Pembatasan Caleg Artis, Komisi II: Kalau Hanya Pajangan Ngapain?

343

Metrobatam, Jakarta – Anggota Komisi II DPR, Achmad Baidowi menganggap rencana pengetatan aturan bagi kalangan artis untuk maju sebagai calon legislatif adalah terobosan dalam memperkuat demokrasi. Parlemen akan diisi oleh orang-orang mumpuni yang tak hanya mejeng.

Usulan pengetatan itu sendiri mengharuskan seorang artis untuk terlebih dulu bergelut di partai politik minimal satu tahun sebelum maju sebagai caleg. Menurut Baidowi, syarat ini harus diperberat lagi menjadi lebih dari setahun.

“Maka syarat jadi setahun, bahkan saya pikir lebih setahun, kalau setahun kurang, lebih baik diperketat lagi. Tapi kalau batas kompromi untuk sekarang enggak apa-apa,” kata dia di Gedung DPR RI, Senayan, Jakarta, Selasa (23/8).

Menurut Baidowi, peran partai politik sangat penting untuk memberikan pembekalan ke para kadernya sebelum dikirim maju sebagai wakil rakyat. Hal itulah yang dilaksanakan partainya, PPP.

“Sekarang kita buka sekolah demokrasi, contoh hasilnya ada Okky Asokawati, menguasai dan sangat vokal. Artinya tidak sekadar mengandalkan artisnya untuk vote getter tapi juga menjual kemampuan, bukan sekadar pajangan. Kalau hanya pajangan ngapain di DPR,” pungkasnya.(mb/okezone)

Metrobatam.com tidak bertanggung jawab atas isi komentar yang ditulis. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

BERITA TERKINI

Dihuni 40 Ribu PSK, Indonesia Negara Pemilik Lokalisasi Terbanyak di Dunia

Metrobatam, Jakarta - Kementerian Sosial (Kemensos) menyatakan Indonesia merupakan negara dengan jumlah lokalisasi paling banyak di dunia. Bahkan, total ada 40 ribu pekerja seks...

Pilpres 2019, PDIP Sebut Sudah Capai Kesepahaman dengan Demokrat

Metrobatam, Jakarta – Keretakan hubungan antara PDI Perjuangan dengan Partai Demokrat sepertinya akan segera hilang di kontestasi Pilpres 2019. Kedua parpol itu nampaknya akan...

Buruh Bersiap Serbu Jakarta, Polisi Ingin 1 Mei Jadi Fun Day

Metrobatam, Jakarta - Kelompok buruh bakal menggelar aksi unjuk rasa pada peringatan Hari Buruh Internasional (May Day) 1 Mei mendatang. Setidaknya 1.500 buruh dari...

Menteri Lukman Ogah Jalankan Rekomendasi Ombudsman soal Umrah

Metrobatam, Jakarta - Menteri Agama, Lukman Hakim Saifuddin menolak rekomendasi Ombudsman Republik Indonesia (ORI) terkait pemberhentian sementara atau moratorium pendaftaran perjalanan ibadah umrah. Menurutnya, temuan...

Wiranto Sindir Tokoh Reformasi Sering Kritik Tanpa Data

Metrobatam, Jakarta - Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum dan Kemananan Wiranto menyindir tokoh reformasi yang sering mengkritik dan menuduh kinerja pemerintah tanpa didasarkan pada...

PUKAT UGM Dukung Calon Taruna ‘Titipan’ Dipermalukan

Metrobatam, Jakarta - Polri akan memperketat seleksi calon taruna 'titipan' Akademi Kepolisian (Akpol) agar tetap mengikuti ujian serta aturan yang berlaku. Surat rekomendasi dari...

Mencekam! Begini Proses Evakuasi 13 Guru yang Disandera KKSB di Papua

Metrobatam, Timika - Pasukan TNI mengevakuasi para guru dari lembah Arwanop setelah disandera oleh kelompok kriminal separatisme bersenjata (KKSB) di Papua. Para guru sempat...

Tamatnya Pelarian Bos Miras Maut Samsudin Simbolon di Hutan Banyuasin

Metrobatam, Bandung - Petualangan Samsudin Simbolon, big bos minuman keras (miras) maut yang menewaskan 45 orang berakhir. Sepekan setelah ditetapkan buron, Samsudin bertekuk lutut...

Mendagri Sindir Fadli Zon yang Sering Kritik Pemerintah

Metrobatam, Jakarta - Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tjahjo Kumolo menyoroti kiprah politik Wakil Ketua DPR Fadli Zon yang kerap mengkritik pemerintahan Joko Widodo. Tjahjo...

Jaksa Agung Serahkan Tindak Lanjut Praperadilan Century ke KPK

Metrobatam, Jakarta - Jaksa Agung Prasetyo menanggapi putusan praperadilan Pengadilan Negeri Jakarta Selatan yang meminta KPK menetapkan eks Gubernur BI dan Boediono sebagai tersangka...

NU Desak PBB Ambil Tindakan Terkait Serangan AS dkk ke Suriah

Metrobatam, Jakarta - Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) mengecam serangan yang dilakukan Amerika Serikat, Inggris dan Prancis ke Suriah. NU mendesak agar Perserikatan Bangsa-bangsa...

Menjadi Pemodal Uang Palsu, Bareskrim Amankan Seorang Dokter

Metrobatam, Jakarta - Direktorat Tindak Pidana Ekonomi (Dittipideksus) Bareskrim Polri menangkap seorang dokter bernisial AP (39). AP diduga menjadi pemodal produksi uang palsu (upal)...
BAGIKAN