Pabrik Esemka di Boyolali Besar, Ada Tempat Pengujiannya Juga

oleh

Metrobatam, Jakarta – Esemka yang digadang sebagai calon mobil nasional disebut-sebut punya pabrik yang berlokasi di Jalan Mangu – Sambi, Boyolali, Jawa Tengah. Dan dikatakan, areanya cukup luas.

“Jadi PT Esemka yang sekarang itu, Adi Perkasa Citra Esemka Hero. Ini fasilitas produksinya di Boyolali. Areanya cukup luas. Kalau nggak keliru itu sekitar 15 hektare untuk pabriknya saja. Untuk luas lahan keseluruhan sekitar 35 hektare. Sampai area pengujian pun ada. Saya ke sana bulan September,” kata Direktur Industri Maritim, Alat Transportasi, dan Alat Pertahanan, Kementerian Perindustrian, Putu Juli Ardika, saat ditemui detikOto di kantornya, di Jalan Gatot Subroto, Jakarta Selatan (19/10).

Sebagai informasi, Esemka sendiri sudah mendapatkan TPT (Tanda Pendaftaran Tipe) dan Sertifikat Uji Tipe (SUT) dari Kementerian Perhubungan.

“SUT (mobil Esemka) yang masuk ke kita itu ada 3 jenis kendaraan. Pickup, double cabin, dan minivan,” terang Putu.

Mobil Esemka tersebut adalah Garuda I 2.0 (4×4) M/T, Bima 1.0 L (4×2) M/T, Bima 1.0 (4×2) M/T, Niaga 1.0 (4×2) M/T, Bima 1.8D (4×2) M/T, Bima 1.3 (4×2) M/T, Borneo 2.7D (4×2) M/T, dan Digdaya 2.0 (4×2) M/T. Dilihat dari kodenya, semua mobil ini memang masih pakai transmisi manual.

Belum diketahui, apakah pabrik Esemka di Boyolali ini sudah beroperasi sepenuhnya untuk memproduksi ketiga jenis mobil tersebut. Namun, menurut Putu, saat ia bertandang ke sana, pembuatan mobil pickup (Bima) sudah mulai diproses.

“Perkembangan terkini saya belum melihat, tapi waktu ke sana (September lalu) saya lihat line produksinya itu adalah pembuatan pickup. Pickup Esemka ada tiga, 1.000 cc, 1.300 cc, dan ada diesel 1.800 cc,” pungkas Putu.

Berikut daftar kendaraan bermotor merek Esemka:

  1. Garuda I 2.0 (4×4) MT : Mobil penumpang bukan sedan : BBM Solar.
  2. Bima 1.3 L (4×2) M/T : Mobil barang bak muatan terbuka : BBM Bensin.
  3. Bima 1.0 (4×2) M/T : Mobil barang bak muatan terbuka : BBM Bensin.
  4. Niaga 1.0 (4×2) M/T : Mobil penumpang : BBM Bensin.
  5. Bima 1.8D (4×2) M/T : Mobil barang bak muatan terbuka : BBM Solar.
  6. Bima 1.3 (4×2) M/T : Mobil barang bak muatan terbuka : BBM Bensin.
  7. Borneo 2.7D (4×2) M/T : Mobil bus : BBM Solar.
  8. Digdaya 2.0 (4×2) M/T : Mobil barang bak muatan terbuka kabin ganda : BBM Solar.

Di Boyolali Produksi Pikap

Pabrik Esemka di Desa Demangan, Boyolali, sudah mulai beroperasi. detikOto pun sempat mengunjungi pabrik tersebut pada awal Oktober. Tampak sejumlah mobil sudah berjejer rapi di halaman pabrik Esemka di Desa Demangan, Kecamatan Sambi, Boyolali, Jawa Tengah.

Mobil jenis pikap itu diperkirakan merupakan hasil perakitan di pabrik tersebut. Apakah ini artinya Esemka sudah mulai memproduksi mobil?

Jika merunut penjelasan Direktur Industri Maritim, Alat Transportasi, dan Alat Pertahanan, Kementerian Perindustrian, Putu Juli Ardika, Esemka memang sudah memproduksi mobil jenis pikap tersebut.

“Perkembangan terkini saya belum melihat, tapi waktu ke sana (September lalu) saya lihat line produksinya itu adalah pembuatan pikap,” kata Putu, saat ditemui detikOto, di kantornya, di Jalan Gatot Subroto, Jakarta Selatan.

Nantinya, mobil pikap Esemka yang dinamakan Bima ini bakal mempunyai tiga tipe. Apa saja?

“Pilihan mesinnya ada 3, ada yang 1.000 cc, 1.300 cc, dan ada diesel 1.800 cc,” terang Putu.

Esemka sendiri total mempunyai 8 jenis mobil yang sudah mendapat TPT (Tanda Pendaftaran Tipe) dan SUT (Sertifikat Uji Tipe) dari Kementerian Perhubungan.

Selain pikap Bima, ada mobil penumpang Garuda 2.000 cc, minibus Borneo 2.700 cc, double cabin Digdaya 2.000 cc, dan mobil penumpang Niaga 1.000 cc. (mb/detik)