Pihak pengembang Dukung Pemko Batam Tata Ruli di Kota Batam

3060
Ilustrasi Ruli di Batam (Foto: Net)

Metrobatam.com, Batam – Pihak pengembang dukung upaya Pemerintah Kota Batam dalam penataan kota bersih dari rumah liar. Mereka bersedia memberikan ganti rugi atau opsi lain memindahkan penghuni rumah liar, asalkan ada payung hukum yang jelas

Kepala Dinas Perumahan Rakyat, Pemukiman, dan Pertamanan Kota Batam, Herman Rozie mengatakan ada beberapa opsi yang disiapkan dalam rencana penataan rumah liar. Pertama yaitu pembangunan rumah murah di kavling yang diberikan pengembang.

“Nanti yang membangun REI (Real Estate Indonesia), supaya rumahnya juga rapi. Kalau bangun sendiri, nanti tidak sama, jadi tidak tertata juga. Masyarakat bisa membelinya lewat bank, misal tanpa agunan supaya mempermudah,” kata Herman usai rapat koordinasi bersama stakeholder di Aula Kantor Walikota Batam, Selasa (10/10).

Selain REI dan perbankan, rapat juga dihadiri BPN, BP Batam, dan developer atau pengembang selaku pemilik lahan. Menurut Herman, lokasi kavling yang diberikan bisa berada di lahan yang sama atau di tempat lain. Karena harus melihat pada peruntukan lahannya terlebih dulu. Jika peruntukannya adalah jasa, tidak dapat diberikan untuk bangun rumah.

Adapun opsi kedua dalam penataan rumah liar ini adalah pembangunan rumah susun. Rumah susun ini bisa dibangun oleh pengembang dan sifatnya menjadi milik (rusunami). Dalam pembeliannya nanti, masyarakat bisa mengakses melalui fasilitas perbankan.

Rusunami ini menjadi opsi yang diusulkan banyak pihak. Terutama BP Batam, yang mengatakan bahwa lahan di Batam sudah terbatas. Sehingga pengembangan pemukiman akan diarahkan ke sistem vertikal atau rusun.

“Untuk fasilitas jalan, drainasenya nanti Pemko yang bangun,” kata Herman.

Berdasarkan data yang dikumpulkan dari camat dan lurah, terdapat 30.868 rumah liar di Batam. Tersebar di sembilan kecamatan pulau utama (mainland), dengan jumlah paling banyak 5.699 rumah liar di Kecamatan Batuaji.

Dari total 30 ribuan itu, sebanyak 21.841 sudah ada NIK dan masuk ke database. Sementara 9.027 masih harus diverifikasi kembali karena ada yang tidak memiliki NIK atau NIK-nya ganda. Setelah itu baru dilakukan verifikasi faktual di lapangan dengan bukti foto.

“Data ini kan akan digunakan sebagai dasar penataan nantinya. Tentu kita tidak mau satu orang punya rumah liar di beberapa tempat supaya dapat ganti rugi,” ujarnya.

Sementara itu, Wakil Walikota Batam, Amsakar Achmad mengatakan penataan kota ini harus dikerjakan bersama dan secara komprehensif. Tidak mungkin pemerintah sendirian yang menyelesaikan permasalahan wajah kota ini.

Dan kepada masyarakat, Amsakar minta untuk tidak panik. Karena pendataan hari ini, bukan berarti akan langsung digusur saat itu juga. Pendataan perlu, agar tidak ada warga yang pindah lokasi rumah liar pasca digusur dari satu kawasan.

 

MCBatam

Metrobatam.com tidak bertanggung jawab atas isi komentar yang ditulis. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

BERITA TERKINI

Danlantamal IV Jalin Sinergitas dengan Kapolda Kepri

Metrobatam.com, Tanjungpinang - Komandan Pangkalan Utama Angkatan Laut (Danlantamal) IV Tanjungpinang Laksamana Pertama TNI R. Eko Suyatno, S.E., M.M., menjalin sinergitas dengan Kepala Kepolisian...

Bea Cukai-Kepolisian Tetapkan Tersangka 50 Ribu Botol Miras Ilegal Via Batam dari Singapura

Metrobatam.com, Jakarta - Penyidik Direktorat Jenderal Bea-Cukai menetapkan tersangka dalam kasus penyelundupan 50 ribu botol minuman keras ilegal dari Singapura. Tersangka berinisial BT (43)...

Dunia Muslim Deklarasikan Yerusalem Timur Ibu Kota Palestina

Metrobatam, Jakarta - Para pemimpin negara-negara muslim yang tergabung dalam Organisasi Kerja Sama Islam (OKI) mendeklarasikan pengakuan Yerusalem Timur sebagai Ibu Kota Palestina, Rabu...

Lagi, Polda Sumut Tangkap Perwira Polisi Karena Narkoba

Metrobatam, Medan - Direktorat Reserse Narkoba Polda Sumatera Utara (Sumut) kembali menangkap perwira polisi berpangkkat Ajun Komisaris Polisi (AKP) di kawasan Mariendal, Kecamatan Patumbak,...

Selingkuh di Hotel Bersama Pria Idaman, Seorang Janda Tersedak Kondom

Metrobatam, Madiun – Kabar heboh sekaligus menggelitik gegerkan seisi rumah sakit. Pasalnya, dokter yang menangani pasien di ruang Instalasi Gawat Darurat (IGD) menghadapi sebuah...

KPK Terbantu Dokter RSCM dan IDI Dalam Hadapi ‘Drama’ Setya Novanto

Metrobata, Jakarta - Juru Bicara Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK)‎, Febri Diansyah mengakui pihaknya cukup terbantu peran dari tim Dokter Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo (RSCM)...

Polisi Ciduk 33 Orang dalam Razia Kampung Narkoba di Tanah Kusir

Metrobatam, Jakarta - Satresnarkoba Polres Jakarta Selatan melakukan razia narkoba di Kampung Peninggaran, Tanah Kusir, Jakarta Selatan. Sebanyak 33 orang diamankan polisi untuk dimintai...

Sah! MK Bolehkan Pegawai Nikah dengan Teman 1 Kantor

Metrobatam, Jakarta - Mahkamah Konstitusi (MK) membuka kebahagiaan bagi karyawan yang ingin menikahi pasangannya dalam 1 kantor. MK memperbolehkan pernikahan antar-rekan satu kantor karena...

Gara-Gara Tak Dibelikan Sepeda Motor, Salim Stres Lalu Gantung Diri

Metrobatam, Padangsidimmpuan - Salim Batu Bara (21), warga Huta Lombang, Kecamatan Padangsidimpuan Tenggara, Kota Padangsidimpuan, Sumatera Utara nekat gantung diri di areal kebun cokelat...

Mohamed Salah: Raja Mesir yang Membumi

Liverpool - Orang-orang di Liverpool menjuluki The King Of Egypt. Usai jadi pahlawan Mesir ke Piala Dunia dan bikin banyak gol di Liverpool, Mohamed...

Kutai Barat di Kaltim, Bakal Calon Ibu Kota Baru RI yang Masih “Sepi”

Metrobatam, Jakarta - Wacana pemindahan ibu kota negara semakin mencuat. Beberapa kota disebut-sebut akan menjadi ibu kota baru Negara Indonesia. Salah satunya ialah Kabupaten...

Kisah Tragis Dua Wanita Cantik Dibunuh Suami Gara-gara Minta Mobil

Metrobatam, Jakarta - Hidup Siti Saidah alias Nindya dan Indria Kameswari berakhir tragis. Perempuan cantik ini tewas di tangan suami mereka gara-gara minta dibelikan...
BAGIKAN