OTT Pungli di Pelabuhan ASDP Punggur, Polisi akan Selidiki Aliran Dana Hasil Pungli

Metrobatam.com, Batam – Kapolda Kepri Irjen Pol Sam Budigusdian mengatakan kepolisian akan mendalami dugaan aliran dana hasil pungutan liar di Pelabuhan PT ASDP Telaga Punggur Batam seperti pengakuan dua tersangka yang diamankan, Rabu (19/4) sore.

“Pengakuan tersangka ada aliran. Pengakuannya disetorkan juga ke Manager. Kami akan dalami pengakuan itu,” kata Kapolda di Batam, Jumat.

Ia mengatakan, masih terus melakukan pemeriksaan dua tersangka FRN yang bertugas menerima uang punggutan dari korban dan DA seorang supervisor yang memerintahkaan tersangka pertama menerima uang kutipan. Serta sejumlah saksi atas pengungkapan tersebut.

“Semua yang terlibat akan kami ungkap. Kami masih telusuri pihak-pihak yang turut menikmati hasil pungli tersebut,” kata Sam.

Sam saat ditanya kemungkinan adanya tersangka baru dalam kasus tersebut mengatakan semua harus memenuhi unsur sehingga bisa diproses lebih lanjut.

“Untuk menetapkan tersangka baru tentu harus ada bukti yang kuat agar kasusnya bisa lnjut,” kata dia.

Kapolda juga mengatakan, Tim Saber Pungli akan terus bekerja untuk mengungkap praktik-praktik lain yang merugikan negara dan masyarakat khususnya bagian pelayanan umum.

“Target kami setiap minggu ada operasi tangkap tangan untuk memperbaiki sektor-sektor layanan yang selama ini menyusahkan masyarakat,” kata dia.

Dalam operasi yang dilaksanakan Rabu sore tersebut diamankan uang Rp4,8 juta yang merupakan pembayaran dari saksi Bn dan tidak menggunakan tiket.

Selain itu juga disita uang Rp3,252 juta yang juga merupakan hasil pembayaran pengguna transportasi tanpa tiket.

“Kami juga mengamankan uang Rp37 juta yang merupakan hasil korupsi sembilan hari dari 11-18 April yang disimpaan dalam brankas. Praktik ini sudah lama sehingga kerugian negara juga besar,” kata dia.

Petugas juga menyita manifest KMP Lome tujuan Tanjung Balai Karimun tertanggal 12, 17 dan 19 April 2017. Laporan produksi dan pendapatan tiket terpadu terjual pershift pada 12 dan 17 April 2017.

“Dari keterangan tersangka, kendaraan khususnya pengngkut barang yang akan menyeberang juga dinaikan golongannya sehingga bayar lenbih mahal. Selain itu, ada dua manifest dalam setiap kapal dengan data berbeda yang menunjukkan sebagaian uang yang diperoleh dari penjualan tiket tidak disetorkan,” kata Sam.

Atas perbuatan tersebut, dua tersangka disangkakan Pasal 2 ayat 1 dan atau Pasal 3, dan atau Pasal 5, dan atau Pasal 11, dan atau Pasal 12 UU No.13 tahun 2009 sebagaimana telah diubah dengan UU No.20 tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi dan atau Pasal 21 UU NO.28 tahun 1999 tentang Penyelenggaraan Negara yang bersih dan bebas dari KKN dan atau Pasal 3 UU No.11 tahun 1980 tentang tindak pidana suap Jo Pasal 55 KUH Pidana.

“Tersangka terancam hukuman pidana minimal 4 tahun dan paling lama 20 tahun serta denga paling sedikit Rp200 juta dan paling banyak Rp1 miliar,” kata dia.

Antara

Metrobatam.com tidak bertanggung jawab atas isi komentar yang ditulis. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

BERITA TERKINI

Warga Malaysia Diajak Menggalang Dana Menalangi Utang Negara Rp 3.570 T

Metrobatam.com, Kuala Lumpur - Warga Malaysia ramai-ramai diajak untuk menggalang dana menalangi utang negara yang sudah menembus 1 triliun RM (Ringgit Malaysia) atau sekitar...

Terkait KEK, Pengusaha Ngadu ke DPRD Kota Batam

Metrobatam.com, Batam - Nuryanto, SH,MH memimpin Rapat Dengar Pendapat Umum (RDPU) terkait penyampaian aspirasi dari para pengusaha dan asosiasi Kota Batam melalui Kadin yang...

Bea dan Cukai Batam : Pengawasan Barang di FTZ Lebih Sulit Dibanding KEK

Metrobatam.com, Batam - Pengawasan barang di Free Trade Zone (FTZ) lebih sulit dibandingkan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK). Dampak lainnya juga menjadikan Batam tepat untuk...

Tangkal Terorisme, Pengajar Harus Belajar Nilai Kebangsaan

Metrobatam, Jakarta - Akademisi Muslim Azyumardi Azra mengimbau tenaga pengajar di kampus mendapat pelatihan kembali soal kebangsaan. Tuntutan Azyumardi itu terkait dengan temuan sejumlah...

Jelang Final Liga Champions: Zinedine Yazid Zidane vs Juergen Norbert Klopp

Metrobatam, Jakarta - Juergen Klopp senang hanya bertemu Zinedine Zidane setelah dia jadi pelatih. Genius sebagai peraci strategi, jalan karier keduanya memang beda jauh. "Dia...

JK Sebut Daftar Mubalig Dibuat Agar Tak Sembarangan Ceramah

Metrobatam, Jakarta - Wakil Presiden Jusuf Kalla mendukung langkah Kementerian Agama yang mengeluarkan daftar 200 nama mubalig. Menurut JK, daftar nama itu berguna mengatur...

Ketua KPK Sindir DPR yang Dukung Eks Koruptor Nyaleg

Metrobatam, Jakarta - Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Agus Rahardjo menyindir pihak-pihak yang membolehkan mantan narapidana korupsi menjadi calon anggota legislatif pada Pemilu 2019....

Penyidik Sebut Fredrich Minta Kerjaan: Dia Bilang KPK Kan Banyak OTT

Metrobatam, Jakarta - Fredrich Yunadi disebut pernah meminta agar dibagi kasus pada seorang penyidik senior KPK. Ambarita Damanik. Namun, permintaan Fredrich itu disampaikan sembari...

Soal Ekonomi RI Lampu Kuning, Ini Penjelasan BI

Metrobatam, Jakarta - Beberapa kalangan menyebutkan bahwa kondisi ekonomi Indonesia saat ini berada dalam lampu kuning. Menguatnya dolar Amerika Serikat (AS) terhadap rupiah hingga...

UU Terorisme Beri Kompensasi Korban hingga Peristiwa Bom Bali

Metrobatam, Jakarta - Undang-Undang Nomor 15 Tahun 2003 tentang Tindak Pidana Terorisme yang baru saja disahkan DPR mengatur tentang pemberian kompensasi bagi korban aksi...

Moeldoko Sebut Perpres Korupsi Tinggal Diteken Jokowi

Metrobatam, Jakarta - Kepala Staf Kepresidenan Moeldoko mengatakan hasil revisi Peraturan Presiden Nomor 55 Tahun 2012 tentang Strategi Nasional Pencegahan dan Pemberantasan Korupsi sudah...

Kontroversi Takjil Politik #2019GantiPresiden

Metrobatam, Jakarta - Pembagian takjil gratis berstiker #2019GantiPresiden yang dibagikan Komunitas Relawan Sadar Indonesia (Korsa) menuai kontroversi. Pendukung Joko Widodo (Jokowi) mengkritik pembagian takjil...
BAGIKAN