Pilot yang Dipecat Paparkan Penyebab Sering Delay-nya Lion Air

598
?

Metrobatam, Jakarta – 14 Pilot dipecat Lion Air karena mogok terbang pada Mei 2016 lalu. Pilot yang dipecat itu curhat mengenai Lion Air yang sering delay.

“Kalau delay, penumpang selalu marah kepada pilotnya. Padahal di pesawat itu kan ada pilot, juga ada pramugari. Kalau delay yang merasakan juga pilotnya, kerja kami tambah, istirahat kami kurang,” jelas pendiri Serikat Pekerja-Asosiasi Pilot Lion Group (SP-APLG) Kapten Mario Hasiholan.

Hal ini dikatakan Mario di kantor LBH Jakarta, Jalan Diponegoro, Menteng, Jakarta Pusat, Minggu (7/8). Acara ini difasilitasi oleh LBH Jakarta yang dihadiri oleh sejumlah anggota SP-APLG. Semuanya mengenakan kemeja putih dan celana hitam.

Mario memaparkan gangguan operasional yang bisa mengakibatkan delay terdiri dari 3 hal, yakni kru, pesawat dan rute. “Tiga ini harus balance. Antara rute pesawat dan kru harus balance. Kalau rute banyak, pesawat rusak, ya delay,” tutur Mario.

Di antara tiga hal itu mana yang sering terjadi? “Kombinasi itu semua,” jawab Mario. Delay yang akhirnya menambah jam kerja inilah yang dikeluhkan pilot. Mario juga membantah melakukan provokasi pada para pilot agar mogok kerja pada 10 Mei lalu.

Seperti diberitakan, pilot Lion Air sempat mogok kerja pada 10 Mei lantaran adanya tunjangan yang belum dibayarkan. Aksi mogok itu menyebabkan banyak penerbangan Lion Air delay parah.

“Kemarin kami hanya bilang jika sedang marah, jangan terbang. Kami jadi beban dan emosi yang membuat distrust. Semua pilot Lion merasakan itu. Uang transport bukan saya saja (yang belum menerima). Semua pilot merasakan,” katanya.

Lion Air Membantah
Dikonfirmasi terpisah, Head of Corporate Lawyer Lion Air Group Harris Arthur Hedar membantah semua pernyataan Mario. Termasuk para pilot yang disebut bekerja lembur (overtime).

“Itu bohong semua, mana mungkin (Kementerian) Perhubungan kasih izin. Pasti kita ditegur. Itu kan urusan Perhubungan, makanya itu nggak mungkin. Semua itu sudah ada aturannya,” jelas Harris.

Pada Rabu 3 Agustus, Direktur Umum Lion Air Edward Sirait mengumumkan pemecatan 14 pilot yang dianggap menjadi dalang mogok kerja. Dia juga memaparkan sejumlah masalah yang bisa mengganggu penerbangan sehingga berakibat delay. Diantaranya cuaca buruk hingga masalah teknis pesawat.

“Kalau cuaca buruk kan pesawat kita divert yang baliknya jadi delay. Itu ada beberapa juga yang mengalami technical akhirnya delay,” kata Edward di Gedung Lion Air.

Delay parah yang sebelumnya terjadi menurut Edward disebabkan beberapa faktor kumulatif. Faktor-faktor itu yang kemudian menyebabkan pesawat terlambat untuk sampai ke bandara tujuan. Pesawat-pesawat yang terlambat karena divert tadi, sambung Edward, kemudian akan delay untuk mencapai tujuan selanjutnya. Pesawat juga harus menunggu beberapa waktu untuk dapat mendarat.(mb/detik)

Metrobatam.com tidak bertanggung jawab atas isi komentar yang ditulis. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

BERITA TERKINI

Belum Ditemukan Dugaan Sabu di Kapal Win Long BH2998

Metrobatam.com, Karimun - Petugas gabungan TNI, Polri dan Bea dan Cukai hingga Sabtu petang belum menemukan narkotika jenis sabu-sabu yang diduga dibawa kapal asing,...

Ketua Korcab IV DJAB Serahkan Bantuan Kepada Yayasan Hang Tuah Tanjungpinang

Metrobatam.com, Tanjungpinang - Ketua Kordinator Cabang (Korcab) IV Daerah Jalasenastri Armada Barat (DJAB) Ny. Irmelda R. Eko Suyatno selaku Anggota Pengawas Yayasan Hang Tuah...

Pelaku Penggelapan Ditangkap Polsek Batam Kota

Metrobatam.com, Batam - Jajaran Polsek Batam Kota berhasil mengamankan 1 (Satu) Orang Tersangka pelaku Tindak Pidana Penggelapan, Batam (24/02/2018) Tersangka merupakan karyawan toko King Of...

Hanya Tunjukan KTP, Bayi David Alfian dapat Fasilitas Berobat Gratis

Metrobatam.com, Bintan - David Alfian (5 bulan) Warga Kampung Bangun Rejo, Km.18 , Kecamatan Bintan Timur, Kijang. saat pertama kali datang ke RSUD Kabupaten...

Tim Gabungan Polri- Bea Cukai Kembali Tangkap Kapal Diduga Angkut 3 Ton Sabu di...

Metrobatam.com, Batam - Kapolri Jenderal Tito Karnavian mengungkapkan tim gabungan Polri dan Bea-Cukai kembali menangkap kapal laut di perairan Kepulauan Riau (Kepri). Kapal itu...

Kapolri dan Menkeu Ekspos Tangkapan Sabu 1,6 Ton di Batam

Metrobatam.com, Batam - Kapolri Jenderal Tito Karnavian dan Menteri Keuangan Sri Mulyani mengecek lokasi dan barang bukti 1,6 ton sabu di Pelabuhan Sekupang, Batam,...

Terciduk, Pengemis Ini Bawa Uang Rp 43 Juta

Metrobatam, Tasikmalaya - Aparat Satpol PP Kota Tasikmalaya kaget saat menciduk Epon (49). Pengemis tersebut yang kedapatan membawa gepokan uang dan sejumlah perhiasan emas...

Longsor Brebes, Tim SAR Temukan Potongan Jasad Korban

Metrobatam, Jakarta - Tim pencarian dan penyelamatan (SAR) gabungan Polri, TNI dan Basarnas menemukan tiga potongan tubuh yang diduga merupakan korban longsor Bukit Lio,...

Terdakwa Bom Thamrin Aman Abdurrahman Tolak Baca Eksepsi

Metrobatam, Jakarta - Oman Rochman alias Aman Abdurrahman, terdakwa kasus teror bom Thamrin tahun 2016 menolak membacakan nota keberatan atau eksepsi di depan majelis...

Wiranto dan Tito Sepakat Batalkan Jenderal Jadi Pj Gubernur

Metrobatam, Jakarta - Menteri Koordinator bidang Politik, Hukum, dan Keamanan Wiranto membatalkan usulan jenderal polisi sebagai Penjabat (Pj) Gubernur setelah berkoordinasi dengan Kapolri Jenderal...

Duet Susi-Sri Mulyani Selamatkan Bayi Lobster Rp 14,4 M

Metrobatam, Tangerang - Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati dan Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti memberikan keterangan terkait penggagalan penyelundupan benih lobster yang rencananya...

PPP Duga Ada Orang Kuat di Balik Penyerangan Tokoh Agama, Partai Rame-rame Membantah

Metrobatam, Jakarta - Ketua Umum Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Muhammad Romahurmuziy menduga ada orang kuat yang mendesain penyerangan terhadap ulama dan tokoh agama yang...
BAGIKAN