Pencapaian Imunisasi MR Baru 38 Persen, Kepri Nomor 8 Terburuk di Indonesia

    Metrobatam, Jakarta – Pencapaian imunisasi MR di Provinsi Kepulauan Riau (Kepri) tidak berjalan mulus. Dinkes provinsi Kepri mencatat, hingga pekan kedua bulan September baru 38 persen dari 608.124 anak yang mendapatkan imunisasi MR. Pencapaian ini menempatkan Kepri menjadi nomor 8 terburuk di Indonesia.

    “Peningkatannya hanya satu persen dalam sebulan,” kata Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Kepri, Tjetjep Yudiana di Batam, Rabu (12/9).

    Pencapaian pemberian vaksin MR kepada anak usia 9 bulan hingga 15 tahun di Kepri, menjadi nomor 8 terburuk di Indonesia, di atas Riau.

    Dari seluruh kabupaten kota di Kepri, pemberian paling sulit di Kabupaten Natuna, yang hingga kini baru mencapai 9 persen. Sedangkan di Kota Batam sudah mencapai 40 persen.

    “Sebenarnya target kita di seluruh Kepri bisa mencapai 95 persen, namun sepertinya sulit. Tapi kita tidak akan merubah target, tetap 95 persen,” kata dia.

    Sementara itu, sejak 2017 silam, Dinkes Kepri mencatat setidaknya 200 anak di wilayah tersebut terjangkit campak dan rubella.

    Sementera Dinas Kesehatan Provinsi Riau menyatakan saat ini terdeteksi ada 100 anak menderita sindrom congenital rubella akut atau CRS.

    Kepala Dinas Kesehatan Riau Mimi Nazir pun berharap semua pihak mau menyukseskan imunisasi MR di provinsi itu, apalagi MUI dan juga MUI Riau telah mengeluarkan fatwa mubah. Mimi mengatakan per bulan ini pencapaian imunisasi MR baru 18,47 persen dari target 1,955 juta anak usia sembilan bulan hingga 15 tahun.

    Mimi mengatakan hambatan masih terjadi di bebapa wilayah karena pemdanya yang menunda pelaksanaan kegiatan imunisasi MR seperti Dumai, Indragiri Hilir, dan Pekanbaru.

    “Memang vaksin itu hasil pemeriksaan (kandungannya) memang haram. Tapi dalam agama Islam, ada ketentuan yang sangat terpaksa, darurat dan tak ada yang lain, maka hal-hal yang haram zatnya bisa digunakan. Jatuhnya hukumnya mubah,” kata Ketua MUI Riau Nazir Karim, Senin (10/9).

    Berdasarkan penelusuran CNNIndonesia.com, per 30 Agustus lalu ada lima provinsi yang pencapaian pemberian imunisasi MR di bawah 20 persen. Sementara itu, daerah yang berada di atas 20 persen dan di bawah 40 persen ada sembilan provinsi.

    Masih Jadi Polemik

    Imunisasi vaksin MR di Provinsi Aceh hingga saat ini masih menjadi sorotan karena diketahui memiliki kandungan enzim babi.

    Meski begitu, proses imunisasi vaksin tersebut tetap berjalan di Indonesia setelah fatwa Majelis Ulama Indonesia (MUI) menyatakan boleh (mubah). Akan tetapi, di Aceh sendiri pemberian imunisasi itu tak berjalan karena Majelis Permusyaratan Ulama (MPU) Aceh belum mengeluarkan fatwa.

    Setelah dihentikan, pencapaian imunisasi MR di Aceh terbilang rendah. Berdasarkan data Ikatan Dokter Anak Indonesia Cabang Aceh, dari total 1,5 juta anak di Aceh baru sekitar 100.000 yang telah divaksin.

    “Kasusnya di Aceh sudah ada. Sudah sering terjadi. Ini kita sangat mengimbau imunisasi vaksin MR dapat terus berjalan di Aceh. Bisa langsung berjalan kembali setelah kemarin kita sempat terhenti karena keputusan bapak plt gubernur menghentikan sementara sampai ada fatwa MUI,” ujar Sekretaris Ikatan Dokter Anak Indonesia Cabang Aceh, Dr Aslinar, Selasa (11/9).

    Sehari setelahnya, Pelaksana Tugas (Plt) Gubernur Aceh Nova Iriansyah mengatakan pihaknya masih menunggu fatwa MPU.

    “Aceh itu punya yang namanya MPU, Majelis Permusyawaratan Ulama. MPU itu lebih tua dari MUI. Jadi ketika MUI mengeluarkan fatwa, untuk Aceh kita undang-undang dasar kan melindungi asimetris. Aceh itu asimetris. Ada MPU lembaga ulamanya lebih tua dari MUI. Jadi kita juga harus tanya fatwa MPU,” ujar Nova, Rabu (12/9) malam di Banda Aceh.

    Nova menjelaskan, pihaknya tidak ingin menghentikan proses imunisasi vaksin MR. Namun, sambungnya, pemerintah menginginkan MPU memberikan fatwa agar ada kepastian hukum secara Islam. Nova pun mengaku sudah melayangkan surat agar MPU segera mengeluarkan fatwa terkait vaksin MR tersebut.

    Sementara itu, Husna, seorang ibu yang terjangkit virus rubella berharap vaksin tersebut dapat dilakukan secara menyeluruh di Aceh agar mata rantai virus tersebut dapat diputuskan.

