Penderita TB di Batam Meningkat, Wako Ingatkan Berobat Sampai Tuntas

2002
Ilustrasi Penderita TB

Metrobatam.com, Batam – Walikota Batam, Muhammad Rudi mengatakan beberapa tahun lalu sempat terjadi kasus tuberculosis (TB) dengan pasien cukup banyak di pulau. Pulau dinilai lebih rawan karena lokasinya yang jauh dari kota sehingga pengobatan memerlukan biaya lebih besar. Oleh karena itu pemerintah berupaya menekan angka tersebut dengan menurunkan tenaga kesehatan ke pulau-pulau.

“Tiga tahun lalu di Karas banyak penyakit TB. Hari ini sudah netral. Karena ada bidan dan perawat yang datang tiga-dua hari sekali. Maka bidan perawat perlu diberi ilmu juga. Supaya yang jauh-jauh bisa tertangani,” ujarnya saat Pencanangan Temukan dan Obati Sampai Sembuh (TOSS) TB di Pelabuhan Internasional Sekupang, Rabu (13/4).

Rudi mengatakan jumlah penderita TB di Batam tahun 2016 lalu meningkat dibanding tahun sebelumnya. Pada 2014 jumlah penderita TB sebanyak 829 dengan kasus selesai 324, atau 39 persen. Kemudian jumlah penderitanya menurun di 2015, sebanyak 605 kasus dan yang selesai 364 kasus. Angkanya kembali meningkat di 2016 sebanyak 833 kasus, yang terselesaikan 173.

“Puskesmas harus rajin ke lapangan. Kalau tidak kita cegah, siapa saja berhadapan pindahlah penyakit itu. Pencegahan ini lebih banyak lebih bagus. Mereka tidak mungkin diisolasi. Dan biaya untuk pengobatan ini sangat besar kalau sampai tersebar banyak. Maka lebih baik kita cegah,” kata dia.

Ia juga meminta Dinas Kesehatan menyiapkan anggaran untuk antisipasi apabila dana yang disiapkan lembaga kesehatan dunia tidak cukup. Menurutnya anggaran pengobatan TB ini didapat dari dunia internasional sebesar Rp 1,8 juta untuk pengobatan intensif selama enam bulan.

“Kalau tidak cukup, bantu dari daerah. Jangan sampai belum selesai pengobatannya karena biaya tidak cukup,” kata Rudi.

Pengobatan yang tidak tuntas pada penderita TB ini dapat menyebabkan kondisi yang lebih parah. Pasien yang mangkir dari pengobatan intensif berisiko terkena multi drugs resistance (MDR). Artinya tubuh pasien menjadi tahan terhadap efek obat.

Kepala Bidang Pengendalian Penyakit dan Penyehatan Lingkungan (P2PL) Dinas Kesehatan Kota Batam, Sri Rupiati mengatakan terdapat 34 pasien MDR TB di Provinsi Kepulauan Riau.

Ia mengingatkan bahwa pengobatan TB ini harus dilakukan intensif selama enam bulan. Jika sudah masuk tahap MDR maka paket pengobatannya akan lebih mahal. maka perlu pencegahan.

“TB mangkir ada. Itu harus dicegah. Maka kita turun, ada namanya kader pengawas menelan obat untuk penderita yang mangkir tidak mau berobat tadi,” kata Sri.

Sementara itu, Kepala Kantor Kesehatan Pelabuhan Kelas IB Batam, Anas Maruf mengatakan gerakan TOSS TB ini bertujuan untuk memberikan pelayanan pengobatan yang berkualitas bagi penderita TB di tengah masyarakat.

“Karena menemukan dan mengobati TB sampai sembuh itu merupakan tantangan,” ujarnya.

