Metrobatam.com, Tanjungpinang – Pemerintah Kota Tanjungpinang menyetujui kenaikan Harga Eceran Tertinggi (HET ) LPG 3kg  Rp.  18.000 ,- dan akan diberlakukan mulai awal Januari 2019. Kenaikan HET tersebut telah melalui kajian dan pertimbangan.  Hal tersebut disampaikan Walikota Tanjungpinang H. Syahrul,  S. Pd, Jum’at (28/12).

 Syahrul mengatakan,  bahwa sesuai SK Walikota Tanjungpinang nomor 432 tahun 2018 tanggal 29 November 2018 bahwa telah ditetapka harga HET LPG 3 kg sebesar Rp.  18.000,-. Kenaikan tersebut akan diberlakukan mulai awal Januari 2019.  Pangkalan tidak dibenarkan menjual diatas HET,  apabila ada temuan di lapangan penjualan LPG diatas HET pihak berwenang tidak segan-segan untuk memberikan sanksi hingga pemutusan hubungan kerja. 

   

 Lebih lanjut dijelaskan Syahrul,  bahwa sejak diberlakukannya konversi minyak tanah ke gas pada tahun 2010, 

Harga Eceran Tertinggi (HET)  LPG 3 kg Rp.  15.000, berdasarkan SK Walikota nomor 34 tahun 2010 tentang HET  LPG 3kg untuk wilayah Kota Tanjungpinang, kecuali di Penyengat,  ada biaya tambahan transportasi sebesar Rp.  2.000, hingga saat ini belum pernah mengalami penyesuaian harga, sementara biaya operasional dari tahun ke tahun terus mengalami peningkatan seperti :UMK,  BBM dan biaya operasional lainnya. 

 Syahrul menambahkan,  sebelum dilakukan penyesuaian harga ini, Pemerintah Kota Tanjungpinang sudah melakukan kajian, dan melakukan rapat dengan Pertamina,  Hiswana Migas serta Pemerintah Provinsi Kepri.

 Hiswana migas sudah mengajukan penyesuaian harga sejak tahun 2014, namun Pemko belum menyetujui karena dengan pertimbangan kondisi saat itu belum saatnya untuk naik. Kemudian untuk kedua kalinya Hiswana Migas mengajukan kenaikan pada tahun 2017. 

 Penyesuaian HET  ini,  kata Syahrul  merupakan kepastian harga di masyarakat,  karena realita di lapangan harga jual LPG 3kg yang sudah ditetapkan Rp.  15.000, dijual dengan kisaran Rp.  18.000-20.000, bahkan hingga Rp.  22.000,-.

 Dengan sudah ditetapkannya HET LPG 3 kg Rp.  18.000, harga di lapangan menjadi harga akhir di masyarakat,  tidak ada lagi yang menjual di atas harga tersebut,  kecuali di Penyengat,  karena ada biaya transportasi tambahan yang harus dikeluarkan sebesar Rp. 2.000. 

 Syahrul mengatakan,  ada 3 agen di Tanjungpinang dan 181 pangkalan yang tersebar di 4 kecamatan.  

“Dihimbau kepada seluruh masyarakat Kota Tanjungpinang agar membeli gas LPG di pangkalan,  pangkalan harus melayani masyarakat yang ada disekitarnya dan harus menjual ke konsumen akhir,  bukan kepada konsumen perantara untuk diperjual belikan kembali,” himbau Syahrul. 

 Syahrul kembali menegaskan,  dengan sudah ditetapkan penyesuaian harga tersebut, harga gas LPG 3 kg sebesar Rp.  18.000 sudah menjadi harga akhir,  tidak ada lagi yang menjual diatas harga tersebut,  Pemko Tanjungpinang akan melakukan pengawasan dibawah OPD terkait bersama Hiswana Migas,  Pertamina dan Satgas Pangan di setiap pangkalan.

Ketua Cabang Hiswana Migas Provinsi Kepri  Adeck Helmi mengatakan, 

LPG 3kg akan di jual ke pangkalan resmi pada harga Rp.  15.750,- dari sebelumnya Rp. 13.750 dan pangkalan akan menjual pada harga Rp. 18.000,- dari sebelumnya Rp. 15.000,- sesuai dengan  Surat Keputusan Walikota Tanjungpinang. 