    Husna tidak asal bicara. Ia telah merasakan dampak terburuk dari virus rubella. Buah hatinya, Husnul Faina, terlahir dengan kondisi cacat.

    Kondisi fisiknya terlihat cukup memprihatinkan. Faina tidak bisa melihat, tak bisa mendengar, juga tak bisa bicara. Bukan hanya itu, di usianya yang telah melebihi dua tahun, Faina belum kunjung bisa berjalan.

    “Jantungnya juga kena,” ujar Husna saat berbincang dengan CNNIndonesia.com sambil menggendong Faina.

    Padahal Husna bukan orang awam. Ia seorang bidan, namun dirinya sama sekali tak menyadari ketika hamil ternyata telah terjangkit rubella.

    “Saya maunya semua anak-anak mau diimunisasi supaya memutus mata rantai, supaya enggak menular ke ibu hamil,” ujar Husna. (mb/cnn indonesia)

    Metrobatam.com tidak bertanggung jawab atas isi komentar yang ditulis. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

    BERITA TERKINI

    Jabatan Danyonmarhanlan IV TPI Diserahterimakan

    Metrobatam.com, Tanjungpinang - Jabatan Komandan Batalyon Pertahanan Pangkalan (Danyonmarhanlan) IV TPI diserahterimakan dari Mayor Mar Yudo Herdyanto, M.Tr.Hanla., kepada Komandan Pasmar (Danpasmar) 1 Brigjen...

    Abdul Basyid Has : Hari PMI adalah Hari Kesalehan Sosial

    Metrobatam.com, Batam - Memperingati hari Palang Merah Indonesia (PMI), Abdul Basyid Has, Ketua Dewan Pengurus Wilayah (DPW) Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) menghimbau masyarakat untuk...

    Aklamasi, Zakmi Piliang Terpilih Jadi Ketua PWI Tanjungpinang – Bintan

    Metrobatam.com, Tanjungpinang - Zakmi Piliang dari Tanjungpinang Pos terpilih secara aklamasi sebagai Ketua PWI Tanjungpinang-Bintan, Periode 2018-2021, pada pemilihan yang di Hotel Pelangi, Lt...

    Widiastadi Nugroho Tinjau Pembangunan Mako Brimobda Kepri

    Metrobatam.com, Tanjungpinang - Komisi III DPRD Kepulauan Riau yang dipimpin langsung ketua komisi III Widiastadi Nugroho melakukan peninjauan lapangan pembangunan sarana dan prasarana di...

    4 Pelaku Penyebar Berita Hoax Demo Mahasiswa Ricuh di MK Diciduk

    Metrobatam.com, Bukittinggi - Empat penyebar berita bohong atau hoax, soal demo mahasiswa ricuh di depan Gedung Mahkamah Konstitusi (MK). Masing-masing pelaku diamankan pada empat...

    Peringati Hari PMI, Mustofa Widjaja Ajak Warga Kepri Tingkatkan Solidaritas Kemanusiaan

    Metrobatam.com, Batam - Hari ini Palang Merah Indonesia (PMI) memasuki hari jadi yang ke 73 tahun. Masyarakat dari berbagai kalangan turut memperingati hari kemanusiaan...

    Polda Kepri Tangkap 2 Kapal Ikan Asing Ilegal di Perairan Natuna

    Metrobatam.com, Batam - Polda Kepri menggelar konferensi Pers Tentang Penangkapan 2 (Dua) Kapal Ikan Asing (KIA) Ilegal asal Vietnam, Senin, (19/09/2018) sekira pukul 11.30...

    Pemko Tanjungpinang Menerima Bantuan CSR dari LPCI

    Metrobatam.com, Tanjungpiang - Pemerintah Kota Tanjungpinang menerima kunjungan Lembaga Pengembangan CSR Indonesia (LPCI). Kunjungan ini dilaksanakan dalam rangka membantu program-program pembangunan di daerah khusunya Kota...

    Perda RWZP3K Provinsi Kepri Solusi Tingkatkan PAD Sektor Laut

    Metrobatam.com, Tanjungpinang - Gubernur Provinsi Kepulauan Riau, Nurdin Basirun menyampaikan jawaban terhadap Pemandangan Umum Fraksi-fraksi tentang Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) Rencana Zonasi Wilayah Pesisir...

    Dandim 0304 Agam Mantapkan Persiapkan Event Tour de Maninjau

    Metrobatam.com, Agam - Dalam rangka menyambut pelaksanaan peringatan HUT Republik Indonesia ke-73 tahun 2019 Komandan Kodim 0304/Agam melakukan rapat persiapan perlombaan balap sepeda dan...

    Rayakan Hari Perhubungan Nasional 2018, KSOP Kelas II Tanjungpinang Adakan Jalan Sehat

    Metrobatam.com, Tanjungpinang - Dalam rangka memperingati Hari Perhubungan Nasional 2018, Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Kelas II Tanjungpinang mengadakan jalan sehat, Minggu (16/9/2018)....

    UMRAH Tanjungpinang Laksanakan Wisuda Ke-XI

    Universitas Maritim Raja Ali Haji (Umrah) Tanjungpinang mewisuda 637 mahasiswa pada wisuda Umrah ke-XI di Gedung Aula Gubernur Kepri, Pulau Dompak, kemarin, Sabtu, (15/09/2018). Dekan...
    BAGIKAN