Pihak pengembang Dukung Pemko Batam Tata Ruli di Kota Batam

3002
Ilustrasi Ruli di Batam (Foto: Net)

Metrobatam.com, Batam – Pihak pengembang dukung upaya Pemerintah Kota Batam dalam penataan kota bersih dari rumah liar. Mereka bersedia memberikan ganti rugi atau opsi lain memindahkan penghuni rumah liar, asalkan ada payung hukum yang jelas

Kepala Dinas Perumahan Rakyat, Pemukiman, dan Pertamanan Kota Batam, Herman Rozie mengatakan ada beberapa opsi yang disiapkan dalam rencana penataan rumah liar. Pertama yaitu pembangunan rumah murah di kavling yang diberikan pengembang.

“Nanti yang membangun REI (Real Estate Indonesia), supaya rumahnya juga rapi. Kalau bangun sendiri, nanti tidak sama, jadi tidak tertata juga. Masyarakat bisa membelinya lewat bank, misal tanpa agunan supaya mempermudah,” kata Herman usai rapat koordinasi bersama stakeholder di Aula Kantor Walikota Batam, Selasa (10/10).

Selain REI dan perbankan, rapat juga dihadiri BPN, BP Batam, dan developer atau pengembang selaku pemilik lahan. Menurut Herman, lokasi kavling yang diberikan bisa berada di lahan yang sama atau di tempat lain. Karena harus melihat pada peruntukan lahannya terlebih dulu. Jika peruntukannya adalah jasa, tidak dapat diberikan untuk bangun rumah.

Adapun opsi kedua dalam penataan rumah liar ini adalah pembangunan rumah susun. Rumah susun ini bisa dibangun oleh pengembang dan sifatnya menjadi milik (rusunami). Dalam pembeliannya nanti, masyarakat bisa mengakses melalui fasilitas perbankan.

Rusunami ini menjadi opsi yang diusulkan banyak pihak. Terutama BP Batam, yang mengatakan bahwa lahan di Batam sudah terbatas. Sehingga pengembangan pemukiman akan diarahkan ke sistem vertikal atau rusun.

“Untuk fasilitas jalan, drainasenya nanti Pemko yang bangun,” kata Herman.

Berdasarkan data yang dikumpulkan dari camat dan lurah, terdapat 30.868 rumah liar di Batam. Tersebar di sembilan kecamatan pulau utama (mainland), dengan jumlah paling banyak 5.699 rumah liar di Kecamatan Batuaji.

Dari total 30 ribuan itu, sebanyak 21.841 sudah ada NIK dan masuk ke database. Sementara 9.027 masih harus diverifikasi kembali karena ada yang tidak memiliki NIK atau NIK-nya ganda. Setelah itu baru dilakukan verifikasi faktual di lapangan dengan bukti foto.

“Data ini kan akan digunakan sebagai dasar penataan nantinya. Tentu kita tidak mau satu orang punya rumah liar di beberapa tempat supaya dapat ganti rugi,” ujarnya.

Sementara itu, Wakil Walikota Batam, Amsakar Achmad mengatakan penataan kota ini harus dikerjakan bersama dan secara komprehensif. Tidak mungkin pemerintah sendirian yang menyelesaikan permasalahan wajah kota ini.

Dan kepada masyarakat, Amsakar minta untuk tidak panik. Karena pendataan hari ini, bukan berarti akan langsung digusur saat itu juga. Pendataan perlu, agar tidak ada warga yang pindah lokasi rumah liar pasca digusur dari satu kawasan.

 

MCBatam

Metrobatam.com tidak bertanggung jawab atas isi komentar yang ditulis. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

BERITA TERKINI

Kesal Kena Tilang, Pegawai Dinas PU Ini Matikan Aliran Air ke Asrama Polisi

KAYONG UTARA, – Kesal karena ditiling polisi, seorang pegawai kontrak di UPT Air Bersih Dinas Pekerjaan Umum Kota Sukadana, Kayong Utara, Kalimantan Barat, sengaja merusak sistem...

Jakarta Masuk 10 Kota Paling Berbahaya di Dunia Bagi Perempuan

London - Jakarta berada di peringkat sembilan dalam daftar kota besar atau megacity yang paling berbahaya di dunia untuk perempuan, berdasarkan survei Yayasan Thomson...

Cerita Mengerikan Perempuan yang Lolos dari Kelompok ISIS

Baghdad - Komunitas Syiah Turkmenistan di Irak menjadi sasaran penganiayaan brutal oleh kelompok yang menamakan diri negara Islam (ISIS). Seorang perempuan, yang meminta untuk tidak...

PR PLN: Terangi 104 Desa di Kepri yang Belum Teraliri Listrik

Metrobatam, Batam - Ternyata masih cukup banyak desa terpencil Kepulauan Riau (Kepri) yang masih belum teraliri listrik. Perusahaan Listrik Negara (PLN) mencatat saat ini...

Innalillahi! Diduga Ditusuk, Ketua DPRD Kolaka Utara Meninggal Dunia

Metrobatam, Kendari - Ketua Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Kabupaten Kolaka Utara, Sulawesi Tenggara, Musakkir Sarira meninggal dunia akibat luka tusuk, Rabu. Kasubbid Pidana Polda...

Ketua DPRD: Tak Ada Aturan Wajibkan Paripurna Istimewa untuk Anies

Metrobatam, Jakarta - Wakil Ketua DPRD DKI Jakarta M Taufik meminta agar Ketua DPRD DKI Jakarta Prasetyo Edi Marsudi segera membuat Paripurna Istimewa untuk...

Wiranto: Usulan Pembentukan Densus Tipikor Bukan soal Politik

Metrobatam, Jakarta - Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan Wiranto mengatakan, wacana pembentukan detasemen khusus tindak pidana korupsi (Densus Tipikor) sama sekali tidak...

Dokumen Rahasia AS Ungkap Upaya Penggulingan Sukarno dan PKI

Metrobatam, Jakarta - Pemerintah Amerika Serikat disebut mengetahui rangkaian upaya Angkatan Darat (AD) untuk menghancurkan Partai Komunis negara (PKI) dan menggulingkan Sukarno mulai tahun...

Sri Mulyani Angkat Isu Perpindahan Dana WNI Rp 18,9 T di Forum Dunia

Washington - Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati sempat membicarakan persoalan uang 81 Warga Negara Indonesia (WNI) senilai Rp 18,99 triliun yang ditransfer dari Guernsey...

KPU Tutup Pendaftaran, Dokumen 13 Partai Belum Lengkap

Metrobatam, Jakarta - Komisioner Komisi Pemilihan Umum (KPU), Hasyim Asy'ari mengatakan 13 Partai Politik (Parpol) berstatus belum memenuhi kelengkapan dokumen peserta pemilu 2019 hingga...

Radikalisme Agama Ancam Keberagaman Indonesia

Metrobatam, Pangkal Pinang - Ketua Umum Pimpinan Pusat Gerakan Pemuda Ansor Yaqut Cholil Qoumas mengingatkan kepada masyarakat untuk terus mewaspadai penyebaran paham radikal atas...

Sajikan Gadis Belia, Prostitusi di Lhokseumawe Dikelola 2 Wanita

Metrobatam, Lhokseumawe - Kakak beradik di Kecamatan Muara Dua, Kota Lhokseumawe, Aceh ditangkap anggota Satreskrim Polres Lhokseumawe. Keduanya diduga merupakan mucikari yang telah menjual...
BAGIKAN