Pengadilan Dinilai Tak Berwenang Memerintah KPK soal Century

Metrobatam, Jakarta – Pengadilan Negeri Jakarta Selatan dinilai tak berwenang memerintahkan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menetapkan Wakil Presiden RI ke-11 Boediono sebagai tersangka dalam kasus korupsi Bank Century.

Pengajar hukum pidana di Universitas Trisakti Abdul Ficar Hadjar memandang perintah tersebut melampaui kewenangan praperadilan.

Sebab, seperti diatur dalam Kitab Undang-undang Hukum Acara Pidana. praperadilan hanya berwenang memutus terkait upaya paksa oleh penyidik, yakni menangkap, menahan, menggeledah, menyita, dan menyatakan seseorang sebagai tersangka.

“Selain kewenangan tersebut, praperadilan tidak berwenang memerintahkan untuk menetapkan seseorang sebagai tersangka,” ujar Fickar melalui pesan singkat kepada CNNIndonesia.com, Rabu (11/4).

PN Jaksel sebelumnya mengabulkan gugatan praperadilan yang diajukan Masyarakat Anti Korupsi Indonesia (MAKI) tentang pengusutan kasus pemberian Fasilitas Pendanaan Jangka Pendek (FPJP) dan penetapan Bank Century sebagai bank gagal berdampak sistemik.

Dalam putusannya, hakim memerintahkan KPK menetapkan Boediono dan sejumlah nama lain sebagai tersangka, yakni Muliaman Darmansyah Hadad, Hartadi, Miranda Gultom, dan Raden Pardede.

Menurut Ficar, putusan itu tak mengikat dan tak wajib untuk diikuti oleh KPK. “Bahkan menurut saya bisa diajukan Peninjauan Kembali,” imbuhnya.

Namun demikian, Ficar sepakat bahwa putusan yang memerintahkan KPK membuka kembali perkara Bank Century itu wajib dilaksanakan.

“Sepanjang peradilan yang mengeluarkan putusan itu punya kewenangan maka KPK harus tunduk terhadap putusan,” katanya.

MAKI sebelumnya mengajukan gugatan praperadilan kasus Bank Century Nomor 24/ Pid.Prap/2018 /PN Jaksel. MAKI menilai KPK berlarut-larut menangani kasus Century karena tidak segera menetapkan tersangka baru setelah vonis Budi Mulya. KPK dianggap telah menghentikan penyidikan kasus Century secara tidak sah.

KPK sendiri menyatakan bakal mempelajari terlebih dulu putusan praperadilan PN Jaksel. Pada dasarnya, lembaga anti rasuah berkomitmen mengungkap setiap kasus sepanjang terdapat bukti yang cukup, termasuk dalam kasus Bank Century.

Kasus Bank Century terakhir kali menyeret mantan Deputi Gubernur Bank Indonesia Budi Mulya yang divonis 15 tahun oleh Mahkamah Agung (MA) di tingkat kasasi pada April 2015.

Budi terbukti bersalah melakukan korupsi terkait pengucuran dana Rp600 miliar untuk FPJP bagi PT Bank Century saat itu, sebelum pengucuran dana talangan negara. (mb/cnn indonesia)

Metrobatam.com tidak bertanggung jawab atas isi komentar yang ditulis. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

BERITA TERKINI

Habibie: Pilih Presiden yang Mampu dan Rekam Jejaknya Nyata

Metrobatam, Jakarta - Presiden ke-3 RI BJ Habibie bicara soal Pilpres 2019. Dia mengingatkan masyarakat Indonesia untuk memilih Presiden yang mampu dan mempunyai kerja...

Menanti Langkah Kemenkum HAM Usai Minta Maaf Soal OTT Sukamiskin

Metrobatam, Jakarta - Sel mewah di Lapas Sukamiskin terbongkar. Operasi tangkap tangan (OTT) yang dijalankan KPK di Lapas Sukamiskin membuka dugaan adanya suap untuk...

Ekonom Senior Bank Dunia Tewas Tenggelam di Pantai Double Six Bali

Metrobatam, Kuta – Ekonom senior Bank Dunia tewas tenggelam di Pantai Doubel Six Bali. Korban diketahui bernama Aakansha Pande(38) yang dinyatakan tewas saat dalam...

19 Pintu Tol Jakarta Ditutup Selama Asian Games 2018

Metrobatam, Jakarta - Sebanyak 19 pintu tol di DKI Jakarta akan ditutup selama Asian Games 2018 berlangsung. Uji coba penutupan 19 pintu tol itu...

Jokowi: Janurnya Belum Melengkung, Silakan Bersaing Jadi Cawapres 1-2 Minggu Ini

Metrobatam, Jakarta - Presiden Joko Widodo (Jokowi) menegaskan belum memutuskan nama cawapresnya di Pilpres 2019. Jokowi memberikan kesempatan bagi kandidat untuk berkompetisi. "Seperti disampaikan Pak...

International Champions Cup: Sempat Unggul, Liverpool Dikalahkan Dortmund 1-3

Charlotte - Liverpool mengawali pramusimnya di International Champions Cup dengan kekalahan. The Reds tumbang 1-3 dari Borussia Dortmund setelah sempat unggul duluan. Dalam pertandingan di...

Kalapas Sukamiskin Tersangka, Komisi III: Jual Beli Fasilitas Lapas Kecilkan Efek Jera

Metrobatam, Jakarta - Anggota Komisi III DPR dari Fraksi PKB Abdul Kadir Karding menyebut praktek suap di lembaga pemasyarakatan (lapas) akan mengakibatkan terjadinya diskriminasi...

Sidak Lapas Sukamiskin, Kemenkum HAM Temukan Rp 102 Juta

Metrobatam, Jakarta - Ditjen Pemasyarakatan Kementrian Hukum dan HAM Sri Puguh Budi Utami memimpin sidak di Lapas Sukamiskin. Dari sidak tersebut, ada uang dengan...

Mesut Oezil Umumkan Pensiun dari Timnas Jerman

Berlin - Keputusan mengejutkan datang dari Mesut Oezil. Oezil memutuskan untuk pensiun dari timnas Jerman, saat usianya baru 29 tahun. Pengumuman itu dilakukan Oezil tidak...

KPU: Lima Bakal Caleg Eks Koruptor Dikembalikan ke Parpol

Metrobatam, Jakarta - Komisi Pemilihan Umum (KPU) mengembalikan berkas lima bakal calon anggota legislatif ke partai politik asalnya karena merupakan eks narapidana kasus korupsi. "Berdasarkan...

Hidupkan Merpati, Investor Tanggung Utang Rp 10,7 Triliun

Metrobatam, Jakarta - PT Merpati Nusantara Airlines (Persero) kini dalam kondisi 'mati suri'. Maskapai pelat merah ini tidak beroperasi sejak tahun 2014. Bukan tanpa sebab,...

Tangkap Kalapas Sukamiskin, KPK Sita Uang Tunai dan Mobil

Metrobatam, Jakarta - Tim penindakan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menangkap Kepala Lembaga Pemasyarakatan (Kalapas) Sukamiskin, Wahid Husen lewat operasi tangkap tangan (OTT) Jumat malam. Dalam...
BAGIKAN