MCB

Metrobatam.com tidak bertanggung jawab atas isi komentar yang ditulis. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

BERITA TERKINI

Kawasan Bumi Indah Nagoya Batam akan Dibangun Atap dengan Anggaran 7 Miliar

Metrobatam.com, Batam - Dinas Cipta Karya dan Tata Ruang menganggarkan Rp 7 miliar untuk membangun atap kawasan Bumi Indah Nagoya. Kepala Dinas CKTR, Suhar...

Dugaan Terima Suap Rp1,5 Miliar, KPK Tahan Wali Kota Cilegon

Metrobatam.com, Jakarta - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menahan Wali Kota Cilegon Tubagus Imam Ariyadi (TIA) usai diperiksa dan ditetapkan sebagai tersangka kasus dugaan penerimaan...

Manchester City Hajar Crystal Palace 5-0

Metrobatam.com, Manchester - Manchester City bertahan di puncak klasemen sementara Liga Inggris seusai mengalahkan Crystal Palace dengan skor 5-0 pada pertandingan pekan keenam di...

Layanan Kesehatan Jemput Bola ala Bupati Bintan

Metrobatam.com, Bintan - Bupati Bintan H Apri Sujadi, S.Sos mengatakan agar masyarakat Kabupaten Bintan bisa memperoleh kemudahan dalam Pelayanan Kesehatan, dirinya menggagas 3 inovasi...

Polda Kepri Kejar Tersangka Lain Penyelundupan 12 Ton Bahan Pembuat PCC

Metrobatam.com, Bintan - Polda Kepri bersama Polres Bintan masih mengejar pelaku lain atas pengungkapan kasus penyelundupan 12 ton bahan pembuat PCC pada 2 September...

Bupati Bintan Segera Terapkan 3 Inovasi di Bidang Kesehatan

Metrobatam.com, Bintan - Guna memaksimalkan Pelayanan Kesehatan kepada seluruh masyarakat di Kabupaten Bintan, maka Bupati Bintan H Apri Sujadi, S.Sos mencetuskan 3 inovasi terbaru...

Riset Intelijen Media: Isu PKI Banjiri Medsos, Jokowi dan Panglima TNI Paling Banyak Disebut

Metrobatam, Jakarta - Percakapan tentang isu Partai Komunis Indonesia (PKI) ramai diperbincangkan "netizen" di media sosial, bahkan kembali meningkat tajam sepanjang September 2017 dan...

Waduh! Kekeringan di Karawang Meluas, 33.325 Warga Kesulitan Air Bersih

Metrobatam, Karawang - Kekeringan di Kabupaten Karawang, Jawa Barat terus meluas hingga di 33 desa. Akibatnya sebanyak 30. 325 jiwa terkena dampak kekeringan. Warga...

Edan! Dikira Taksi Online, Mobil Merah Ini Digulingkan Massa

Metrobatam, Batam - Keberadaan taksi online ternyata masih belum bisa diterima oleh kelompok tertentu. Baru-baru ini sebuah kejadian miris terjadi Kota Batam, Kepulauan Riau...

Usut Korupsi E-KTP, KPK Periksa 7 Saksi dari Perekayasa BJIK hingga Sopir Terdakwa

Metrobatam, Jakarta - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) memanggil tujuh orang saksi dalam kasus megakorupsi pengadaan e-KTP. Mereka akan diperiksa sebagai saksi untuk tersangka Setya...

Isi e-Money Kena Biaya, OJK: Bank kan Cari Untung Tapi Harus Terukur

Metrobatam, Jakarta - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menyebutkan, pembatasan fee isi ulang e-money agar para perbankan tidak mengambil untung secara sembarangan melainkan harus terukur. Hal...

Ini Isi Surat Penetapan Ridwan Kamil Jadi Cagub Jabar oleh Golkar

Metrobatam, Jakarta - Partai Golkar mengesahkan dan menetapkan Ridwan Kamil berpasangan dengan Daniel Muttaqien maju ke Pilgub Jabar 2018. Keputusan tersebut sudah direstui oleh...
BAGIKAN