Penderita TB di Batam Meningkat, Wako Ingatkan Berobat Sampai Tuntas

2052
Ilustrasi Penderita TB

Metrobatam.com, Batam – Walikota Batam, Muhammad Rudi mengatakan beberapa tahun lalu sempat terjadi kasus tuberculosis (TB) dengan pasien cukup banyak di pulau. Pulau dinilai lebih rawan karena lokasinya yang jauh dari kota sehingga pengobatan memerlukan biaya lebih besar. Oleh karena itu pemerintah berupaya menekan angka tersebut dengan menurunkan tenaga kesehatan ke pulau-pulau.

“Tiga tahun lalu di Karas banyak penyakit TB. Hari ini sudah netral. Karena ada bidan dan perawat yang datang tiga-dua hari sekali. Maka bidan perawat perlu diberi ilmu juga. Supaya yang jauh-jauh bisa tertangani,” ujarnya saat Pencanangan Temukan dan Obati Sampai Sembuh (TOSS) TB di Pelabuhan Internasional Sekupang, Rabu (13/4).

Rudi mengatakan jumlah penderita TB di Batam tahun 2016 lalu meningkat dibanding tahun sebelumnya. Pada 2014 jumlah penderita TB sebanyak 829 dengan kasus selesai 324, atau 39 persen. Kemudian jumlah penderitanya menurun di 2015, sebanyak 605 kasus dan yang selesai 364 kasus. Angkanya kembali meningkat di 2016 sebanyak 833 kasus, yang terselesaikan 173.

“Puskesmas harus rajin ke lapangan. Kalau tidak kita cegah, siapa saja berhadapan pindahlah penyakit itu. Pencegahan ini lebih banyak lebih bagus. Mereka tidak mungkin diisolasi. Dan biaya untuk pengobatan ini sangat besar kalau sampai tersebar banyak. Maka lebih baik kita cegah,” kata dia.

Ia juga meminta Dinas Kesehatan menyiapkan anggaran untuk antisipasi apabila dana yang disiapkan lembaga kesehatan dunia tidak cukup. Menurutnya anggaran pengobatan TB ini didapat dari dunia internasional sebesar Rp 1,8 juta untuk pengobatan intensif selama enam bulan.

“Kalau tidak cukup, bantu dari daerah. Jangan sampai belum selesai pengobatannya karena biaya tidak cukup,” kata Rudi.

Pengobatan yang tidak tuntas pada penderita TB ini dapat menyebabkan kondisi yang lebih parah. Pasien yang mangkir dari pengobatan intensif berisiko terkena multi drugs resistance (MDR). Artinya tubuh pasien menjadi tahan terhadap efek obat.

Kepala Bidang Pengendalian Penyakit dan Penyehatan Lingkungan (P2PL) Dinas Kesehatan Kota Batam, Sri Rupiati mengatakan terdapat 34 pasien MDR TB di Provinsi Kepulauan Riau.

Ia mengingatkan bahwa pengobatan TB ini harus dilakukan intensif selama enam bulan. Jika sudah masuk tahap MDR maka paket pengobatannya akan lebih mahal. maka perlu pencegahan.

“TB mangkir ada. Itu harus dicegah. Maka kita turun, ada namanya kader pengawas menelan obat untuk penderita yang mangkir tidak mau berobat tadi,” kata Sri.

Sementara itu, Kepala Kantor Kesehatan Pelabuhan Kelas IB Batam, Anas Maruf mengatakan gerakan TOSS TB ini bertujuan untuk memberikan pelayanan pengobatan yang berkualitas bagi penderita TB di tengah masyarakat.

“Karena menemukan dan mengobati TB sampai sembuh itu merupakan tantangan,” ujarnya.

