PDIP dan Gerindra Akan Berkoalisi Kalahkan Ahok

374

Metrobatam.com, Jakarta – Partai Gerindra dan PDIP tampaknya akan mengulang sejarah untuk kembali berkoalisi di Pilgub DKI. Dengan menggabungkan kekuatan, Gerindra yakin mampu mengalahkan Gubernur DKI petahana Basuki T Purnama (Ahok).

“Ahok bukan sesuatu yang berat untuk kami, pasti kalah,” ungkap Waketum Gerindra Arief Poyuono saat berbincang dengan detikcom, Rabu (25/5/2016).

Gerindra dan PDIP disebut Arief punya banyak kesamaan. Terutama soal ideologi akan perjuangan terhadap wong cilik.

“Gerindra dan PDIP antipenindasan terhadap wong cilik. Gusur menggusur tidak boleh semena-mena dilakukan pejabat pimpinan Jakarta, seperti yang dilakukan Ahok,” ucap Arief.

“Gerindra terbiasa tidak suka bohong. Misalnya dulu berjanji bersama Joko Widodo akan menyelesaikan masalah Jakarta. Banjir dan macet. Ternyata masih, walau kami tahu sangat sulit. Tapi sepertinya tidak ada progres,” lanjut dia.

Arief mengatakan Gerindra tidak bermaksud melawan Ahok. Hanya saja partai pimpinan Prabowo Subianto itu ingin mengusung pasangan yang memperhatikan keadilan bagi warga Jakarta.

“Jakarta dalam pandangan Ahok hanya Sudirman atau Kuningan dan sekitarnya saja. Di pinggiran Jakarta, jalan masih banyak yang rusak dan kotor. Coba masuk ke gang-gang, kotor sampah di mana-mana. Kalau mengenai KJS, KIP itu amanat UU Jamsos. Harus dilaksanakan,” beber Arief.

Keyakinan Gerindra mampu mengalahkan Ahok di Pilgub menurut Arief bukan tanpa alasan. Sebab pihaknya sudah melakukan survei dan melihat potensi kekalahan Ahok.

“Ahok karena Pak Jokowi aja bisa menang. Jangan terkecoh. (Ahok) Pasti kalah. Pilgub lalu itu, Jaktim dan Jaksel Jokowi-Ahok kalah karena masih ada primordialisme (kesukuan berlebihan). Menang di Jakbar dan Jakut, Jakpus imbang. Tapi sekarang Jakut sudah marah sama Ahok. Misal yang di Pasar Ikan, Cilincing,” klaim Arief.

Untuk warga menengah ke atas pun, Gerindra mendapat data bahwa sudah banyak pemilih yang ogah untuk mendukung Ahok. Meski mereka adalah kalangan minoritas yang sama seperti Ahok.

“Kita dapat masukan dari bawah, jangan calonkan Ahok karena mereka tidak akan pilih. Di Kelapa Gading, Mangga Dua, penghuni-penghuni apartemen. Karena Ahok tidak berpihak dengan penghuni, tapi ke pengembang,” Arief menjelaskan.

“Mereka tidak menginginkan Ahok, padahal penghuni apartemen isinya kan kaum minoritas. Sudah ada surveinya,” tambah dia.

Kaum minoritas disebut Arief menyadari bahwa maksud dan tujuan Ahok baik untuk membenahi Jakarta. Hanya saja cara yang dipilih Ahok dikhawatirkan dapat menimbulkan kerusuhan. Untuk itu, mereka, kata Arief, tidak ingin Ahok kembali memimpin Jakarta dan hal tersebut dimanfaatkan Gerindra.

“Ada ketakutan dari kaum minoritas akan ada kerusuhan di Jakarta. Kami memang dulu sempat punya kekhawatiran yang sama. Gerindra yang pertama kali menyodorkan Ahok sebagai kaum minoritas untuk berjuang di Jakarta. Kami yakin sekarang Ahok pasti kalah,” pungkas Arief. (mb/detik)

Metrobatam.com tidak bertanggung jawab atas isi komentar yang ditulis. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

BERITA TERKINI

BMKG : Gempa Jabar akibat tumbukan Lempeng Indo Australia-Eurasia

Metrobatam.com, Jakarta - Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika mengatakan gempa bumi dengan magnitudo 7,3 pada Jumat (15/12) pukul 23.47 WIB disebabkan aktivitas zona subduksi...

