Pemerkosa Ini Tidak Dihukum Setelah Nikahi Gadis yang Diperkosanya

397

Metrobatam, Kuala Lumpur – Seorang lelaki di Malaysia yang memerkosa gadis berusia 14 tahun, terhindar dari jerat hukum setelah bersedia menikahi korbannya. Putusan ini mengundang gelombang protes dari para pegiat kemanusiaan dan reformasi hukum di Malaysia, Kamis (4/8).

Pekan lalu, pengadilan di Negara Bagian Serawak, Malaysia, memutuskan pelaku tak perlu menjalani hukuman pidana, karena dia bersedia menikahi korban.

Demikian diberitakan laman the Borneo Post, seperti dikutip kantor berita AFP. Korban saat ini diketahui berusia 15 tahun, dan mengalami dua kali perkosaan oleh pelaku yang bernama Ahmad Syukri Yusuf, pemuda yang saat kejadian tahun lalu berusia 20 tahunan.

Berdasarkan hukum yang berlaku di Malaysia, pemerkosa di Malaysia diancam hukuman penjara hingga 30 tahun. Kelompok aktivis HAM menyebutkan keputusan macam itu lazim di Malaysia, ketika keluarga korban memilih lebih baik menikahkan korban dengan pemerkosa dari pada nama mereka terungkap di pengadilan.

Namun, kondisi yang dipandang sebagai kecacatan sistem hukum itu tak mendatangkan konsekuensi bagi pemerkosa. Mereka tak mendapatkan konsekuensi atas perbuatan pidananya.

“Selama bertahun-tahun kami mendapatkan kasus semacam ini. Dan, di ujung hari biasanya pasangan-pasangan tersebut bercerai,” kata Aegile Fernandez dari Tenaganita, sebuah lembaga swadaya masyarakat di Malaysia.

“Pelaku biasanya lalu menebus perceraian itu dengan membayarkan sejumlah uang kepada keluarga si wanita,” kata Aegile Fernandez.

“Seharusnya, perkosaan adalah perkosaan. Dibutuhkan pendidikan yang lebih baik di sini, terkait kasus macam ini. Ini bentuk ketidakadilan,” kata perempuan itu.

Di tahun 2013, seorang lelaki yang memerkosa bocah 12 tahun terhidar dari hukuman penjara. Pemerkosa itu menikahi bocah korbannya. Kondisi itu pun mengundang protes dari banyak aktivis di Malaysia kala itu. Politisi dari kubu oposisi Teo Nie Ching juga mengkritisi kondisi ini.

“Ini bukan kali pertama bahwa pemerkosa diizinkan menikahi korban dan tak harus dipenjara. Dan kasus terbaru ini tentu tak akan menjadi yang terakhir di sini,” kata dia seperti dikutip laman Malaysiakini.(mb/kompas)

Metrobatam.com tidak bertanggung jawab atas isi komentar yang ditulis. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

BERITA TERKINI

Mencekam! Begini Proses Evakuasi 13 Guru yang Disandera KKSB di Papua

Metrobatam, Timika - Pasukan TNI mengevakuasi para guru dari lembah Arwanop setelah disandera oleh kelompok kriminal separatisme bersenjata (KKSB) di Papua. Para guru sempat...

Tamatnya Pelarian Bos Miras Maut Samsudin Simbolon di Hutan Banyuasin

Metrobatam, Bandung - Petualangan Samsudin Simbolon, big bos minuman keras (miras) maut yang menewaskan 45 orang berakhir. Sepekan setelah ditetapkan buron, Samsudin bertekuk lutut...

Mendagri Sindir Fadli Zon yang Sering Kritik Pemerintah

Metrobatam, Jakarta - Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tjahjo Kumolo menyoroti kiprah politik Wakil Ketua DPR Fadli Zon yang kerap mengkritik pemerintahan Joko Widodo. Tjahjo...

Jaksa Agung Serahkan Tindak Lanjut Praperadilan Century ke KPK

Metrobatam, Jakarta - Jaksa Agung Prasetyo menanggapi putusan praperadilan Pengadilan Negeri Jakarta Selatan yang meminta KPK menetapkan eks Gubernur BI dan Boediono sebagai tersangka...

NU Desak PBB Ambil Tindakan Terkait Serangan AS dkk ke Suriah

Metrobatam, Jakarta - Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) mengecam serangan yang dilakukan Amerika Serikat, Inggris dan Prancis ke Suriah. NU mendesak agar Perserikatan Bangsa-bangsa...

Menjadi Pemodal Uang Palsu, Bareskrim Amankan Seorang Dokter

Metrobatam, Jakarta - Direktorat Tindak Pidana Ekonomi (Dittipideksus) Bareskrim Polri menangkap seorang dokter bernisial AP (39). AP diduga menjadi pemodal produksi uang palsu (upal)...

Parah! Guru SD Ini Sering Pertontonkan Video Porno ke Muridnya, Ini Modusnya

Metrobatam, Banyuwangi - Seorang oknum guru SD di Kecamatan Glagah, Banyuwangi diduga melakukan perbuatan amoral. Guru itu sering mempertontonkan video porno kepada murid-murid didiknya. "Awalnya...

Pengusaha Kritik Pemerintah Tambah Libur Lebaran, Komisi IX Sambut Baik

Metrobatam, Jakarta - Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) mengkritik keputusan pemerintah yang menambah cuti bersama untuk libur Lebaran selama tiga hari. Tambahan libur Lebaran tersebut...

BNN Tanjungpinang akan Tes Urine ASN Pemko Tanjungpinang

Metrobatam.com, Tanjungpinang - Badan Narkotika Nasional (BNN) Kota Tanjungpinang merencanakan tes urine bagi bagi Aparatur Sipil Negara di Pemerintah Kota Tanjungpinang. Menurut Kepala BNN Kota...

Dinas PMD DUKCAPIL Kepri Gelar Bimtek dan Kerjasama dengan OPD

Metrobatam.com, Tanjungpinang - Dinas PMD DUKCAPIL Provinsi Kepri menggelar Bimtek Pengelolaan Informasi Administrasi Kependudukan dan Bimtek Pemanfaatan Data Dokumen Kependudukan. Dalam kesempatan tersebut juga...

Terkait Tarian Erotis di Batam, Polisi Sebut Akan Ada Tersangka Baru

Metrobatam, Batam - Jajaran Satuan Reserse Kriminal (Reskrim) Polresta Barelang memeriksa Angga, anggota club motor yang merupakan panitia penyelenggara tarian erotis di Batam, Kepulauan...

Banjarnegara Diguncang Gempa, 1 Anak Tewas dan Ratusan Rumah Rusak

Metrobatam, Banjarnegara - Gempa berkekuatan 4,4 SR mengguncang Banjarnegara Rabu siang. Satu anak tewas tertimpa tembok yang ambruk karena guncangan gempa itu. "Ya, ada korban...
BAGIKAN