PDIP Minta Jokowi Desak PBB Keluarkan Resolusi soal Yerusalem

1796

Metrobatam, Jakarta – Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) meminta pemerintah Indonesia mendesak Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) mengeluarkan resolusi menolak kebijakan Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump yang mengklaim Yerusalem sebagai Ibu Kota Israel.

Sekjen PDIP Hasto Kristiyanto mengatakan desakan kepada PBB akan menjadi bukti Indonesia mendukung penuh kemerdekaan Palestina.

“PDIP meminta Pemerintah RI agar secepatnya menggalang dukungan internasional dan melalui PBB agar mengeluarkan resolusi menolak klaim Yerusalem Timur sebagai Ibu Kota Israel,” ujar Hasto dalam pesan tertulis, Kamis (7/12).

Untuk mencegah ketegangan lebih lanjut, Hasto berharap Indonesia melobi AS untuk menunda pemindahan kedutaan besarnya ke Yerusalem. Selama ini, Kedubes AS untuk Israel itu berada di Tel Aviv.

Lebih lanjut, Hasto menuturkan, PDIP mengecam keras klaim sepihak AS terhadap Yerusalem. Ia berkata, PDIP sebagai pihak yang mendukung kemerdekaan penuh Palestina merasa AS mengenyampingkan hak sebuah bangsa.

Hasto membeberkan, dukungan PDIP terhadap Palestina merupakan perintah konstitusi dan kesepakatan dalam Konferensi Asia Afrika (KAA) yang memberi legitimasi untuk memperjuangkan kemerdekaan Palestina seutuhnya.

Bahkan, Presiden pertama RI, Sukarno, pernah berinisiasi membentuk Games of The New Emerging Forces (GANEFO) sebagai bentuk penolakan keikutsertaan Israel dan Taiwan dalam Asian Games 1962.

“Meski dengan konsekuensi dikeluarkan dari Komite Olimpiade Internasional. Bung Karno tidak tunduk pada tekanan tersebut,” ujar Hasto.

Lebih dari itu, Hasto mengklaim, PDIP telah menginstruksikan Fraksi PDIP di Komisi I DPR mengambil tindakan aktif dan progresif guna menjalankan sikap politik PDIP.

Presiden AS Donald Trump secara resmi mengakui Yerusalem sebagai ibu kota Israel. Dia menyebut selama ini presiden AS sebelumnya tak pernah mewujudkan janji kampanye terkait persoalan ini.

“Saya sudah memutuskan bahwa ini waktunya untuk mengakui secara resmi Yerusalem sebagai ibu kota Israel,” ujar Trump dalam pidatonya di Gedung Putih, Rabu (6/12).

Atas hal itu, pagi tadi di Istana Bogor, Presiden RI Joko Widodo juga telah menyatakan kecamannya terhadap tindakan Trump. Ia menilai, tindakan Trump telah melanggar resolusi PBB di mana AS turut menjadi anggotanya, dan menjadi anggota tetap Dewan Keamanan.

“Indonesia mengecam keras pengakuan sepihak AS tehadap Yerusalem sebagai ibu kota Israel dan meminta AS mempertimbangkan kembali keputusan itu,” ujar Jokowi di Istana Bogor, Kamis (7/12).

Jokowi pun memerintahkan Menteri Luar Negeri Retno Marsudi untuk memanggil Duta Besar AS untuk Indonesia, Joseph Donovan.

Blunder Politik AS

Ketua Fraksi PKS Jazuli Juwaini menilai pernyataan Presiden Amerika Serikat Donald Trump yang akan memindahkan kedutaan besar dan mengakui Yerusalem sebagai ibu kota Israel merupakan sebuah provokasi dan blunder.

“Apa yang dilakukan Trump yang secara sepihak mengakui Yerusalem sebagai ibu kota Israel merupakan blunder politik Pemerintahan Amerika Serikat,” kata Jazuli di Gedung DPR, Jakarta, Kamis (7/12).

Pemerintah Amerika Serikat dan kedutaannya di Jakarta, kata Jazuli, harus menjelaskan keputusan ini karena merupakan isu sensitif bagi bangsa Indonesia, bahkan dunia.

Pernyataan itu, lanjut Jazuli, sama saja bentuk dukungan terhadap penjajahan dan penindasan terhadap rakyat Palestina dan melukai 1,7 miliar umat Islam serta juga umat-umat lain yang cinta perdamaian dan kedamaian dunia.

Jazuli menegaskan, Indonesia memiliki posisi diplomasi yang jelas dan tegas atas Palestina. Hal itu sejalan dengan amanat pembukaan UUD 1945, yaitu menentang penjajahan di atas dunia termasuk yang dilakukan Israel atas tanah dan rakyat Palestina.

“Pemerintah Indonesia selama ini selalu terdepan dalam mendukung upaya mewujudkan Palestina merdeka. Fraksi PKS mendukung penuh protes keras pemerintah,” kata Jazuli.

Untuk itu, Anggota Komisi I DPR ini mendesak Trump dan Pemerintah Amerika Serikat untuk menganulir pernyataannya jika masih ingin dianggap sebagai negara demokrasi yang menjunjung tinggi hak asasi manusia.

