PAD Daerah Karimun dari IMTA Capai Rp1,5 Miliar

534

Metrobatam.com, Karimun – Pendapatan Asli Daerah Karimun dari retribusi Izin Mempekerjakan Tenaga Asing (IMTA) sejak Januari-April 2016 ini sudah mencapai Rp1,5 miliar. Kontribusi untuk kas daerah itu paling banyak berasal dari Tenaga Kerja Asing (TKA) yang bekerja pada PT Saipem Indonesia Karimun Branch (SIKB).

Kepala Dinas Tenaga Kerja Kabupaten Karimun Ruffindy Alamsjah di Tanjungbalai Karimun, Selasa (26/4) mengatakan, meski baru memasuki tri wulan kedua atau pada April, namun pendapatan dari retribusi IMTA itu sudah hampir separuh dari pendapatan selama kurun waktu 2015 lalu sekitar Rp2,6 miliar.

“Retribusi IMTA cukup fantastis mendongkrak PAD Karimun dari sektor pajak dan retribusi. Retribusi ini efektif diberlakukan sejak terbitnya Peraturan Daerah no 07 tahun 2014 tentang IMTA. Kami optimis, retribusi IMTA pada tahun ini bisa mencapai Rp5 miliar,” ungkap Ruffindy.

Dijelaskan, Pemkab Karimun hanya bisa memungut TKA yang melakukan perpanjangan kontrak kerja pada satu lokasi atau satu perusahaan. Para TKA itu wajib membayar 100 dolar Amerika untuk setiap kali perpanjangan izin bekerja di Kabupaten Karimun. Retribusi sebanyak itu disetor TKA maupun melalui perusahaan tempat dia bekerja ke rekening khusus di Bank Riaukepri.

“Setelah setoran itu masuk dalam sistem di Dinas Pendapatan Daerah, baru Disnaker menerbitkan izin bekerja kepada TKA itu. Kami hanya bisa memungut ketika TKA itu melakukan perpanjangan izin kerja, kalau tidak kami tak bisa apa-apa. Makanya, semakin banyak TKA memperpanjang izin kerjanya, maka semakin besar retribusi yang masuk ke kas daerah,” tuturnya.

Anggaran dari retribusi IMTA tersebut, jelas Ruffindy, masih berada di kas daerah. Dana itu nantinya bakal digunakan untuk peningkatan kualifikasi tenaga kerja lokal atau pelatihan sertifikasi seperti piter, welder, operator atau penambahan skill bagi tenaga kerja lokal lainnya hingga mampu bersaing bagi tenaga kerja asing.

Menurutnya, berdasarkan data yang ada di Dinas Tenaga Kerja Karimun per 2015, jumlah TKA yang bekerja di Karimun mencapai lebih dari 1.250 orang yang bekerja di sejumlah perusahaan, terutama perusahaan yang beroperasi di Kawasan Perdagangan Bebas atau Free Trade Zone (FTZ) di Pulau Karimun Besar.

Sementara, ketika ditanya berapa data jumlah TKA terakhir atau pada 2016 ini yang bekerja di sejumlah perusahaan di Karimun, Ruffindy mengaku tidak hafal. Hanya saja, menurut dia, jumlah TKA terbanyak ada di PT SIKB dengan jumlah sekitar 613 orang, sisanya sekitar 650 orang bekerja di perusahaan lain.

Ruffindy juga menjelaskan, untuk TKA yang bekerja di laut, pihaknya belum bisa memungut IMTA, karena para TKA yang rata-rata bekerja diatas Kapal Isap Produksi (KIP) mitra PT Tambang Timah itu mengantongi Kemudahan Khusus Keimigrasian (Dasuskim) yang dikeluarkan oleh Imigrasi, rata-rata mereka hanya bekerja selama 3 bulan saja.

