Pendidikan Dini Picu Masalah Perilaku pada Anak?

    138

    pendidikan

    Metrobatam.com, Jakarta: Sebuah studi mengungkap, peningkatan stres akademik di usia muda menjadi salah satu faktor tingginya prevalensi gangguan konsentrasi dan perilaku pada anak.

    Para peneliti dari University of Miami memiliki hipotesis bahwa, peningkatan standar akademik sejak tahun 1970 memberikan kontribusi terhadap kenaikan diagnosis gangguan attention-deficit hyperactivity disorder (ADHD) atau yang dikenal dengan istilah hiperaktif pada anak.

    ADHD adalah suatu kondisi neurobiologis yang dipengaruhi perilaku usia, dan lingkungan.

    Hasil penelitian menunjukkan, bahwa sejak tahun 1981 hingga 1997, anak-anak berusia 3-5 tahun yang telah diajari membaca dan berhitung meningkat sebanyak 30 persen.

    Presentase anak-anak yang sudah mengikuti program penuh juga meningkat dari 17 persen pada 1970 menjadi 58 persen pada pertengahan 2000-an.

    Pada 1997, anak yang berusia 6-8 tahun menghabiskan waktu lebih dari dua jam dalam seminggu untuk mengerjakan pekerjaan rumah. Padahal sepuluh tahun sebelum periode ini, anak-anak mengerjakan tugas mereka kurang dari satu jam.

    “Ketika kami meneliti literatur kebijakan pendidikan dan masyarakat untuk studi yang mendokumentasikan waktu anak-anak dihabiskan untuk kegiatan akademik, kami terkejut untuk menemukan bagaimana substansial pendidikan telah berubah sejak 70-an,” kata Jeffrey P. Brosco, profesor di University of Miami

    Karena kegiatan akademik telah meningkat, waktu untuk bermain dan bersantai anak mengalami penurunan. Bermain, bagi sebagian besar anak menjadi hal yang asing.

    Broco menambahkan, tuntutan akademis yang diberikan pada anak-anak secara negatif memengaruhi perilaku mereka.

    “Misalnya, memasukkan anak setahun lebih muda dari seharusnya ke Taman Kanak-kanak berkesempatan bisa memicu masalah perilaku,” tambahnya.

    Penelitian yang dipublikasikan dalam JAMA Pediatrics ini  tidak bermaksud menyalahkan program pendidikan dini bagi anak. Namun, para peneliti meminta untuk mengkaji ulang program tersebut.

    “Pada usia muda, yang paling penting bagi anak-anak adalah bisa bermain bebas, berinteraksi sosial dan menggunakan imajinasi,” pungkasnya.

    Metrobatam.com tidak bertanggung jawab atas isi komentar yang ditulis. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

    BERITA TERKINI

    Bupati Bintan Pimpin Rapat Koordinasi Bersama Seluruh Satker

    Metrobatam.com, Bintan - Terkait permasalahan banjir yang sering terjadi dibeberapa titik lokasi di Kabupaten Bintan, Bupati Bintan H. Apri Sujadi, S.Sos mengajukan usulan kepada...

    Pemkab Bintan akan Hidupkan Lahan Tidur

    Metrobatam.com, Bintan - Bupati Bintan H Apri Sujadi, S.Sos bersama rombongan Komisi I dan Komisi II DPRD Kabupaten Bintan meninjau Waduk Hulu Bintan, Selasa,...

    Ini Restoran Senilai Rp 15 Miliar, Milik Bos First Travel di London

    Metrobatam, Jakarta - Polisi mendalami kepemilikan aset milik bos First Travel berupa restoran di London, Inggris. Restoran tersebut disebut polisi dibeli pada 2016 dengan...

    Hore! Sukses Cegah Karlahut, Lima Desa Dapat Rp100 Juta

    Metrobatam, Pelalawan - Sebanyak lima desa mendapatkan reward (hadiah) karena berhasil mencegah kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) di wilayahnya. Lima desa tersebut berasal dari...

    Bank Sampah Solusi dari Persoalan Sampah di Bintan

    Metrobatam.com, Bintan - Masalah sampah bukanlah permasalahan yang bisa dibiarkan begitu saja, permasalahan sampah selalu menjadi masalah yang berkesinambungan di setiap kota. Dan Sistem...

    Hindari Gratifikasi, Kapolri Taruh Sepeda Jokowi di Museum Polri

    Metrobatam, Jakarta - Istri Kapolri, Tri Suswati, mendapat hadiah sepeda dari Presiden Jokowi karena dinilai memakai pakaian adat terbaik saat upacara 17 Agustus di...

    Jelang Puncak Haji, Jemaah Indonesia Cari Makanan Mandiri

    Metrobatam, Jakarta - Jelang proses puncak ibadah haji pada akhir bulan ini (9 Zulhijah) di Padang Arafah, Arab Saudi, Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH)...

    Kasus Suap ‘Sapi-Kambing’, KPK akan Selidiki Peran Majelis Hakim

    Metrobatam, Jakarta - Suap bersandi 'sapi-kambing' diterima oknum Panitera Pengganti Pengadilan Negeri Jakarta Selatan (PN Jaksel) dari pengacara PT Aquamarine Divindo Inspection (ADI). Tujuannya...

    Pelaku Teror di Spanyol Ingin Ledakkan Katedral Ikonik Barcelona

    Barcelona - Salah satu tersangka serangan teror diBarcelona, Spanyol, pekan lalu, kepada hakim mengatakan bahwa kelompoknya sebenarnya merencanakan serangan yang jauh lebih besar. Kepada media...

    Hari ke-3, Basarnas Fokus Lakukan Pencarian 10 Tentara AS di Perairan Bintan

    Metrobatam, Batam - Hari ketiga, Badan SAR Nasional (Basarnas ) Kepri masih melakukan pencarian hilangnya 10 orang tentara Amerika Serikat (AS), pascatabrakan antara kapal...

    Aman Abdurrahman, Pengagum ISIS dan Perebut Massa Baasyir

    Metrobatam, Jakarta - Peringatan Hari Kemerdekaan ke-72 Republik Indonesia seharusnya menjadi lembaran baru bagi terpidana kasus terorisme Aman Abdurrahman alias Oman. Remisi atau pengurangan masa...

    JK: Pemerintah Ingin Temuan Pansus Angket Perkuat KPK

    Metrobatam, Jakarta - Pemerintah meminta kelembagaan Komisi Pemberantasan Korupsi tetap kuat meski Panitia Khusus Hak Angket telah menemukan 11 temuan sementara indikasi pelanggaran lembaga...