Metrobatam, Jakarta – Fraksi PKB DPR RI menyumbangkan uang sebesar Rp 5 miliar untuk TKW asal Majalengka, Eti binti Toyib Anwar. Uang itu merupakan bantuan untuk Eti membayar diyat (denda) agar terbebas dari vonis hukuman mati di Arab Saudi.

“Fraksi PKB berhasil mengumpulkan donasi sedikitnya Rp 5 Miliar. Atas nama solidaritas jaringan santri, dana yang terkumpul ini pun langsung diserah-terimakan melalui Duta Besar RI untuk Arab Saudi Agus Maftuh Abegebriel,” kata Ketua F-PKB Cucun Ahmad kepada wartawan, Rabu (7/11).

   

Cucun mengaku terketuk dengan kasus yang menjerat Eti. Dalam penggalangan dana, F-PKB juga menggandeng Lembaga Amil Zakat Infaq dan Shodaqoh Nahdlatul Ulama (LAZISNU). Saat ini, uang Rp 5 miliar itu telah diserahkan kepada Duta Besar RI untuk Arab Saudi Agus Maftuh Abegebriel.

Dia berharap sumbangan itu dapat meringankan beban denda sebesar Rp 20 miliar yang harus dibayarkan Eti. Cucun mendorong agar pemerintah terus hadir dalam melakukan pendampingan bagi TKI yang terjerat kasus hukum di negara setempat.

“Mendorong agar Pemerintah hadir dan melakukan upaya se-optimal mungkin dalam membela kasus-kasus hukum yang menimpa para tenaga kerja Indonesia di luar negeri. Khususnya terkait kasus hukum Eti yang tengah menanti kehadiran negara,” ujar Cucun.

Selain itu, atas peristiwa ini, Cucun berharap Pemerintah RI bisa bersikap lebih tegas kepada Pemerintah Arab Saudi. Cucun kemudian mengungkit eksekusi mati TKI Tuti Tursilawati di Arab Saudi yang dilakukan tanpa notifikasi ke Pemerintah RI.

“Mengecam keras eksekusi mati tanpa notifikasi yang dilakukan Pemerintah Arab saudi terhadap Tuti Tursilawati. Fraksi PKB mengingatkan bahwa terdapat hukum dan undang-undang internasional yang melindungi tenaga kerja migran, yang harus dipatuhi. Terhadap perlakuan tidak adil, dan tindak sewenang-wenang yang menimpa TKI kita di luar negeri, adalah kewajiban pemerintah untuk melindungi, mengadvokasi, dan memberikan akses keadilan,” tuturnya.

Sebelumnya, Eti ditahan sejak 2002 dengan tuduhan membunuh majikannya dan divonis hukuman mati. Kini Eti berpeluang menghirup udara bebas setelah ahli waris korban menawarkan perdamaian dengan diyat (denda).

Semula ahli waris korban mengajukan diyat sebesar 30 juta Real atau sekitar Rp 120 miliar. Namun setelah negosiasi dengan pemerintah RI, diyat yang harus dibayarkan ialah 5 juta Real atau Rp 20 miliar.

Dari Rp 20 miliar yang diminta untuk Diyat, anggaran pemerintah untuk kasus diyat biasanya tersedia sebesar Rp 2 miliar. Selain itu, dirinya sejak pekan lalu berhasil menghimpun sumbangan dari koleganya di jaringan santri sebesar Rp 10 miliar.

“Alhamdulillah teman-teman saya di jaringan santri pada bantingan, Rp 100 juta, Rp 200 juta dan seterusnya. Tinggal sisanya Rp 8 miliar nanti kita galang dana sosial ke masyarakat lebih luas,” kata Duta Besar RI untuk Arab Saudi Agus Maftuh Abegebriel dalam Blak-blakan yang tayang di detikcom pada Selasa (6/11). (mb/detik)

Metrobatam.com tidak bertanggung jawab atas isi komentar yang ditulis. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

BERITA TERKINI

Menkumham: Ahok Bebas dari Rutan Mako Brimob saat Jam Kerja

Metrobatam, Jakarta - Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia (Menkumham) Yasonna Laoly mengatakan terpidana kasus penistaan agama Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok akan bebas...

