Pertanyaan yang Tak Terjawab dalam Pertemuan Jokowi-SBY

160

Metrobatam, Jakarta – Semuanya baik-baik saja. Kesan itu sangat terasa usai Presiden Joko Widodo dan Susilo Bambang Yudhoyono bertemu di Istana Merdeka, hari ini. Keduanya saling melontarkan pujian usai pertemuan, seolah tak ada persoalan di antara mereka.

Secara personal pertemuan tersebut mungkin berhasil mencairkan hubungan SBY dan Jokowi. Sayangnya, pertemuan yang berlangsung hangat itu tidak menyelesaikan berbagai persoalan yang menyangkut kepentingan orang banyak.

Pertemuan itu setidaknya gagal menjawab sejumlah isu penting seperti kasus dokumen penyelidikan tim pencari fakta (TPF) kasus pembunuhan aktivis HAM Munir Said Thalib, dugaan penyadapan, hingga kasus Antasari Azhar.

Untuk isu Munir, misalnya, tak secuil pun SBY dan Jokowi menyinggungnya usai menggelar pertemuan hari ini. Padahal, sepanjang Oktober lalu, SBY dan pemerintah pernah saling balas pernyataan terkait keberadaan dokumen Munir yang hingga kini masih misterius.

Hal itu dilatarbelakangi oleh keinginan Jaksa Agung M Prasetyo menemui SBY guna mencari dokumen TPF tersebut. SBY yang awalnya bersikap diam, akhirnya mulai angkat bicara dengan menyebut ada kemungkinan politisasi dalam kasus dokumen Munir.

Presiden keenam RI itu bahkan meluangkan waktu untuk menggelar jumpa pers yang secara khusus membahas persoalan Munir. Namun, setelah sempat “memanas”, persoalan Munir kemudian melenyap begitu saja tanpa menghasilkan solusi.

Pertemuan SBY-Jokowi hari ini sebenarnya bisa menjadi momentum untuk memastikan keberadaan dokumen Munir sekaligus menegaskan sikap pemerintah terkait persoalan tersebut. Hal serupa juga berlaku untuk kasus dugaan penyadapan yang sempat membuat SBY gerah.

Dugaan penyadapan terhadap SBY muncul pertama kali lewat pernyataan kuasa hukum Basuki Tjahaja Purnama, Humphrey Djemat dalam lanjutan sidang kasus dugaan penistaan agama, 31 Januari lalu.

Humphrey kala itu menuding Ketua Majelis Ulama Indonesia Ma’ruf Amin mendapat telepon dari SBY yang meminta MUI mengeluarkan fatwa soal ucapan Ahok yang mengutip surat Al Maidah ayat 51.

“Saksi tidak mengakui telah mendapat telepon dari SBY yang meminta antara lain agar PBNU menerima paslon (pasangan calon) nomor satu Agus-Sylvi dan agar MUI mengeluarkan fatwa untuk kasus Basuki Tjahaja Purnama,” kata Humphrey dalam persidangan, Selasa (31/1).

Pernyataan tersebut lantas memunculkan dugaan penyadapan terhadap SBY. Ketua Umum Partai Demokrat itu meresponsnya dengan menuntut penjelasan dari Presiden Joko Widodo.

“Saya berharap berkenan Pak Presiden Jokowi menjelaskan dari mana transkrip penyadapan itu, siapa yang bertanggung jawab?” kata SBY.

Jokowi dan SBY seharusnya bisa memanfaatkan pertemuan hari ini untuk mengklarifikasi isu penyadapan tersebut. Isu penyadapan penting untuk diklarifikasi karena terkait dengan jaminan negara untuk menjaga privasi setiap warga negara.

Hal lain yang tak kalah penting untuk diklarifikasi oleh SBY dan Jokowi adalah persoalan seputar kasus Antasari Azhar.

SBY terlibat dalam pusaran kasus Antasari setelah bekas Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi itu menyebut SBY tahu persis kasus pembunuhan Nasrudin Zulkarnaen.

“Saya minta Susilo Bambang Yudhoyono jujur. Beliau tahu perkara saya. Beliau jujur cerita apa yang beliau alami dan apa yang beliau lakukan. Beliau memerintahkan siapa untuk rekayasa dan mengkriminalisasi Antasari,” kata Antasari pertengahan Februari lalu.

Tak hanya itu, Antasari bahkan menyebut SBY pernah melobi dirinya terkait kasus korupsi Aulia Tantowi Pohan. Rentetan tudingan ini dibalas SBY dengan menyebut pernyataan Antasari mendapat restu dari penguasa.

