR, Kapolri Kembali Bantah Kriminalisasi Rizieq Shihab cs

    Metrobatam, Jakarta - Kapolri Jenderal Tito Karnavian membantah tudingan kriminalisasi terhadap pentolan Front Pembela Islam Rizieq Shihab dan Sekretaris Jenderal FUI Al-Khaththath. Tito menjelaskan...