MCB

Metrobatam.com tidak bertanggung jawab atas isi komentar yang ditulis. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

BERITA TERKINI

‘Politik Identitas, Bekal Bagi Parpol yang Miskin Gagasan’

Metrobatam, Jakarta - Banyaknya isu terkait suku, agama, ras, dan antargolongan (SARA) yang mewarnai kancah perpolitikan Indonesia tak terlepas dari peran partai-partai politik yang...

Digugat Anak Kandungnya Rp.1,6 Miliar, Nenek Cicih: Saya Maafkan Mereka

Metrobatam, Bandung - Kebesaran hati ditunjukkan Cicih (78). Meski digugat empat orang anaknya, nenek Cicih masih tulus memaafkan mereka. "Saya sudah memaafkan mereka. Kasih sayang...

Ditanya Kondisi NT, Ini Jawaban Orangtua Penyerang Kiai di Lamongan

Metrobatam, Lamongan - Kiai Hakam Mubarok, korban penyerangan Pengasuh Ponpes Karangasem Lamongan, sempat bertemu orangtua NT. Dalam pertemuan itu Kiai Hakam sempat menanyakan kondisi...

Polisi Ringkus 5 Pelaku Begal Sadis Terhadap Wartawan di Batam

Metrobatam.com, Batam - Setelah sempat buron, 5 dari 7 pelaku begal sadis terhadap Handes Silaban wartawan Media Lentera Indonesia di Batam akhirnya berhasil dibekuk...

Komisi III DPRD Kepri Bersama Dinas Perkim Tinjau Lokasi untuk Pembangunan Infrastruktur di Mako...

Metrobatam.com, Batam - Dinas Perumahan Rakyat dan Pemukiman ( Perkim ) Kepri bersama Komisi III Bidang Pembangunan Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kepri, Selasa...

Anggota DPRD Kepri dan Anggota DPRD Batam Hadiri Musrenbang Tingkat Kelurahan

Metrobatam.com, Batam - Musyawarah rencana pembangunan (Musrenbang) tingkat kelurahan Rempang Cate, Kecamatan Galang, Kota Batam, Kepulauan Riau dilaksanakan di Kantor lurah Rempang Cate, Rabu,...

Bank BTN Siap Membantu Sertifikat Perum Air Mas

Metrobatam.com, Batam - Warga perumahan Air Mas Mandar Paradise, Batuaji, Batam, Kepulauan Riau  Lakukan aksi demo di Bank BTN untuk minta keterangan sertifikat rumah mereka,...

Sebarkan Isu akan Ada Pembantaian Ulama oleh PKI, Guru SMA di Banten Ditangkap Polisi

Metrobatam, Banten - Polisi menangkap guru SMA bernama Yayi Haidar Aqua, pemilik akun Facebook Ragil Prayoga Hartajo. Yayi diduga menyebarkan hoax soal adanya pasukan...

Ratusan Advokat Bela Firman Wijaya Lawan SBY

Metrobatam, Jakarta - Sekitar 400 orang advokat secara sukarela membentuk 'Tim Advokasi Untuk Kehormatan Profesi' membela pengacara Setya Novanto, Firman Wijaya untuk menghadapi proses...

KPK Sebut Upaya Nazaruddin Seharusnya Didukung

Metrobatam, Jakarta - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menyebut upaya mantan Bendahara Umum Partai Demokrat Muhammad Nazaruddin mengungkap nama-nama yang diduga terlibat kasus korupsi seharusnya...

Sambil Santap Nasi Jambal, Mega-Jokowi Bertemu di Batu Tulis Semalam

Metrobatam, Bogor - Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri melakukan pertemuan tertutup dengan Presiden Joko Widodo di Istana Batu Tulis Bogor, semalam. Pertemuan hampir dua...

Wiranto Tegaskan Aparatur Negara Harus Netral dalam Pilkada

Metrobatam, Jakarta, - Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum dan Keamanan (Menkopolhukam) Wiranto mengingatkan bahwa aparatur negara, baik sipil maupun TNI dan Polri, serta penyelenggara...
BAGIKAN