Pegang Payudara 7 Anggotanya, Oknum Satpol PP Bakal Dipecat

Metrobatam.com, Semarang – Inspektorat Kota Semarang merekomendasikan kepada Wakil Wali Kota Semarang Hevearita Gunaryanti Rahayu, untuk memecat K, oknum anggota Satpol PP yang diduga memegang payudara tujuh anggotanya.

Untuk diketahui, salah satu anggota Satpol PP Kota Semarang berinisial K diduga melakukan pelecehan seksual terhadap tujuh anggota Satpol PP perempuan saat kegiatan Caraka Linmas di Bandungan Kabupaten Semarang, beberapa waktu lalu.

Kepala Inspektorat Kota Semarang Cahyo Bintarum mengatakan, setelah melakukan pemeriksaan baik dari para korban, tersangka maupun saksi-saksi, pelaku dinyatakan bersalah. Dengan dinyatakan bersalah maka pelaku mendapatkan hukuman paling berat, yakni pemecatan.

“Hasilnya itu keputusannya diputus kontrak atau dipecat. Surat rekomendasinya sudah kita kirim ke Wakil Wali Kota dan tinggal diteruskan saja ke Satpol PP,” katanya, Kamis (9/3).

Sementara itu, Kepala Satpol PP Kota Semarang Hendro P Martanto, mengatakan sampai saat ini pihaknya belum menerima rekomendasi pemecatan atas anak buahnya yang diduga memegang payudara tujuh anggota Satpol PP wanita.

Namun, kata dia, pihaknya sudah melakukan mediasi antara pelapor yang diwakili oleh pengacaranya dan terlapor pada Rabu 8 Maret.

Dari hasil mediasi itu, semua pihak bisa menerima dan saling memberikan maaf sehingga masalah tidak diperpanjang lagi.

“Kami sampai sekarang belum menerima rekomendasi baik dari Inspektorat maupun Ibu Wakil Wali Kota,” ucapnya.

Dia menambahkan, jika memang rekomendasi dari Inspektorat adalah pemecatan, pihaknya akan menjalankan rekomendasi tersebut. Hanya saja, dia menyampaikan, pihaknya sudah berusaha untuk menyelesaikan masalah tersebut secara kekeluargaan.

Di sisi lain, Hendro melanjutkan, pemecatan harus dilihat dari beberapa sisi dan juga sudut pandang. Terlebih selama ini pelaku sudah mengabdi cukup lama dan selama mengabdi juga sangat baik dalam pekerjaan.

“Kalau dipecat juga menyangkut nasib seseorang. Dia punya anak istri. Pemecatan harus dilihat dari berbagai sisi, tapi tetap berlandaskan hukum. Makanya ini jangan terlalu didramatisir yang jelas kami sudah menyelesaikannya seacara kekeluargaan,” timpalnya.

Dia menegaskan, jika memang nantinya benar-benar harus dipecat maka pelaku masih memiliki kesempatan untuk mengajukan keberatan dengan pertimbangan pengabdian dan lainnya.

“Sebagai pimpinan, secara moril dirinya juga bertanggung jawab atas kelalaian yang dilakukan oleh anggota. Pelaku bisa mengajukan keberatan karena bagaimanapun dia menghidupi anak istri,” tandasnya.

Terpisah, kuasa hukum pelapor Dio Hermasyah Bakrie, mengakui memang sudah ada mediasi antara pihaknya dengan pihak Satpol PP. Namun, mediasi itu bukan antara pelaku dengan korban.

“Mediasi hanya antara institusi Satpol PP dengan pihak kami, dari pelaku sendiri belum melakukan upaya minta maaf kepada korban,” katanya.

Oleh karena itu, meski sudah ada mediasi, kasus tersebut akan tetap berjalan. “Kami mengapresiasi, dari Pemerintah yang bertindak cepat dalam mengambil keputusan,” kata Dio.

