Pembangunan Lanud TNI AU di Batam Terbentur Kepentingan Bisnis

1282

Metrobatam, Jakarta – Penguatan wilayah perbatasan menjadi salah satu program kerja pemerintahan Joko Widodo. TNI Angkatan Udara pun berencana menambah kekuatannya dengan mendirikan pangkalan udara militer (lanud) di sekitar wilayah perbatasan.

Salah satu rencana itu adalah membangun lanud di Bandara Hang Nadim Batam, Kepulauan Riau. Selama ini TNI AU memiliki dua lanud di Kepulauan Riau, yakni Lanud Raja Haji Fisabilillah di Tanjung Pinang dan Lanud Raden Sadjad di Ranai, Natuna.

Rencana pembangunan lanud di Bandara Hang Nadim sempat ditolak oleh BP Batam selaku pengelola bandara tersebut. Salah satu alasannya, pembangunan lanud akan mengganggu kegiatan penerbangan komersial di sana.

Status Hang Nadim sebagai bandara alternatif bagi tiga negara, yaitu Singapura, Malaysia, dan Thailand, akan dicabut jika dibangun pangkalan militer di sana. Padahal status itu dianggap memberikan penghasilan yang signifikan bagi bandara tersebut.

Namun Kepala Staf TNI Angkatan Udara (KSAU) Marsekal Yuyu Sutisna menampik kabar penolakan tersebut. Menurutnya, rencana pembangunan tersebut hanya ditunda untuk sementara waktu.

“Bukan ditolak, dulu kita ada di sana karena kita belum membentuk (lanud) dipakai dulu yang lain,” kata Yuyu saat peringatan HUT TNI AU di Lanud Halim Perdanakusuma, Jakarta, Senin (9/4).

Yuyu mengklaim rencana pembangunan pangkalan militer di Bandara Hang Nadim kini mencapai tahap penyiapan infrastruktur, seperti landasan pesawat (flight land) serta hanggar. Ia mengatakan markas komando (mako) juga telah dibangun di Kota Batam.

Bahkan menurutnya sudah ada Peraturan Panglima TNI yang menjadi dasar pembangunan lanud di Batam. “Hanya untuk infrastruktur flight land, hangar dan sebagainya sedang dibicarakan,” ujar Yuyu.

Kementerian Pertahanan selaku pengatur anggaran TNI menyatakan rencana pembatasan pangkalan militer di Batam memang sudah ada.

Kepala Pusat Komunikasi Kemhan Brigjen Totok Sugiharto menyebut sampai saat ini rencana tersebut masih terus didalami, dan belum ada tindak lanjut hingga saat ini. “Rencana ada,” ucap Totok.

Sampai berita ini diturunkan, pihak BP Batam belum merespons panggilan telepon maupun pesan singkat dari CNNIndonesia.com untuk dimintai konfirmasi perihal kabar penolakan tersebut.

Kepentingan Nasional

Pengamat militer Connie Rakahundini Bakrie menilai alasan BP Batam menolak pembangunan pangkalan militer di Hang Nadim karena merupakan bandara alternatif adalah alasan konyol.

Berdasarkan kesepakatan Organisasi Penerbangan Sipil Internasional atau Internasional Civil Aviation Organization (ICAO), Hang Nadim merupakan bandara alternatif dari Bandara Internasional Changi Singapura dan Bandara Johor Bahru Malaysia.

“Menurut saya alasannya konyol banget dia bilang katanya mereka sudah menandatangani dengan ICAO,” kata Connie.

Connie berpendapat kesepakatan ICAO tak bisa dijadikan alasan. Sebab pembangunan pangkalan militer berkaitan dengan kepentingan nasional. Terlebih dinamika di Laut China Selatan membutuhkan kekuatan militer Indonesia, seperti penguatan patroli udara.

Dia yakin TNI AU tidak serta merta merencanakan pembangunan pangkalan militer itu tanpa pertimbangan yang matang di Batam. Meski sudah ada dua lanud di Kepulauan Riau, Connie berpendapat pangkalan militer di Batam tetap dibutuhkan.

Menurutnya, keberadaan lanud di Batam akan memberi dukungan logistik terhadap dua lanud yang sudah ada.

“Kalau punya satu lagi dan bisa di-deploy pesawat tempur itu lebih strategis, karena kita enggak punya logistik yang terlalu bagus, apalagi soal pengisian bahan bakar udara jadi memang perlu dibuka pangkalan,” ujarnya.

Rencananya pangkalan militer di Batam akan dibangun satu apron dan satu hanggar untuk empat pesawat tempur F-16.

Connie mengatakan pihak TNI AU bisa memberikan keterangan kepada BP Batam terkait kepentingan nasional dari pembangunan pangkalan militer tersebut. Sementara terkait kesepakatan ICAO bisa langsung memberikan pernyataan kepada pihak yang bersangkutan.

“Kita enggak usah ke ICAO. ICAO yang ajukan,” ujarnya.

Connie berharap pembangunan lanud untuk pertahanan negara tidak terbengkalai karena masalah bisnis. Apalagi saat ini banyak pangkalan militer yang kemudian digunakan pesawat komersial atau sipil, seperti di Lanud Halim Perdanakusuma dan Lanud Adisutjipto.

“Banyak hal yang mengorbankan kepentingan angkatan bersenjata kita untuk sipil,” katanya.

Di sisi lain, pengamat militer dari Institute for Security and Strategic Studies (ISESS) Khairul Fahmi menuturkan pembangunan lanud di Batam bukan kebutuhan mendesak.

