Pengusaha Makanan Minuman Kaget Botol Plastik Bakal Kena Cukai

162

Metrobatam.com, Industri makanan dan minuman (mamin) kembali mendapat guncangan dari rencana kebijakan pemerintah memungut cukai kepada kemasan plastik botol minuman. Kebijakan tersebut dianggap tidak mendukung industri mamin yang selama ini menjadi andalan pertumbuhan Produk Domestik Bruto (PDB).

Ketua Umum Gabungan Pengusaha Makanan dan Minuman Indonesia (GAPMMI), Adhi S Lukman mengatakan, pemerintah sebelumnya sempat melahirkan rencana pengenaan cukai minuman berkarbonasi atau minuman bersoda pada 2011-2012. Namun akhirnya batal meski kemudian di tahun lalu kembali mencuat, lalu batal lagi dan diganti dengan cukai minuman berpemanis.
“Hadiah tahun baru, botol plastik bakal dikenakan cukai. Kita kaget ada apa pemerintah ini. Muncul lagi kebijakan aneh-aneh karena ujung-ujungnya konsumen yang menanggung,” ujarnya saat ditemui di Hotel Sahid,Jakarta, Selasa (12/4/2016).
Menurut Adhi, konsumsi minuman berkarbonasi yang juga mengandalkan kemasan botol plastik di Indonesia masih sangat kecil, sebesar 2,4 juta liter. Sedangkan Filipina sudah mencapai 34 liter, Malaysia 19 liter, dan Thailand 32 liter.
“Survei dari beberapa lembaga, sampah botol plastik hanya 17 persen, sedangkan sampah organik mencapai 40 persen. Itu artinya sampah botol, cup sangat kecil. Bahkan banyak orang menggantungkan hidupnya dari sampah botol plastik, ada orang yang bisa kuliah sampai Sarjana karena sampah botol plastik,” jelasnya.
Lebih jauh sambungnya, dampak pengenaan cukai terhadap lapangan pekerjaan sangat besar. Hal ini berkaitan dengan beban pengusaha yang makin berat akibat pungutan cukai. Industri mamin, tambah Adhi, telah menyerap 4,2 juta tenaga kerja. Jumlah tenaga kerja tidak langsungnya mencapai 20 juta orang.
“Kalau kena cukai, industri semakin berat, kesempatan kerja bisa berkurang. Di Denmark saja, ada kebijakan cukai yang baru setahun berlaku, lalu dicabut. Di Meksiko pun demikian,” terang Adhi.
Dari sisi industri, diakuinya, industri mamin baru pulih dari guncangan perlambatan ekonomi nasional. Bahkan, kata Adhi, dari izin prinsip investasi industri mamin yang tercatat di Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) sebesar Rp 184 triliun, realisasinya hanya Rp 84 triliun.
“Dicek ternyata akibat kebijakan yang tidak jelas dari pemerintah, sehingga investor menunda realisasi investasi. Jadi jangan dikasih kebijakan yang aneh-aneh, pikirkan lagi karena nanti industri mamin kita bisa kalah bersaing dari negara tetangga,” pinta Adhi. (Fik/Gdn)

Metrobatam.com tidak bertanggung jawab atas isi komentar yang ditulis. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

BERITA TERKINI

Dibandingkan Batam, Turis Singapura Pilih Liburan ke Johor Baru Malaysia

Metrobatam.com, Batam - Masyarakat Singapura ternyata masih memilih Johor Baru, Malaysia sebagai destinasi akhir pekan mereka. Hal ini terlihat dari banyaknya wisatawan Singapura yang...

DPRD Kepri Sahkan Ranperda Keuangan dan Administrasi DPRD

Metrobatam.com, Tanjungpinang - Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kepulauan Riau akhirnya mengesahkan Rancangan Peraturan Daerah (Ranperda) tentang Hak-Hak Keuangan dan Administratif Pimpinan dan Anggota...

Curhat Jemaah First Travel di DPR: Uang Habis hingga Ibu Meninggal

Metrobatam, Jakarta - Korban jemaah umrah First Travel mengadu ke Komisi VIII DPR. Korban mengadu dengan kerugian yang bervariasi bahkan ada keluarganya yang meninggal...

Ketua MUI: Indonesia Bukan Darul Islam

Metrobatam, Jakarta - Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) KH Ma'aruf Amin menyata0kan bahwa Indonesia adalah negara kesepakatan dari berbagai golongan masyarakat, hingga akhirnya merdeka...

Susi ke Mahasiswa ITB: Semahal-mahalnya Ikan, Lebih Mahal Daging

Metrobatam, Bandung - Pemerintah melalui Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) menargetkan peningkatan konsumsi ikan. Salah satu caranya, Menteri Kelautan dan Perikanan, Susi Pudjiastuti, mengajak...

5 Pemancing Terjebak di Pulau Kosong karena Ombak Tinggi, Makanan Dikirim Pakai Tali

Metrobatam, Mojokerto - Sebanyak lima pemancing dikabarkan terjebak di Pulau Celeng, Kabupaten Blitar, Jawa Timur, Jumat (18/8). Hingga kini, upaya evakuasi kelima pemancing masih...

ICW Nilai Mayoritas Vonis Kasus Korupsi Ringan, Ini Kata Jaksa Agung

Metrobatam, Jakarta - Indonesia Corruption Watch (ICW) merilis selama semester I 2017, mayoritas vonis kasus korupsi adalah ringan dengan rata-rata 0-4 tahun penjara. ICW...

Kemenag Bidik 4 Agen Umrah Bermasalah

Metrobatam, Jakarta - Kementerian Agama Republik Indonesia (RI) terus melacak sejumlah agensi umrah bermasalah di Tanah Air. Diperkirakan masih ada empat agensi umrah yang...

Polisi Sudah Periksa Habib Rizieq di Mekah

Metrobatam, Jakarta - Polisi ternyata diam-diam telah memeriksa imam besar Front Pembela Islam (FPI) Habib Rizieq Syihab. Pemeriksaan dilakukan di luar negeri. Kapolri Jenderal Tito...

Ketua MPR: Naskah Doa Tifatul Tak Ada Kata Agar Jokowi Gemuk

Metrobatam, Jakarta - Anggota Fraksi PDIP Tubagus Hasanuddin menyatakan politisi PKS Tifatul Sembiring tidak sepantasnya mendoakan tubuh Presiden Joko Widodo bertambah gemuk saat membaca...

Golkar: Kemenangan Jokowi pada Pilpres 2019 di Atas 65 Persen

Metrobatam, Jakarta - Golkar berkomitmen untuk konsisten mendukung Joko Widodo pada Pilpres 2019. Golkar optimistis Jokowi memenangi pilpres dengan perolehan suara di atas 65...

Habibie, Megawati dan SBY Hadiri Upacara HUT RI di Istana, Ini Pakaian Adat yang...

Metrobatam, Jakarta - Seluruh mantan Presiden dan Wakil Presiden menghadiri acara upacara peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) Indonesia ke-72 tahun di halaman Istana Merdeka,...