Riau Gagal Cegah Kebakaran Hutan

    168

    kabut asapa

    Metrobatam.com, Pekanbaru – Panglima Daerah Militer (Pangdam) I/Bukit Barisan Mayor Jenderal TNI Lodewyk Pusung mengatakan Riau telah gagal mencegah kasus kebakaran hutan dan lahan. Sejak tiga pekan terakhir kebakaran kembali marak terjadi di seluruh wilayah Riau. Dikhawatirkan kebakaran itu akan kembali menimbulkan bencana kabut asap.

    “Tidak salah bila Panglima TNI dan Kapolri menilai kami telah gagal dalam sosialisasi mencegah kebakaran lahan, buktinya hutan terbakar lagi,” kata Lodewyk, di hadapan pejabat Riau dalam rapat koordinasi penetapan statuta siaga darurat kebakaran hutan dan lahan, di Pangkalan TNI Angkatan Udara Roesmin Nurjadin, Pekanbaru, Senin, 7 Maret 2016.

    Menurut Lodewyk, kebakaran lahan yang kembali terjadi membuktikan sosialisasi pemerintah daerah dan penegak hukum tidak sampai ke masyarakat, sehingga kata dia, sampai kini masih ada warga tanpa takut melakukan pembakaran lahan. “Mari kita akui bersama, ini tahun ke-18 Riau terbakar,” ujarnya dengan nada tinggi.

    Lodewyk menyatakan, TNI dan kepolisian telah berjibaku memadamkan api di lahan gambut. Namun di sisi lain, menurut dia, instansi kehutanan dalam hal ini Badan Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) kurang peduli dengan kondisi tersebut. Lodewyk mengatakan Dinas Kehutanan BKSDA tidak pernah ada di lapangan. “Ke mana (Dinas) Kehutanan? ini situasi milik Anda, jangan tidur. TNI dan kepolisian bukan pembantu, tapi membantu, bukan soal jabatan dicopot, tapi dianggap gagal menjalankan tugas bikin malu,” ujarnya.

    Dia juga mengatakan TNI sudah bersiap kembali memadamkan api. Saat ini telah ada empat satuan setingkat kompi dan 1.000 personel cadangan Kodam untuk diterjunkan memadamkan api. “Pasukan segera kami sebar di setiap daerah rawan kebakaran lahan,” ujarnya

    Adapun Kepala Bidang Badan Konservasi Alam Wilayah I Riau Supartono membantah tudingan tersebut. Menurut dia, pihaknya telah mengerahkan seluruh pasukan ke sejumlah titik rawan kebakaran dan melakukan patroli di lapangan untuk pencegahan kebakaran lahan. Namun, dia mengakui jumlah petugas Manggala Agni jauh lebih sedikit dibandingkan TNI dan kepolisian. “Kami kekurangan personil,” kata Supartono, kepada Tempo.

    Supartono mengakui jumlah personel Manggala Agni milik BKSDA hanya 182 orang yang terbagi di empat daerah operasi, yakni Bengkalis, Siak, Dumai, dan Pekanbaru. Jumlah tersebut dianggap kurang untuk mengawal 13 kabupaten/kota di Riau.

    Mengenai pencegahan kebakaran lahan, Supartono mengakui BKSDA bersama TNI, kepolisian, dan melibatkan masyarakat selalu melakukan patroli di kawasan hutan. Pihaknya telah mendata 89 desa rawan kebakaran hutan, sementara 36 desa telah dilakukan patroli rutin dan sosialisasi pencegahan kebakaran.

    Pemerintah Provinsi Riau menetapkan status siaga darurat kebakaran hutan dan lahan menyusul kian meningkatnya titik api di Riau. Kebakaran lahan marak terjadi di setiap wilayah, bahkan sudah sampai melahap zona inti cagar biosfer giam siak kecil.