Persoalan Antasari seketika melebar ke ranah politik. Pihak istana yang dituding SBY bungkam. Begitupun SBY sebagai penuding. Dan hari ini, kebungkaman itu masih berlanjut meski Presiden Jokowi dan SBY berbicara hangat di Istana Merdeka.

Dengan diabaikannya isu-isu penting tersebut, lantas apa artinya pertemuan SBY dan Jokowi hari ini?. (mb/cnn indonesia)

Metrobatam.com tidak bertanggung jawab atas isi komentar yang ditulis. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

BERITA TERKINI

Belum Ditemukan Dugaan Sabu di Kapal Win Long BH2998

Metrobatam.com, Karimun - Petugas gabungan TNI, Polri dan Bea dan Cukai hingga Sabtu petang belum menemukan narkotika jenis sabu-sabu yang diduga dibawa kapal asing,...

Ketua Korcab IV DJAB Serahkan Bantuan Kepada Yayasan Hang Tuah Tanjungpinang

Metrobatam.com, Tanjungpinang - Ketua Kordinator Cabang (Korcab) IV Daerah Jalasenastri Armada Barat (DJAB) Ny. Irmelda R. Eko Suyatno selaku Anggota Pengawas Yayasan Hang Tuah...

Pelaku Penggelapan Ditangkap Polsek Batam Kota

Metrobatam.com, Batam - Jajaran Polsek Batam Kota berhasil mengamankan 1 (Satu) Orang Tersangka pelaku Tindak Pidana Penggelapan, Batam (24/02/2018) Tersangka merupakan karyawan toko King Of...

Hanya Tunjukan KTP, Bayi David Alfian dapat Fasilitas Berobat Gratis

Metrobatam.com, Bintan - David Alfian (5 bulan) Warga Kampung Bangun Rejo, Km.18 , Kecamatan Bintan Timur, Kijang. saat pertama kali datang ke RSUD Kabupaten...

Tim Gabungan Polri- Bea Cukai Kembali Tangkap Kapal Diduga Angkut 3 Ton Sabu di...

Metrobatam.com, Batam - Kapolri Jenderal Tito Karnavian mengungkapkan tim gabungan Polri dan Bea-Cukai kembali menangkap kapal laut di perairan Kepulauan Riau (Kepri). Kapal itu...

Kapolri dan Menkeu Ekspos Tangkapan Sabu 1,6 Ton di Batam

Metrobatam.com, Batam - Kapolri Jenderal Tito Karnavian dan Menteri Keuangan Sri Mulyani mengecek lokasi dan barang bukti 1,6 ton sabu di Pelabuhan Sekupang, Batam,...

Terciduk, Pengemis Ini Bawa Uang Rp 43 Juta

Metrobatam, Tasikmalaya - Aparat Satpol PP Kota Tasikmalaya kaget saat menciduk Epon (49). Pengemis tersebut yang kedapatan membawa gepokan uang dan sejumlah perhiasan emas...

Longsor Brebes, Tim SAR Temukan Potongan Jasad Korban

Metrobatam, Jakarta - Tim pencarian dan penyelamatan (SAR) gabungan Polri, TNI dan Basarnas menemukan tiga potongan tubuh yang diduga merupakan korban longsor Bukit Lio,...

Terdakwa Bom Thamrin Aman Abdurrahman Tolak Baca Eksepsi

Metrobatam, Jakarta - Oman Rochman alias Aman Abdurrahman, terdakwa kasus teror bom Thamrin tahun 2016 menolak membacakan nota keberatan atau eksepsi di depan majelis...

Wiranto dan Tito Sepakat Batalkan Jenderal Jadi Pj Gubernur

Metrobatam, Jakarta - Menteri Koordinator bidang Politik, Hukum, dan Keamanan Wiranto membatalkan usulan jenderal polisi sebagai Penjabat (Pj) Gubernur setelah berkoordinasi dengan Kapolri Jenderal...

Duet Susi-Sri Mulyani Selamatkan Bayi Lobster Rp 14,4 M

Metrobatam, Tangerang - Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati dan Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti memberikan keterangan terkait penggagalan penyelundupan benih lobster yang rencananya...

PPP Duga Ada Orang Kuat di Balik Penyerangan Tokoh Agama, Partai Rame-rame Membantah

Metrobatam, Jakarta - Ketua Umum Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Muhammad Romahurmuziy menduga ada orang kuat yang mendesain penyerangan terhadap ulama dan tokoh agama yang...
BAGIKAN