Bupati Bintan Serahkan Bantuan Kapal dan Asuransi Nelayan

Metrobatam.com, Batam - Bupati Bintan H Apri Sujadi, S.Sos didampingi Wakil Bupati Bintan Drs Dalmasri Syam, Sekda Kabupaten Bintan Drs Adi Prihantara menyerahkan bantuan...

Dukun Pengganda Uang Kubur 2 Korbannya, 1 Dikubur Dalam Keadaan Masih Hidup

Metrobatam, Batang - Seorang pria di Batang, Jawa Tengah yang mengaku bisa menggandakan uang mengubur dua korbannya. Salah seorang korban terungkap dikubur dalam keadaan...

Dubes Saudi Harapkan Moratorium Pengiriman TKI Dicabut

Metrobatam, Jakarta - Duta Besar Arab Saudi untuk Indonesia Osama bin Mohammed Abdullah Al-Shuaibi mengharapkan moratorium pengiriman tenaga kerja Indonesia (TKI) yang berlaku sejak...

Biadab, Pembunuh Sadis Ini Masih Perkosa Korbannya yang Sudah Mati

Metrobatam, Serang - Empat pelaku pembunuhan sadis di Serang ditangkap polisi. Jejak mereka terungkap usai jenazah korban, S, ditemukan warga di Sungai Cibongor, Cikeusal...

Soal Kumpul Kebo Tak Bisa Dipidana, Ketua MK: Despiritualisasi Hukum

Metrobatam, Jakarta - Ketua Mahkamah Konstitusi (MK) Arief Hidayat menyatakan KUHP harus disesuaikan dengan semangat kebangsaan Indonesia. KUHP yang diimpor dari Belanda dinilai sangat...

Dedi Mulyadi: Golkar Terbuka Evaluasi Dukungan Pilkada Jabar

Metrobatam, Jakarta - Golkar tidak menutup kemungkinan menarik dukungannya terhadap Ridwan Kamil pada Pemilihan Kepala Daerah Jawa Barat (Pilkada Jabar) 2018. Hal itu disampaikan...

Bawa Ribuan Butir Ekstasi dan Sabu, Oknum TNI Ditangkap Polisi

Metrobatam, Jambi - Tim Opsnal Subdit II Ditresnarkoba Polda Jambi berhasil mengamankan tiga orang laki-laki yang diduga membawa ribuan butir pil ekstasi dan sabu-sabu. Informasi...

Konflik Belum Usai, PKS Ajukan Kasasi Pemecatan Fahri Hamzah

Metrobatam, Jakarta - Partai Keadilan Sejahtera (PKS) tetap tenang menyikapi keputusan Pengadilan Tinggi Jakarta yang menolak banding mereka terkait pemecatan terhadap Fahri Hamzah. Partai...

Partai Tommy Soeharto Tak Lolos Administrasi

Metrobatam, Jakarta - Komisi Pemilihan Umum tidak meloloskan Partai Berkarya dan Partai Garuda dalam tahapan penelitian administrasi perbaikan partai politik calon peserta pemilu tahun...

Danlantamal IV Jalin Sinergitas dengan Kapolda Kepri

Metrobatam.com, Tanjungpinang - Komandan Pangkalan Utama Angkatan Laut (Danlantamal) IV Tanjungpinang Laksamana Pertama TNI R. Eko Suyatno, S.E., M.M., menjalin sinergitas dengan Kepala Kepolisian...

Bea Cukai-Kepolisian Tetapkan Tersangka 50 Ribu Botol Miras Ilegal Via Batam dari Singapura

Metrobatam.com, Jakarta - Penyidik Direktorat Jenderal Bea-Cukai menetapkan tersangka dalam kasus penyelundupan 50 ribu botol minuman keras ilegal dari Singapura. Tersangka berinisial BT (43)...
BAGIKAN