 Adeck menbahkan,  Pertamina, Hiswana Migas, Pemerintah Kota Tanjung Pinang berikut agen-agen yang melayani wilayah Tanjungpinang akan melakukan pengawasan untuk memastikan HET yang di jual tidak lebih dari yang di tentukan. Ia menegaskan,  apabila ada pangkalan resmi yang yang menjual di atas HET dan Pangkalan yang resmi menjual kepada pengencer untuk diperjual belikan kembali, maka masyarakat dapat melaporkan hal tersebut kepada Pemko dan agen, sehingga pangkalan tersebut akan mendapat sanksi berupa teguran sampai  pemutusan hubungan kerja.

 Pangkalan juga di minta untuk merevisi Papan pangkalan yang baru, tetap menyediakan racun api untuk mengatasi kebakaran dan ember air untuk memeriksa kebocoran serta timbangan untuk memastikan bahwa LPG yang di jual sesuai takaran dan mencatat semua penjualan LPG ke log book, karena LPG 3 kg adalah barang bersusidi yang di kontrol, di mana penggunanya adalah usaha mikro dan masyarakat tidak mampu.

 “Kami menyarankan agar masyarakat tidak menjual LPG 3kg selain pangkalan,  karena hal tersebut menyalahi aturan,  apabila ingin menjual LPG 3kg, maka uruslah surat rekomendasi dari agen dan pemerintah daerah agar penjualannya dapat di awasi, “papar Adeck. 

 Lebih lanjut dipaparkan Adeck,  saat ini kebutuhan LPG di Tanjungpinang sekitar 181.000 Tabung Perbulan yang di layani oleh 3 Agen yaitu: 

PT. Mulia Bintan Sejahtera 

PT. Adrijaya Sakti

PT. Bumi Kharisma Pratama

dan dengan 181 pangkalan. 

 HET yang naik telah di usulkan sejak tahun 2014 dan kembali di usulkan pada awal tahun 2017, proses ini sangatlah panjang setalah studi kelayakan selama beberapa tahun, kajian oleh tim professional dan review oleh Pemerintah Kota Tanjungpinang yang melibatkan semua OPD terkait,  maupun Pemerintah ProvinsiKepri. 

 Pada tahun 2018 ini,  Pemerintah Kota Tanjungpinang juga sudah berupaya menekan dari permintaan agen untuk dinaikan dari Rp.  21.000,  hanya cukup di angka Rp.  18.000. HET, terakhir di tetapkan pada tahun 2010  pada 8 tahun lalu di mana faktor cost jauh berbeda.

UMK di tahun 2010 adalah 975.000 dan pada tahun 2018 sudah menjadi 2.565.187 dan 2019 menjadi 2.771.172 dimana mengalami selesih sebesar 184%. 

 KURS USD pada tahun 2010 sebesar Rp.  9.500,- dan pada tahun 2018 ini pernah mencapai Rp. 15.500,- sangat mempengaruhi cost di  agen seperti spare part, harga lori baru di mana di perlukannya pembaharuan setiap 10 tahun untuk mengikuti ketentuan Pertamina dan aspek safety.

 Apabila Het tidak di naikan maka oleh agen tidak mampu lagi membayarkan umpah lembur karyawan dan pembaharuan armada yang dapat menyebabkan keterlambatan supply ke pangkalan yang berujung adalah kelangkaan dan panic buying di masyarakat yang dapat memperparah situasi di lapangan

 Hiswana Migas bersama Pemko dan Pertamina, Satgas Pangan siap melakukan pengawasan dan menjamin ketersediaan stok gas LPG 3 kg di tengah masyarakat. Ia juga menghimbau agar masyarakat tidak perlu resah dan membeli gas elpigi di pangkalan sesuai dengan harga yang sudah ditetapkan,  bukan ditempat lain.