Sebab, TNI AU sudah memiliki lanud di Tanjung Pinang yang bisa menunjang operasi pemantauan perbatasan, khususnya di kawasan Natuna. “Kebutuhan memang ada, tapi tidak mendesak,” ujarnya.

Ia menjelaskan wacana pembangunan lanud di Batam muncul sejak 2004 silam. Sementara, kajian itu mulai dilakukan pada 2009. Menurutnya penolakan BP Batam selaku pengelola Bandara Hang Nadim juga perlu dipertimbangkan.

“Potensi pendapatan yang cukup besar ini terancam hilang jika dibangun fasilitas militer di sana,” kata Khairul.

Kendati demikian, Khairul menilai wilayah Batam memang menjadi titik strategis untuk membangun pangkalan militer karena berada di perbatasan, khususnya Singapura.

Namun, pembangunan pangkalan militer di Batam harus dibarengi perhitungan yang cermat, terutama terkait aspek pendapatan yang selama ini diperoleh Bandara Hang Nadim selaku bandara alternatif.

Khairul berpendapat jika pembangunan lanud di Batam tidak dimungkinkan, maka solusinya bisa dengan mengoptimalkan lanud di Tanjung Pinang. “Harus ada solusi alternatif. Opsi Tanjung Pinang saya kira cukup layak,” kata Khairul. (mb/cnn indonesia)

Metrobatam.com tidak bertanggung jawab atas isi komentar yang ditulis. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

BERITA TERKINI

Ini Daftar Tim 11 Ulama Alumni 212 yang Bertemu Jokowi di Bogor

Metrobatam, Jakarta - Tim 11 Ulama Alumni 212 menjelaskan hasil pertemuan dengan Presiden Joko Widodo di Istana Bogor, Minggu (22/4). Anggota Penasihat Persaudaraan Alumni...

Tepis Amien Rais, Buya Syafii: Tak Benar Agama untuk Pemilu

Metrobatam, Magelang - Amien Rais mengatakan pentingnya sebuah pengajian disisipi unsur politik. Namun pendapat itu dimentahkan oleh Buya Syafii Maarif. Menurutnya, kegiatan keagamaan tidak...

Semburan Api Ledakan Sumur Minyak di Aceh hingga 100 Meter

Metrobatam, Banda Aceh – Sumur minyak tradisional di Desa Pasir Puteh, Kecamatan Ranto Pereulak, Kabupaten Aceh Timur meledak dan menyemburkan api setinggi 100 meter....

Bertemu Alumni 212, Jokowi Dinilai sebagai Pemimpin Berjiwa Besar

Metrobatam, Jakarta – Presiden Joko Widodo (Jokowi) pada Minggu 22 April 2018 bertemu perwakilan ulama yang tergabung dalam Persaudaraan Alumni (PA) 212 di salah...

Paspampres Wanita Kawal Jokowi di Perayaan Ekspor Xpander

Metrobatam, Jakarta - Tidak sendirian, saat menyambangi acara seremoni perdana ekspor Mitsubishi Xpander Presiden Joko Widodo terlihat dikelilingi anggota Pasukan Pengamanan Presiden (Paspampres) perempuan....

Mahasiswa Gantung Diri Sambil Video Call Mantan Kekasih

Metrobatam, Ketapang - Seorang mahasiswa Universitas Tanjungpura (Untan) Pontianak berinisial Al, ditemukan tak bernyawa di losmen milik saudaranya di Desa Nanga Tayap, Kecamatan Nanga...

Jauh Kalahkan Gerindra di Litbang Kompas, PDIP Akui Terbantu Jokowi

Metrobatam, Jakarta - PDIP unggul jauh dari Gerindra di survei Litbang Kompas dengan mendapat elektabilitas 33,3 persen. PDIP menyebut angka itu tak terlepas dari...

Tambang Minyak Ilegal di Aceh Meledak, 18 Orang Tewas

Metrobatam, Jakarta - Jumlah korban meninggal dunia akibat ledakan tambang minyak ilegal di Dusun Kamar Dingin, Gampong (Desa) Pasir Puteh, Kecamatan Rantau Peureulak, Kabupaten...

Eks Ketua Pengadilan Tinggi Manado Akui Terima Suap 110 Ribu Dolar dari Politikus Golkar

Metrobatam, Jakarta - Mantan Ketua Pengadilan Tinggi (PT) Manado‎, Sulawesi Utara, Sudiwardono mengakui menerima uang senilai 110 dolar Singapura dari politikus Golkar non-aktif, Aditya...

Liga Champions: Real Madrid Tekuk Bayern Munich 2-1

Munich - Real Madrid membawa pulang kemenangan dari lawatan ke markas Bayern Munich di leg I semifinal Liga Champions. El Real memetik kemenangan 2-1...

Perpres Tenaga Kerja Asing, Moeldoko: Generasi Muda Jangan Jadi Penakut!

Metrobatam, Makassar - Kepala Kantor Staf Kepresidenan (KSP) Moeldoko mengingatkan agar generasi muda jangan jadi penakut bersaing dengan tenaga kerja asing (TKA). Hal ini...

Dendam Kesumat Harimau Bonita hingga Serang Manusia

Metrobatam, Pekanbaru - Harimau Bonita saat ini telah dimasukkan ke dalam Pusat Rehabilitas Harimau Sumatera setelah menerkam manusia di Inhil, Riau. Lalu, apa yang...
BAGIKAN