Nugroho, Geolog Indonesia Pertama yang Akan Meneliti di Antartika

214

Metrobatam, Yogyakarta – Benua Antartika seolah menjadi surga bagi ilmuwan dari seluruh dunia yang ingin menguak misteri evolusi bumi. Seorang geolog muda asal Indonesia, Nugroho Imam Setiawan PhD terpilih menjadi salah seorang peneliti yang akan berangkat ke benua itu untuk menjalankan ekspedisi penelitian pada November 2016 nanti.

Bersama puluhan peneliti lain dari Jepang dan sejumlah negara Asia lain, Nugroho bergabung dalam Japan Antarctic Expedition ke-58 (JARE58). Ekspedisi ini akan berlangsung pada 27 November 2016 sampai 22 Maret 2017.

Terdapat 10 topik penelitian yang akan dilakukan oleh 8 peneliti dalam ekspedisi tersebut. Sepuluh topik tersebut yaitu meteorogical observation, Atmospheric physics, Penguin, Terrestrial biology, Oceanography, Geophysics, Tidal Observation, Geodesy, dan Geology.

“Saya masuk di topik penelitian geologi, ada 8 orang di dalamnya,” ujar Nugroho saat ditemui di kantornya di Fakultas Teknik Universitas Gadjah Mada (UGM), Sleman, Selasa (18/10).

Di antara 8 orang tersebut, 5 peneliti dari Jepang, 3 peneliti lain berasal dari Indonesia, Mongolia, dan Thailand. Penelitian yang diadakan dan dibiayai sepenuhnya oleh Jepang ini memang sengaja melibatkan peneliti dari negara-negara Asia lainnya yang belum memiliki base camp penelitian di Antartika.

Sedangkan Jepang sudah memiliki base camp bernama Syowa Station di Benua yang 98 persennya tertutup salju ini.

“Kebanyakan yang sudah punya base camp di sana adalah negara-negara maju. Kalau dari Asia ada Jepang, India, Tiongkok dan Korea Selatan (yang sudah memiliki base camp penelitian),” ujar Nogroho.

Bagi mereka detektif bumi, begitu Nugroho menyebut profesi geolog, Benua Antartika menjadi lokasi penelitian yang menyimpan dan merekam data evolusi bumi dengan sangat baik. Batuan metamorf, yang merupakan objek penelitian Nugroho nanti akan bisa diperoleh dengan mudah tanpa perlu penggalian atau disebut juga sebagai singkapan.

Sebab benua terluas nomor lima ini bisa dibilang merupakan dataran tertua yang paling sedikit mengalami pergeseran dibanding daratan lainnya.

“Dia (Benua Antartika) tetap ada di sana terus. Jadi poros yang sedikit sekali pergeserannya. Sedangkan (dataran) lainnya adalah pecahan, atau sudah ada aktivitas vulkanis dan ada sedimen yang menutupi,” urainya.

Pria kelahiran Jakarta 18 September 34 tahun yang lalu ini mengatakan, benua ini juga paling bersih dari penduduk dan dari konflik politik. Tak hanya itu Antartika juga merupakan benua yang paling berpengaruh pada perubahan iklim dan sistem laut.

“Di Antartika, tidak ada manusia yang tinggal di sana, kita bebas lakukan penelitian, tidak ada klaim negara, tidak butuh visa. Izinnya (penelitian) melalui traktat, asal kita tergabung. Indonesia tidak termasuk di dalamnya (traktat),” kata Nugroho.

Tak heran, banyak negara yang berlomba-lomba mendirikan base camp penelitian di sana.
(mb/detik)

Metrobatam.com tidak bertanggung jawab atas isi komentar yang ditulis. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

BERITA TERKINI

Setnov Dibui, Airlangga Hartato Digadang-Gadang Jadi Ketum Golkar

Metrobatam, Jakarta - Menteri Perindustrian Airlangga Hartato membenarkan bahwa dirinya salah satu orang yang digadang-gadang akan menggantikan Setya Novanto usai ditahan Komisi Pemberantasan Korupsi...

Tikam Warga, Orang Gila Ditembak Polisi

Metrobatam, Pekanbaru - Warga Sungai Beringin Parit 15 Kelurahan Sungai Beringin, Kecamatan Tembilahan, Kabupaten Inhil, Riau, diresahkan dengan adanya orang gila yang berkeliaran. Orang...

Ketua MPR: Akan Baik Kalau Novanto Mundur dari Ketua DPR

Metrobatam, Jakarta - Ketua MPR Zulkifli Hasan ikut bicara soal kursi Ketua DPR yang masih diduduki tersangka kasus dugaan korupsi e-KTP Setya Novanto. Zulkifli...

Edan! Oknum PNS Masukkan Terong dan Timun ke Kemaluan Istri 3 Kali Seminggu

Metrobatam, Deli Serdang - Seorang oknum Pegawai Negeri Sipil (PNS) di Pemkab Deliserdang, Sumatera Utara berinisial RR harus menghadapi proses hukum lantaran dilaporkan istrinya...

Senyum Nazaruddin Merekah Saat Disinggung soal Setya Novanto

Metrobatam, Jakarta - Mantan Bendahara Umum Partai Demokrat Muhammad Nazaruddin tersenyum lebar ketika disinggung soal penahanan Ketua DPR Setya Novanto terkait kasus korupsi proyek...

Ribuan Kosmetik Ilegal Diamankan di Pekanbaru

Metrobatam, Pekanbaru - Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan (BBPOM) Pekanbaru menyita 1.923 kosmetik ilegal yang beredar di sejumlah sarana penjualan. Nilai kosmetik yang...

Kapolri Jamin Keamanan Demi Stabilitas Ekonomi Selama Tahun Politik

Metrobatam, Jakarta - Kepala Kepolisian Republik Indonesia (Kapolri), Jenderal Polisi Tito Karnavian, menjamin stabilitas keamanan dan perekonomian Indonesia selama tahun politik 2018 nanti bisa...

Bertengkar dengan Kekasih, Polisi Prancis Tembak Mati 3 Orang

Paris - Seorang polisi Prancis menembak mati tiga orang sebelum bunuh diri dengan menembak dirinya sendiri. Tindakan sadisnya itu dipicu oleh pertengkarannya dengan sang...

Setnov Minta Perlindungan, Jokowi Tegaskan Semua Ada Aturan

Metrobatam, Jakarta - Presiden Joko Widodo kembali menegaskan, Ketua DPR Setya Novanto harus mengikuti proses hukum yang berlaku. Hal itu disampaikan menyikapi permintaan perlindungan...

Istri Penuhi Panggilan KPK, Novanto Tandatangani BAP

Metrobatam, Jakarta - Istri Ketua DPR Setya Novanto, Deisti Astriani Tagor memenuhi panggilan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Senin (20/11). Mengenakan kemeja batik warna kuning...

Tim Pengendali Inflasi Daerah Kota Batam, Minta Maskapai Tekan Harga Tiket di Akhir Tahun

Metrobatam.com, Batam - Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID) Kota Batam akan mengundang perusahaan maskapai penerbangan jelang akhir tahun ini. Ketua Harian TPID Batam, Jefridin...

Kominfo Batam Siapkan Aplikasi untuk Dukung Mal Pelayanan Publik

Metrobatam.com, Batam - Dinas Kominfo Kota Batam siapkan aplikasi perizinan dan non perizinan untuk mendukung Mal Pelayanan Publik. Kepala Dinas Kominfo, Salim mengatakan ada...
BAGIKAN