Sumber: Haluankepri

Metrobatam.com tidak bertanggung jawab atas isi komentar yang ditulis. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

BERITA TERKINI

Bareskrim Polri Kembali Tangkap Penyelundup Miras Ilegal Jariangan Batam

Metrobatam.com, Jakarta - Direktorat Tindak Pidana Ekonomi dan Khusus Bareskrim menangkap 2 tersangka penyelundupan miras jaringan BH alias Kwkn. Kedua tersangka berinisial F dan...

Seluruh Fraksi di DPRD Kepri Sepakat Perda Pendidikan Perjuangkan Guru Honorer

Metrobatam.com, Tanjungpinang - Seluruh fraksi Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kepri sepakat untuk melanjutkan hak inisiatif pengelolaan pendidikan diatur dalam Peraturan Daerah (Perda). Ketua DPRD...

36 PTIS Riau-Kepri Ramaikan PIOS Ke-6 di Batam

Metrobatam.com, Batam - Sebanyak 36 Perguruan Tinggi Islam Swasta (PTIS) Riau-Kepulauan Riau mengikuti Pekan Ilmiah Olahraga dan Seni (PIOS) Ke-6, Senin (23/10). Kegiatan yang...

AS Tolak Panglima TNI, Media Australia: Ini Bencana Diplomatik

Canberra - Media-media asing ramai memberitakan penolakan Amerika Serikat (AS) terhadap Panglima TNI, Jenderal Gatot Nurmantyo. Media Australia menyoroti alasan misterius di balik penolakan...

Dicecar Hakim, Eks Dirut PNRI Menangis di Sidang e-KTP

Metrobatam, Jakarta - Mantan Direktur Utama PNRI Isnu Edhi Wijaya menangis di sidang dugaan korupsi e-KTP. Isnu menangis saat dicecar hakim soal peran Andi...

Dubes AS Minta Maaf, Menlu Retno: Tak Cukup, Perlu Penjelasan

Metrobatam, Jakarta - Dubes AS untuk RI Joseph Donovan meminta maaf atas insiden penolakan AS terhadap Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo. Namun, bagi pemerintah...

Pilkada 2018 Diprediksi Sedot Kas Negara Sampai Rp20 Triliun

Metrobatam, Jakarta - Dana hibah yang disepakati akan dikucurkan untuk pelaksanaan Pilkada serentak 2018 di 171 daerah sudah mencapai Rp15,2 triliun. Belasan triliun dana...

Istana akan Gelar Rapat Bahas Densus Tipikor

Metrobatam, Bandung - Usulan pembentukan Detasemen Khusus Tindak Pidana Korupsi (Densus Tipikor) oleh Polri menuai kritikan dari berbagai pihak. Wakil Presiden Jusuf Kalla (JK)...

Papua Mencekam! 4 Anggota Brimob Ditembak saat Evakuasi Jenazah Rekannya

Metrobatam, Jayapura - Pasca teror penembakan di kawasan Freeport, hingga kini aksi penembakan terus terjadi. Pagi ini, empat anggota Brimob Polda Papua tertembak saat...

Soal Penolakan pada Panglima TNI, Wiranto Tunggu Penjelasan AS

Metrobatam, Jakarta - Menteri Koordinator bidang Politik, Hukum, dan Keamanan Wiranto mengatakan masih menunggu klarifikasi dari pihak Amerika Serikat terkait dengan penolakan Panglima TNI...

Ketua DPRD Kabupaten Padang Lawas Terjaring Razia Narkoba di Diskotek

Metrobatam, Medan - Petugas Gabungan Polisi dan Badan Narkotika Nasional, yang dipimpin Kepala Bagian Operasi (Kabag Ops) Polrestabes Medan, berhasil menjaring sebanyak 80 orang...

PBNU: Yang Menolak Pancasila, Silakan Hidup di Afghanistan

Metrobatam, Jakarta - Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) Said Aqil Siroj menegaskan bahwa ideologi Pancasila sebagai dasar negara Indonesia tak bisa diganggu...
BAGIKAN