(Budi/Hms)

Metrobatam.com tidak bertanggung jawab atas isi komentar yang ditulis. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

BERITA TERKINI

Fakta-fakta Baru Nan Mengejutkan Kasus Abu Tours, Istri Miliki Emas 7 Kg

Metrobatam, Jakarta - Sejumlah fakta baru nan mengejutkan terkait kasus Abu Tours terungkap dalam persidangan. Fakta itu mengungkap latar belakang manajer keuangan Abu Tours,...

Survei: NasDem Bakal Salip Posisi Demokrat di Pileg 2019

Metrobatam, Jakarta - Charta Politika Indonesia merilis hasil survei yang menyebutkan bahwa Partai Nasional Demokrat (Nasdem) bakal masuk di lima besar pemenang Pemilihan Legislatif...

5 Aturan Makan Tak Lazim Ini Diterapkan Untuk Keluarga Kerajaan Inggris

Metrobatam, Jakarta - Keluarga kerajaan Inggris punya aturan tak lazim terkait makanan yang dikonsumsi. Sederet peraturan itu harus dipatuhi seluruh anggota keluarga di Buckingham...

Polres Bengkalis Amankan Kapal Berisi 37 Kg Sabu, Pelaku Ternyata Mantan Sipir

Metrobatam, Pekanbaru - Sebuah pompong (kapal kayu) diamankan Polres Bengkalis di Peraian Kembung, Kecamatan Bantan, Kabupaten Bengkalis, Riau. Kapal tersebut diamankan karena di dalamnya...

Ini Penyebab Pesawat Ethiopian Airlines Dipaksa Mendarat di Batam

Metrobatam, Batam - Proses pemeriksaan terhadap pesawat milik maskapai Ethiopian Airlines masih terus berlangsung. Dari hasil pemeriksaan sementara, diketahui pesawat cargo tersebut mengangkut mesin...

Buron 8 Tahun, Terdakwa Kasus Korupsi Pembuatan Perda Diamankan di Bandung

Metrobatam, Serang – Seorang buron bernama Nandang Suryana, terdakwa kasus korupsi pembuatan perda dan non perda serta markup pembayaran pajak pengadaan barang dan jasa...

Yusril: Ma’ruf Amin akan Fokus Jawab Pertanyaan Debat soal Terorisme

Metrobatam, Jakarta - Penasihat hukum Jokowi-Ma'ruf Amin, Yusril Ihza Mahendra, mengatakan sang cawapres akan berfokus menjawab pertanyaan debat soal terorisme. Apa alasannya? "Karena lebih banyak...

Kesbangpol Lingga Gelar Sarasehan Harmonisasi Antar Etnis 2019

Metrobatam.com, Lingga - Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Lingga mengelar Sarasehan, di Lela Sungai Pinang, Kecamatan Lingga Timur, Rabu (16/1/2019), sekitar pukul 09.30 WIB. Wakil...

Pemkab Lingga dan IPB Perkuat Kerjasama Pertanian

Metrobatam.com, Bogor - Tekad Pemerintah Kabupaten Lingga untuk menjadikan bumi Bunda Tanah Melayu sebagai daerah yang unggul di bidang pertanian terus digesa dengan menggandeng...

Capai 2,5 Miliar Batang, Ketua KPK: Kuota Rokok di Batam Melebihi Jumlah Penduduk

Metrobatam, Batam - Berdasarkan penelitian Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), kuota rokok di Batam, Kepulauan Riau (Kepri) melebihi kebutuhan masyarakat. Hal ini disampaikan Ketua KPK Agus...

Profil Moderator Debat Capres Perdana 2019

Metrobatam, Jakarta - Debat capres-cawapres untuk Pilpres 2019 edisi perdana akan digelar nanti malam. Komisi Pemilihan Umum (KPU) menetapkan tema pada debat perdana mengangkat...

Legiman Pengemis yang Ngaku Punya Kekayaan Rp.1,425 Miliar, Benar atau Bohong?

Metrobatam, Pati - Seorang pengemis di Kabupaten Pati, Legiman, mengakui memiliki kekayaan sebesar Rp1,425 miliar. Kekayaannya yaitu berupa tabungan yang disimpan di salah satu...