Pengusaha Kritik Pemerintah Tambah Libur Lebaran, Komisi IX Sambut Baik

Metrobatam, Jakarta – Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) mengkritik keputusan pemerintah yang menambah cuti bersama untuk libur Lebaran selama tiga hari. Tambahan libur Lebaran tersebut dinilai mengurangi produktivitas.

Ketua Umum Apindo Hariyadi Sukamdani menilai dengan banyaknya cuti bersama tersebut, maka produktivitas pada sektor dunia usaha bisa ikut terhenti lama. Hal itu lantaran layanan publik dari pemerintah diliburkan.

“Kalau semua cuti kan kita semua juga nggak bisa kerja. Kalau banknya libur, bagaimana mau jalan? Pelayanan pemerintah libur karena diliburin, kita nggak bisa kerja juga. Jadi harus cuti juga,” kata Hariyadi kepada detikFinance, Jakarta, Rabu (18/4).

“Misalnya kalau untuk barang ekspor, kalau semua tutup bagaimana kita mau kerja. Kan cuti bersama. Libur semua. Mengurangi produktivitas, dan kita sudah banyak libur. Padahal tanggal merahnya juga banyak,” sambung dia.

Lebih lanjut Hariyadi juga mengkritisi alasan pemerintah dalam memberikan tambahan cuti bersama, yakni dengan alasan mengurangi kepadatan arus mudik Lebaran. Sebab menurutnya, kepadatan mudik pasti akan terjadi walaupun cuti bersama ditambah.

“Tetap saja namanya Lebaran mau dimajuin atau dimundurin orang juga ribetnya nanti pas mendekati hari akhir. Lihat saja nanti, nanti arus mudiknya juga pasti tetap menumpuk,” kata dia.

Hariyadi menyesalkan keputusan menambah libur Lebaran oleh pemerintah tersebut yang tak melibatkan pihak swasta atau dunia usaha. Menurutnya, cuti bersama lebih baik diambil dua hari setelah dan sebelum libur Lebaran.

“Lebih baik itu normal saja dua hari sebelum dan dua hari setelah lebaran. Dari dulu kan juga begitu kita aturnya. Itu menurunkan produktivitas loh,” kata Hariyadi.

Bisa Tambah Semangat Pekerja

Komisi IX DPR yang membidangi ketenagakerjaan menyambut baik kebijakan itu. Wakil Ketua Komisi IX DPR Saleh Partaonan Daulay mengatakan, pemerintah telah mengkaji penambahan hari libur tersebut, termasuk dampaknya bagi kegiatan ekonomi dan produktivitas masyarakat. Apalagi, ketetapannya didasarkan atas keputusan SKB tiga menteri.

“Mungkin sebagian ada yang bilang mengurangi produktivitas. Tetapi, bisa jadi sebagian lain menilai dapat menambah semangat dan etos kerja. Tergantung bagaimana memaknainya saja,” kata Saleh kepada wartawan, Rabu (18/4).

Dalam kaitannya dengan dunia usaha, Saleh mengatakan perlu juga didengar pandangan dari dunia usaha terkait libur lebaram itu. Sebab, menurut Saleh, dunia usaha adalah salah satu pihak yang paling mengerti soal dampak penambahan hari libur tersebut.

“Pokoknya, jangan sampai ada yang merasa dirugikan dengan kebijakan tersebut,” katanya.

Penambahan cuti bersama itu diresmikan lewat surat keputusan bersama (SKB) 3 menteri, yang ditandatangani. Menteri yang menandatangani adalah Menteri PAN-RB Asman Abnur, Menteri Ketenagakerjaan Hanif Dhakiri dan Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin. Penandatanganan itu disaksikan Menko PMK Puan Maharani dan Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi.

