Pelaku Perampokan Uang Rp 654 Juta Ditembak Polisi

436

Metrobatam.com, Batam – Tim Buser Satuan Reskrim Polresta Barelang berhasil membekuk 4 orang yang terlibat dalam perampokan uang gaji karyawan PT China Trading Contraction di Tanjung Uncang sebanyak Rp 654 juta. Satu orang ditembak karena mencoba melarikan diri.

Keempat pelaku yang dibekuk itu adalah Jong Meng (44) yang merupakan supir sekaligus pelaku utama (ditembak). Kemudian Andika Lambong (20), Ferdinan Hasibuan (21), dan Toni Wijaya (20). Ketiganya berstatus penadah hasil rampokan.

“Sebelumnya kita mendapat laporan ada perampokan di simpang Basecamp. Kemudian kita lakukan penyelidikan, kemudian diketahui terduga pelaku,” ungkap Wakasat Reskrim Polresta Barelang, AKP Dasta Analis, Rabu (27/4/2016) di Mapolsekta Barelang.

Perampokan ini berawal saat Jong Meng yang juga karyawan PT Chna Trading Contraction  menemani salah satu karyawan perusahaan yang merupakan warga negara Hongkong untuk mencairkan uang perusahaan di Bank Mandiri Batuaji, Selasa (26/4/2016). Jong Meng menyetir mobil.

Setelah dana tersebut dicairkan, Jong Meng bersama karyawan tadi kembali ke perusahaan. Namun, sebelum sampai, tepatnya di Simpang Basecamp, Jong Meng memberhentikan mobilnya dengan alasan mobil rusak.

“Karena alasan mobil rusak, kemudian pelaku meminta korban turun dari mobil. Uang tadi dalam mobil. Setelah korban turun, kemudian pelaku langsung melarikan mobilnya ke arah top 100 Tembesi,” lanjut Dasta.

Sesampainya di Top 100 Tembesi, pelaku pun meninggalkan mobil yang digunakan di sana dan langsung menaiki taksi menuju arah Nagoya untuk menukarkan uang perusahaan berbentuk ke Money Changer di Nagoya.

“Dia menukarkan uangnya dari rupiah ke dolar sebesar 35 ribu dollar Singapura,” terang Dasta.

Setelah dari money changer, pelaku pun kemudian menelepon menemui teman-temannya meminta dicarikan mobil rental. Setelah itu, ia membagikan uang kepada rekannya, antara lain: Andika Lambong (20), Ferdinan Hasibuan (21) dan Toni Wijaya (20), masing-masing Rp 20 juta dengan alasan kasihan.

“Dia memberikan karena sudah menganggap mereka seperti adik sendiri,” kata Dasta.

Jong Meng  berhasil dibekuk di Batuaji, sedangkan temannya yang ia berikan uang hasil rampokan ditangkap di Batam Centre.

Jong Meng mengaku nekad merampok uang perusahaan untuk membiayai kebutuhan hidup keluarganya di rumah.

“Karena tak ada duit, anak saya mau sekolah, dan kontrakan rumah mau dibayar,” terang Jong Meng.

Atas perbuatannya pelaku Jong Meng di kenakan pasal 362 KUHP dengan ancaman hukuman 5 tahun penjara. Sementara itu, ketiga pelaku lainnya dikenakan pasal 480 KUHP dengan ancaman hukuman 4 tahun penjara.

Sumber: Batampos.co.id

Metrobatam.com tidak bertanggung jawab atas isi komentar yang ditulis. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

BERITA TERKINI

Luhut Minta Masuknya Pekerja China Tak Dijadikan Isu SARA

Metrobatam, Jakarta - Menteri Koordinator bidang Kemaritiman Luhut Binsar Pandjaitan berharap, masuknya Tenaga Kerja Asing (TKA) asal China tidak digulirkan sebagai isu Suku, Agama,...

Polisi Undang Ahli untuk Pelajari Pidato Pribumi Anies

Metrobatam, Jakarta - Badan Reserse Kriminal Polri masih mempelajari dugaan tindak pidana diskriminatif ras dan etnis yang dilakukan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan. Anies diduga...

MK Pupuskan Mimpi 4 Bupati Pulau Garam Bikin Provinsi Madura

Metrobatam, Jakarta - Mahkamah Konstitusi (MK) memupuskan mimpi para kepala daerah di Madura yang menginginkan dibentuknya Provinsi Madura. MK menyatakan syarat provinsi minimal 5...

Miris! Tiga Anak Bawah Umur Ini Silih Berganti ‘Begituan’ di WC

Metrobatam, Pontianak - Kids jaman now. Kalimat gabungkan dua bahasa dengan arti 'anak-anak jaman sekarang' ini memang lagi trend. Betapa tidak, kenakalan-kenakalan anak-anak diera...

Wajah Digerogoti Kanker, Mbah Jiyem Bertahan dengan Obat Puskesmas

Metrobatam, Boyolali - Kondisi wajah Mbah Jiyem digerogoti kanker. Meski sudah pernah dioperasi, kondisinya tak semakin membaik. Mbah Jiyem tidak bisa menjalani kemoterapi karena...

Begini Cara Pantau Lokasi Teman di WhatsApp

Metrobatam, Jakarta - WhatsApp mengumumkan fitur baru yang penting, Live Location. Banyak yang penasaran, bagaimana cara menggunakan fitur yang bisa digunakan sebagai pemantau lokasi...

Realisasi Fisik Capai 70,38 Persen, Bupati Bintan Tegaskan Seluruh OPD Segera Penuhi Target

Metrobatam.com, Bintan - Diketahui saat Rakor Evaluasi Pembangunan Triwulan ke lII Tahun 2017, bahwa Laporan Realisasi Kinerja Pembangunan Fisik Kabupaten Bintan sudah mencapai angka...

Kesal Kena Tilang, Pegawai Dinas PU Ini Matikan Aliran Air ke Asrama Polisi

KAYONG UTARA, – Kesal karena ditiling polisi, seorang pegawai kontrak di UPT Air Bersih Dinas Pekerjaan Umum Kota Sukadana, Kayong Utara, Kalimantan Barat, sengaja merusak sistem...

Jakarta Masuk 10 Kota Paling Berbahaya di Dunia Bagi Perempuan

London - Jakarta berada di peringkat sembilan dalam daftar kota besar atau megacity yang paling berbahaya di dunia untuk perempuan, berdasarkan survei Yayasan Thomson...

Cerita Mengerikan Perempuan yang Lolos dari Kelompok ISIS

Baghdad - Komunitas Syiah Turkmenistan di Irak menjadi sasaran penganiayaan brutal oleh kelompok yang menamakan diri negara Islam (ISIS). Seorang perempuan, yang meminta untuk tidak...

PR PLN: Terangi 104 Desa di Kepri yang Belum Teraliri Listrik

Metrobatam, Batam - Ternyata masih cukup banyak desa terpencil Kepulauan Riau (Kepri) yang masih belum teraliri listrik. Perusahaan Listrik Negara (PLN) mencatat saat ini...

Innalillahi! Diduga Ditusuk, Ketua DPRD Kolaka Utara Meninggal Dunia

Metrobatam, Kendari - Ketua Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Kabupaten Kolaka Utara, Sulawesi Tenggara, Musakkir Sarira meninggal dunia akibat luka tusuk, Rabu. Kasubbid Pidana Polda...
BAGIKAN