Metrobatam, Maros – Kasus pernikahan anak ternyata masih marak terjadi di Maros, Sulawesi Selatan. Tercatat, untuk 2018, dispensasi 22 kasus pernikahan anak diajukan di Pengadilan Agama (PA) setempat. Yang mengajukan bahkan ada yang masih berusia 12 tahun dan masih duduk di bangku kelas 5 SD.

“Tahun ini, tercatat sudah ada 22 pasangan yang mengajukan dispensasi nikah ke pihak kami. Di antaranya ada perempuan yang masih 12 tahun. Dispensasi pernikahan ini diajukan karena mereka tidak mendapatkan izin nikah di KUA,” kata Wakil Panitera Pengadilan Agama Maros, Abdullah Modding, Selasa (24/7).

Angka tertinggi pengajuan dispensasi nikah yang masuk di PA Maros terjadi pada April sebanyak 6 kasus, kemudian pada Juni lalu sebanyak 5 kasus. Khusus di bulan lalu, PA mengabulkan semua permohonan dispensasi pengajuan yang masuk itu.

“Angka tertinggi itu ada di bulan April dan bulan lalu. Ada yang dikabulkan ada juga yang ditolak. Tapi kebanyakan itu dikabulkan oleh hakim. Untuk bulan ini, kita baru terima dua pengajuan dispensasi. Terbaru umur perempuannya 14, laki-lakinya 29 tahun,” lanjutnya.

Menurutnya, catatan kasus pernikahan dini yang masuk di PA Maros ini di luar dari pernikahan dini yang dilaksanakan namun tidak mengajukan dispensasi. Seperti kasus pernikahan dini yang digelar di Desa Majannang, Kecamatan Maros Baru, Maros, pada Mei 2018. Keduanya tetap menikah tanpa ada izin dari pihak berwenang.

“Di luar itu ya. Karena kita tidak tahu prosesnya seperti apa karena memang setelah tidak mendapatkan izin dari KUA, mereka tetap menikah. Nah saya rasa, kasus seperti ini masih terjadi di luar sana dan memang tidak terdata di kami,” paparnya.

Pengajuan dispensasi nikah ke PA juga banyak terjadi setelah pasangan di bawah umur itu telah melangsungkan pernikahan secara siri. Alasan yang mendasari juga cukup beragam, dari saling cinta sampai sudah ada pasangan yang telah hamil duluan, sehingga hakim mau tidak mau mengabulkan permohonan mereka.

Masih maraknya pernikahan usia anak di beberapa daerah ini diakui psikolog yang juga Rektor Unhas, Dwia Aries Tina Pulubuhu, disebabkan berbagai faktor, terutama aspek kultur. Budaya malu atau siri’, yang dikenal oleh masyarakat Sulsel, terkadang menjadi motif utama pernikahan anak.

“Sebenarnya banyak faktor. Mulai pendidikan, kemiskinan, pergaulan, sampai pemahaman. Tapi khusus di Sulsel ini, ada hubungannya dengan aspek kultur,” katanya.

“Yang menjaga siri’ itu keluarga besar, bisa jadi anak dipaksa menikah dini agar terhindar dari pergaulan bebas. Bisa jadi bukan keluarga inti yang memaksa, tapi keluarga besarnya yang menjaga martabat itu,” pungkasnya. (mb/detik)

Metrobatam.com tidak bertanggung jawab atas isi komentar yang ditulis. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

BERITA TERKINI

Kualifikasi Piala Eropa 2020, Inggris Hajar Republik Ceko 5-0

Metrobatam.com, Inggris - Tim nasional Inggris mengawali kiprahnya di Kualifikasi Piala Eropa 2020 dengan kemenangan 5-0 atas Republik Ceko. Raheem Sterling mencetak hat-trick di laga itu. Dalam pertandingan...

KPK Amankan 4 Orang Terkait OTT Direktur Krakatau Steel

Metrobatam.com, Jakarta - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) telah mengamankan sebanyak empat orang terkait dengan operasi tangkap tangan (OTT) yang diduga berhubungan dengan salah satu...

Korcab IV DJA I Adakan Pelatihan Ecoprint Advance

Metrobatam.com, Tanjungpinang - Koordinator Cabang IV (Korcab IV) Daerah Jalasenastri Armada I (DJA I) mengadakan salah pelatihan ecoprint advance di Aula Yos Sudarso, Markas...

Apel Gelar Pasukan, Pemkab-TNI-Polri Bintan Bersinergi

Metrobatam.com, Bintan - Apel Gelar Pasukan Pengamanan Pemilu 2019 dilangsungkan di Lapangan Demang Lebar Daun Kijang Kota, Kabupaten Bintan, Jum'at pagi (22/3). Hampir 12...

Pengurus “Lasqi” Resmi Dilantik, Pemkab dan Kemenag Lingga Beri Dukungan

Metrobatam.com, Lingga - Pengurus DPD Lembaga Seni Qasidah Indonesia (Lasqi) Kabupaten Lingga, Kepulauan Riau, periode 2019-2023 resmi dilantik oleh Ketua DPW Lasqi Provinsi Kepri,...

Kodim 0315/Bintan Bersama Perkumpulan Jember Bersatu Gelar Kegitan Jum’at Berkah

Metrobatam.com, Tanjungpinang - Kepedulian yang tinggi merupakan bentuk nyata yang dimiliki oleh TNI karena TNI ada dan besar bersama rakyat. Sesuai dengan Mottonya Bahwa...

Gubernur Kepri Buka MTQ ke-XIII Tingkat Kecamatan Bukit Bestari

Metrobatam.com, Tanjungpinang - Gubernur Kepulauan Riau H. Nurdin Basirun membuka secara resmi Musabaqah Tilawatil Qur’an tingkat Kecamatan Bukit Bestari Tahun 2019 bertempat di Lapangan...

Wiranto: Jangan Takut dengan Pergerakan Massa Pemilu 2019

Metrobatam, Jakarta - Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan (Menkopolhukam) Wiranto mengatakan masyarakat tak perlu takut terhadap isu-isu maupun pergerakan massa jelang Pemilu...

TNI Akui Terbitkan Pelat Mobil yang Dipakai Relawan Prabowo

Metrobatam, Jakarta - Komandan Pusat Polisi Militer TNI Mayjen Dedi Iswanto menyatakan plat bernomor 3005-00 yang digunakan Mitsubishi Pajero dalam acara relawan Prabowo Subianto...

MA Perberat Vonis Fredrich Yunadi Jadi 7,5 Tahun Penjara

Metrobatam, Jakarta - Majelis hakim kasasi Mahkamah Agung (MA) memperberat vonis advokat Fredrich Yunadi menjadi 7,5 tahun penjara dan denda sebesar Rp500 juta subsidair...

Temui Wiranto, AHY Beri Dukungan Agar Pemilu Aman, Damai dan Jujur

Metrobatam, Jakarta - Komandan Komando Tugas Bersama (Kogasma) Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) menemui Menko Polhukam Wiranto. AHY menyampaikan rekomendasi ke Wiranto terkait...

Wiranto: 453 Ribu Personel TNI-Polri Amankan Pemilu 2019

Metrobatam, Jakarta - Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan (Menko Polhukam) Wiranto mengatakan lebih dari 453 ribu personel Tentara Nasional Indonesia (TNI) dan...