Penderita TB di Batam Meningkat, Wako Ingatkan Berobat Sampai Tuntas

2067
Ilustrasi Penderita TB

Metrobatam.com, Batam – Walikota Batam, Muhammad Rudi mengatakan beberapa tahun lalu sempat terjadi kasus tuberculosis (TB) dengan pasien cukup banyak di pulau. Pulau dinilai lebih rawan karena lokasinya yang jauh dari kota sehingga pengobatan memerlukan biaya lebih besar. Oleh karena itu pemerintah berupaya menekan angka tersebut dengan menurunkan tenaga kesehatan ke pulau-pulau.

“Tiga tahun lalu di Karas banyak penyakit TB. Hari ini sudah netral. Karena ada bidan dan perawat yang datang tiga-dua hari sekali. Maka bidan perawat perlu diberi ilmu juga. Supaya yang jauh-jauh bisa tertangani,” ujarnya saat Pencanangan Temukan dan Obati Sampai Sembuh (TOSS) TB di Pelabuhan Internasional Sekupang, Rabu (13/4).

Rudi mengatakan jumlah penderita TB di Batam tahun 2016 lalu meningkat dibanding tahun sebelumnya. Pada 2014 jumlah penderita TB sebanyak 829 dengan kasus selesai 324, atau 39 persen. Kemudian jumlah penderitanya menurun di 2015, sebanyak 605 kasus dan yang selesai 364 kasus. Angkanya kembali meningkat di 2016 sebanyak 833 kasus, yang terselesaikan 173.

“Puskesmas harus rajin ke lapangan. Kalau tidak kita cegah, siapa saja berhadapan pindahlah penyakit itu. Pencegahan ini lebih banyak lebih bagus. Mereka tidak mungkin diisolasi. Dan biaya untuk pengobatan ini sangat besar kalau sampai tersebar banyak. Maka lebih baik kita cegah,” kata dia.

Ia juga meminta Dinas Kesehatan menyiapkan anggaran untuk antisipasi apabila dana yang disiapkan lembaga kesehatan dunia tidak cukup. Menurutnya anggaran pengobatan TB ini didapat dari dunia internasional sebesar Rp 1,8 juta untuk pengobatan intensif selama enam bulan.

“Kalau tidak cukup, bantu dari daerah. Jangan sampai belum selesai pengobatannya karena biaya tidak cukup,” kata Rudi.

Pengobatan yang tidak tuntas pada penderita TB ini dapat menyebabkan kondisi yang lebih parah. Pasien yang mangkir dari pengobatan intensif berisiko terkena multi drugs resistance (MDR). Artinya tubuh pasien menjadi tahan terhadap efek obat.

Kepala Bidang Pengendalian Penyakit dan Penyehatan Lingkungan (P2PL) Dinas Kesehatan Kota Batam, Sri Rupiati mengatakan terdapat 34 pasien MDR TB di Provinsi Kepulauan Riau.

Ia mengingatkan bahwa pengobatan TB ini harus dilakukan intensif selama enam bulan. Jika sudah masuk tahap MDR maka paket pengobatannya akan lebih mahal. maka perlu pencegahan.

“TB mangkir ada. Itu harus dicegah. Maka kita turun, ada namanya kader pengawas menelan obat untuk penderita yang mangkir tidak mau berobat tadi,” kata Sri.

Sementara itu, Kepala Kantor Kesehatan Pelabuhan Kelas IB Batam, Anas Maruf mengatakan gerakan TOSS TB ini bertujuan untuk memberikan pelayanan pengobatan yang berkualitas bagi penderita TB di tengah masyarakat.

“Karena menemukan dan mengobati TB sampai sembuh itu merupakan tantangan,” ujarnya.

MCB

Metrobatam.com tidak bertanggung jawab atas isi komentar yang ditulis. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

BERITA TERKINI

Pelantikan Pengurus IOF Pengcab Batam dan Tanjungpinang Periode 2018-2022

Metrobatam.com, Batam - Pelantikan pengurus Indonesia Off-Road Federation Pengcab Batam-Pengcab Tanjung Pinang di Hotel Planet Holiday, Sabtu (21/04/2018). Askar Kartiwa Ketua Umum PP IOF menerangkan,...

Isu Kudeta, Fakta Dibalik Rentetan Tembakan di Istana Arab Saudi

Riyadh - Sejumlah saksi mata yang berada di dekat Istana Arab Saudi mendengar rentetan tembakan di dalam kompleks istana. Kemudian suara tembakan ini dikaitkan...

Presiden PKS Buka Kemungkinan Usung Capres Selain Prabowo

Metrobatam, Jakarta - Partai Keadilan Sejahtera (PKS) membuka kemungkinan mengusung calon presiden (capres) selain Ketua Umum Gerindra Prabowo Subianto. Presiden PKS Sohibul Iman mengatakan saat...

Dilarang SBY Bicara, Roy Suryo Sebut Pembocor Info Berbahaya

Metrobatam, Jakarta - Wakil Ketua Umum Partai Demokrat Roy Suryo membenarkan kabar bahwa Ketua Umum Partai Demokat Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) melarangnya untuk berbicara...

Kapal Tenggelam, Wakapolres Pelabuhanbatu Hilang

Metrobatam, Medan - Terjadi kecelakaan speed board (perahu) yang mengangkut rombongan personel Polri di Sungai Berombang, Kabupaten Labuhanbatu, Sumatera Utara pada Sabtu 21 April...

Bantai Sevila 5 – 0, Barcelona Juara Copa del Rey

Madrid - Barcelona tak kesulitan meraih gelar juara Copa del Rey musim ini. Menghadapi Sevilla di final, Blaugrana menang amat telak: 5-0! Laga final Copa...

Ketum PPP: Secara Rasional AHY Lebih Pilih Jokowi

Metrobatam, Jakarta - Ketua Umum PPP Romahurmuziy menilai Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) lebih baik bersama Joko Widodo dalam Pilpres 2019. Romahurmuziy menyebut ini sebagai...

Bandung Banjir, Tim Diskar PB Evakuasi Mobil yang Terjebak

Metrobatam, Bandung - Hujan deras yang mengguyur Kota Bandung sejak Sabtu (21/4) sore kembali membuat sejumlah ruas jalan terendam banjir Cileuncang. Dinas Kebakaran dan...

Menteri Yohana Sebut Jokowi Setujui Perppu Cegah Kawin Dini

Metrobatam,Jakarta - Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Yohana Yembise mengatakan Presiden Joko Widodo menyetujui penerbitan Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-Undang tentang Pencegahan Perkawinan Anak. "Jadi...

Ancam Penyidik, Brigjen Gadungan Ditangkap di Banten

Metrobatam, Jakarta - Polres Metro Jakarta Selatan menangkap seorang pria berinisial A yang berpura-pura menjadi Brigadir Jenderal setelah melakukan pengancaman terhadap penyidik yang menangani...

Belasan Gajah Rusak Rumah Warga Lampung

Metrobatam, Tanggamus - Belasan gajah liar masuk ke permukiman warga di Pekon (Kampung) Gunungdoh, Kecamatan Bandarnegeri Semuong, Kabupaten Tanggamus, Provinsi Lampung, dan merusak rumah...

Ditekuk Tim Juru Kunci, Performa Milan Memalukan

Milan - AC Milan menelan kekalahan 0-1 saat menghadapi Benevento yang notabene tim juru kunci. Performa Rossoneri, terlebih di kandang sendiri, dinilai memalukan. Milan tumbang...
BAGIKAN