    Sumber Tempo

    Metrobatam.com tidak bertanggung jawab atas isi komentar yang ditulis. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

    BERITA TERKINI

    Bupati Bintan Segera Terapkan 3 Inovasi di Bidang Kesehatan

    Metrobatam.com, Bintan - Guna memaksimalkan Pelayanan Kesehatan kepada seluruh masyarakat di Kabupaten Bintan, maka Bupati Bintan H Apri Sujadi, S.Sos mencetuskan 3 inovasi terbaru...

    Riset Intelijen Media: Isu PKI Banjiri Medsos, Jokowi dan Panglima TNI Paling Banyak Disebut

    Metrobatam, Jakarta - Percakapan tentang isu Partai Komunis Indonesia (PKI) ramai diperbincangkan "netizen" di media sosial, bahkan kembali meningkat tajam sepanjang September 2017 dan...

    Waduh! Kekeringan di Karawang Meluas, 33.325 Warga Kesulitan Air Bersih

    Metrobatam, Karawang - Kekeringan di Kabupaten Karawang, Jawa Barat terus meluas hingga di 33 desa. Akibatnya sebanyak 30. 325 jiwa terkena dampak kekeringan. Warga...

    Edan! Dikira Taksi Online, Mobil Merah Ini Digulingkan Massa

    Metrobatam, Batam - Keberadaan taksi online ternyata masih belum bisa diterima oleh kelompok tertentu. Baru-baru ini sebuah kejadian miris terjadi Kota Batam, Kepulauan Riau...

    Usut Korupsi E-KTP, KPK Periksa 7 Saksi dari Perekayasa BJIK hingga Sopir Terdakwa

    Metrobatam, Jakarta - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) memanggil tujuh orang saksi dalam kasus megakorupsi pengadaan e-KTP. Mereka akan diperiksa sebagai saksi untuk tersangka Setya...

    Isi e-Money Kena Biaya, OJK: Bank kan Cari Untung Tapi Harus Terukur

    Metrobatam, Jakarta - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menyebutkan, pembatasan fee isi ulang e-money agar para perbankan tidak mengambil untung secara sembarangan melainkan harus terukur. Hal...

    Ini Isi Surat Penetapan Ridwan Kamil Jadi Cagub Jabar oleh Golkar

    Metrobatam, Jakarta - Partai Golkar mengesahkan dan menetapkan Ridwan Kamil berpasangan dengan Daniel Muttaqien maju ke Pilgub Jabar 2018. Keputusan tersebut sudah direstui oleh...

    Enam Bulan Jelang Pensiun, Panglima TNI Gatot Nurmantyo Minta Saran Senior

    Metrobatam, Jakarta - Enam bulan jelang pensiun, Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo meminta saran kepada para senior dan sesepuh di institusinya. Ia meyakini bahwa...

    Novanto Tetapkan Emil Jadi Cagub Jabar, NasDem Menyambut Baik

    Metrobatam, Jakarta - Ketum Golkar Setya Novanto membuat langkah mengejutkan dengan menunjuk Ridwan Kamil sebagai cagub Jawa Barat (Jabar) 2018. NasDem menyambut baik, meski...

    Polisi Sita 2 Ribu Pil PCC di Medan, 2 Pengedar Ditangkap

    Metrobatam, Medan - Polisi menyita 2 ribu lebih pil PCC di Medan, Sumatera Utara (Sumut). Dari pengungkapan itu, polisi menangkap dua pengedar pil. "Kedua tersangka...

    Polisi Akan Panggil Sejumlah Nama yang Terlibat Kasus Saracen

    Metrobatam, Jakarta - Kepolisian bersama Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK) terus melakukan penelusuran soal aliran dana ke Sindikat Saracen. Dari hasil penyidikan...

    Pria India Ini Pemilik 145 Gelar Pendidikan dalam 30 Tahun

    Metrobatam, Jakarta - Dibandingkan dengan VN Parthiban, mendapatkan satu gelar pendidikan S1 selama 4 tahun bukanlah hal yang sulit. Parthiban adalah seorang profesor yang mengajar...
    BAGIKAN