Menurutnya, sudah banyak kajian serta keputusan yang menegaskan Israel tidak memiliki hak atas Yerusalem. Bahkan, kata dia, UNESCO telah mengeluarkan resolusi yang mengecam kegiatan penggalian arkeologi oleh Israel di Yerusalem dan menyebutnya sebagai pelanggaran hukum internasional.

“Apa yang dilakukan Pemerintah AS sama saja mengabaikan dan melanggar resolusi badan-badan dunia dan mengabaikan upaya perdamaian dan penghormatan atas hak asasi manusia,” ucap Jazuli.

Sebelumnya, Presiden Joko Widodo mengecam keras kebijakan Presiden Amerika Serikat Donald Trump yang mengakui Yerusalem sebagai ibu kota Israel.

“Indonesia mengecam keras pengakuan sepihak AS tehadap Yerusalem sebagai ibu kota Israel dan meminta AS mempertimbangkan kembali keputusan itu,” ujar Jokowi di Istana Bogor, hari ini.

Jokowi menilai, pengakuan Trump telah melanggar resolusi PBB di mana AS turut menjadi anggotanya, “Ini bisa mengguncang stabilitas keamanan dunia,” kata Jokowi. (mb/cnn indonesia)

Metrobatam.com tidak bertanggung jawab atas isi komentar yang ditulis. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

BERITA TERKINI

BMKG : Gempa Jabar akibat tumbukan Lempeng Indo Australia-Eurasia

Metrobatam.com, Jakarta - Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika mengatakan gempa bumi dengan magnitudo 7,3 pada Jumat (15/12) pukul 23.47 WIB disebabkan aktivitas zona subduksi...

Bupati Bintan Serahkan Bantuan Kapal dan Asuransi Nelayan

Metrobatam.com, Batam - Bupati Bintan H Apri Sujadi, S.Sos didampingi Wakil Bupati Bintan Drs Dalmasri Syam, Sekda Kabupaten Bintan Drs Adi Prihantara menyerahkan bantuan...

Dukun Pengganda Uang Kubur 2 Korbannya, 1 Dikubur Dalam Keadaan Masih Hidup

Metrobatam, Batang - Seorang pria di Batang, Jawa Tengah yang mengaku bisa menggandakan uang mengubur dua korbannya. Salah seorang korban terungkap dikubur dalam keadaan...

Dubes Saudi Harapkan Moratorium Pengiriman TKI Dicabut

Metrobatam, Jakarta - Duta Besar Arab Saudi untuk Indonesia Osama bin Mohammed Abdullah Al-Shuaibi mengharapkan moratorium pengiriman tenaga kerja Indonesia (TKI) yang berlaku sejak...

Biadab, Pembunuh Sadis Ini Masih Perkosa Korbannya yang Sudah Mati

Metrobatam, Serang - Empat pelaku pembunuhan sadis di Serang ditangkap polisi. Jejak mereka terungkap usai jenazah korban, S, ditemukan warga di Sungai Cibongor, Cikeusal...

Soal Kumpul Kebo Tak Bisa Dipidana, Ketua MK: Despiritualisasi Hukum

Metrobatam, Jakarta - Ketua Mahkamah Konstitusi (MK) Arief Hidayat menyatakan KUHP harus disesuaikan dengan semangat kebangsaan Indonesia. KUHP yang diimpor dari Belanda dinilai sangat...

Dedi Mulyadi: Golkar Terbuka Evaluasi Dukungan Pilkada Jabar

Metrobatam, Jakarta - Golkar tidak menutup kemungkinan menarik dukungannya terhadap Ridwan Kamil pada Pemilihan Kepala Daerah Jawa Barat (Pilkada Jabar) 2018. Hal itu disampaikan...

Bawa Ribuan Butir Ekstasi dan Sabu, Oknum TNI Ditangkap Polisi

Metrobatam, Jambi - Tim Opsnal Subdit II Ditresnarkoba Polda Jambi berhasil mengamankan tiga orang laki-laki yang diduga membawa ribuan butir pil ekstasi dan sabu-sabu. Informasi...

Konflik Belum Usai, PKS Ajukan Kasasi Pemecatan Fahri Hamzah

Metrobatam, Jakarta - Partai Keadilan Sejahtera (PKS) tetap tenang menyikapi keputusan Pengadilan Tinggi Jakarta yang menolak banding mereka terkait pemecatan terhadap Fahri Hamzah. Partai...

Partai Tommy Soeharto Tak Lolos Administrasi

Metrobatam, Jakarta - Komisi Pemilihan Umum tidak meloloskan Partai Berkarya dan Partai Garuda dalam tahapan penelitian administrasi perbaikan partai politik calon peserta pemilu tahun...

Danlantamal IV Jalin Sinergitas dengan Kapolda Kepri

Metrobatam.com, Tanjungpinang - Komandan Pangkalan Utama Angkatan Laut (Danlantamal) IV Tanjungpinang Laksamana Pertama TNI R. Eko Suyatno, S.E., M.M., menjalin sinergitas dengan Kepala Kepolisian...

Bea Cukai-Kepolisian Tetapkan Tersangka 50 Ribu Botol Miras Ilegal Via Batam dari Singapura

Metrobatam.com, Jakarta - Penyidik Direktorat Jenderal Bea-Cukai menetapkan tersangka dalam kasus penyelundupan 50 ribu botol minuman keras ilegal dari Singapura. Tersangka berinisial BT (43)...
BAGIKAN