12 Korban Kapal Tenggelam di Sungai Kapuas Ditemukan Tewas

Metrobatam, Kapuas Hulu - Tim Search and Rescue (SAR) Gabungan kembali mengevakuasi korban kapal penyeberangan yang tenggelam di Sungai Kapuas, Kecamatan Semitau, Kabupaten Kapuas...

Moeldoko Sebut Batasan Yusril Bantu Jokowi Bebaskan Ba’asyir

Metrobatam, Jakarta - Pemerintah menunda pembebasan terpidana kasus terorisme Abu Bakar Ba'asyir karena mempertimbangkan berbagai proses kajian yang masih harus dilakukan. Selain itu, Ba'asyir...

KPK: 20 Lebih Anggota DPRD Bekasi ke Thailand Biaya Meikarta

Metrobatam, Jakarta - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mengidentifikasi lebih dari 20 orang anggota DPRD Kabupaten Bekasi diduga menerima pembiayaan dari Meikarta untuk berlibur ke...

KPK Minta Walikota Batam Jelaskan soal Surat Urunan untuk Koruptor Abd. Samad

Metrobatam, Jakarta - KPK meminta Wali Kota Batam menjelaskan soal keberadaan surat urunan untuk koruptor yang diteken Sekda Kota Batam Jefridin. Jika surat itu...

Menghilang Selama Seminggu, Wabup Muda Ipin Hilang ‘Liburan’ Atau Tertekan?

Metrobatam, Jakarta - Wakil Bupati Trenggalek Mochammad Nur Arifin alias Ipin tak masuk kantor selama seminggu lebih. Kepergian wabup muda itu sempat menimbulkan tanya. Bupati...

Polisi Periksa Selebriti Terduga Prostitusi, Apa Hasilnya?

Metrobatam, Jakarta - Setelah Vanessa Angel dan Avriellia Shaqqila, polisi lanjut bergerak memeriksa selebriti yang diduga terkait jaringan prostitusi online. Apa hasilnya seusai pemeriksaan? Polda...

Tiga Bandar Narkoba Lintas Sumatera Ditangkap

Metrobatam, Jambi – Tiga orang yang diduga bandar narkoba lintas Sumatera berhasil dibekuk jajaran Resnarkoba, Polres Tanjungjabung Timur, Jambi. Ketiga tersangka diringkus di dua lokasi...

Valverde: Kenapa Sih Rekrutan Barca Selalu Dinilai Kontroversial?

Barcelona - Barcelona sudah mendatangkan Kevin Prince Boateng di bursa transfer musim dingin. Ernesto Valverde heran bahwa rekrutan Los Cules selalu dinilai kontroversial. Boateng didatangkan...

Sri Mulyani Sebut Pembangunan Bisa Tertinggal Tanpa Utang

Metrobatam, Jakarta - Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati mengatakan pembangunan infrastruktur Indonesia bisa tertinggal jika tanpa mengandalkan utang. Sebaliknya, infrastruktur yang dibangun dengan dana...

Terlibat Pengedaran Narkoba, Mahasiswa Tewas Ditembak Polisi

Metrobatam, Sorong - Dua orang pemuda yang diduga kuat sebagai pemakai sekaligus pengedar narkoba jenis sabu, Indra Wijaya dan Danang, diringkus Sat Narkoba Polres...

Asri Agung Putra Merasa Bangga Bertugas di Kepri

Metrobatam.com, Tanjungpinang - Kepala Kejaksaan Tinggi (Kejati) yang lama Asri Agung Putra sangat berkesan merasa bangga selama Tiga Tahun Empat Bulan menjabat sebagai Kepala...