Dia juga mengaku sampai saat ini masih menunggu, hasil dari pemeriksaan yang dilakukan inspektorat. “Kalau memang rekomendasinya pemecatan, ya harus dipecat,” pungkasnya.(mb/okezone)

Metrobatam.com tidak bertanggung jawab atas isi komentar yang ditulis. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

BERITA TERKINI

Mau Ditenggelamkan PA 212, Begini Reaksi 7 Partai

Metrobatam, Jakarta - Pencalonan Kapitra Ampera sebagai bakal calon anggota legislatif (bacaleg) pada Pemilu 2019 berbuntut panjang. Kapitra yang selama ini dikenal berada di...

Inilah Daftar 54 Artis yang Jadi Caleg untuk Pileg 2019, Nasdem Terbanyak

Metrobatam, Jakarta – Pemilihan legislatif (Pileg) tak hanya menjadi milik para politisi, tetapi juga kini menjadi milik para artis. Untuk Pileg 2019, setidaknya ada...

Tokoh PKS dan PA 212 di PDIP, Strategi Redam Isu Anti-Islam

Metrobatam, Jakarta - Pendiri Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Yusuf Supendi dan pengacara Rizieq Shihab, Kapitra Ampera, mencalonkan diri sebagai anggota legislatif 2019 melalui Partai...

PDIP Larang Kader ‘Ngartis’ Bila Lolos Jadi Anggota Dewan

Metrobatam, Jakarta - PDI Perjuangan melarang artis yang didaftarkan sebagai caleg DPR tetap aktif terjun setiap hari di dunia hiburan jika sudah terpilih sebagai...

Bursa Cawapres Prabowo, Jagoan PKS Masih Lemah

Metrobatam, Jakarta - PKS masih menggadang-gadang sembilan nama kandidatnya untuk menjadi cawapres bagi Prabowo Subianto. Namun sejauh ini, para jagoan PKS belum berjaya di...

Said Aqil Sebut Cara Berpikir Kapitra Ampera Berubah

Metrobatam, Jakarta - Ketua Umum Pengurus Besar Nahdhatul Ulama (PBNU) Said Aqil Siroj mengapresiasi langkah pengacara Rizieq Shihab, Kapitra Ampera yang menjadi calon legislatif...

Siswi SMA Ini Mendadak Lumpuh Usai Dihukum Squat Jump

Metrobatam, Mojokerto - Mas Hanum Dwi Aprilia, siswi kelas XI SMAN 1 Gondang, Mojokerto ini mendadak lumpuh. Hanum diduga lumpuh usai menjalani hukuman squat...

Kapal Rombongan IPB Tenggelam di Lebak, 2 Orang Meninggal

Metrobatam, Serang - KM Orange, yang membawa rombongan Institut Pertanian Bogor (IPB), tenggelam di perairan Binuangeun, Lebak, Banten. Dua orang dinyatakan meninggal dunia. Peristiwa itu...

Singkirkan ‘Ekstrim Kanan’, Kemenag Promosikan Moderasi Agama

Metrobatam, Jakarta - Kementerian Agama berupaya menyingkirkan segala bentuk pemahaman yang bertentangan dengan semangat nasionalisme. Upaya itu dilakukan melalui program Moderasi Agama untuk mewujudkan...

Inalum Caplok 51% Saham Freeport, What’s Next?

Metrobatam, Jakarta - Setelah melewati proses negosiasi panjang, PT Freeport Indonesia (PTFI) telah sepakat mendivestasikan 51% saham ke pemerintah Indonesia. Sebagai kepanjangan tangan pemerintah,...

Inilah 10 Nama di Dinasti Ratu Atut: Anak, Adik, hingga Mantu

Metrobatam, Banten - 'Dinasti' Ratu Atut Chosiyah di Banten dengan bendera Partai Golkar tak tergoyahkan. Mereka duduk di berbagai posisi strategis dan kunci di...

Survei LIPI: Jokowi 46%, Prabowo 17%

Metrobatam, Jakarta - Hasil survei Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) menunjukkan tingkat keterpilihan (elektabilitas) Joko Widodo (Jokowi) jauh lebih unggul dibanding Prabowo Subianto. "Pilihan capres...
BAGIKAN