Pengusaha: Indonesia Kini Kurang Menarik Bagi Investor Minyak dan Gas

189
Marjolijn Wajong, Direktur Eksekutif IPA

Metrobatam.com, Jakarta – Indonesian Petroleum Association (IPA) menyatakan, kegiatan pencarian cadangan minyak dan gas (eksplorasi) di Indonesia kini sangat rendah. Jumlah sumur yang dibor beberapa tahun terakhir sangat sedikit dan tanpa temuan yang signifikan.

Situasi ini diperparah dengan turunnya harga minyak pada 2014 hingga 2016 ini. Industri migas Indonesia berada pada tahap kritis karena produksi yang terus menurun dan permintaan yang terus meningkat, dalam beberapa dasawarsa terakhir.

Direktur Eksekutif IPA Marjolijn Wajong mengatakan,‎ penyebab dari penurunan kinerja eksplorasi di Indonesia beberapa dasawarsa terakhir disebabkan beberapa faktor. Faktor tersebut di antaranya kondisi geologis yang kompleks, keterbatasan data, regulasi dan kebijakan fiskal yang kurang menarik.

Peluang eksplorasi di Indonesia sebagian besar berada di lokasi yang terpencil, seperti Indonesia bagian timur, yang hanya terdapat sedikit infrastruktur dan jasa pendukung.

“Faktor ini berakibat pada mahal dan lamanya kegiatan eksplorasi dan produksi”€Ž kata Wajong, di Jakarta, seperti yang dikutip Senin (16/5/2016).

Menurut Wajong, saat ini industri hulu migas Indonesia kurang diminati investor, karena masih minimnya insetif dan hambatan eksplorasi.

Sedangkan pada kondisi pasar seperti ini, Indonesia bersaing dengan negara lain untuk mendapatkan investasi yang semakin sulit didapatkan. Pasahal, kebijakan fiskal yang ditawarkan menjadi sangat penting ketika investor membandingkannya dengan peluang proyek di negara lain, terutama untuk proyek-proyek berisiko tinggi.

€œKini, Indonesia menjadi negara yang kurang menarik bagi investor migas, tegas Wajong.

€ŽWajong mengungkapkan, Guna memberikan kepastian akan bagaimana bagi hasil Kontrak Kerjasama (KKS) antara pemerintah dan kontraktor KKS, hendaknya KKS disetujui menurut post-tax basis, bagi hasil untuk pemerintah didapatkan dari bagian pemerintah terhadap ekuitas migas tersebut ditambah pajak terhadap perusahaan induk dan anak perusahaan di Indonesia.

Untuk menjaga kesepakatan penting ini, pihak pemerintah menanggung dan membebaskan (assumed-and-discharged) pajak lainnya. IPA menghendaki prinsip ini dapat diterapkan untuk tahap eksplorasi dan produksi.

Kepastian pajak akan didapatkan jika pemerintah menerapkan peraturan khusus (lex-specialis) pada rezim pajak untuk industri hulu migas.

Insentif pajak seperti ini tentu akan membantu mempromosikan eksplorasi dan produksi migas di Indonesia. Insentif tersebut menunjukkan efek yang baik bagi investor yang dapat memberikan nilai tambah dan tingkat pengembalian investasi yang layak—oleh sebab itu, akan mendorong para investor melakukan kegiatan eksplorasi dan pengembangan di Indonesia.

“IPA mendesak Pemerintah Indonesia untuk segera memulai insentif eksplorasi dan menghapuskan hambatan-hambatan investasi untuk KKS baru dan KKS yang sedang berjalan,” ungkap Wajong.(Mb/Liputan6)

Metrobatam.com tidak bertanggung jawab atas isi komentar yang ditulis. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

BERITA TERKINI

Tinjau GBK, Menteri Basuki: Ini Dibangun Pakai Pajak Kok Dirusak?

Metrobatam, Jakarta - Sejumlah fasilitas di Stadion Utama Gelora Bung Karno (GBK) rusak usai final Piala Presiden 2018. Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat...

Ketua DPR Minta Motif Penyerangan Pemuka Agama Diusut Tuntas

Metrobatam, Jakarta - Ketua DPR Bambang Soesatyo meminta polisi bergerak cepat mengusut tuntas kekerasan terhadap Kiai Hakam Mubarok, pengasuh Pondok Pesantren (Ponpes) Karangasem Paciran,...

Usai Pesta Miras, Pemuda Ini Ditemukan Mengambang di Sungai

Metrobatam, Lumajang - Usai pesta miras bersama teman-temannya, Muhamad Saiful Rizal (19) ditemukan tewas mengambang di tepi sungai Kali Mujur, Dusun Parasgoang, Desa Pandanarum,...

Bos First Travel Jalani Sidang Perdana

Metrobatam, Jakarta - Bos First Travel, Andika Surachman, Anniesa Hasibuan dan Kiki Hasibuan menjalani sidang perdana di Pengadilan Negeri Depok. Ketiganya didakwa dalam kasus...

Tersebar Inisial Artis Lain Diduga Pengguna Narkoba, Ini Kata Polisi

Metrobatam, Jakarta - Siapa sangka, tiga artis diciduk dalam satu minggu kemarin karena narkoba. Setelah Fachri Albar, Roro Fitria, dan Dhawiya, tersebar inisial artis...

Pesawat Iran Jatuh, KBRI Pastikan Tak Ada WNI Jadi Korban

Metrobatam, Jakarta - Kedutaan Besar Republik Indonesia di Iran memastikan tidak ada penumpang WNI dalam daftar penumpang atau manifest pesawat yang jatuh di pusat...

Gunung Sinabung Erupsi 5 Km, Warga Diminta Waspada

Metrobatam, Jakarta - Gunung Sinabung di Kabupaten Karo, Sumatera Utara (Sumut) mengalami erupsi dengan tinggi kolom abu 5 kilometer. Warga diminta waspada dengan erupsi...

Mabes Polri Bahas Kepulangan Rizieq Shihab

Metrobatam, Jakarta - Mabes Polri akan menggelar rapat membahas antisipasi kepulangan tokoh Front Pembela Islam (FPI) Muhammad Rizieq Shihab, Senin (19/2). Berdasarkan Surat Telegram...

Setelah Parpol Dapat Nomor Urut, Ini Tahapan Pemilu 2019

Metrobatam, Jakarta - Sebanyak 14 parpol lolos dan mendapat nomor urut untuk Pemilu 2019. Bagaimana tahapan selanjutnya untuk Pemilu serentak? Sebelumnya, ada 14 parpol yang...

PKS Tetap Dukung Tersangka KPK Mustafa di Pilkada Lampung

Metrobatam, Jakarta - Partai Keadilan Sejahtera (PKS) tetap mendukung pasangan calon gubernur dan wakil Gubernur Lampung Mustafa-Ahmad Jajuli, meskipun Mustafa telah berstatus tersangka dan...

Anies Dicegah ke Podium karena Namanya Tak Dicatat Panitia, Fahri Sewot

Metrobatam, Jakarta - Media sosial hari Minggu diramaikan dengan video Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan dicegah Pasukan Pengamanan Presiden (Paspampres) jelang pemberian piala oleh...

Indonesia Segera Punya Pasar Ikan Modern di Muara Baru

Metrobatam, Jakarta - Indonesia akan memiliki pasar ikan modern. Pemerintah pusat melalui Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) tengah melakukan pembangunan Pasar Ikan Muara Baru...
BAGIKAN