Orang yang Dikebiri Kimia, Ini Efek Sampingnya

483

Metrobatam.com, (Mb) – Hukuman kebiri kimiawi telah diatur dalam Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-Undang (Perppu) Nomor 1 Tahun 2016 tentang perubahan kedua atas Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak. Perppu tersebut telah ditandatangani dan diumumkan Presiden Joko Widodo di Istana Merdeka, Jakarta, Rabu sore, 25 Mei 2016.

Kebiri kimiawi dengan menggunakan suntikan dilakukan dengan obat jenis Zaladex dan Tapros. Fungsi obat itu  untuk menurunkan hormon testosteron atau hormon laki-laki yang memiliki pengaruh terhadap libido.

Menurut ahli urologi, Nur Rasyid, penyuntikan ini punya masa berlaku yaitu tiga bulan. Selama masa hukuman maka pelaku mendapatkan suntikan kebiri kimiawi. Rasyid mengatakan, penggunaan dua jenis obat itu telah umum dilakukan para dokter di Indonesia untuk pasien kanker prostat.

Dia mengakui, penggunaan obat kimiawi itu punya efek samping, karena hormon testosteron menurun.

“Efek sampingnya ya jadi gampang lemas, cepet capek, semangat jadi menurun,” kata dia kepada wartawan Kamis malam, 26 Mei 2016.

Setelah mendapat suntikan kebiri kimiawi itu, maka pasien akan mengalami kekurangan hormon seksual pada pria atau disebut andropause.

Selain efek samping kondisi tubuh itu, Rasyid mengatakan, karena andropause maka efek yang terlihat yaitu berubahnya beberapa anggota tubuh pria yang dikebiri.

“Payudara (pria) dan perut jadi besar, jadi tambah buncit. Tapi dia enggak akan jadi cewek-cewek banget,” katanya.

Staf pengajar Sub Bagian Urologi di Fakultas Kesehatan Universitas Indonesia- Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo Jakarta itu mengatakan, praktik kebiri kimiawi, meskipun baru berlaku di Indonesia untuk pertama kali, bukanlah hal yang rumit. Sebab para dokter sudah melakukan hal yang mirip pada pasien kanker prostat.

“Enggak ada masalah itu (kebiri kimiawi). Mudah. Semua dokter (ahli) bisa lakukan itu. Memang ada kontroversi, ada yang setuju, ada yang tidak. Tapi begitu diberlakukan, itu pasti ada yang mau kerjakan itu,” ujarnya.

Rasyid mengatakan, untuk persiapan melakukan kebiri juga bukanlah hal yang rumit. Dokter tinggal mengecek kesehatan pasien.

“Pengecekan standar tidak seperti pengecekan di laboratorium. Enggak ada sesuatu yang sulit. Begitu pengadilan putuskan itu, sudah siap (dilakukan kebiri)” kata dia.

 

(Mb/vinanews)

Metrobatam.com tidak bertanggung jawab atas isi komentar yang ditulis. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

BERITA TERKINI

Belum Ditemukan Dugaan Sabu di Kapal Win Long BH2998

Metrobatam.com, Karimun - Petugas gabungan TNI, Polri dan Bea dan Cukai hingga Sabtu petang belum menemukan narkotika jenis sabu-sabu yang diduga dibawa kapal asing,...

Ketua Korcab IV DJAB Serahkan Bantuan Kepada Yayasan Hang Tuah Tanjungpinang

Metrobatam.com, Tanjungpinang - Ketua Kordinator Cabang (Korcab) IV Daerah Jalasenastri Armada Barat (DJAB) Ny. Irmelda R. Eko Suyatno selaku Anggota Pengawas Yayasan Hang Tuah...

Pelaku Penggelapan Ditangkap Polsek Batam Kota

Metrobatam.com, Batam - Jajaran Polsek Batam Kota berhasil mengamankan 1 (Satu) Orang Tersangka pelaku Tindak Pidana Penggelapan, Batam (24/02/2018) Tersangka merupakan karyawan toko King Of...

Hanya Tunjukan KTP, Bayi David Alfian dapat Fasilitas Berobat Gratis

Metrobatam.com, Bintan - David Alfian (5 bulan) Warga Kampung Bangun Rejo, Km.18 , Kecamatan Bintan Timur, Kijang. saat pertama kali datang ke RSUD Kabupaten...

Tim Gabungan Polri- Bea Cukai Kembali Tangkap Kapal Diduga Angkut 3 Ton Sabu di...

Metrobatam.com, Batam - Kapolri Jenderal Tito Karnavian mengungkapkan tim gabungan Polri dan Bea-Cukai kembali menangkap kapal laut di perairan Kepulauan Riau (Kepri). Kapal itu...

Kapolri dan Menkeu Ekspos Tangkapan Sabu 1,6 Ton di Batam

Metrobatam.com, Batam - Kapolri Jenderal Tito Karnavian dan Menteri Keuangan Sri Mulyani mengecek lokasi dan barang bukti 1,6 ton sabu di Pelabuhan Sekupang, Batam,...

Terciduk, Pengemis Ini Bawa Uang Rp 43 Juta

Metrobatam, Tasikmalaya - Aparat Satpol PP Kota Tasikmalaya kaget saat menciduk Epon (49). Pengemis tersebut yang kedapatan membawa gepokan uang dan sejumlah perhiasan emas...

Longsor Brebes, Tim SAR Temukan Potongan Jasad Korban

Metrobatam, Jakarta - Tim pencarian dan penyelamatan (SAR) gabungan Polri, TNI dan Basarnas menemukan tiga potongan tubuh yang diduga merupakan korban longsor Bukit Lio,...

Terdakwa Bom Thamrin Aman Abdurrahman Tolak Baca Eksepsi

Metrobatam, Jakarta - Oman Rochman alias Aman Abdurrahman, terdakwa kasus teror bom Thamrin tahun 2016 menolak membacakan nota keberatan atau eksepsi di depan majelis...

Wiranto dan Tito Sepakat Batalkan Jenderal Jadi Pj Gubernur

Metrobatam, Jakarta - Menteri Koordinator bidang Politik, Hukum, dan Keamanan Wiranto membatalkan usulan jenderal polisi sebagai Penjabat (Pj) Gubernur setelah berkoordinasi dengan Kapolri Jenderal...

Duet Susi-Sri Mulyani Selamatkan Bayi Lobster Rp 14,4 M

Metrobatam, Tangerang - Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati dan Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti memberikan keterangan terkait penggagalan penyelundupan benih lobster yang rencananya...

PPP Duga Ada Orang Kuat di Balik Penyerangan Tokoh Agama, Partai Rame-rame Membantah

Metrobatam, Jakarta - Ketua Umum Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Muhammad Romahurmuziy menduga ada orang kuat yang mendesain penyerangan terhadap ulama dan tokoh agama yang...
BAGIKAN