“Pada kesempatan ini pemerintah akan menambah 2 hari cuti bersama pada tanggal 11 dan 12 dan sesudah lebaran Idul Fitri (yang kemungkinan jatuh pada) 15 dan 16, yaitu tanggal 20 Juni 2018,” kata Puan di Kantor Kemenko PMK, Jalan Medan Merdeka Barat, Jakarta Pusat, Rabu (18/4). (mb/detik)

Metrobatam.com tidak bertanggung jawab atas isi komentar yang ditulis. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

BERITA TERKINI

Jokowi: Kita Harus Akhiri Politik Kebohongan, Merasa Benar Sendiri

Metrobatam, Jakarta - Presiden Joko Widodo (Jokowi) menghadiri peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) Partai Golkar yang ke-54. Dalam pidatonya, Jokowi menegaskan tentang berpolitik yang...

Hasil Inter Vs AC Milan: Dramatis! Gol Injury Time Menangkan Nerazzurri

Milan - Inter Milan berhasil memenangi laga dramatis kontra AC Milan dengan skor 1-0. Gol semata wayang dibuat Mauro Icardi di masa injury time...

Kerugian dan Kerusakan Gempa di Sulteng Capai Rp13,82 Triliun

Metrobatam, Jakarta - Kepala Pusat Data Informasi dan Humas BNPB, Sutopo Purwo Nugroho, mengungkap bahwa dampak kerugian dan kerusakan yang diakibatkan oleh gempa dan...

KKB Sandera 16 Guru dan Tenaga Medis di Mapenduma Papua

Metrobatam, Jayapura - 16 orang Guru dan Tenaga medis yang bertugas di Mapenduma, kabupaten Nduga, Papua disandera oleh kelompok kriminal bersenjata (KKB) Papua. Selama...

Sandiaga Diminta Bicara Data dan Kurangi Politik Bohong

Metrobatam, Jakarta - Wakil Ketua Tim Kampanye Nasional (TKN) Joko Widodo-Ma'ruf Amin, Abdul Kadir Karding, menyebut calon wakil presiden nomor urut 02 Sandiaga Uno...

Kevin/Marcus Rebut Gelar Juara Denmark Terbuka!

Odense - Kevin Sanjaya Sukamuljo/Marcus Fernaldi Gideon berhasil menyabet gelar juara Denmark Terbuka 2018. Di final, Kevin/Marcus menumpas ganda Jepang. Bermain di Odense Sports Park,...

Bos Sawit Dirampok di Riau, Uang-Emas Senilai Rp 500 Juta Raib

Metrobatam, Pekanbaru - Aksi perampokan terjadi di Desa Sumber Jaya, Kuansing, Riau. Korbannya ialah pengusaha sawit yang mengalami kerugian sekitar Rp 500 juta. "Korban selama...

Cari Kapolres Muba, Seorang Pria Serang Petugas Jaga Mapolres

Metrobatam, Palembang - Seorang pria menyerang petugas jaga Polres Musi Banyuasin, Sumatera Selatan, Minggu (21/10). Pria bernama Arison itu diduga mengalami gangguan Jiwa. Kejadian bermula...

Bima Arya Sambut Baik Rencana Jokowi Kucurkan Dana Kelurahan

Metrobatam, Bogor - Presiden Jokowi berencana mencairkan dana kelurahan pada 2019. Wali Kota Bogor Bima Arya Sugiarto, menyambut baik rencana tersebut karena penting untuk...

Mayoritas Pengusaha HIPMI dan KADIN Diklaim Dukung Jokowi

Metrobatam, Jakarta - Ketua Tim Kampanye Nasional (TKN) Joko Widodo-Ma'ruf Amin, Erick Thohir, menyebut mayoritas pengusaha yang tergabung dalam Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (Hipmi)...

Disebut Sudah Nikah dengan Rossa, Afgan Banjir Ucapan Selamat

Metrobatam, Jakarta - Afgan disebut sudah menikah dengan Rossa. Hal itu diungkapkan oleh sahabat mereka, Bubah Alfian, saat ia melakukan Instagram live. Karena hal itu,...

Soal Gempa Sulteng, BNPB: 2.113 Orang Tewas, 1.309 Hilang

Metrobatam, Jakarta - Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) menyebut jumlah korban jiwa akibat gempa di Sulawesi Tengah yang ditemukan mencapai 2.113 orang. 22 hari...
SHARE